FSLDK Indonesia Dukung Kegiatan Khataman Al Qur’an Perguruan Tinggi Se-Indonesia

FSLDK Indonesia Dukung Kegiatan Khataman Al Qur’an Perguruan Tinggi Se-Indonesia

Gerakan Subuh Jamaáh Nasional (GSJN) telah menginjak kali ke 18. Agenda yang rutin diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia tersebut, selalu mengangkat permasalahan-permasalahan teraktual di Indonesia. Sebagaimana GSJN #18 yang dilaksanakan pada Jumat (10/03/2017), FSLDK Indonesia mengangkat tema“Membangun Generasi Pewaris Negeri Menuju Indonesia Jaya” dengan tajuk spesial Kampus Nusantara Mengaji.

Agenda berbeda dilangsungkan pada GSJN #18 kali ini, yaitu khataman qurán yang diselenggarakan secara serentak bersama 40 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam FSLDK Indonesia. GSJN #18 yang diselenggarakan serentak di 40 PerguruanTinggi se Indonesia ini, juga terhubung melalui Video Conference Sambutan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (MENRISTEKDIKTI) yang berpusat di Masjid Nurul Huda UniversitasSebelasMaret (UNS) Surakarta. Selain itu, agenda ini didukung dengan hadirnya beberapa tokoh nasional yang turut memberikan sambutan diantaranya, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, Prof. H.M. Mahfud M.D., S.H., S.U. dan Dr. (H.C) H. Ary Ginanjar Agustian. Menristekdikti secara langsung memimpin khatmil Qurán yang dilanjutkan doa oleh Ketua MUI Solo Prof. Zainal Arifin Adnan.

Antusiasme yang sangat baik ditunjukkan dari membludaknya peserta GSJN #18 hingga mencapai 1500 jamaáh menyesaki Masjid Nurul Huda UNS. Hal yang serupa tampak juga dari antusiasme jamaáh yang juga melaksanakan GSJN di 40 masjid kampus se-Indonesia.

“Masa-masa keemasan yang dulunya menghiasi lembaran sejarah umat manusia, sekarang hanya menjadi nostalgia manis pengisi kenangan umat muslim. Kemudian, kita tidak bisa tinggal diam menyaksikan Islam berada di titik nadir. Pelaksanaan GSJN ini, menjadi wujud komitmen kami dan seluruh mahasiswa Indonesia untuk memuliakan al-qurán dan menjaga waktu subuh untuk menyongsong kebangkitan islam.” Terang Hanafi Ridwan Dwiatmojo, Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

Kajian Ilmiah Bersama Ulama Hadramaut

Kajian Ilmiah Bersama Ulama Hadramaut

Solo – Takmir Masjid Nurul Huda UNS kembali menggelar seminar keagamaan pada kamis 26 Januari 2017. Bekerjasama dengan Majelis Al-Muwasholah, seminar ini menghadirkan Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dari Hadramaut, Yaman sebagai pembicara.

Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya adalah Ulama kelahiran Aden tahun 1971, beliau menimba ilmu dari para ulama sepuh Hadhramaut, di antaranya, Habib Salim Asy-Syathiri, Habib Abdullah Bin Syihab, Habib Abubakar Al-‘Adni Al-Masyhur, Habib Umar Bin Hafidz. Selain menjalani pendidikan salaf, beliau juga menempuh pendidikan akademis di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dalam bidang ilmu Fiqh. Aktifitas keilmuan beliau kini disalurkan dalam mengelola markaz An-Nur, sebuah institusi yang secara khusus memelihara kitab-kitab karya Salaf Hadhramiyyin

Di hadapan sekitar 200 peserta, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dalam pengantarnya mengapresiasi para mahasiswa yang tetap semangat mendatangi majelis ilmu meskipun sedang menjalani libur akademik. Beliau juga menyatakan kekagumannya pada iklim spiritual yang ada di UNS, yang menurut beliau sama dengan ruh spiritual yang muncul di kampus-kampus keagamaan yang murni.

Dengan mengangkat tema Metode Dakwah Rasulullah SAW, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya menyeru kepada para mahasiswa agar memiliki cita-cita sebagai dai karena aktivitas dakwah yang dilakukan para dai merupakan inti agama, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah bahwa agama adalah nasehat. Kata an-nashihah berasal dari kata an nush-hu yang secara etimologi mengandung dua makna, yaitu bersih dari kotoran-kotoran, bebas dari para sekutu dan merapatnya dua sesuatu sehingga tidak saling berjauhan.

Sedangkan makna dakwah sendiri para ulama memiliki definisi yang berbeda, namun memiliki intisari yang sama yaitu mengerahkan segala upaya untuk menyelamatkan manusia dari yang jauh menjadi dekat kepada Allah, dari yang lupa pada Allah menjadi ingat. Dengan begitu dakwah harus bersih dari kepentingan pribadi maupun kepentingan golongan.

Dalam ceramahnya Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya juga mengingatkan kepada para peserta agar membangun kepedulian bukan hanya untuk kelompoknya saja, melainkan memupuk kepedulian untuk umat muslim di seluruh dunia tanpa harus disekat oleh asal negaranya.

[Agenda] Kajian Jelang Buka Spesial Dunia Islam

[Agenda] Kajian Jelang Buka Spesial Dunia Islam

‪#‎RamadhanInspiratif‬

Ramadhan adalah madrasah untuk kita melatih kepekaan sosial. Mari menangkan ramadhan untuk berbagi bersama saudara di seluruh penjuru bumi.

Ikuti Kajian jelang Berbuka spesial dilanjutkan Kuliah Tarawih bersama :

Ahmed Sameer Badawi (Alumni Islamic University of Gaza, Palestine)

Ahad 28 Juni 2015 di Masjid Nurul Huda UNS.

Kajian jelang Buka: Jam 16.00 WIB + Buka Puasa Bersama (Gratis Ta’jil)

Kuliah tarawih : jam 19.00 WIBsolidaritas dunia islam

Pernyataan Sikap FSLDK Indonesia Menyambut Konferensi Asia Afrika (KAA)

Pernyataan Sikap FSLDK Indonesia Menyambut Konferensi Asia Afrika (KAA)

news_35531_1429256913

Pernyataan Sikap FSLDK Indonesia

No. 001/Eks/Puskomnas/FSLDK Indonesia/IV/2015

tentang:

Penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60

Jakarta dan Bandung akan menjadi tempat dihelatnya Konferensi Asia Afrika (KAA) yang ke-60 pada 19-24 April 2015. Pertama kali konferensi ini digelar pada 18-24 April 1955 di Bandung untuk merangkul negara-negara di kawasan Asia-Afrika yang pada saat itu baru memperoleh kemerdekaan. Salah satu negara yang menginisiasi terselenggarakannya konferensi ini adalah Indonesia. Oleh karena itu dengan semangat kemerdekaan, anti kolonialisme dan neokolonialisme yang dulu menjadi dasar perjuangan para pendahulu bangsa ini, maka dengan semangat yang sama serta berdasar pada pembukaan UUD 1945 alinea pertama yang berbunyi “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Kami dari Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mendorong pemerintah Indonesia khususnya dan seluruh negara-negara peserta KAA pada umumnya untuk mendukung dan ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina sebagai satu-satunya negara yang belum merdeka, sekaligus mendukung keanggotaan Palestina di PBB. Terlebih Palestina-dan Mesir- adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia setelah diproklamasikan.
  2. Mendorong pemerintah Indonesia agar mampu menjadi pelopor negara-negara di dunia dalam upaya penghentian sekaligus pengusutan segala bentuk pelanggaran HAM yang terjadi di berbagai negara yang masih dirundung konflik seperti di Palestina, Mesir, Suriah, Myanmar dan di belahan bumi yang lain.
  3. Meminta komitmen terhadap pemerintah Indonesia dan negara-negara peserta KAA yang di dalam konstitusinya terdapat dukungan terhadap perdamaian dunia, untuk bisa mengupayakannya semaksimal mungkin. Salah satunya dengan membantu penyelesaian konflik yang sekarang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika, serta di belahan bumi manapun.
  4. Menghimbau seluruh Lembaga Dakwah Kampus yang tergabung dalam FSLDK Indonesia untuk menggalakkan dan mempublikasikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik di berbagai negara di dunia dalam berbagai bentuk kegiatan selama momentum penyelenggaraan KAA ini.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat dan kami sampaikan ke seluruh penjuru Indonesia agar dapat diperhatikan dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Semoga Allah SWT meridhai perjuangan kita. Aamiin.

Surakarta, 18 April 2015 Puskomnas FSLDK Indonesia


___________

Pronouncement FSLDK Indonesia

No. 001/Eks/Puskomnas/FSLDK Indonesia/IV/2015 about

60th Asian-African Conference (ACC)

Asia Africa Conference is held in Jakarta and Bandung, on April, 19-24 2015. This conferenceheld at the first time on April,18-24,1955,in Bandung to embrace the nations of Asia-Africa which were already independence. One of the founder of this conference is Indonesia So that, with the spirit of independence,anti-colonialism and neocolonialism,this conference became a foundation in defeating them, as the same spirit, based on UUD 1945, “In truth,independence is the right for all nations, and so that colonialism in the world should be cleared because it against the humanity and justice”

we are Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) state:

1. Encouraging the government and the participants of AAC to support Palestine’s independence as the only one not independence yet nation,also supports Palestine as a member of UN. Palestine and Egypt are the first which was acknowledging the independence of Indonesia after Indonesia stated the proclamation.

2. Encouraging the government to be the pioneer of the world’s nation to stop the human right violation such as in Palestine, Egypt, Syria, Myanmar et cetera.

3. Asking for commitment to the government and the participant of AAC in which consisting of the support to the world peace,as to do the maximum effort. One of the way is helping the conflict happened in some country in Africa and Middle East,and the other side of the world.

4. Advising all of the FSLDK Indonesia’s members to increase and publish the independence of Palestine and the completion of the other conflict in some countries in some events during AAC.

Those was our pronouncement that we’ve made and we deliver to all over Indonesia to be paid attention and to be done as well as the must. May Allah blesses our efforts .

Surakarta, April, 18th 2015

Puskomnas FSLDK Indonesia

___________

الإطهار الموقف مجليس صلة الرّحم لمؤسّسة بدعوة الجامعة

نمرة ٠٠١/خارجيّ/ مركز مواصلات الدولي/ مجليس صلة الرّحم لمؤسّسة بدعوة الجامعة إندونيسيا/ ٢٠١٥/IV/ عن: تنفيذ المؤتمر آسيا أفرقيا

(KAA) السّتون.

ستنفيذ المؤتمر آسيا أفرقيا (KAA) السّتون بجاكرتا و بندنغ في التاريخ ١٩-٢٤ أبريل ٢٠١٥. نتفذ هذا المؤتمر أوّل مرّة ببندنغ في التارسخ ١٨-٢٤

أبريل ١٩٥٥ لعانق دول في المنطقة آسيا – أفرقيا الذي ينال الحرّيّةفي ذلك الدهر. إندونيسيا واحد من دول الذي في حطوة الأولي لتنفيذ هذا المؤتمر.

فلذلك بحمّسة الحرّيّة و مناهض للإستعمار و الإستعمارية الحديثة الذي يكون لأساس الجهاد السّابقون الشعوب, فبحمّاسة إستوي بذلك و بأساس الإفتتاح

القانون ١٩٤٥ سطرة الولي, هي: ” إنّ الحرّيّة هي حقّ لكلّ شعوب, فلذلك لابدّ علي تمسيح الإستعمار في العالم, لأنّ لا يوافق بالإنسانيّة و العدليّة”.

نحن من مجليس صلة الرّحم لمؤسّسة بدعوة الجامعة يطهر الموقف بالتالي:

١. حرّضه بالخصوص علي الحكومة الإندونيسيا و علي دول المشتركين المؤتمر آسيا أفرقيا (KAA) بالعموم, لعاضذة و ليجاهد الكفاح التحريرّ

الفلسطين كدولة التي لم تحرّر العبد وحده. و دفعة واحدة لعاضدة العضوية فلسطين في الأمم المتّحدة. و فوق ذلك فلسطين و مصر هما أوّل الدول الذي

يعترف بحرّيّة الإندونيسيا بعد الإشهاره.

٢. حرّضه علي حكومة الإندونيسيا ليكون الرائد دول العالم في سعي الإيقاف و بحث كلّ ما مخلّفة بحقوق الإنسان في كلّ دول الذي أصابه بالصّراع

كفلسطين و مصر و سورية و بورما و دول أخري في أيّ قطاع الأرض.

٣. يطلب بإلتزام علي الحكومة الإندونيسيا و دول المشتركين المؤتمر آسيا أفرقيا (KAA) بما فيه عضدة صلح العالم, لكي أن يسغي بحدّ الأعلي, مثل

ليساعد الإنهاء الصّراع الذي يحدث في دول الشرق الأوسط و أفرقيا و في أيّ قطاع الارض.

٤. يندي علي كلّ المؤسسة بدعوة الجامعة التي تتكوّن الي مجليس صلة الرّحم لمؤسّسة بدعوة الجامعة إندونيسيا لأن ينشر العضدة بحرّيّة فلسطين و

إنهاء الصّراعة في كلّ دول العالم بكلّ ما نشاط مدام في الوقت المنايب بالمؤتمر آسيا أفرقيا.

هكذا إطهار موقفنا و نبلّغ الي جميع زوايا إندونيسيا لإهتمام و لإعمال كما ينبغي. عسي أن يرضي الله جهادنا. آمين.

سوراكارتا, ١٨ أبريل ٢٠١٥

*مركز مواصلات الدولي- مجليس صلة الرّحم لمؤسّسة بدعوة الجامعة إندونيسيا

Komunitas ODOJ adakan Silaturahmi Odojer se-Soloraya

Komunitas ODOJ adakan Silaturahmi Odojer se-Soloraya

11137648_10204008784285932_1154885236_oMinggu (19/4), komunitas ODOJ (One Day One Juz) Nasional DPA Soloraya mengadakan agenda silaturahim Odojer, sebutan untuk anggota komunitas ODOJ, se-eks Kersidenan Surakarta di ruang seminar Masjid Nurul Huda UNS. Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah para Odojer Soloraya, yang selama ini komunikasi mereka baru sebatas  via group wathsapp.

Agenda ini selain bertujuan untuk mengeratkan tali silaturahim, juga untuk memberikan motivasi kepada para Odojer. Untuk itu panitia menghadirkan dua pembicara, yakni Ustadzah Rochmah Yulika (penulis Pro U Media) dan Ustadz Umar Hiadayat, dengan tema “Al Qur’an Vs Smartphone”. Sebab, umat muslim mayoritas saat ini lebih senang memegang smartphone ketimbang Al Qur’an yang menjadi pedoman hidupnya.

Beragam alasan terlontarkan, mengapa mereka lebih akrab dengan smartphone ketimbang Al Qur’an. Namun yang paling klasik, adalah futur atau lemah iman. Lemah iman adalah sebuah keniscayaan, karena semua orang akan merasakannya. Itulah mengapa iman sifatnya fluktuaktif, naik-turun. Namun, yang terpenting adalah bagaimana sikap kita menghadapi masa futur. Apakah terus terlena dan menurun terus? Atau kita berusaha bangkit lagi?

Salah satu kunci untuk menghadapi futur, menurut Ustadzah Rochmah, yaitu dengan istiqomah dalam beramal. Dan banyak-banyak mengingat kematian adalah cara agar kita senantiasa istiqomah. Sebab, kematian akan membuat kita berpikir, apa yang akan kita bawa ketika kita dipanggil oleh-Nya?. (Rahmat).

Silaturahim Pemuda Islam: Pemuda Islam Menjawab Tantangan Global

Silaturahim Pemuda Islam: Pemuda Islam Menjawab Tantangan Global

Ratusan pemuda Islam dan mahasiswa dari UNS dan berbagai lembaga berkumpul dalam acara Silaturahim Pemuda Islam, Ahad 12 April 2015. Bertempat di aula utama Masjid Nurul Huda UNS, kegiatan yang difasilitasi Masjid Nurul Huda UNS ini menghadirkan pembiacara Akmal Sjafril M.Pd.I dan M. Syukri Kurnia Rahman dari FSLDK Indonesia. Ustadz DR. Muinudillah Basri MA, yang sedianya akan menjadi pembicara berhalangan hadir dan digantikan Ustadz Aris Munandar dari Dewan Dakwah.

Mengingat saat ini islam digempur dari berbagai paham, mulai dari liberalism, sekulerisme, hingga yang radikal. Dimana semua hal itu adalah dampak dari sebuah globalisasi, dengan media sebagai ujung tombaknya. Pengaruh media inilah yang membuat umat muslim silau dengan peradaban hampa yang dibangun oleh barat. Dan ini menjerumuskan umat menjadi minder terhadap identitas mereka sebagai muslim.

Oleh karena itu, umat muslim haruslah memiliki kebanggaan terhadap identitas mereka sebagai seorang muslim. Sebab, hanyalah islam yang mampu membangun sebuah peradaban, dimana semua agama mampu berdampingan dengan damai, agama dan sains mampu berkolaborasi. Untuk menguat jati diri umat, maka umat perlu kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah sebagai penguat identitas. Itulah yang inti nasehat dari ketiga pembicara kepada para.

Namun, arus globalisasi ini akan sulit dibendung selama penyakit dalam tubuh umat belum mampu disembuhkan. Penyakit tersebut bernama ashobiyah terhadap golongan. Dimana penyakit ini mempengaruhi tubuh umat islam, yakni persatuan umat. Masing-masing golongan masih memperjuangakan golongan mereka masing-masing. Semoga Allah lekas mengangkat penyakit ini dari tubuh umat islam.

UNS Jadi Tuan Rumah Rakornas Lembaga Dakwah Kampus Teknik Ke 7

UNS Jadi Tuan Rumah Rakornas Lembaga Dakwah Kampus Teknik Ke 7

Jum’at (10/4), Sentra Kegiatan Islam (SKI) dan Bedan Kerohanian Islam (BKI) FT UNS pada kesempatan ini  menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan agenda Rapat Kordinasi Nasional Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus Teknik (RAKORNAS FULDKT) yang ke-7. Agenda Rakornas ini diselenggarakan selama tiga hari, terhitung dimulai dari jum’at (10/4) hingga minggu (12/4).

Kegiatan agenda rakornas FULDKT dilaksanakan di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS. Peserta rakornas yang hadir tidak hanya dari PT di jawa saja, tapi juga ada perwakilan dari Sumatra. Agenda rakornas dibuka dengan tilawah dari akhuna Lukman Hakim Marwa, Teknik Sipil 2014. Beliau adalah salah satu mahasiswa UNS yang hafidz 30 Juz.

Disambung dengan sambutan berturut turut dari Ketua panitia, akhuna Andy. Sambutan kedua dari perwakilan tuan rumah, dalam kesempatan ini diwakilkan oleh ketua umum SKI FT, akhuna Edo RIzkiawan. Sambutan ketiga dari Kordinator pusat FULDKT, akhuna Rahmad Rezeki dari UNDIP. Dan yang terakhir dari Pembina SKI FT UNS, Dr. Eng. Syafi’I, MT.

Ditengah-tengah acara rakornas sebelum shalat jum’at, panitia kedatangan tamu special, yakni pak Aher alias Ahmad Heryawan yang merupakan Gubernur Jawa Barat dan Presiden Direktur Toyota, Ir. Made Dana Tangkas, M.Si.. Setelah dijelaskan sekilas mengenai agenda rakornas FULDKT oleh Akh Edo Rizkiawan. Kemudian beliau menyampaikan taujih singkat. Beliau menyampaikan bahwa SDA negeri ini yang berlimpah, namun belum terkelola dengan baik. Maka disitulah ruang bagi para aktivis dakwah kampus teknik berperan untuk kemajuan bangsa. Setelah menyampaikan taujih singkat, disambung dengan Tanya jawab yang singkat.

11124577_10203946451927662_520939728_n

Pasca kedatangan tamu special ini, kemudia agenda rakornas kembali berjalan seperti semula. Sesuai jadwal yang telah disusun panitia, hingga esok hari sabtu (11/4). (Rahmat)

GO SIFT 1436 H: Bedah Buku “Aktor Baru Demokrasi”

GO SIFT 1436 H: Bedah Buku “Aktor Baru Demokrasi”

IMG_0269Sabtu (14/9), Forbes (Forum Besar) LDK Se-UNS mengadakan event tahunan, SIFT (Sebelas Maret Islamic Festival). Agenda SIFT sudah menjadi agenda Rutin tiap tahun, semenjak tahun 2013. Dimana JN UKMI UNS, sebagai LDK tingkat Univ di UNS, menginisiator event tersebut.

SIFT pada tahun 1436 H, sama seperti tahun sebelumnya yang mengambil waktu tidak jauh dari perayaan Dies Natalis UNS, yakni dimulai bulan maret. Sebagai pembuka, JN UKMI UNS selaku kordinator Forbes mengadakan bedah buku “Aktor Baru Demokrasi” dengan penulisnya langsung, yakni mas Arya Sandiyudha. Beliau adalah alumni UI, Mantan Ketua Salam UI, dan saat ini Ketua PPI Turki. Dalam memandu ini acara bedah buku ini, dipandu oleh Muhammad Syukri, Ketua PUSKOMNAS FSLDK Indonesia.

Buku “Aktor Baru Demokrasi” adalah buku mas Arya yang ke-6. Dalam buku ini, beliau mengupas tokoh negarawan muslim yang berjuang dalam pentas politik demokrasi. Beliau mengambil tiga contoh Negara yang menjadi tempat bagi para actor baru demokrasi yang berafiliasi terhadap islam, yakni Turki, Tunisia, dan Mesir.

Beliau hanya sebentar dalam memaparkan isi bukunya. Sesudah itu beliau, lebih banyak meladeni para peserta dalam diskusi bedah buku “Aktor Baru Demokrasi”. Perbedaan dan persamaan Turki dan Indonesia, adalah minat terbesar bagi para peserta.

Pasca sesi diskusi ditutup oleh moderator, acara bedah buku yang tak lain adalah Grand Opening Sebelas Maret Festival resmi ditutup. (Rahmat)

Deklarasi Forum Cendikiawan Muslim

Deklarasi Forum Cendikiawan Muslim

IMG_0209Sabtu (14/3), komunitas mahasiswa muslim UNS yang bergerak dalam bidang keilmuan mendeklarasikan Forum Cendikiawan Muslim (FCM). Forum bagi para mahasiswa muslim UNS yang bergeliat dalam dunia keilmuan. Meliputi riset, pengabdian masyarakat, serta kepenulisan.

Agenda deklarasi forum ini mereka kemas dalam acara ATOM (Academic Training for Muslim) 1. Dalam menyelenggerakan agenda ATOM 1 ini, bekerja sama dengan MITI Cluster Mahasiswa dan Komunitas Pintu. Agenda ATOM 1, menghadirkan 3 trainer yang cukup mumpuni dibidang masing-masing. Diantaranya, Heru Edi Kurniawan, M.Pd. (Ketua MITI cluster Mahasiswa), Indrawan Yepe S.Sn. (Budayawan), dan Muhammad Syukri ( Ketua PUSKOMNAS FSLDK Indonesia).

Pasca agenda ATOM 1, peserta akan mendapat fasilitis pendampingan karya dan pengambangan diri. Minat peserta dibagi menjadi tiga, riset, kepenulisan, dan pengabdian masyarakat. Selain pengkaryaan, ada juga pendampingan pengembangan diri. Semisal prestasi akademik.

Oleh karena itu, diperlukan pendampingan baik karya maupun pembinaan. Dalam hal ini, FCM menggandeng PSPI sebagai pendampingan pengkaryaan riset, kepenulisan menggandeng tim redaksi Embun, dan komunitas pintu untuk bagian pengabdian masyarakat. Sedangkan untuk pendampingan pengembangan diri mereka menggandeng Imapres (Ikatan Mahasiswa Berprestasi) dan Aktivis Bakti Nusa UNS.

Di akhir acra ditutup dengan pembagian sesuai minat masing-masing. Dan Pemberitahuan bahwa agenda ATOM ini berjenjang. (Rahmat)

UNS Ber-Sholawat dalam Rangka Semarak Dies Natalis UNS ke-39

UNS Ber-Sholawat dalam Rangka Semarak Dies Natalis UNS ke-39

IMG_0604Selasa (10/3), kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berdiri pada tanggal 11 Maret 1976, akan memperingati hari beridirinya kampus tersebut. Seperti pada Universitas pada umumnya, Dies Natalis adalah agenda tahunan kampus. Begitu juga bagi Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang disingkat UNS.

Namun, hal yang paling menarik dari Dies Natalis yang ke-39 ini, semarak dies natalis diawali dengan semaan dan khataman Al Qur’an serta shalawatan bersama Habib Syeh ibn Abdul Qodir Assegaf. Dies natalis dengan konsep nuansa spiritualitas, merupakan untuk pertama kali dalam sejarah UNS.

Setelah pada hari sebelumnya Semaan dan Khataman Al Qur’an diawali dengan seminar Al Qur’an dan Sains yang dibuka oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. Proses Semaan dan Khataman Al Qur’an berlangsung selama dua hari, dimulai hari senin (9/3) ba’da Dzuhur hingga selasa (10/3) ba’da isya yang di-khatam-kan oleh para hafidz dan hafidzoh mahasiswa UNS secara bergiliran.

Serangkaian acara Dies Natalis UNS yang ke-39, puncak acara diadakan acara Shalawatan bersama Habib Syeh ibn Abdul Qodir Assegaf. Turut dihadiri pula oleh pejabat pemerintah daerah dan pusat. Dari pemerintah pusat diwakilkan oleh Menristek (Riset dan Teknologi) dan Dikti (Pendidikan Tinggi), yaitu Prof. H. Muhammad Nasir, Ph.D.,Ak. Sedangkan dari pemerintah Kota Surakarta, turut hadir Bapak Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo. Acara Shalawatan ini juga akan diselingi oleh taujih dari ketua MK 2008-2013, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H.,M.H., mengenai betapa pentingnya nilai Al Qur’an dan Shalawat kepada Rasulullah SAW dalam kehidupan manusia.

Malam puncak semarak Dies Natalis UNS yang ke-39, Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS., menyampaikan bahwa semenjak tahun 2011, UNS menerapkan kebijakan yaitu menerima prestasi calon mahasiswa/I UNS yang hafidz Qur’an. Dimana prestasi hafidz Qur’an ini dinilai setara dengan nilai prestasi juara olimpiade internasional. Hingga tahun 2015 ini, sudah ada 24 mahasiswa UNS yang hafidz Qur’an (hafal 30 Juz). Di akhir, beliau memberikan piagam kepada para mahasiswa hafidz dan hafidzoh UNS atas prestasi mereka.

Menteri Ristek dan Dikti dalam kesempatannya, memberikan apresiasi kepada UNS atas kebijakannya. Dalam mempertimbangkan prestasi calon mahasiswa yang hafidz Qur’an. Beliau juga berharap, bahwa perguruan-perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta, mampu mengikuti jejak UNS tersebut.

Antusias jama’ah yang hadir sangat tinggi, karena perkiraan mencapai angkat 7000 orang. Hal ini bisa dilihat dari penuhnya setiap area masjid yang diperuntukkan bagi jama’ah. Tidak hanya disitu, jalanan dibagian sebelah timur masjid Nurul Huda UNS, juga dipenuhi oleh para jama’ah yang tidak kebagian tempat duduk didalam area masjid Nurul Huda UNS.

Di akhir acara, ditutup do’a bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, bersama seluruh jama’ah yang hadir. (Rahmat)