Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer

Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer

Takmir Masjid Nurul Huda UNS kembali menggelar Kajian Dakwah Ilmiah pada Jumat, 10 Februari 2017. Bertempat di ruang seminar Masjid Nurul Huda (NH) UNS, acara ini menghadirkan Dr Ahmad Kusyairi Suhail, MA sebagai narasumber utama. Beliau merupakan dosen FDI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus menjabat sebagai Sekjen Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (Ikadi).

Di hadapan sekitar 200 peserta, Prof. Drs. Sutarno, M.Sc., Ph.D selaku Ketua Presidium Takmir NH dalam sambutannya mengatakan bahwa UNS berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas setiap sektor yang ada, termasuk didalamnya adalah mengenai spiritualitas mahasiswa. Harapannya, mahasiswa lulusan UNS tidak hanya cakap dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga memiliki kompetensi spiritual yang mumpuni. Harmoni diantara keduanya niscaya akan menghasilkan manusia yang mampu memberikan kemanfaatan dimanapun ia berada.

Dengan mengambil tema Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer, Dr Ahmad Kusyairi Suhail, MA menyoroti potensi yang kita miliki, dimana Negara kita memiliki kekayaan alam yang melimpah namun ternyata kekayaan alam yang begitu besar tersebut belum mampu membawa kemakmuran dan keberkahan untuk rakyat. Di tengah kondisi negara yang demikian, beliau menyeru kepada peserta agar berani tampil mengambil tanggung jawab untuk menyelamatkan kondisi umat yang sedang terpuruk. Mampu mengubah setiap tantangan menjadi peluang, dan menyikapi potensi maupun peluang yang dimiliki dengan sikap yang benar.

Beliau juga menekankan pada peserta agar memperhatikan firman Allah dalam Q.S An-Nahl ayat 112 yang artinya, “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” Ayat ini hendaknya menjadi pengingat agar setiap dari kita memiliki sikap yang benar dalam menghadapi peluang maupun tantangan dakwah ke depan.

Seminar Al Qur’an : Semarak Ramadhan Inspiratif

Seminar Al Qur’an : Semarak Ramadhan Inspiratif

11060086_862466717140706_5146463716512207637_n

“Ramadhan penuh berkah” merupakan satu kalimat yang seringkali digunakan dalam menyambut bulan diturunkannya kitab suci Al – Qur’an ini. Tentu saja, keberkahan tersebut tidak dapat diraih secara instan semudah membalik telapak tangan. Diperlukan niat dan usaha yang harus dimulai dari diri masing – masing untuk dapat menciptakan sebuah ramadhan yang penuh berkah.

Dalam hal ini, UKM Ilmu Qur’an UNS untuk pertama kalinya menjadi pelopor dalam menghadirkan serangkaian acara yang mendukung terciptanya keberkahan Ramadhan, yaitu Seminar Al – Qur’an (23/06/2015) dilanjutkan dengan semaan dan khataman Al – Qur’an (3-4/07/2015).

Acara Seminar Al – Qur’an yang berlangsung hari ini (23/06/2015) dibuka langsung oleh Rektor UNS, setelah sebelumnya Rendra Mochtar habibie selaku Ketua Umum UKM Ilmu Al – Qur’an menjelaskan rangkaian dan tujuan umum acara yang akan berlangsung hingga buka puasa bersama nantinya. Dalam membuka acara ini, Prof. Dr. H. Ravik Karsidi, M. S. mengulas kesepakatannya dalam tekad yang diutarakan oleh Ketua UKM Ilmu Al – Qur’an untuk menciptakan Indonesia Qur’ani berawal dari UNS Qur’ani yang akan digagas secara lebih serius mulai tahun ini.

1743680_862466767140701_3369363699449971441_n

Memasuki agenda inti, yakni seminar Al – Qur’an sesi I oleh Ust. Bhayu Subrata. Pelopor One Day One Juz (ODOJ) ini membawakan materi bertemakan Being Walking Qur’an yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘Menjadi Al – Qur’an Berjalan.’ Seminar ini dimulai dengan perkenalan tentang ODOJ yang telah melakukan berbagai kegiatan menarik, mulai dari Ngapal (Ngaji di atas kapal), Ngaret (Ngaji di atas kereta) hingga khataman di puncak Mahameru. Selain mengaji, ODOJ juga melakukan kegiatan bakti sosial, seperti mengirim donasi untuk Rohingya dan Palestina, sesuai dengan tujuan ODOJ sendiri tidak hanya memperbanyak tilawah tapi juga mempererat ukhuwah. Saat ini  anggota ODOJ berjumlah lebih dari 10.000 anggota yang tersebar hingga ke Mancanegara.

Dalam materinya, ustadz kelahiran Banjarnegara ini menerangkan tentang Bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya kitab suci umat Islam, maka ia menjelaskan 3 program Ramadhan yang  layak dilakukan oleh setiap muslim berhubungan dengan Al – Qur’an, yaitu yang pertama adalah Tilawah Al – Qur’an One Day One Juz, yaitu membaca Al – Qur’an minimal satu juz setiap harinya. Program kedua yakni Muroja’ah, atau mengulang hafalan dan program terakhir adalah menambah hafalan.

Untuk memenuhi ketiga program ini tentu tidak dapat dilakukan secara instan. Maka, Bapak dari dua anak ini memiliki jurus jitu dalam melakukan program di atas. Kunci sukses itu dimulai dengan tekad, kemauan dan niat dari diri sendiri. Selanjutnya, tekad tersebut dapat muncul akibat pengetahuan. Maka membaca Al – Qur’an tidak sekedar membaca, tapi juga dengan berusaha mengetahui dan memahami maknanya. Karena sejatinya, semua sumber ilmu pengetahuan berasal dari Al – Quran, bahkan orang – orang non muslim mengakui hal tersebut.

Nah, jurus yang terakhir adalah alokasi waktu. Setelah memiliki tekad dan pengetahuan yang cukup, maka urusan waktu yang harus diatur sebaik mungkin. Alokasi waktu untuk membaca Al – Qur’an di sela – sela kesibukan sehari – hari merupakan hal yang sangat penting, demi mewujudkan Ramadhan penuh berkah.

11110547_1661433244086140_8588365887282869887_n

Setelah Shalat Ashar, seminar dilanjutkan dengan pembicara yang berbeda, beliau adalah pengasuh rumah tahfidz Badrussalam, Ust. Riyadh Rosyadi. Dalam materinya, Ayah dari 7 anak penghafal Al –Qur’an ini lebih menekankan pada fungsi Al – Qur’an sebagai Syifaa’ (penyembuh). Anjuran menggunakan ayat – ayat Al – Qur’an sebagai penyembuh sudah dimulai sejak zaman Rasulullah. Kunci penyembuhan atau terapi menggunakan Al – Qur’an adalah niat, dengan sugesti atau keyakinan pada diri sendiri bahwa “saya akan sembuh dengan izin Allah setelah membaca surat ini.”

Dalam kisah yang diceritakan oleh terapis Al –Qur’an yang sukses pada usia muda ini, penyembuhan menggunakan ayat suci Al – Qur’an pertama kali dipraktekkan terhadap seorang non muslim. Maka jelas adanya, bahwa fungsi syifaa’ yang dimiliki oleh kitab suci umat Islam tersebut benar adanya, hanya bergantung pada seberapa yakin orang muslim akan hal tersebut

Acara ditutup dengan buka bersama di selasar Masjid Nurul Huda dan akan dilanjutkan dengan semaan serta khataman Al – Qur’an pada 3 – 4 Juli 2015 mendatang.

IMG-20150623-WA0023-1024x768

(Admin IQ)

[Agenda] Seminar Al Qur’an Ramadhan

[Agenda] Seminar Al Qur’an Ramadhan

#RamadhanInspiratif

Acara menarik untuk mengisi ramadhan kamu

“GEMA AL QUR’AN UNS”

SEMINAR AL QUR’AN
Selasa, 23 Juni 2015

“Al-Qur’an Membumi di Hati Pemuda Negeri” bersama Ust. Bhayu Subrata (Pendiri Komunitas ODOJ dan Tokoh Perubahan Republika 2014)
12.00-15.00 WIB

“Terapi Diri Sesuai Sunnah Nabi” bersama Ust. Riyadh Rosyadi (Pengasuh RT Badrussalam, Memiliki 7 Anak yang Menghafal Al Quran & Mandiri di Usia Muda dan Terapis Al Quran)
15.00-17.30 WIB

SEMAAN DAN KHATMIL QUR’AN
3-4 Juli 2015
Ba’da tarawih s.d 17.00 WIB
(malam 17 Ramadhan)

GRATIS | Umum | Putra-Putri

Tempat: Aula Utama Masjid Nurul Huda, UNS, Solo

Presented by:
Ramadhan Inspiratif UNS

CP: 089622225924 (Brian)

MABIRU: Untuk Ramadhan Lebih Bermakna

MABIRU: Untuk Ramadhan Lebih Bermakna

Ramadhan sudah di depan mata. Ramadhan bulan suci merupakan bulan yang istimewa. Untuk menghadapinya setia muslim butuh persiapan yang matang. Persiapan yang dilakukan tidak hanya persiapan jasadiyah saja, tetapi persiapan ilmu dan juga maaliyahnya.

Selasa (16/06), bertempat di aula utama Masjid Nurul Huda UNS telah dilaksanakan MABIRU (Malam Bina Ruhiyah). Mabiru merupakan grand opening rangkaian acara dari Ramadhan Inspiratif. Ramadhan Inspiratif merupakan acara yang diusung oleh JN UKMI, Takmir Masjid UNS, LAZIZ UNS dan juga UKM Ilmu Qur’an. Bersama-sama dengan tiga lembaga lain JN UKMI kembali mewarnai bulan Ramadhan dengan Ramadhan di Kampus 1436 H.

Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan dipandu oleh Lukmansyah selaku MC. Acara dibuka dengan sambutan oleh ketua umum JN UKMI, Alfi Suryani Yusuf, serta pembina dari JN UKMI yaitu pak Muchtarrom.  Pembukaan acara Ramadhan Inspiratif ini dillakukan oleh Pak Muchtarrom sendiri. Mengundang pembicara Ust. Mu’inundinillah Basri, untuk mengisi materi yang membangun semangat menyapa Ramadhan. Dengan jumlah peserta hingga bisa memenuhi ketersediaan tempat, beliau tetap bisa membuat acara ini begitu menarik.

Ust Mu’in memulai materi dengan dasar hukum berpuasa, yaitu Q.S Al Baqarah 183 dan 189. Kemudian berlanjut mengenai amalan ibadah yang ada di Ramadhan. Ust Mu’in mengatakan bahwa semua ibadah yang dilakukan hanya sebagai rutinitas maka rasanya hambar. Melakukan shalat, puasa, membaca Al Qur’an dan makan jika kita lakukan hanya karena rutinitas, maka semua amalan ibadah ini tidak akan bermakna atau istimewa. Poin selanjutnya adalah mengenai kecintaan kita pada Ramadhan. Ust Mu’in bertanya “Kamu mau mengejar dunia atau mengejar cinta yang punya dunia? Orang yang mengejar dunia hidupnya akan sengsara . orang yang mengejar cinta yang punya dunia akan bahagia.

Bagaimana dengan target dalam bulan Ramadhan? Target nya adalah membangun kecerdasan intelektual, ketrampilan kita. Salah satu contoh targetan yang bisa dicontoh adalah, supaya dekat dengan Allah SWT. Ada tiga cara yang diebutkan Ust Mu’in untuk bisa dekat dengan Allah yaitu La’alakum tattakuun, La’alaukm tadrusuunn, dan juga La’alakum tasykuruun. Untuk persiapan yang awal kita lakukan adalah bertaubat, dengan bertaubat kita bisa bertemu Ramadhan insya Allah dalam keadaan bersih. Pembahasan selanjutnya adalah mengenai fadillah Ramadhan. Fadhillah dalam ramadhan antara lain adalah adanya malam lailatul qadar dan semua doa yang disampaikan tidak akan tertolak, dan lain sebagainya.

Acara materi dalam mabiru ini ditutup pada pukl 22.00 WIB. Kemudian pada malam harinya yaitu pukul 03.00 peserta mabiru dibangunkan untuk ikut shalat tahajud dilanjutkan shalat shubuh serta membaca al ma’tsurat berjamaah. Acara ditutup hari ahad pukul 04.45 WIB.

“Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama”

“Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama”

“Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama” 

Kajian Muslimah 19 Maret 2015

Ustadzah Lutfiya T.H.

  1. KaMus edisi 16 April 2015 “Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama” brsm Ustzh Lutfiya T.H #KaMus16 #KartiniMasaKini
  2. Khadijah binti Khuwailid, pahlawan wanita pertama yg ikut berjuang bersama Rasulullah #KaMus16 #KartiniMasaKini
  3. Khadijah keturunan bangsawan. Dia dijuluki wanita suci krn akhlaknya yg terpuji #KaMus16 #KartiniMasaKini @MuslimahFKIPUNS
  4. Sebelum menikah dgn Muhammad, Khadijah pernah menikah dgn Abu Halah dan Atiq. Namun keduanya meninggal #KaMus16 #KartiniMasaKini
  5. Sejak umur 15th, Muhammad bkerja pd Khadijah. Khadijah memiliki jar bisnis perdagangan #KaMus16 #KartiniMasaKini
  6. Khadijah adl pembisnis yg handal karena bekal intelektual beliau #KaMus16 #KartiniMasaKini
  7. Khadijah mengutarakan keinginannya terlebih dhlu utk menikah dgn Muhammad #KaMus16 #KartiniMasaKini
  8. Mereka dikaruniai 6 org anak yg semuanya lahir sbelum masa kenabian, kecuali anak terakhirnya, Abdullah #KaMus16 #KartiniNspiration
  9. Akhirnya mereka menikah, Muhammad (25th) dgn Khatijah seorang janda 40th #KaMus16 #KartiniMasaKini
  10. Sbelum menikah dgn Muhammad, Khadijah memiliki anak angkat kesayangan brnama Zaid bin Haritsah yg kemudian dihadiahkan kpd Muhammad #KaMus16
  11. Khadijah sosok yg ikhlas, setia, tidak khawatir saat ditinggal berjuang oleh suaminya #KaMus16 #KartiniNspiration @JNUKMIUNS
  12. Khadijah adl sosok yg selalu bisa menentramkan hati suaminya #KaMus16 #KartiniNspiration @nurulhuda_uns @nisaaskifkuns
  13. Penghormatan utama seorg istri adl pd suaminya.
  14. Penghornatan utama sorg suami, tetap pada ibunya. #KaMus16 #KartiniNspiration
  15. Khadijah tdk pernah menghalangi penghormatan Muhammad pada ibu susunya #KaMus16 #KartiniNspiration
  16. “Sbaik-baik wanita (langit) adl Maryam binti Imran dn sbaik-baik wanita (bumi) adl Khadijah binti Khuwailid” HR.Bukhori & Muslim #KaMus16
  17. Teringat sebuah pepatah yang sering kita dengar mengatakan “Dibalik kesuksesan seorang pria ada wanita hebat” #KaMus16 #KartiniNspiration
  18. kalimat yang sepadan yang semestinya diungkapkan adalah “Dibalik kebesaran sebuah ummat ada wanita yang hebat” #KaMus16 #KartiniNspiration
  19. Kalau saja bukan karena peran seorang Khadijah, umat islam takkan berjaya. #KaMus16 #KartiniNspiration
“Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah”

“Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah”

 “Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah” 

Kajian Muslimah 19 Maret 2015

Ustadzah Vida Robi’ah A.A.

  1. #KajianNH Sedang berlangsung : Kajian Muslimah “Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah” brsma Ustdzh.Vida Robi’ah A.A. #KaMus19 @JNUKMIUNS
  2. Now, Kajian Muslimah “Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah” brsma Ustdzh.Vida Robi’ah A.A. #KaMus19
  3. Sinetron2 mudah memengaruhi tentang lawan jenis, gaya hidup dan hal2 negatif lainnya #KaMus19
  4. Sinetron Indonesia banyak yang mengajarkan bahwa institusi sekolah adalah tempat untuk pacarann #KaMus19
  5. Kapasitas otak-pikiran menjadi hal utama seorang muslimah #KaMus19
  6. Muslimah yg tdk mengupgrade kapasitas ilmunya, maka ia akan mjd muslimah yg hanya sibuk dgn penampilan #KaMus19
  7. Seorang muslimah memiliki kemampuan memilih, mengkritisi dan mengevaluasi sesuatu #KaMus19
  8. Seorang istri yang cerdas bisa menganalisis kebutuhan suaminya #KaMus19
  9. Kecerdasan dan karakter seorang anak sebagian meniru dari ibu #KaMus19
  10. Muslimah harus memiliki moral yang baik yang nantinya akan diwariskan kepada anak-anaknya #KaMus19
  11. Berpakaian syar’i adalah komitmen kita kepada Allah #KaMus19
  12. Komitmen kita selain berjilbab yaitu menjaga pandangan dan menjaga pergaulan #KaMus19
  13. Proses berhijab kita lalui secara bertahap #KaMus19
  14. Muslimah itu juga harus berkarakter kuat. Karakter kuat bukan berarti galak ataupun diktator #KaMus19
  15. Sebanyak apapun pendapatan seorang istri, sesungguhnya lebih mulia pendapatan suami meskipun sedikit #KaMus19
  16. Meski kita memiliki kesibukan kuliah, hendaknya kita tetap sering berinteraksi dengan masyarakat #KaMus19
  17. Dengan bermasyarakat, kita akan tambah pintar dan cerdas #KaMus19
  18. Bukan hanya cantik diri seperti barbie. Mnjadi seorang ibu hrs bisa mengimbangi kebutuhan suami dan mendidik anak-anak #Kamus19
  19. Batasan berinteraksi denan lawan jenis itu bagaimana kita bisa mengendalikan keadaan sewajarnya #KaMus19
  20. Jagalah dirimu sendiri dan percayalah Allah melihatmu #KaMus19
UNS Ber-Sholawat dalam Rangka Semarak Dies Natalis UNS ke-39

UNS Ber-Sholawat dalam Rangka Semarak Dies Natalis UNS ke-39

IMG_0604Selasa (10/3), kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berdiri pada tanggal 11 Maret 1976, akan memperingati hari beridirinya kampus tersebut. Seperti pada Universitas pada umumnya, Dies Natalis adalah agenda tahunan kampus. Begitu juga bagi Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang disingkat UNS.

Namun, hal yang paling menarik dari Dies Natalis yang ke-39 ini, semarak dies natalis diawali dengan semaan dan khataman Al Qur’an serta shalawatan bersama Habib Syeh ibn Abdul Qodir Assegaf. Dies natalis dengan konsep nuansa spiritualitas, merupakan untuk pertama kali dalam sejarah UNS.

Setelah pada hari sebelumnya Semaan dan Khataman Al Qur’an diawali dengan seminar Al Qur’an dan Sains yang dibuka oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. Proses Semaan dan Khataman Al Qur’an berlangsung selama dua hari, dimulai hari senin (9/3) ba’da Dzuhur hingga selasa (10/3) ba’da isya yang di-khatam-kan oleh para hafidz dan hafidzoh mahasiswa UNS secara bergiliran.

Serangkaian acara Dies Natalis UNS yang ke-39, puncak acara diadakan acara Shalawatan bersama Habib Syeh ibn Abdul Qodir Assegaf. Turut dihadiri pula oleh pejabat pemerintah daerah dan pusat. Dari pemerintah pusat diwakilkan oleh Menristek (Riset dan Teknologi) dan Dikti (Pendidikan Tinggi), yaitu Prof. H. Muhammad Nasir, Ph.D.,Ak. Sedangkan dari pemerintah Kota Surakarta, turut hadir Bapak Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo. Acara Shalawatan ini juga akan diselingi oleh taujih dari ketua MK 2008-2013, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H.,M.H., mengenai betapa pentingnya nilai Al Qur’an dan Shalawat kepada Rasulullah SAW dalam kehidupan manusia.

Malam puncak semarak Dies Natalis UNS yang ke-39, Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS., menyampaikan bahwa semenjak tahun 2011, UNS menerapkan kebijakan yaitu menerima prestasi calon mahasiswa/I UNS yang hafidz Qur’an. Dimana prestasi hafidz Qur’an ini dinilai setara dengan nilai prestasi juara olimpiade internasional. Hingga tahun 2015 ini, sudah ada 24 mahasiswa UNS yang hafidz Qur’an (hafal 30 Juz). Di akhir, beliau memberikan piagam kepada para mahasiswa hafidz dan hafidzoh UNS atas prestasi mereka.

Menteri Ristek dan Dikti dalam kesempatannya, memberikan apresiasi kepada UNS atas kebijakannya. Dalam mempertimbangkan prestasi calon mahasiswa yang hafidz Qur’an. Beliau juga berharap, bahwa perguruan-perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta, mampu mengikuti jejak UNS tersebut.

Antusias jama’ah yang hadir sangat tinggi, karena perkiraan mencapai angkat 7000 orang. Hal ini bisa dilihat dari penuhnya setiap area masjid yang diperuntukkan bagi jama’ah. Tidak hanya disitu, jalanan dibagian sebelah timur masjid Nurul Huda UNS, juga dipenuhi oleh para jama’ah yang tidak kebagian tempat duduk didalam area masjid Nurul Huda UNS.

Di akhir acara, ditutup do’a bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, bersama seluruh jama’ah yang hadir. (Rahmat)

Karya Muslimah, Membangun Indonesia

Karya Muslimah, Membangun Indonesia

IMG_6731Komunitas Muslimah Nurul Huda (KMNH) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS)  menggelar Kajian Rutin Muslimah pada hari Jumat (6/3) yang bertempat di Ruang Seminar Nurul Huda Islamic Center (NHIC) UNS.

Kajian yang biasa dilaksanakan setiap awal bulan ini mengangkat “Karya Muslimah untuk Indonesia” yang menjadi rangkaian acara dari Dies Natalis UNS ini. Kegiatan ini sedikit berbeda dari agenda biasanya karena pada kajian kali ini, KMNH mengundang ibu Hj. Durrah Baraja, SH. M. Hum dengan dikenal melalui karyanya “Inner Beauty Sebagai Produk Ibadah kepada Allah SWT”,  kemudian juga pemateri acara  Tafsir Surat & Inner Beauty” di MNC TV Muslim adalah seorang Hakim Utama pada Pengadilan Tinggi Jakarta. Selain itu, pada acara kali ini KMNH pun mengundang Jamaah Nurul huda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (JN UKMI) yang menyajikan tarian dari Nanggroe Aceh Darusalam , yaitu tarian Saman.

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat quran ini dihadiri dari 100 peserta, baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa, yang kemudian dilanjutkan dengan wakaf mukena kepada fakultas-fakultas yang ada di UNS dan setelah itu diisi oleh Durrah  yang membahas bagaimana peran muslimah dalam berkarya di hidup ini dalam lingkup Indonesia.

Acara diakhiri dengan launching Kajian Muslimah yang disampaikan oleh Desy, ya mana kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (JN UKMI) UNS. Setelah itu, kajian ini ditutup dengan doa oleh Ibu Durrah dan foto bersama.

Oleh: Hira Askamal/ Mahasiswa Komunikasi FISIP 2012

Editor: Ramatto Livic/ Tim Media Masjid Nurul Huda UNS

[AgendaNH] Malam Bina Ruhiyah : Rapatkan Barisan, Kembalikan Al-Aqsha ke Pangkuan Muslimin!

[AgendaNH] Malam Bina Ruhiyah : Rapatkan Barisan, Kembalikan Al-Aqsha ke Pangkuan Muslimin!

10678813_303073053237304_3065719563817892867_nJN UKMI UNS kerjasama Takmir Masjid Nurul HudaUNS akan mendatangkan Saudara-saudara dari Relawan Al Aqsa Dalam acara Malam Bina Ruhiyah (Mabiru) yang Bertemakan “Rapatkan Barisan, Kembalikan Al-Aqsha ke Pangkuan Muslimin!”.

Sabtu, 22 November 2014,

Jam 19.30-selesai,

di Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS.
GRATIS dan untuk UMUM
————————————
SIAPKAN INFAK TERBAIKMU.

[TweetKajian] Aqidah Ath-Thohawiyyah – Ust. Tamim, Lc : Kantin NH 06 September 2014

[TweetKajian] Aqidah Ath-Thohawiyyah – Ust. Tamim, Lc : Kantin NH 06 September 2014

kajian

1. Review sblumnya mmbhs ttg Allah yg tdk sekalipun sama seperti makhluk-Nya dan tdk ada apapun yg seperti Allah Ta’ala #KantinNH06
2. Khoyyun laa yamuutu, artinya Allah Maha Hidup dan tidak mati #KantinNH06
3. dan kehidupan Allah tidak serupa dg kehidupan makhluk-Nya. #KantinNH06
4. Salah satunya trdapat dlm QS. Al-Furqon:58. Bertaqwalah engkau kpd Dzat yg tdk akan mati. #KantinNH06
5. Bertaqwa dlm artian pasrah, berserah diri, menggantungkan diri kpd-Nya, bkn kpd manusia #KantinNH06
6. Ketergantungan pd selain Allah,yg bs mati adl sebuah kebodohan.Kok iya bergantunug kpd sesuatu yg akan punah? #KantinNH06
7. Maka bersandarlah kpd Allah Ta’ala Yang Maha Hidup dan Kekal #KantinNH06
8. Hnya Allahlah satu2nya yg pantas disembah dan diibadahi. #KantinNH06
9. Sperti ketika Rasulullah meninggal dunia, tdk ada satupun yg percaya kecuali Abu Bakar #KantinNH06
10. “Barangsiapa yg menyembah Rasulullah, maka sesungguhnya ia telah mati. #KantinNh06
11. Barangsiapa menyembah Allah, maka sesungguhnya ia tidak akan pernah mati.” Sebab Allah tdk dilahirkan dan juga tdk bisa mati #KantinNH06
12. Qoyyumun laa yanaamu, artinya Allah mengurusi diri sendiri dan menangani makhlukNya #KantinNH06
13. Allah tidak diurus siapapun, berdiri sendiri, tdk membutuhkan siapapun, tetapi justru mengurus makhluk2Nya #KantinNh06
14. Laa yanaam : Allah tdk tidur. Kita terlalu sering menyerahkan urusan2 kita kpd orang yg bs mati. #KantinNH06
15. Mintalah dan serahkan urusan2 kita pd Yang Maha Hidup, yang tidak mati, dan tidak tidur. QS. Al-Baqarah:255 #KantinNH06
16. Oleh krna itu, lebih berhati2lah sebab Allah tdk mengantuk dan tdk pernah tidur, serta senantiasa mengawasi hamba2Nya #KantinNh06
17. Jgn sekali2 percaya pd sesembahan yg pernah mati,yg tidur,yg mengantuk,yg diurus orang lain, atau yg dibentuk olh orang lain #KantinNH06
18. Allah pun tdk membutuhkan ibadah2 kita, melainkan kitalah yg membutuhkan Allah ‘Azza Wajala #KantinNH06
19. Hikmah yg bs kita ambil adalah (1) Kita menuhankan Allah SWT saja, bukan yg lain. #KantinNH06
20. (2) Kita menyandarkan segala urusan kita kpd Allah SWT. #KantinNH06
21. (3) kita merasa selalu diawasi oleh Allah SWT (muroqobatullah). #KantinNH06
22. Yg kehadiran muraqobah sendiri tdklah sesekali, lalu lupa, ingat, lupa lagi. #KantinNH06
23. Tapi, hadir scra terus menerus setiap saat dan setiap waktu #KantinNH06
24. Ihsan : adl agar bgmna kita berkerja dg penuh kualitas, sebab selalu diawasi oleh Allah. #KantinNH06
25. Hidup kita akan menghasilkan karya2 besar dan tdk akan menyia-nyiakan waktu sedetik pun #KantinNH06
26. “ketahuilah bhw jika kita tdk melihat Allah, maka ketahuilah bahwa Allah selalu melihat kita” #KantinNH06