Masjid Nurul Huda Raih Penghargaan Instansi Donor Berprestasi dari PMI Kota Solo

Masjid Nurul Huda Raih Penghargaan Instansi Donor Berprestasi dari PMI Kota Solo

Surakarta, 30 Juli 2019- PMI Surakarta menyelenggarakan acara yang bertema Temu Donor (Proud To Be a Blood Donor) di Gedung Perkumpulan Mayarakat Surakarta (PMS). Temu donor ini merupakan forum silaturahim antar penggerak donor dan juga pendonor yang secara sukarela menyumbangkan darahnya. Instansi Donor dengan jumlah terbanyak akan mendapatkan penghargaan atas partisipasinya dalam membantu masyarakat.
.
Masjid Nurul Huda UNS dan KSR PMI Unit UNS meraih penghargaan instansi berprestasi kategori lembaga masing-masing untuk kategori masjid dan perguruan tinggi. Sementara Penghargaan donor dengan jumlah terbanyak berhasil diraih oleh tiga instansi besar, antara lain MTA Pusat Surakarta, RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo, dan SUB BMPD JATENG SURAKARTA. Sedangkan Event donor terbanyak berhasil diraih SATPOL PP.
.
Selain penghargaan yang diberikan instansi donor jumlah terbanyak, para pendonor darah sukarela 100 kali juga mendapatkan cinderamata berupa cincin yang akan diserahkan langsung oleh ketua PMI. Penyematan cincin ini merupakan bentuk apresiasi karena dengan darah yang disumbangkan melalui PMI mampu membantu umat manusia yang lebih membutuhkan darah. “Kami ucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendonor darah sukarela, yang dengan tulus ikhlas telah mendonorkan darahnya, sehingga PMI Surakarta mampu mencukupi kebutuhan darah masyarakat di Kota Surakarta dan sekitarnya” ujar H. SUSANTO, selaku Ketua PMI Kota Surakarta.

Delegasi UNS Bawa Pulang Juara dari MTQMN 2019

Delegasi UNS Bawa Pulang Juara dari MTQMN 2019

Kafilah UNS dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN 2019) yang berlangsung di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh berhasil memasuki final untuk dua cabang lomba. Yaitu Musabaqah Hifdzil Qur’an 30 Juz dan Musabaqah Maulid Nabi

Dari 8 delegasi yang dikirimkan UNS pada bidang perlombaan Musabaqah Hifdzil Qur’an, Fina Zakiyah, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Angkatan 2016 berhasil menjadi juara harapan ke 2 pada cabang lomba Hifdzil Qur’an 30Juz.

Sementara itu, Layalin Mumtazah (FP 2018), Nur Nasichah Istiqomah (FKIP 2015), Mufti Rosyidatul Fauziah (FISIP 2017), Yati Susanti (FEB 2018), dan Binti Masruroh (FISIP 2017) yang mewakili UNS dalam cabang Musabaqah Maulid Nabi juga berhasil membawa prestasi juara harapan 2 pada cabang yang baru pertama kali dilombakan pada MTQMN ini.

Menanggapi prestasi UNS dalam MTQMN XVI tahun ini, Wakil Rektor 3 UNS, Prof Kuncoro Diharjo mengaku bersyukur atas pretasi yang berhasil ditorehkan delegasi UNS.

“Alhamdulillah, prestasi tersebut adalah prestasi tertinggi selama perjalanan UNS berpartisipasi di dalam MTQMN,” ungkap Prof Kuncoro.

Untuk dapat membawa pulang gelar juara, UNS harus bersaing ketat dengan 2.484 pendaftar dari 230 universitas di Indonesia.

Menjawab Problematika Pengeleloaan Qurban di Masyarakat, LAZIS UNS adakan Seminar

Menjawab Problematika Pengeleloaan Qurban di Masyarakat, LAZIS UNS adakan Seminar

Solo, 21 Juli 2019. Menyambut Hari Raya Qurban 1440 H yang akan jatuh sekitar tanggal 11 Agustus 2019, LAZIS UNS mengadakan seminar pengelolaan qurban. Seminar dengan tema ”Qurbanku sehat dan Syari”  ini diadakan di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS. Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mengelola qurban, terutama dalam sisi fiqh, kesehatan hewan dan cara penyembelihan.

Acara yang dimulai dari pukul 08.00 sampai 15.00 ini dihadiri oleh 91 peserta. Peserta datang dari takmir majid, panitia qurban, juru sembelih, mahasiswa dan kalangan lain yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai pengelolaan Qurban. Dalam kesempatan tersebut LAZIS UNS menghadirkan tiga pembicara dan materi utama yaitu: “Bagaimana Hewan Qurban yang Sehat ?” Oleh: Drh. Aldi Salman (Medik Veteriner Muda Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah) ; ” Memahami Kembali Syariat Qurban” Oleh : Dr. Moh. Muchtarom, S.Ag, M.Si ( Akademisi Universitas Sebelas Maret Surakarta ) dan  ” Bagaimana Penyembelihan yang Tepat dan Halal ?” Oleh: Eri Gunarto, HS. Cf (Ketua Juru Sembelih Halal / Juleha Wilayah 4 Jateng –DIY) .

Manajer Umum LAZIS UNS, Catur Wibowo, dalam sambutan acara menyampaikan bahwa sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memahami kembali syariat Qurban sekaligus edukasi masyarakat terkait dengan pengelolaan hewan qurban. “yang paling penting adalah jangan sampai ibadah qurban ini tidak sesuai syariat dan syarat-syarat kesehatan hewan qurban, sehingga kita melalaikan amanah dari sohibul qurban” tambah Catur.

Sementara itu, Pak Selamet, salah satu peserta dari Ceper-Klaten mengatakan dirinya sangat senang bisa mengikuti acara ini, disamping menambah pengetahuan tentang qurban, dirinya mengaku bangga bisa seminar di Universitas Sebelas Maret. “Soalnya tiap tahun masjid kami diamanahi qurban sampai 5 sapi, jadi kami harus memperbaiki pengelolaan qurban di masjid kami biar cepat selesai tapi tetap sesuai syariat dan sehat”  ujarnya. (lazisuns)

 

UJI PUBLIK DELEGASI UNS UNTUK MTQMN 2019

UJI PUBLIK DELEGASI UNS UNTUK MTQMN 2019


Dalam rangka mempersiapkan diri menuju MTQMN 2019 yang akan berlangsung di Univeritas Syiah Kuala Aceh pada akhir Juli ini, delegasi UNS memasuki tahapan pemusatan latihan yang diselenggarakan di Masjid Nurul Huda UNS. Jum’at kemarin (19/7) beberapa cabang telah melakukan uji publik sebagai bagian dari persiapan delegasi UNS. Delegasi UnS insyaAllah akan berangkat menuju Banda Aceh pada 26 Juli yang akan datang. Kecuali Musabaqah Qiroah Sab’ah, UNS akan mengikuti semua cabang musabaqah.



Kegiatan pemusatan latihan secara resmi dibuka oleh Rektor UNS pada Selasa (09/07). Bertempat di Ruang Sidang IV Gedung dr. Prakosa Universitas Sebelas Maret Selasa , Prof. jamal Wiwoho selaku Rektor UNS melepas delegasi UNS yang akan berlomba di MTQMN 2019 Universitas Syiah Kuala Aceh. Prof. Jamal Wiwoho dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan do’a kepada para kafilah terpilih UNS dan berharap delegasi yang berangkat mampu membawa prestasi terbaik.

Malam Syiar dan Sholawat UNS bersama Sabyan Gambus

Malam Syiar dan Sholawat UNS bersama Sabyan Gambus

 
Solo, UNS
– Suasana hangat dan meriah melingkupi Gedung Auditorium UNS, Rabu (3/6) malam. Aksi rancak penampilan tari Ratoh Jaroe mengawali pelaksanaan agenda Malam Syiar dan Shalawat yang merupakan pre event dari kegiatan Sebelas Maret Islamic Fetival 2019.

Menghadirkan grup musik Sabyan Gambus, selama 3 jam para pengunjung diajak menyenandungkan shalawat dan lagu-lagu religi juga tausyiyah yang disampaikan oleh Aktris Oki Setiana Dewi. Wakil Rektor Bidang 1 UNS, Prof. Ahmad Yunus dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan agenda Malam Syiar dan Shalawat.


“Syiar dan Syair Sholawat malam ini semoga menjadikan kita mampu meneladani pribadi Rosulullah dan metode dakwah Rosulullah yang humanis, santun, toleran menjadi rahmat untuk seluruh alam sesuai dengan nilai nilai luhur Pancasila karena UNS adalah Kampus Benteng Pancasila,” ujar Prof. Ahmad Yunus dalam sambutannya.

Mengambil tema “Dengan Sholawat Menuju UNS Kampus Berkah” menjadi pengharapan agar bertambah kebaikan-kebaikan atas civitas akademika UNS dalam rangka mewujudkan UNS menjadi World Class University.


Sebelas Maret Islamic Festival merupakan agenda tahunan yang diselanggarakan oleh JN UKMI UNS dan UKM kerohanian Islam ditingkat fakultas. Tahun ini kegiatan Sebelas Maret Islamic Festival akan diselenggarakan pada Juli – September 2019.
.
Rangkaian kegiatan SIFT 2019 seperti malam sholawat, seminar pendidikan, pelatihan dan lomba, juga bakti sosial di harapkan mampu menjadikan civitas akademika UNS dan pengurus LDK khususnya menjadi intelektual muslim yang berakhlakul karimah berwawasan luas, memiliki kepedulian sosial yang tinggi.


Selain menghadirkan Sabyan Gambus dan Oki Setiana Dewi, malam syiar dan sholawat juga dimeriahkan oleh penampilan tim hadrah UKM Seni Religi dan kehadiran tamu istimewa delegasi Wake Forest University, Modesto Junior College,Wesley College, Bucknell University, Loyola University dari Amerika Serikat.


GALERI KEMERIAHAN MALAM SYIAR DAN SHOLAWAT SEBELAS MARET ISLAMIC FESTIVAL 2019 : Di SINI

KULIAH HALAL UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

KULIAH HALAL UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

Laboratorium Terpadu Universitas Sebelas Maret, bekerjasama dengan Takmir Masjid Nurul Huda menyelenggarakan kegiatan “Kuliah Halal” sepanjang bulan Ramadhan tahun 1440 H ini. Mengambil format kuliah singkat, para peserta kuliah halal akan mendapatkan enam materi yang disampaikan secara berkala setiap Senin dan Kamis sore di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda.

Studium Generale palaksanaan Kuliah Halal ini telah berlangsung pada Sabtu 4 Mei 2019 menghadirkan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, Prof. Ir. Sukoso, selain itu hadir sebagai pembicara Prof. Sutarno selaku Ketua Presidium Takmir Masjid Nurul Huda, DR. Agus Supriyanto Kepala Unit Laboratorium Terpadu UNS, dan juga Prof. Dr. dr Zainal Arifin Adnan.

Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini cukup menarik banyak antusiasme peserta. Terbukti dari banyaknya pendaftar hingga mata perkuliahan di mulai. Tercatat lebih dari 150 peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Tidak hanya mahasiswa, kegiatan ini juga diikuti karyawan, pedagang, masyarakat umum yang tertarik pada isu-isu produk halal.


Selama enam pertemuan para peserta mendapatkan materi seputar kaidah syar’I fiqih halal dan haram, kebijakan sistem jaminan halal dan implementasi UU no 33 Tahun 2014, titik kritis kehalalan bahan pangan dan kosmetik, hingga pera penting dan prospek juru sembelih halal.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin Universitas Sebelas Maret mengingat peran UNS sebagai perguruan tinggi untuk terlibat dalam penjaminan produk-produk halal di kota Surakarta memang sangat diperlukan.

Selanjutnya, untuk para peserta Kuliah Halal Ramadhan 1440 H diharapkan dapat mewujud dalam sebuah komunitas yang dapat mengambil peran dalam proses edukasi dan mensosialisasikan produk halal kepada masyarakat luas.

Wisuda Tahfidz Juz 30 SD Muhammadiyah Palur

Wisuda Tahfidz Juz 30 SD Muhammadiyah Palur

Nurul Huda – Bertempat di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS, Sekolah Dasar Muhammadiyah Palur Sukoharjo menyelenggarakan wisuda tahfidz juz 30 bagi para siswa Rabu (13/02). Pada wisuda angkatan ke-5 tahun ini, SD Muhammadiyah Palur mewisuda 39 siswa yang telah menyelesaikan hafalan juz 30.

Program tahfidz Al Qur’an ini merupakan salah satu program unggulan dari SD Muhammadiyah Palur. Setiap hari, para siswa akan dibimbing untuk mengaji dan menghafal Al Qur’an sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.

Dari tahun ke tahun jumlah siswa yang berhasil diwisuda senantiasa meningkat. Pada wisuda angkatan ke 5 tahun ini pencapaian terbaik berhasil dicapai oleh seorang siswa kelas 3, yang juga berhasil menyelesaikan hafalan juz 30.

Ustadz Anam, selaku Humas SD Muhammadiyah Palur berharap bahwa para siswa setelah wisuda hari ini tidak berhenti untuk tetap menghafal Al Qur’an, dan tidak sekadar menghafal namun juga masuk ke dalam hati untuk dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ucapan syukur tak henti dipanjatkan oleh seorang Ibu yang mendampingi putranya dalam prosesi wisuda. Ibunda berharap bahwa ke depannya sang buah hati dapat melanjutkan menghafal Al Qur’an.

Penerimaan Mahasiswa UNS Jalur SNMPTN dengan Prestasi Tahfidz

Penerimaan Mahasiswa UNS Jalur SNMPTN dengan Prestasi Tahfidz

Hampir setiap tahun, memasuki semester genap, ada banyak pertanyaan yang masuk kepada Admin tekait jalur masuk UNS dengan prestasi Tahfidz Al Qur’an. Ada banyak kesalahpahaman yang muncul, antara lain :
1. Adanya anggapan bahwa dengan prestasi tahfidz  maka calon mahasiswa baru otomatis bisa masuk ke UNS. Faktanya tidak. Calon mahasiswa baru yang ingin mendaftar masuk UNS dengan prestasi tahfidz harus melalui seleksi SNMPTN dengan syarat-syarat yang ada.
2. Program prestasi tahfidz ini bukanlah program beasiswa. Untuk mendapatkan beasiswa calon mahasiswa baru antara lain bisa mengakses program bidikmisi mengikuti syarat dan ketentuan yang ada.

PENTING NIH DIBACA YA:
Prinsipnya penerimaan Mahasiswa UNS lewat jalur hafidz Alquran masuk ke dalam program SNMPTN.
Nilai Raport akademik merupakan indikator utama. Hafalan Alquran masuk ke dalam poin prestasi tambahan.
UNS menetapkan standar minimal hafalan adalah 15 Juz.

Pendaftaran SNMPTN akan dimulai tanggal 4 Feb – 6 Februari 2019. Info bisa langsung dicek di sekolah masing-masing atau melalui web snmptn.ac.id
.
ALUR
.
1. Pastikan kamu adalah siswa yang mendapatkan kuota untuk ikut seleksi SNMPTN di sekolahmu.
2. Konsultasikan kepada pihak sekolah untuk melakukan komunikasi dengan pihak SPMB UNS jika ada siswa dr sekolah tersebut yang ingin mendaftar melalui jalur prestasi tahfidz Alquran.
Setelah tahap ini kamu akan diberitahu terkait syarat-syarat tambahan guna kelengkapan administrasi.
3.  Ikuti alur seleksi SNMPTN sebagimana aturan yang berlaku saat ini.
Saat tahap upload prestasi, jangan lupa upload sertifikat bukti hafalan yang kamu punya.
4. Tunggu pengumuman serentak jalur masuk SNMPTN universitas negeri Se- Indonesia. Menurut web SNMPTN pengumuman hasil seleksi 23 Maret 2019.
5. Akan ada registrasi on desk dan tes hafalan bagi kamu yang telah diterima.
6. Buat kamu yang keterima lewat jalur ini, kamu akan punya keluarga baru yang namanya ‘Keluarga Huffazh UNS’, disini kamu bakal dapet pembinaan berkaitan dengan Alquran.

Studi Analisis Kepribadian Pada Psikologi Modern dan Psikologi Islam

Studi Analisis Kepribadian Pada Psikologi Modern dan Psikologi Islam

Oleh : Mohammad Khair Alfikry
Peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) UNIDA Gontor Angkatan 12 Tahun 2018

Abstrak

Lahirnya psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu di Barat tidak lepas dari worldview Barat yang sekularistik. Sehingga, pemahaman psikologi Barat tentang hakikat kepribadian manusia menjadi tidak holistis karena menafikan nilai spiritual agama. Pemahaman seperti ini berbeda dengan psikologi Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah serta mengintegrasikan antara agama dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, untuk membuktikan bahwa asumsi-asumsi psikologi Barat keliru dan mereaktualisasikan kembali hakikat konsep kepribadian manusia dalam Islam, maka dalam makalah ini penulis akan memaparkan asumsi-asumsi tersebut, serta mengkomparasikan konsep kepribadian menurut psikologi Barat dan kepribadian menurut psikologi Islam yang dijelaskan dalam konsep fitrah. Sehingga dari hasil komparasi tersebut, didapatkan bahwa konsep fitrah dalam psikologi Islam mampu menjelaskan hakikat kepribadian manusia secara holistis berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

Kajian tentang kepribadian manusia sebenarnya telah dimulai sejak lama. Para filsuf Yunani kuno dari Plato,[1] Aristoteles[2] dan para filsuf lainnya telah melakukan spekulasi-spekulasi tentang hakikat manusia dalam kajian filsafat. Pembahasan mereka tentang hakikat manusia mencakup pembahasan memori, pembelajaran, persepsi, serta perilaku-perilaku nya. Hingga pada abad ke XIX, ilmu psikologi memisahkan diri dari induknya, yaitu filsafat dan menjadi suatu disiplin keilmuan yang berdiri sendiri.[3] Oleh karena itu, bila kajian psikologi, khususnya yang berkaitan dengan kepribadian dilacak permulaannya, maka dapat ditemukan pada abad ke-5 sebelum Masehi, yaitu pada masa Yunani Kuno.

Kemunculan psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu tentunya tidak lepas dari worldview tempat dimana disiplin ilmu tersebut pertama kali muncul. Worldview Barat yang lebih mengedepankan unsur-unsur saintifik[4] dan bersifat sekularistik[5] dalam kajian keilmuannya, dapat ditemukan dalam disiplin ilmu psikologi. Sehingga, kajian psikologi Modern, termasuk kajian tentang kepribadian menjadi tidak holistis, karena hanya menelaah hal-hal yang bersifat lahiriah saja, dan menafikan nilai agama.[6] Akibatnya, kajian kepribadian dengan worldview Barat yang saintifik ini hanya menampilkan manusia “apa adanya” tanpa sedikitpun menyentuh “bagaimana seharusnya”. Hal ini kemudian berdampak kepada pudarnya nilai-nilai spiritual manusia yang berimplikasi dekadensi moral belakangan ini. Psikologi yang berkembang di Barat seolah-olah menjadi ilmu jiwa yang kehilangan jiwa. Maka dari itu, tidak dapat dipungkiri, kajian kepribadian dalam psikologi Modern turut menjadi faktor pudarnya nilai-nilai spiritualitas dan moral.[7]

Hal ini tentu berbeda dengan ilmuwan Islam dalam mengkaji kepribadian. Ilmuwan Islam menggunakan Quasi-scientific Worldview[8] dalam menelaah dan mengkaji kepribadian, sehingga hasil kajian kepribadian dalam Islam bersifat holistis, yakni menelaah kepribadian manusia secara keseluruhan dari aspek jismiyah, nafsaniyah, hingga ruhaniyah. Hasil kajian kepribadian dalam Islam dapat ditemukan pada karya-karya ulama-ulama terdahulu yang telah ditulis sejak abad kejayaan tradisi keilmuan Islam. Di antara karya-karya tersebut adalah kitab Ih}ya>’ Ulu>muddin dan Ma’a>rij Al-Quds fi> Mada>rij Ma’rifat Al-Nafs milik Al-Ghazali, kitab Dar’u Ta’a>rudh Al-‘Aql wa Al-Naql dan Amra>dh Al-Qulu>b wa Syifa>’uha milik Ibnu Taimiyah, kitab Al-Ruh} milik Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan masih banyak lagi ilmuwan-ilmuwan Islam yang lain yang menelaah dan mengkaji kepribadian. Hal ini membuktikan bahwa Islam bagi kaum muslimin tidak hanya sekedar agama, akan tetapi Islam juga merupakan worldview yang darinya akan memunculkan tradisi keilmuan yang bersifat holistis dan komprehensif.

Oleh karena itu, penting bagi setiap ilmuwan muslim masa kini untuk menelaah, mengkaji ulang, kemudian mereaktualisasikan tradisi keilmuan yang dulu sempat jaya, khususnya dalam kajian keilmuan psikologi kontemporer. Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan nilai-nilai moral dan spiritual dalam kajian psikologi serta mengangkat kembali derajat manusia sebagai makhluk yang istimewa di hadapan Tuhan. Karena secara tidak langsung, kajian kepribadian dalam keilmuan psikologi kontemporer telah melakukan dehumanisasi[9] terhadap objek kajiannya. Maka dari itu, dalam makalah ini, penulis akan menganalisis perbandingan antara teori kepribadian dalam perspektif psikologi Modern dengan teori kepribadian dalam perspektif psikologi Islam.

Unduh Makalah selengkapnya di sini

_______
[1] Menurut Plato, manusia merupakan makhluk terpenting di antara makhluk yang ada di dunia ini. Lebih lanjut, Plato mengungkapkan bahwa jiwa manusia merupakan substansi independen, kekal, dan sudah bereksistensi sebelum bersatu dengan tubuh. Lihat : K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani: Dari Thales ke Aristoteles, (Yogyakarta: Kanisius, 1999), hal. 136

[2] Menurut Aristoteles, manusia mempunyai jiwa dan jiwa manusia itu bukanlah sebuah substansi (sebuah benda yang mengada secara bebas), akan tetapi jiwa adalah bentuk dari sebuah substansi. Maka dari itu, dalam kaitannya dengan kejiwaan manusia, Aristoteles menolak pemisahan jiwa dari tubuh. Lihat : Robert C. Solomon dan Kathleen M. Higgins, Sejarah Filsafat, terj. Saut Pasaribu: A Short History of Philosophy, (Yogyakarta: Bentang Budaya, 2000), hal. 117

[3] Duane P. Schultz & Sydney Ellen Schultz, Sejarah Psikologi Modern, terj. Lita Hardian: A History of Modern Psychology, (Bandung: Nusa Media, 2015), hal. 4

[4] M. Kholid Muslih, et. al. Worldview Islam: Pembahasan Tentang Konsep-Konsep Penting Dalam Islam, (Ponorogo: UNIDA Gontor Press, 2018), hal. 7

[5] Istilah sekuler berasal dari bahasa Latin, yaitu saeculum yang memiliki makna berkaitan dengan dua konotasi, yaitu waktu dan tempat. Waktu menunjuk kepada pengertian masa kini, sedangkan tempat menunjuk kepada pengertian dunia. Sedangkan sekularisasi didefinisikan sebagai pembebasan manusia dari agama dan metafisika yang mengatur nalar dan bahasanya. Worldview yang bersifat sekularistik berarti worldview yang melakukan dikotomi terhadap hal-hal yang fisik dan metafisik serta membuang hal yang bersifat metafisik. Lihat : Syed Muhammad Naquib Al-Attas, Islam dan Sekularisme, terj. Karsidjo Djojosuwarno Islam and Secularism, (Bandung: Pustaka Salman ITB, 1981), hal. 18-20

[6] Ada 2 kemungkinan mengapa Psikologi Kepribadian Barat tidak mengaitkan diri dengan nilai agama. Pertama, ia sengaja tidak melibatkan diri dari nilai-nilai agama, sehingga keberadaannya tidak berbaur dengan disiplin Karakterologi. Ia dicetuskan untuk mengidentifikasi kepribadian seseorang dan mencoba memberi terapi apabila ditemukan patologis-patologis tertentu. Jadi, tugas psikolog kepribadian disini hanya sekedar mengidentifikasi sifat atau tipe tingkah laku tertentu tanpa berupaya menilainya, seperti menyatakan baik dan buruk. Kedua, Psikologi Kepribadian belum mampu mengkaver fenomena agama, sebab sudut pandang yang digunakan berbeda dengan Psikologi Kepribadian Islam. Lihat : Abdul Mujib, Fitrah & Kepribadian Islam: Sebuah Pendekatan Psikologis, (Jakarta: Darul Falah, 1999), hal. 123

[7] Moral (dalam terminologi Islam disebut dengan Akhlaq) memiliki keterkaitan erat dengan segala tingkah laku manusia. Maka dari itu, ketika kajian psikologi Modern memisahkan diri dari nilai moral dan spiritualitas, psikologi Modern turut menyumbangkan pengaruh terhadap krisis kemanusiaan pada dunia modern. Lihat: Agustinus W. Dewantara, Filsafat Moral: Pergumulan Etis Keseharian Hidup Manusia, (Yogyakarta: Kanisius, 2017), hal. 2-3

[8] Merujuk kepada klasifikasi model worldview menurut Alparslan Acikgenc, worldview Islam disebut Quasi-scientific Worldview. Worlview Islam disebut demikian karena seperti halnya worldview saintifik pada umumnya, terbentuk akibat proses keilmuan dan pendidikan yang sistemik, namun tidak sepenuhnya disebut saintifik, karena pada fase awalnya, terdapat faktor esensial yang memengaruhi, yaitu wahyu Al-Qur’an dan Sunnah. Wahyu Al-Qur’an dan Sunnah tersebut menjadi rujukan asasi atas berbagai konsep dasar yang membentuk worldview Islam. Lihat : M. Kholid Muslih, et. al, op.cit, hal. 19

[9] Karena psikologi modern dibangun diatas asumsi-asumsi yang keliru tentang manusia, seperti teori Psikoanalisa Sigmund Freud yang mengajarkan bahwa manusia hanyalah hewan yang bertindak atas dorongan-dorongan seksual agresif dari bawah-sadarnya. Begitu juga dengan teori Behavioristik J.B. Watson yang menganggap manusia tak lebih dari hewan yang pelakunya ditentukan sepenuhnya oleh lingkungan. Lihat : Wawancara Prof. Dr. Malik B. Badri dalam Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam ISLAMIA Vol. X, No.1 Januari 2016, hal. 89