Delegasi JN UKMI UNS Ikuti Sekolah Kebangsaan LDK Nusantara Summit

Delegasi JN UKMI UNS Ikuti Sekolah Kebangsaan LDK Nusantara Summit

JAKARTA, nurulhuda.uns – LembagaDakwah Kampus Universitas Sebelas Maret JN UKMI UNS mengikuti LDK Nusantara Summit yang diselenggarakan oleh FSLDK Indonesia di Universitas Indonesia, 20-22 Juli  2018. Diikuti oleh 500 lebih mahasiswa delegasi  Lembaga Dakwah Kampus dari seluruh provinsi Se-Indonesia.

Di hari pertama Jumat, 20 Juli 2018 LDKNS 2018 diawali dengan kajian khusus muslimah yang menghadirkan  Sekjend AILA yaitu Ustadzah Nurul Hidayati, S.S., M.Si., di lanjutkan dengan kajian ” Optimalisasi Peran FSLDK sebagai Poros Gerakan Pemuda Muslim Kekinian” yang disampaikan oleh Dr. Arief Munandar, S.E, ME, Founder Rumah Peradaban.

Sebagai puncak agenda dari LDKNS 2018 ini adalah Sekolah Kebangsaan yang di laksanakan di Auditorium Gedung FH Universitas Indonesia dengan 4 pembicara terbaik yakni Dr. Didin Wahidin, M.Pd (Direktur Kemahasiswaan Menristekdikti), Brigjen .Pol. Ir. Hamli, M.E (Direktur Pencegahan BNPT), Brigjen .Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M (Kaba Intelkam Polri), serta di tutup oleh Fahrudin Alwi, S.Hum. (Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia 2018).

Dengan penyelenggaraan Sekolah Kebangsaan ini diharapkan LDK dapat menjadi garda terdepan dalam upaya menangkal radikalisme di Indonesia. Direktur Pencegahan Penanggulangan Terorisme, Brigjen Pol Hamli dalam pernyataannya menyampaikan harapannya akan peran LDK dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme.

“Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apabila mereka mengatasnamakan agama kita (islam). Dan adik-adiklah (para mahasiswa peserta LDKSN) yang bisa mencegah kekeliruan ini,” ujar Beliau.

Komjen Pol. Drs. Lutfi juga mengungkapkan perasaannya bahwa hari ini dihadapan para mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkala radikalisme.

Pada kesempatan itu, FSLDK Indonesia memberikan rekomendasi kajian ilmiah kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI,  Arman Nefi. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia melalui LDK.

Pada hari ketiga pelaksanaan diselenggarakan soft movement dan deklarasi pemuda bertempat di CFD Bundaran HI. Sebanyak 500 lebih mahasiswa peserta LDKNS 2018 mengikrarkan Deklarasi Pemuda Islam.Rangkaian acara LDKNS 2018 ditutup dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyatakan pesan semangat kepada peserta LDKSN.

(Tito, JN UKMI UNS)

LDK Garda Terdepan Penangkal Radikalisme

LDK Garda Terdepan Penangkal Radikalisme

JAKARTA, suaramerdeka.com – Lembaga Dakwah Kampus harus menjadi garda terdepan dalam upaya menangkal radikalisame di Indonesia. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terosisme (BNPT), Brigjen Pol Hamli menegaskan, tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah hal yang keliru, dan mahasiswalah yang harus berperan aktif menyelesaikan masalah tersebut.

“Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apalagi mereka mengatasnamakan agama kita (Islam). Dan adik-adiklah yang bisa mencegah kekeliruan ini”, katanya saat menjadi pembicara pada Sekolah Kebangsaan yang digelar Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia di Universitas Indonesia, Sabtu (21/7).

Sementara itu, Kepala Badan Intelkam Polri, Komjen Pol Lutfi Lubihanto, menegaskan, Polri membutuhkan mahasiswa untuk melakukan kontraideologi dengan lebih menggiatkan kegiatan yang memperkokoh nilai Pancasila.

“Bersama  mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkal radikalisme,” katanya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Dirjen Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti, Didin Wahidin mengatakan, sebagai insan intelektual, mahasiswa harus aktif menjaga persatuan dengan mengokohkan ilmu pengetahuan, karakter, memahami era globalisasi, dan tidak melupakan nilai ke-Indonesiaan.

Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Fahrudin Alwi mengatakan, Sekolah Kebangsaan diikuti oleh 500 lebih pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dengan mengambil tema “Peran Masyarakat Kampus dalam Menjaga Persatuan Bangsa”. Acara itu adalah upaya mengokohkan semangat kebangsaan kader FSLDK dalam mensyiarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah keprihatinan isu radikalisme yang bisa memecah belah bangsa.

Pada kesempatan itu, FSLDK Indonesia memberikan rekomendasi kajian ilmiah kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI,  Arman Nefi. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia melalui LDK.

Sumber : Suara Merdeka

Sekolah Kebangsaan di Lembaga Dakwah Kampus Nusantara Summit

Sekolah Kebangsaan di Lembaga Dakwah Kampus Nusantara Summit

JAKARTA, fsldk.id – Sebanyak 500 lebih pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang terhimpun dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia berkumpul mengadakan Sekolah Kebangsaan di Universitas Indonesia, Sabtu 21 Juli 2018. Tema yang diangkat adalah “Peran Masyarakat Kampus dalam Menjaga Persatuan Bangsa”. Hadir dalam acara tersebut beberapa nara sumber dari berbagai pihak, yaitu Brigjen. Pol. Ir. Hamli, M.E (Direktur Pencegahan BNPT), Dr. Didin Wahidin, M.Pd (Direktur Kemahasiswaan Dirjen Perguruan Tinggi Meristekdikti), Komjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M (Kaba Intelkam Polri), dan saudara Fahrudin Alwi, S. Hum (Ketua Pusat Komunikasi Nasional FSLDK Indonesia).

Fahrudin Alwi sebagai ketua Puskomnas FSLDK Indonesia dalam penjelasannya mengatakan bahwa acara ini adalah bagian dari upaya mengokohkan semangat kebangsaan para kader FSLDK seluruh Indonesia, ditengah keprihatinan akan isu radikalisme yang bisa memecah belah bangsa. “Kami berhimpun hari ini dari seluruh provinsi di Indonesia untuk kembali menjalin persaudaraan dan menguatkan semangat berkontribusi bagi bangsa serta tidak pernah lelah mensyiarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamiin”, ujar Alwi dalam penjelasannya.

Sementara itu, perwakilan dari Polri, Komjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M memberikan pencerdasan kepada para peserta akan bahaya radikalisme. Beliau menyampaikan bahwa Polri membutuhkan mahasiswa untuk melakukan kontra ideologi dengan lebih menggiatkan kegiatan yang memperkokoh nilai Pancasila. Tidak lupa, Komjen Pol. Drs. Lutfi juga mengungkapkan perasaannya bahwa hari ini dihadapan para mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkala radikalisme.

Dalam kesempatan lain, perwakilan dari BNPT, Brigjen. Pol. Ir. Hamli, M.E memberikan pesan bahwa tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah sebuah hal yang keliru, dan mahasiswa lah yang harus berperan aktif menyelesaikan masalah tersebut. “Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apalagi mereka mengatasnamakan agama kita (Islam). Dan adik-adiklah yang bisa mencegah kekeliruan ini”, jelas Brigjen. Pol. Ir. Hamli dalam kesempatannya berbicara. Terakhir, perwakilan Kemenristek Dikti, memberikan suntikan semangat kepada para peserta sebagai insan intelektual untuk aktif menjaga persatuan dengan mengokohkan ilmu pengetahuan, karakter, memahami era globalisasi, dan tidak melupakan nilai ke-Indonesiaan.

Acara sekolah kebangsaan ini ditutup dengan penyampaian pendapat dari salah satu peserta yang berasal dari delegasi Provinsi Papua bernama Amel. Amel menjelaskan bahwa di Papua melalui Aliansi Mahasiswa Papua mereka telah berhasil mengadakan agenda bersama lintas agama untuk aktivitas sosial. Amel berharap teman-teman di provinsi lain mampu mengambil inspirasi dari kegiatan tersebut.

Acara kemudian ditutup dan dilanjutkan pemberian rekomendasi kajian ilmiah dari FSLDK Indonesia kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI, Bapak Dr. Arman Nefi, S.H., M.M. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia kedepan melalui Lembaga Dakwah Kampus.

Sumber : FSLDK.id

LAPORAN RAMADHAN 1439 H

LAPORAN RAMADHAN 1439 H

Alhamdulillah, program Ramadan Berbagi tahun 1439 H / 2018 yang dilaksanakan oleh LAZIS UNS secara umum berjalan dengan baik. Pada Ramadan tahun ini, LAZIS UNS melaksanakan berbagai program  Iftor, cinta yatim, cinta dhuafa, bingkisan penghafal Al Quran, wakaf Al Quran, wakaf mukena dan sedekah berkah. Selain itu, LAZIS UNS juga memberikan fasilitas bagi donatur untuk menunaikan zakat mal, fidyah dan zakat fitrah. Program tersebut dilaksanakan mulai 17 Mei sampai 17 Juni 2018

Program Penghimpunan

Program Ramadan Berbagi tahun ini bertujuan untuk mempermudah  para donatur dalam hal cara berdonasi, pilihan donasi dan sasaran donasi. Beberapa kemudahan fasilitas donasi yang kami siapkan adalah: jemput donasi, donasi ke rekening bank , layanan di front office setiap hari kerja, layanan pembayaran di masjid Nurul Huda UNS setiap sore ,  pembayaran donasi melalui relawan sahabat ramadan serta layanan potong gaji bagi yang ingin menjadi donatur rutin. Bentuk sosialisasi program donasi yang kami laksanakan adalah: direct mail, pemasangan spanduk, baliho dan banner; SMS gateway , iklan di majalah GIVE, on-line marketing melalui sosial media dan website, serta silaturahim ke calon donatur atau mitra baik personal maupun lembaga.

donasi yang terkumpul dalam program ini sebesar Rp1.001.181.772,- terdiri dari Paket Iftar / Buka dan Sahur:  Rp494.414.200,- Bingkisan Cinta Yatim: Rp70.858.500,- Bingkisan Cinta Dhuafa: Rp24.920.000,- Bingkisan Penghafal  Quran: Rp20.535.000,- Wakaf Al Quran: Rp61.374.000,- Wakaf Mukena: Rp22.250.000,- Sedekah Berkah: Rp43.155.274,- Zakat Fitrah: Rp18.407.000,- Fidyah: Rp23.755.000,- dan Zakat Mall Rp221.512.798,-. Total Donatur yang berpartisipasi dalam program Ramadhan Berbagi tahun ini mencapai 2190 donatur, terdiri dari donatur:  560 donatur Paket Iftar / Buka dan Sahur,  251 donatur  Bingkisan Cinta Yatim, 191 donatur Bingkisan Cinta Dhuafa, 126 donatur Bingkisan Penghafal  Quran, 357 donatur Wakaf Al Quran, 137 donatur  Wakaf Mukena, 38 donatur  Sedekah Berkah khusus infaq masjid, 192 donatur Zakat Fitrah, 43 donatur Fidyahdan 295 donatur Zakat Mall.

 

Program Penyaluran

Tentunya, kami berusaha secara maksimal menyalurkan dana amanah tersebut dalam bentuk program-program yang bermanfaat. Program-program tersebut  dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, dilaksanakan dengan manajemen yang baik, sesuai dengan prioritas dan dikelola oleh relawan profesional  serta mitra yang terpercaya. Adapun penerima manfaat program ramadhan tahun ini mencapai 4066 penerima manfaat di 76 lokasi  yang terdiri dari: 3000 penerima manfaat program iftor/buka puasa dan sahur gratis di 20 lokasi, 150 bingkisan cinta yatim di 10 lokasi, 400 bingkisan cinta dhuafa di 15 lokasi, 50 bingkisan penghafal al Quran , 406 wakaf al Quran di 22 lokasi dan 60 wakaf mukena di  8 lokasi.

Sedangkan dana total disalurkan mencapai Rp691.647.100,- dengan rincian penyaluran: Paket Iftar / Buka dan Sahur:  Rp494.414.200,- Bingkisan Cinta Yatim: 39.578.600,- Bingkisan Cinta Dhuafa: Rp9.125.100,- Bingkisan Penghafal  Quran: Rp6.876.600,- Wakaf Al Quran: Rp Rp19.600.000,- Zakat Fitrah: Rp18.407.000,- dan penyaluran Zakat Mall Rp98.330.800,-. Tentunya, semua hasil penghimpunan Ramadhan tidak disalurkan saat ramadhan tahun ini, tetapi juga disalurkan dalam di bulan-bulan lain sesuai dengan amanah dana tersebut.

Manajemen dan Pengelolaan

Aktivitas dan operasional LAZIS UNS didasari dengan LAZIS UNS disahkan SK Rektor UNS No.493/UN27/OT/2013 tentang pembentukan Takmir Masjid Nurul Huda UNS dan LAZIS UNS di dalamnya Struktur LAZIS UNS  terdiri dari: Pembina, Konsultan Syariah, Pembina Regulasi, Pengurus terdiri dari: Ketua I, Ketua II dan Sekretaris, Pengelola (Amil) dan karyawan sejumlah 12 Orang terdiri dari: Manajer Umum, Manajer Operasional, Manajer Keuangan, Manajer Program dan Manajer Fundraising, Manajer unit Usaha, Serta staff khusus Progam dan didukung oleh140 Relawan.

Dalam pelaksanaan program ramadhan berbagi, teknis pelaksanaan dilakukan oleh seluruh 12 orang pengelola LAZIS UNS, 53 Relawan LAZIS UNS, serta mitra-mitra dari lembaga kampus UNS maupun luar kampus UNS yang bekerja sama dalam beberapa program.  Untuk mendukung layanan dan kelancaran program, LAZIS UNS memiliki fasilitas front-office dan kantor pengelola di komplek Masjid Nurul Huda UNS serta 3 mobil operasional berupa mobil Siaga Bencana, Ambulan dan mobil operasional.

Dalam sistem keuangan, LAZIS UNS menerapkan system keuangan dan akuntansi Zakat (menuju PSAK 109) dengan database on-line. Memiliki 6 rekening Bank yang berfungsi untuk memudahkan donasi, penyimpanan dana serta memudahkan manajemen keuangan.

Evaluasi

Alhamdulillah, program Ramadan Berbagi tahun 1439 H / 2018 yang dilaksanakan oleh LAZIS UNS secara umum berjalan dengan baik. Namun beberapa evaluasi tetap menjadi catatan tersendiri dalam program ini. Diantaranya adalah dari segi penghimpunan dana: syiar atau sosialisasi program harus ditingkatkan lagi, mengingat UNS sendiri mempunyai potensi donatur  lebih dari 3.000 tenaga kependidikan dan 25.000 mahasiswa aktif tiap tahunnya;  belum lagi potensi donatur dari alumni UNS, lembaga atau perusahaan, dan masyarakat yang jumlahnya cukup besar.  Ke depan, tentunya kami harus membuat program untuk meningkatkan kesadaran menuanaikan zakat, membiasakan sedekah serta peduli kepada sesama secara lebih masif.

Evaluasi di sisi program pemberdayaan, pemberdayaan dana sebagian besar masih bersifat bantuan langsung dan konsumtif dan dengan jangkauan yang terbatas. Sehingga ke depan kami harus mempunyai komitmen untuk memberdayakan dana dalam bentuk program yang  produktif, mempunyai efek berkelanjutan, dan di lokasi yang lebih luas.

Apresiasi

Pencapaian  program Ramadan berbagi ini ini bukanlah semata-mata hasil kerja sekelompok orang dalam lembaga, melainkan merupakan hasil kerja seluruh komponen. Oleh karenanya, pada kesempatan ini, segenap pengelola mengajak seluruh komponen LAZIS UNS untuk tetap berkarya dalam mengawal pertumbuhan lembaga di masa mendatang. Atas nama pengelola, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Rektor UNS, Presidium Masjid Nurul Huda UNS dan Pengurus LAZIS UNS atas bimbingan dan pembinaan yang telah diberikan.

Tidak lupa, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak/Ibu donatur, relawan LAZIS UNS, mitra usaha penyaluran, dan mitra lainnya atas kontribusi yang telah diberikan. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pengelola / Amil LAZIS UNS atas dedikasi, loyalitas yang tinggi, semangat kebersamaan, keikhlasan dan kerja keras serta keinginan untuk memberikan yang terbaik. Semoga semangat, kualitas pelayanan, dan kinerja tersebut dapat di tingkatkan di masa yang akan datang. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap upaya kita.

 

Surakarta, 20 Juli 2018

 

Catur Wibowo

(Manajer Umum)

Laporan umum lengkap bisa di LAPORAN RAMADHAN 1439 2018

Universitas Sebelas Maret Selenggarakan Tarhib Ramadhan

Universitas Sebelas Maret Selenggarakan Tarhib Ramadhan

Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan Tarhib Ramadhan Senin (14/05) untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang akan hadir beberapa hari lagi. Bertempat di auditorium UNS, kegiatan ini diikuti oleh ratusan civitas akademika UNS. Kegiatan yang juga dihadiri oleh Rektor UNS, Prof. Ravik Karsidi ini mengambil tema “Mengoptimalkan Aplikasi Impementasi UNS ACTIVE dengan Spirit Ramadhan. Menjadi pembicara dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Kedokteran Prof Hartono.

Continue reading

Latih Kompetensi Trainer, FSLDK Solo Raya Gelar TFT

Latih Kompetensi Trainer, FSLDK Solo Raya Gelar TFT

Masjid Nurul Huda UNS – Puskomda FSLDK Solo Raya menyelenggarakan Training for Trainer (TFT) di Nurul Huda Islamic Center UNS Surakarta, Sabtu-Ahad (7-8/4). Bersama FSLDK Wilayah 4 (Solo Raya, Semarang, Purwokerto, Jogja, Madiun Raya, Kalimantan Barat) dan JN UKMI UNS juga Takmir Masjid Nurul Huda, kegiatan ini diharapkan mampu melatih kompetensi para calon trainer di daerah masing-masing.

“Harapannya TFT wilayah 4 ini dapat meningkatkan kompetensi dan mencetak trainer di masing-masing daerah. Kegiatan tersebut diikuti dengan penuh kesunggguhan oleh peserta,”ujar Ketua Puskomda FSLDK Solo Raya, Tegar Yuli Arianto.

Diikuti sekitar 197 peserta, Sholikhin Abu Izzudin menyampaikan kiat untuk menjadi trainer yang handal pada sesi How to be a Trainer. Menjadi seorang trainer, kata Sholikhin, bukan hanya saat acara berlangsung. Lebih dari itu, para trainer haruslah mampu menginspirasi para audiens pasca acara. “Yang perlu diingat menjadi trainer bukanlah soal rupiah, tapi keberkahan dari Allah,”jelas Sholikhin di Ruang Seminar NHIC UNS, Sabtu (7/4).

Selain How to Be A Trainer, TFT juga menyuguhkan serangkaian materi yang disampaikan oleh Puskomnas FSLDK Indonesia. Diantaranya yaitu Logical Framing Analysis, Leadership Training, Dakwah Ke-LDK-an, dan FGD tiap bidang, serta praktek Microteaching. TFT berakhir dengan disahkannya Training Center Daerah (TCD) di masing-masing daer ah. Dengan adanya TCD diharapkan mampu mengoptimalkan kerja trainer.