[KHUTBAH IED] Reaktualiasi  Suri Tauladan  Nabi Ibrahim Dalam Mewujudkan Keluarga  Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah  Allah

[KHUTBAH IED] Reaktualiasi Suri Tauladan Nabi Ibrahim Dalam Mewujudkan Keluarga Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah Allah

Reaktualiasi  Suri Tauladan  Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam Dalam Mewujudkan Keluarga  Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah  Allah Subhanahu Wa Ta’ala

oleh : DR. M. Hudi Asrori Suyuti, S.H., M.H

[pdf]

اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ كبِيرْاً والْحمْدُ للهِ كثِرْاً وسُبحْان اللهِ بُكْرة وأصِيْلاً لا إلِه إلِا اللهُ اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ولله الْحمْدُ

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا .

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ و كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Hadirin, Jamaah Shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah Subhanahuwataa’ala. Setelah tidak henti-hentinya kita memanjatkan puja & puji syukur ke hadhirat Allah Subhanahu wata’ala, atas segala nikmat dan karuniaNYA, maka marilah kita saling berwasiat untuk senantiasa meningkatkan iman & taqwa kepada Allah Subhanahuwata’ala dengan sebenar-benar taqwa.

Hari ini semua Umat Islam di seluruh penjuru dunia menyambut dan merayakan hari raya Idul Adha dengan melaksanakan ibadah shalat ‘ied dan menyembelih ternak korban. Setiap ibadah tentu sudah dituntunkan rukun dan tata cara melaksanakannya, yang di dalamnya tentu mengandung hikmah yang hanya Allah sendiri yang mengetahuinya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamdu.

Bagi manusia hikmah setiap ibadah seringkali tidak mampu menangkapnya secara nalar ataupun dhohir, sehingga sering menggiring kita untuk bersu’udhon kepada Allah Subhanahu wata’ala, bahkan bermaksiat dengan melanggar hukum-hukumNYA. Astaghfirullahal’adzim.

Hikmah dari ibadah Qurban diantaranya adalah mendekatkan diri kepada Allah atas segala kenikmatan yang telah diberikan kepada kita, sebagaimana disabdakan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dalam Al Qur’an, Surat Ibrahim  ayat 34,

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

yang artinya “Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)“.

Inilah karakter manusia, yaitu sering berani berbuat maksiat, mengingkari nikmat Allah dan tidak mensyukurinya. Dengan ayat ini Allah mengajak hamba-hamba-Nya mensyukuri nikmat-nikmatNya, serta meminta dan berdoa kepada-Nya di setiap waktu.

Mengapa kita seringkali ingkar? Karena kita sering silau terhadap kebahagiaan kehidupan dunia yang bersifat sementara ini dan melupakan kehidupan di akhirat yang abadi kelak.

Sudah kita yakini kehidupan di dunia ini “mung mampir ngombe“. Oleh karena itu, kebahagiaan  mestinya kita cari untuk kehidupan di dunia dengan cara halalan thayibah, supaya kita bisa meraih kebahagiaan yang kekal dan abadi di akhirat.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.

Hadirin para Jamaah Yang dimuliakan Allah Subhanahu wata’ala.

Kebahagiaan fiddini wa dunya wal akhirat harus menjadi target kehidupan manusia. Oleh karenanya amat tidak disukai oleh Iblis, sebagai musuh abadi manusia. Iblis, akan terus menghalangi upaya meraih kebahagiaan tersebut.

Untuk menjaga kebahagiaan, baik dalam berkeluwarga, bermasyarakat & bernegara, salah satu benteng yang kuat, sehingga dapat mengatasi halangan iblis adalah ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahuwata’ala. Tingkatkan taqwa & kuatkan selama-lamanya, karena ia akan mencegah masuknya intervensi Iblis dalam menghancurkan kebahagiaan anak-anak Adam. Namun demikian kita sering berpikir praktis, yaitu mengutamakan kebahagiaan dunia dengan mengabaikan kebahagiaan di akhirat.

Inilah yang menjebak kita untuk terperosok kepada kebahagiaan semu. Kebahagiaan yang dilandasi nafsu kehidupan di dunia yang tidak ada puasnya, segala sesuatu yang telah didapatkan hanya dinikmati sementara dan selalu diikuti nafsu mencari yang lain dan berlebih, dengan segala cara. Nafsu manusia seperti inilah, yang dijadikan skema penelitian dan pengabdian masyarakat Iblis yang sangat sistematis dan tersetruktur. Godaan iblis bersifat komprehensif dan holistik, subyeknya berbentuk manusia dan ghaib, obyeknya adalah nafsu-nafsu manusia, dan cakupannya meliputi semua hal yang menyenangkan manusia : materialistik- kapitalistik, prestisius-egoistik lengkap dengan sentimentilnya. Kita sering terbuai, lupa peringatan dari Allah Subhanahuwata’ala (Yaasin : 60)

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Bukankah Aku telah perintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.

Saat ini, Iblis sedang meraih sukses besar. Banyak di antara kita yang menghambakan diri kepada Iblis. Perilaku pelanggaran hukum dan kejahatan  merajalela bahkan seperti gurita yang menggapai-gapai di semua lini kehidupan kita, seiring dengan fatamorgana keelokan duniawi yang membelokan mata dan pikiran menjadi tidak jernih lagi.

Dalam konteks interaksi antar manusia dalam kehidupan sosial, yg di dalamnya terkandung perbedaan-perbedaan tetapi saling pengaruh mempengaruhi, pada dasarnya merupakan dampak dari pembawaan karakteristik pribadi-pribadi manusia yang spesifik dengan kelebihan dan kelemahannya. Konsekwensinya adalah perbedaan dan persaingan adalah suatu keniscayaan. Keteguhan adalah kegoncangan yang tertahan karena digoyang godaan yang sangat mempesona untuk diraih oleh nafsu manusia. Oleh karena itu, saling mengingatkan pd hal yg haq & kesabaran,  watawa shoubil haq, watawa shoubishshabr’, merupakan suatu kewajiban sekaligus kebutuhan bagi manusia.

Berkaitan erat dengan ibadah korban adalah ibadah haji, yang saat ini saudara-saudara kita sudah selesai melaksanakan wukuf di arafah dan malam ini, waktu Saudi, sedang mabit di Muzdalifah, untuk selanjutnya melaksanakan pelemparan jumrah aqabah serta thawaf ifadhah dan sya’i sebagai kesempurnaan terhadap rukun hajinya.

Kita melihat ada hikmah yang besar dari ibadah korban dan ibadah haji yang semuanya bersumber pada keimanan dan ketaqwaan satu keluarga sebagai basic tata kehidupan Muslim Mukmin, yaitu ketaatan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah, kepatuhan Nabi Ismail terhadap ayahnya yang melaksanakan perintah Allah dan keshalihahan Siti Hajar yang ihlas dan tabah ditinggalkan suaminya di pedang gersang dekat Baitullah di sisi pohon Dauhah bersama anaknya Ismail karena memenuhi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dialog penuh kesabaran dan kemesraan nampak diantara mereka berdua. Pada saat Ibrahim meninggalkan keduanya. Siti Hajar mengikutinya dan bertanya, “Hendak ke manakah, wahai Ibrahim? Engkau meninggalkan kami di lembah yang tiada teman atau apa pun?” Hajar mengulang pertanyaannya beberapa kali. Saat dilihatnya Ibrahim hanya diam, segera ia tersadar. “Apakah Allah yang menyuruhmu berbuat demikian?” tanyanya dengan kecerdasan luar biasa.

“Benar,” jawab Ibrahim. “Jika demikian, maka Allah tak akan menelantarkan kami.” Kemudian Hajar kembali ke tempat semula, sedangkan Ibrahim melanjutkan perjalanannya. Sebagai seorang suami yang bertanggung jawab, Nabi Ibrahim menghadapkan wajahnya ke Baitullah seraya mengangkat kedua tangannya dan berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak memiliki pepohonan, yaitu di sisi rumah-Mu yang suci. Mudah-mudahan mereka berterima kasih.” Sementara itu, Siti Hajar menyusui Ismail kecil dan minum dari tempat perbekalannya. Setelah air itu habis, ia dan anaknya kehausan. Dengan penuh cinta, ia beranjak pergi mendaki Bukit Shafa dan Marwa untuk menemukan lokasi air. Terus-menerus seperti itu sebanyak tujuh kali, sampai datanglah pertolongan Allah. Tiba-tiba air keluar dari bawah kaki Ismail kecil yang menangis karena kehausan. yang dikenal dengan air Zamzam. Demikianlah satu episode nan indah dari kehidupan suami yang taat kepada Allah dan istri yang patuh kepada suami yang taat kepada Allah. Nuansa kehidupan harmonis yang dilandasi cinta kasih yang ihlas dan tulus karena Allah, sehingga tercipta sinergitas keluarga yang saling asah, asuh dan asih di segala situasi, baik suka dan duka.

Satu episode yang melengkapi keharmonisan Ibrahim dan Siti Hajar berkaitan erat dengan ibadah Qurban, yang berawal dari ketaatan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah Subhanahuwata’ala untuk menyembelih puteranya yang sangat dikasihinya, Nabi Ismail. Allah sangat menghargai dan memuji pengurbanan Nabi Ibrahim yang dilandasi oleh iman dan takwanya yang tinggi dan murni, kemudian mengganti puteranya Ismail yang akan dikurbankan itu dengan seekor hewan domba yang besar. Sebagaimana dituangkan dalam Al Qur’an Surat Ash-Shaaffat ayat 100-108, yang artinya :

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ (108)

 “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh. (100). Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.(101). Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata. ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab, ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’. (102). Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). (103). dan Kami panggillah dia, ‘Hai Ibrahim, (104). Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (105). Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (106). dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (107). Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.

Subhanallah, suatu suri tauladan yang valid dan terhormat karena dituangkan di dalam Al-Qur’an.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.

Hadirin, Para Jamaah rahimakumullah.

Anak adalah amanah Allah SWT kepada ayah dan ibunya, oleh karena itu harus senantiasa dipelihara, dididik dan dibina dengan sungguh-sungguh agar supaya menjadi orang yang shalih atau shalihah, jangan sampai anak tersebut tersesat jalan dalam menempuh jalan hidupnya. Maka kewajiban orang tua terhadap anaknya bukan hanya mencarikan nafkah dan kesenangan-kesenangan yang sifatnya duniawi, tetapi lebih dari itu orang tua harus mengarahkan anak-anaknya untuk mengerti kebenaran, mendidik akhlaqnya, memberinya teladan yang serta mendoakannya. Firman Allah SWT :

يايُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا قُوْآ اَنْفُسَكُمْ وَ اَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَ اْلحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ. التحريم:6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahrim : 6]

Dan sabda Rasulullah SAW :

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالرَّجُلُ رَاعٍ فيِ اَهْلِهِ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فيِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا. البخارى 1: 215

Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinanmu. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Isteri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya [HR Bukhari juz 1, hal. 215]

Dengan ayat dan hadits tersebut menunjukkan bahwa orang tua mempunyai tanggungjawab yang berat terhadap anaknya. Fenomena masyarakat sekarang yang timbul adalah orang tua sibuk dengan urusan duniawi, anak terjebak pada iklim modernisasi yang seakan tak terkendali, sehingga komunikasi di dalam keluarga menjadi tidak intens seakan terurai bagaikan “sapu ilang suhe“. Alih peradaban dan perilaku dari orang tua yang seharusnya melekat di dalam kehidupan sehari-hari menjadi renggang dan longgar. Situasi kekeluargaan yang jauh dari suri tauladan nenak moyang kita.

Di dalam masyarakat banyak sekali petuah-petuah yang berdasarkan ajaran Islam, dalam bentuk budaya dan olah rasa, namun kini sudah banyak ditinggalkan. Sebagai contoh, ada pepetah “anak polah bopo kepradah“, “ojo cedhak kebo gupak“, “kacang mongso ninggalo lanjaran“, dan lain sebagainya. Itu semua merupakan ungkapan yang menunjukan tanggung jawab orang tua kepada anak-anaknya. Akibat dari semua itu adalah banyak yang terjebak pada perilaku yang melanggar ketentuan-ketentuan di dalam hukum agama dan hukum negara. Saat ini muncul kejahatan dengan berbagai modus dan sarananya. Orang tua melakukan korupsi untuk mengejar gelimang duniawi dan anak-anak terperosok dalam perilaku negatif penyalahgunaan narkoba, hubungan bebas, perkelahian bahkan pembunuhan, dan lain sebagainya.

Memang, di dalam tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara konsekwensi logis dari hukum negara, ciptaan manusia, terdapat banyak kelemahan. Meskipun berlaku asas iedereen wordt geacht de wet te kennen, semua orang dianggap tahu hukum, namun substansinya selain double faced chatarters, juga sering tdk lengkap, tdk jelas, tdk mengatur atau mengatur tdk sesuai dng keadilan masyarakat. Inilah pintu masuk terhadap pelanggaran2 hukum/UU. Oleh karenanya orang tdk takut hukum/UU (dunia) karena terbuka lebar pintu2 penyelematan, namun tdk ingat bahwa orang juga akan berhadapan dng Hukum Allah yang dengannya tdk mungkin dpt dihindarinya dan harus dipertanggungjawabkan di hari qiyamat kelak, dng sanksi yg sangat berat.

Oleh karena itu, Orang tua harus dan harus menanamkan pendidikan serta  pengawasan terhadap ‘aqidah dan syariah yang benar terhadap anak-anaknya. Orang tua wajib mendidik, menjaga dan menyelamatkan keluwarganya jangan sampai syirik, dan menyuruh mereka untuk mendirikan shalat sebagai benteng yang kokoh. Allah berfirman :

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِا لصَّلوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ، لاَنَسْاَلُكَ رِزْقًا ، نَحْنُ نَرْزُقُكَ ، وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوى. طه :132

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bershabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezqi kepadamu, Kamilah yang memberi rezqi kepadamu. Dan akibat (yang baik) adalah bagi orang yang bertaqwa. [QS. Thaahaa : 132]

Bagi masyarakat Jawa, oleh nenek moyang kita, kehidupan keIslaman sebagai agama yang haq sudah ditanamkan sehingga hidup, tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat kita, khususnya Jawa Tengah, sebagai pewaris dan penerus dinasti Mataram Islam. Hadirin tentu hafal dengan tembang Sabdhatama, YayasanDalem KGPAA Mangkunegara IV, pada pupuh Pangkur, Gatra pertama, yaitu “mingkar mingkuring angkara, akarana karnan mardi siwi, sinawung resmining kidung, sinubo sinungkarta, mrih krtarto pakartining ngelmu luhung, kang tumrap ing tanah jawa, agama ageming aji“. Mingkar mingkuring angkara, berarti mengendalikan diri dari angkara (kemurkaan), Akarana karenan mardi siwi berarti dalam hal akan mendidik putra, Sinawung resmining kidung,  berati  dipresentasikan dengan syair, Sinuba sinukarta, berarti dirangkai dengan  keindahan,  Mrih kretarta pakartining ngèlmu luhung, berarti agar tercapai implemntasi ilmu yang luhur, dan Kang tumrap ing tanah Jawa, berarti yang berlaku di tanah Jawa, Agama ageming aji berarti agama pegangan para pemimpin (keluwarga).

Untuk mencapai tujuan tersebut di dalam keluwarga harus tercipta sinergi yang saling kait mengkait dengan erat dan kuat antara ayah, ibu dan anak-anaknya secara “golong gilig“. Golong berarti bulat dan gilig berarti membujur sejajar tanpa tepi. Memang itu suatu idea yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Tetapi itu adalah taget kehidupan dan hidup bagi seseorang baik secara mandiri ataupun di dalam keluwarga dan masyarakatnya yaitu Muslim Mukmin yang ingin mencapai kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Hal ini pulalah yang mengilhami NgarsaDalem Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk memberikan pendidikan moral dan karakter orang (satria) Jawa dengan sikap “nyawiji, greget, sengguh lan ora mingkuh“. Nyawiji yang berarti di dalam dirinya satu, menyatu, terpadu. Greget diartikan sebagai gigih, semangat, kerja keras dan dinamis. Sengguh berarti percaya diri dalam bertindak tanpa pongah atau besar kepala (tetap rendah hati). Ora mingkuh berarti tidak akan mundur dalam menghadapai tantangan maupun halangan dan tidak lari dari tanggung jawab.

Demikianlah, untuk mengarungi mahligai rumah tangga yang didalamnya terdapat anak-anak yang menjadi tanggung jawab kita, perlu kiranya mereaktualisasi suri teladan ketaatan Nabi Ibrahim, keshalihahan Siti Hajar dan kepatuhan Nabi Ismail di dalam keluarga kita. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua.

Sebagai akhir dari khutbah kali ini, marilah kita berdo’a kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامً

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِيْ أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْ مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِيْ رِضَاكَ، وَارْزُقْهُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ النَاصِحَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

1000 Santri TPQ se – Solo Raya Peringati Kemerdekaan dengan Wisuda Tahfidz Surah An – Naba

1000 Santri TPQ se – Solo Raya Peringati Kemerdekaan dengan Wisuda Tahfidz Surah An – Naba

Bagi mayoritas orang, akhir pekan merupakan waktu bersantai yang khusus dihabiskan bersama keluarga. Entah dengan pergi ke tempat rekreasi atau sekedar berada di rumah. Tapi berbeda dengan yang dilakukan oleh ribuan anak di Solo dan sekitarnya ini. Ahad ,27 Agustus 2017, bersama dengan keluarganya mereka berkumpul di Masjid Nurul Huda UNS guna mengikuti acara Wisuda Tahfidz Surah An – Naba yang diikuti oleh 1000 Santri TPQ se – Solo Raya.

Acara yang berlangsung sejak pagi sampai dzuhur ini menghadirkan Ustadz Syihabbuddin Al Hafidz selaku Mudir Ma’had Isy Karima dan Prof Zainal Arifin selaku ketua MUI Solo. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan pada orang tua dan pembimbing agar senantiasa bersemangat dalam mendekatkan anak-anak pada Al-Quran. “Al-Quran adalah pedoman hidup bagi umat manusia, sehingga kita perlu menanamkan nilai-nilai Al-Quran dalam jiwa setiap anak-anak sejak ia kecil. Jangan sampai kita lalai dalam mendidik anak-anak kita, padahal mereka adalah investasi yang berharga bagi kita. Oleh karena itu, kita harus hadir dan mendampingi mereka dalam masa pertumbuhannya”.

Lebih lanjut, acara yang diselenggarakan oleh LKG Solo dan Takmir Masjid Nurul Huda UNS ini digelar salah satunya bertujuan untuk mensyukuri nikmat Kemerdekaan yang Allah berikan pada bangsa kita melalui perjuangan para Pahlawan, ungkap Suwarto selaku panitia. Beliau melanjutkan, “seharusnya kita memperbanyak hal-hal yang bermanfaat seperti ini dalam mengisi kemerdekaan. Kita ingin mengajarkan pada anak-anak bahwa mensyukuri kemerdekaan tidak terbatas pada acara-acara seperti pawai atau karnaval, tapi juga dengan mengisi keseharian kita dengan hal-hal yang bermanfaat seperti ini, dan itu adalah salah satu jiwa pahlawan”.

Takmir Masjid Nurul Huda UNS ini sendiri berkomitmen dalam membina dan menjaga karakter anak-anak sejak dini serta masyarakat pada umumnya. Diantaranya dengan menyelenggarakan program-program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat seperti dusun binaan, TPA binaan hingga bakti social. Program-program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Takmir Masjid Nurul Huda UNS dengan Lazis UNS maupun Lembaga Dakwah Kampus. Selain itu ada pula event akbar seperti Holiday with Quran for Kids, Pesantren Rohis, Camping Quran, Indonesia Mendongeng, Silaturahim Akbar Guru TPQ se – Solo Raya dan lain sebagainya.

Kita berharap, acara Wisuda Tahfidz ini memberikan dan menularkan keberkahan bagi seluruh bangsa Indonesia, ujar Wahab selaku ketua panitia.

Qurban Sampai Pelosok 2017

Qurban Sampai Pelosok 2017

Berqurban merupakan ibadah yang paling dicintai Allah Swt. di hari Nahr, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dari ‘Aisyah ra. bahwa Nabi Saw. bersabda:” Tidaklah anak Adam beramal di hari Nahr yang paling dicintai Allah melebihi menumpahkan darah (berqurban). Qurban itu akan datang dihari Kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah akan cepat sampai di suatu tempat sebelum darah tersebut menetes ke bumi. Maka perbaikilah jiwa dengan berqurban”.

Melalui program Qurban Sampai Pelosok, LAZIS UNS ingin mengajak masyarakat untuk membagi kenikmatan dengan para dhuafa di pelosok daerah yang masih kekurangan. Qurban yang dititipkan melalui LAZIS UNS, akan didistribusikan melalui Mitra LAZIS UNS maupun jaringan relawan. Setiap tahun terjadi peningkatan partisipasi masyarakat pada program Qurban Sampai Pelosok LAZIS UNS. Program Qurban Sampai Pelosok LAZIS UNS menjembati para  Shohibul Qurban (pequrban) menunaikan kewajiban berqurban sekaligus menyalurkannya untuk kaum dhuafa didaerah pelosok.

TUJUAN PROGRAM

Ada beberapa Tujuan dilaksanakannya Program Qurban Sampai Pelosok ini anatara lain :

  1. Membantu para Shohibul Qurban untuk menunaikan ibadah qurbannya.
  2. Memudahkan para Shohibul Qurban dalam menunaikan ibadah qurban dengan layanan jemput qurban, transfer qurban, simpanan qurban.
  3. Menyalurkan hewan/ daging qurban secara tepat sasaran.
  4. Melaksanakan ibadah qurban secara professional, sesuai syariah dan dengan administrasi yang baik (Pendataan Shohibul Qurban, Penyaluran Qurban, Dokumentasi dan Laporan Pelaksanaan Qurban)

NILAI LEBIH PROGRAM

Lokasi distribusi difokuskan pada wilayah korban bencana, daerah kumuh dan daerah kurang pangan.

  1. Menjangkau daerah pelosok di Solo Raya
  2. Berpengalaman sejak tahun 2007 dengan Mitra dan relawan
  3. Memberdayakan peternak lokal di daerah
  4. Hewan qurban disembelih sesuai aturan syariat dan langsung dibagikan ke mustahik pada hari itu juga.
  5. LAZIS UNS memberikan laporan distribusi qurban.

KRITERIA DAERAH PENYALURAN

Prioritas daerah sasaran qurban harus memiliki kriteria sebagai berikut :

  • Daerah yang sulit dijangkau (kumuh, terpencil),
  • Daerah dengan mayoritas penduduk 60 % termasuk kategori dhuafa (miskin),
  • Daerah yang mengalami krisis pangan/air,
  • Daerah yang mempunyai indikasi krisis aqidah.
  • Daerah yang jarang mendapat bantuan daging qurban
  • Daerah Binaan LAZIS UNS

Pendistribusian hewan qurban dan daging qurban disalurkan kedaerah pelosok yang kekurangan pangan diantaranya : Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Boyolali, Wonogiri, Klaten, Gunung Kidul, Kabupaten Semarang, Grobogan dan daerah pelosok lainnya.

DISTRIBUSI QURBAN

Pada program Qurban Sampai Pelosok, LAZIS UNS memaksimalkan seluruh jaringan Mitra LAZIS UNS yang mempunyai daerah binaan dipelosok dan relawan LAZIS UNS yang siap mendistribusikan hewan qurban. LAZIS UNS juga bekerjasama dengan lembaga lain  dalam mendukung program ini.

Selain itu demi terpantaunya kegiatan Qurban Sampai Pelosok 2017 ini berjalan dengan baik, LAZIS UNS menerjunkan relawannya ke setiap daerah dampingan yang bertugas untuk :

  1. Menjadi perwakilan LAZIS UNS di daerah tersebut.
  2. Memastikan qurban terlaksanan sesuai syariat.
  3. Mengawasi pendistribusian daging qurban.
  4. Mendokumentasikan hewan qurban ( kondisi hidup, penyembelihan, pendistribusian daging)
  5. Menuliskan berita acara Qurban disertai Tandatangan dan Cap Stempel Masjid/ RT/ Kelurahan daerah setempat.
  6. Mengirimkan laporan ke kantor LAZIS UNS

PELAKSANAAN PROGRAM

Program QSP 2017 dilaksanakan mulai Jum’at – Senin, 1 – 4 September 2017 dibagi menjadi 2 kegiatan :

  1. Qurban Sampai Pelosok, Di berbagai wilayah distribusi.
  2. Qurban Bersama Pimpinan UNS, Di Masjid Nurul Huda UNS, untuk acara ceremonial dan syiar

PELAPORAN QURBAN

Setiap Shohibul Qurban akan menerima laporan ketika hewan qurban telah dipotong (didistribusikan) kepada masyarakat dhuafa. Laporan lengkap berupa e-mail atau surat  akan dikirim kepada Shohibul Qurban yang berisikan berita acara pemotongan dan foto hewan (hidup, dipotong, disribusi).

PENDAFTARAN QURBAN SAMPAI PELOSOK

LAZIS UNS telah menyiapkan berbagai fasilitas yang memudahkan para calon Shohibul Qurban  untuk bergabung pada program Qurban Sampai Pelosok ini.

  1. Calon Shohibul Qurban dapat melakukan pendaftaran melalui media online LAZIS UNS.
  2. Calon Shohibul Qurban dapat memanfaatkan layanan jemput qurban.
  3. Calon Shohibul Qurban dapat mendatangi kantor LAZIS UNS maupun Mitra Qurban.

Teknis Pendaftaran:

  1. Mengisi Formulir pendaftaran, bisa secara online, offline, maupun via SMS / Telepon
  2. Pembayaran Qurban bisa secara tunai melalui petugas LAZIS UNS atau mitra yang ditunjuk.
  3. Pembayaran via transfer melalui rekening LAZIS UNS
  4. Khusus Qurban sapi patungan, pengelompokan dilaksanakan oleh panitia

Fasilitas Pengqurban / Sohibul Qurban

  1. Mendapat laporan qurban khusus  dan program Qurban secara umum
  2. Mendapatkan merchandise / gift unik
  3. Mendapatkan majalah GIVE terbaru

Paket Donasi Qurban

Jenis Qurban Paket Partisipasi
Kambing Rp 1.850.000,- *
Sapi Mandiri Rp 17.500.000,- *
Sapi (Patungan 1/7) Rp 2.500.000,- *
Sapi Istimewa (Mandiri) Rp 22.500.000,- *
Sapi Istimewa (Patungan 1/7) Rp 3.200.000,- *
Infaq program (bebas)
Biaya operasional ( jika partisipasi dalam bentuk hewan qurban) Rp 100.000,- / Kambing

Rp 500.000,- / Sapi

*) dana tersebut sudah termasuk operasional program

Info Lengkap : Lazis UNS

Hadirkan Mahfud MD, Grand Opening AAI Mengajak Mahasiswa Baru Bermimpi Besar

Hadirkan Mahfud MD, Grand Opening AAI Mengajak Mahasiswa Baru Bermimpi Besar

Grand Opening Asistensi Agama Islam (GO AAI) akan diadakan sebagai rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru UNS. Program yang diadakan Biro AAI UNS ini merupakan tanda dimulainya program Asistensi Agama Islam bagi mahasiswa baru.

Pada awal tahun akademik ini GO AAI akan dilaksanakan dua hari. Hari pertama, Jumat (18/08) dengan peserta mahasiswa FP, FK, FMIPA, dan FT di Auditorium UNS.  Kemudian pada hari selanjutnya Sabtu (19/08) GO AAI dilaksanakan di Masjid Nurul Huda UNS untuk mahasiswa FKIP, FH, FISIP, FEB, FIB, dan FSRD.

Rektor UNS Prof. DR. Ravik Karsidi MS akan memberikan sambutan pada kegiatan yang menghadirkan setidaknya 6900 peserta ini. Sedangkan untuk pengisi acara, di hari pertama akan disampaikan materi oleh Prof. Dr. Moh. Mahfud M.D., Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013 yang juga guru Besar FH-UII Yogyakarta. Selanjutnya untuk hari kedua, pemateri merupakan trainer ESQ Bramanto Wibisono.

Dengan mengusung tema “Bersama AAI, Raih Prestasi, Menjadi Insan Cendekia Berakhlak Mulia”, pada acara tersebut sesi materi akan dilanjutkan dengan sesi training yang akan mengajak mahasiswa berpikir lebih konkret mengenai aksi nyata menjadi insan cendekia yang berakhlak mulia.

Asrori, Ketua Biro AAI UNS, menyatakan bahwa selain mengenalkan mahasiswa baru dengan program AAI, GO AAI ini juga mengajak mahasiswa muslim untuk berprestasi dan bermimpi besar.

“Kami mengajak seluruh mahasiswa baru untuk brainstorming, memilih mimpi sebesar mungkin dan memberi semangat untuk mewujudkannya. Kami menyediakan lembar penulisan cita-cita disertai target-target waktu mewujudkannya. Mahasiswa muslim harus punya mimpi, mimpi yang besar tentunya. Karena ketika punya mimpi yang besar, hari-harinya akan diisi dengan penuh prestasi, prestasi untuk mewujudkan mimpi yang besar yang sudah dicita-citakan” ungkap Asrori.

 

Sumber : Biro AAI UNS

500 Adik Asuh Meriahkan Jalan Sehat LAZIS UNS

500 Adik Asuh Meriahkan Jalan Sehat LAZIS UNS

Kebahagiaan terpancar di wajah remaja yang sekarang duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas 7 ini begitu mendapatkan hadiah sepeda dalam kegiatan Jalan Sehat yang diadakan LAZIS UNS Ahad (20/8). Muhammad Khoirusshobirin merupakan Adik Asuh LAZIS UNS sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia bersama 500-an adik asuh, yatim dan adik binaan LAZIS UNS mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB ini dimulai dengan kegiatan jalan sehat. Dengan titik kumpul di Student Center Universitas Sebelas Maret (SC UNS), rombongan bersama sama melintasi jalanan belakang kampus UNS, hingga sampai kembali di SC UNS. Setelah jalan sehat, acara dimeriahkan dengan live performance adik-adik binaan, Adik asuh, TPA, beserta Rumah Anak Pintar (RAP) yang tampil di atas panggung di dalam SC UNS. Suasana semakin semarak dengan dekorasi ruangan penuh nuansa kemerdekaan dan roncean bendera merah putih.

Sambil menikmati penampilan di panggung, orangtua dan wali anak yang hadir memanfaatkan layanan pengobatan gratis yang ditangani rekan-rekan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Surakarta. Tak hanya itu, lapak pakaian pantas pakai juga di serbu oleh peserta jalan sehat yang ingin berburu tas, sepatu dan baju-baju yang masih bagus dengan harga yang sangat murah.

Indra Setiawan selaku penanggungjawab kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga sebagai ajang silaturohim antar adik-adik dan orang tua  yang mendapatkan beasiswa dari LAZIS UNS. Pada kesempatan ini juga di salurkan beasiswa adik asuh periode bulan Juli-Agustus 2017 untuk 220 Adik Asuh.

“Kita sudah lama tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan semua adik asuh yang mendapatkan beasiswa dan adik binaan LAZIS UNS juga beserta orang tuanya, maka pada kesempatan ini kita ingin menjadikan momentum HUT RI ke-72 ini sebagai ajang silaturohim untuk keluarga besar LAZIS UNS”, Kata Indra.

Adik Asuh merupakan program beasiswa rutin yang diberikan setiap bulan kepada adik adik usia SD, SMP, SMA dan Mahasiswa juga program khusus beasiswa yatim yang donasinya berasal dari para donatur rutin Program Donasi Kakak Asuh LAZIS UNS. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Catur Wibowo selaku Manajer umum LAZIS UNS dalam sambutannya di acara tersebut.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para Donatur Rutin Program Kakak Asuh LAZIS UNS yang setiap bulannya terus bertambah sehingga kesempatan adik adik asuh semakin besar untuk mendapatkan beasiswa setiap bulannya”, Kata Catur Wibowo dalam sambutannya.

Sumber : Lazis UNS

[KHUTBAH EID] IBADAH PUASA RAMADHAN MEMBANGUN KOMITMEN MUSLIM KAFFAH

[KHUTBAH EID] IBADAH PUASA RAMADHAN MEMBANGUN KOMITMEN MUSLIM KAFFAH

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

 

PENDAHULUAN

Allahu Akbar (3X) walillahilhamdu

Kaum Muslimin yang berbahagia…

Puja puji hanya miliki Allah SWT yang telah menurunkan kenikmatan-Nya kepada kita semua, diantaranya kenikmatan bulan Ramadhan yang telah berlalu yang masih terbayang-bayang di depan mata kita. Bulan dimana Allah SWT melipatgandakan setiap kebajikan dengan pahala yang tak terhingga. Maka, sudah sepantasnya pada hari kemenangan ini, kita melantunkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil kepada-Nya sebagai wujud rasa haru dan syukur atas nikmat-nikmat tersebut. Shalawat dan salam terhaturkan kepada manusia agung, teladan manusia, penutup para Nabi dan Rasul (Rasulullah Saw), beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir jaman.

Di hari yang bahagia ini, kita merayakan iedul fitri dengan suka cita karena telah menyelesaikan puasa ramadhan sebulan penuh. Allah SWT berjanji akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu bagi hamba-Nya yang melaksanakan puasa dengan landasan iman dan mengharap pahala-Nya.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“barangsiapa yag melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah & mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya”. [HR. Bukhari].

Semoga kita semua mendapatkan ampunan dari Allah SWT dan menjadi hamba-hamba yang bertaqwa. Aamiin…

Continue reading