Latih Kompetensi Trainer, FSLDK Solo Raya Gelar TFT

Latih Kompetensi Trainer, FSLDK Solo Raya Gelar TFT

Masjid Nurul Huda UNS – Puskomda FSLDK Solo Raya menyelenggarakan Training for Trainer (TFT) di Nurul Huda Islamic Center UNS Surakarta, Sabtu-Ahad (7-8/4). Bersama FSLDK Wilayah 4 (Solo Raya, Semarang, Purwokerto, Jogja, Madiun Raya, Kalimantan Barat) dan JN UKMI UNS juga Takmir Masjid Nurul Huda, kegiatan ini diharapkan mampu melatih kompetensi para calon trainer di daerah masing-masing.

“Harapannya TFT wilayah 4 ini dapat meningkatkan kompetensi dan mencetak trainer di masing-masing daerah. Kegiatan tersebut diikuti dengan penuh kesunggguhan oleh peserta,”ujar Ketua Puskomda FSLDK Solo Raya, Tegar Yuli Arianto.

Diikuti sekitar 197 peserta, Sholikhin Abu Izzudin menyampaikan kiat untuk menjadi trainer yang handal pada sesi How to be a Trainer. Menjadi seorang trainer, kata Sholikhin, bukan hanya saat acara berlangsung. Lebih dari itu, para trainer haruslah mampu menginspirasi para audiens pasca acara. “Yang perlu diingat menjadi trainer bukanlah soal rupiah, tapi keberkahan dari Allah,”jelas Sholikhin di Ruang Seminar NHIC UNS, Sabtu (7/4).

Selain How to Be A Trainer, TFT juga menyuguhkan serangkaian materi yang disampaikan oleh Puskomnas FSLDK Indonesia. Diantaranya yaitu Logical Framing Analysis, Leadership Training, Dakwah Ke-LDK-an, dan FGD tiap bidang, serta praktek Microteaching. TFT berakhir dengan disahkannya Training Center Daerah (TCD) di masing-masing daer ah. Dengan adanya TCD diharapkan mampu mengoptimalkan kerja trainer.

Parade Imam Muda Nusantara

Parade Imam Muda Nusantara

Masjid Nurul Huda UNS – Menghadirkan Qari muda Muzammil Hasballah, Unit Kegiatan Mahaiswa Ilmu Al Qur’an menyelenggarakan Parade Imam Nusantara, Ahad 8 April 2018. Ribuan jamaah yang sebagaian besar dari kalangan generasi  muda memenuhi Masjid Nurul Huda sejak maghrib.

Selain Muzamil, kegiatan ini juga menghadirkan Abdul Aziz Ma’arif , imam Masjid Jogokaryan Yogyakarta, Rudy Hartanto dari Rumah Qur’an Haramain, Muhammad Ridwanullah dan Aufa Aulia. Para imam muda ini bergantian memimpin sholat berjamaah maghrib, isya dan shubuh juga sholat malam dan witir.

Dalam talkshow yang berlangsung bada sholat isya, para pembicara menyampaikan motivasi dan tips-tips kepada para jamaah berinteraksi dengan Al Qur’an. Pemuda Quran adalah pemuda yg di hatinya terinstal Al Quran. Ada tiga level dalam berinteraksi dengan Al Qur’an. Ada yang memulainya dengan rajin membaca walau tidak memahami maknanya, ada yang rajin membaca dan belajar memahami maknanya, hingga sampai pada level menjaga Al Qur’an dan mengamalkannya.

Sekretaris Presidium Takmir Masjid Nurul Huda, Syafi’i dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan ini. Beliau berharap bahwa dari kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNS pada khususnya generasi muda pada umunya untuk semakin mencintai Al Qur’an dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan apapun kelak profesi yang mereka jalani.

Tausiyah Kebangsaan dan Khotmil Qur’an Warnai Dies Natalis UNS Ke-42

Tausiyah Kebangsaan dan Khotmil Qur’an Warnai Dies Natalis UNS Ke-42

UNS – Sebagai rangkaian dari acara dies natalis ke-42, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar acara Tausiyah Kebangsaan dan Khotmil Qur’an pada Minggu, (11/3/18). Acara ini dilaksanakan di Masjid Nurul Huda UNS dan dihadiri oleh Rektor UNS, Ravik Karsidi, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Ary Ginanjar Agustian (motivator), Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Wuryanto, mahasiswa, dan masyarakat.

Acara ini diawali dengan sholat maghrib berjamaah, dilanjutkan khotmil Qur’an, dan terakhir tausiyah kebangsaan. Dalam melaksanakan khotmil Qur’an, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok membaca mulai dari juz 1 sampai juz 30. Selesai khotmil Qur’an, acara dilanjutkan dengan acara tausiyah kebangsaan. Acara tausiyah ini dibuka oleh Ravik Karsidi. Menilik pada tema tausiyah yakni “Tausiyah Kebangsaan” Ravik menjelaskan bahwa di era sekarang ini masyarakat harus mengerti pentingnya konsep bela negara, bela bangsa, pentingnya terus menjaga keutuhan NKRI, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 untuk menghindari perpecahan.

“UNS dikenal juga dengan ‘Kampus Benteng Pancasila’, maka tausiyah kebangsan ini sangat penting bagi kita sekalian supaya di antara warga UNS khususnya dan masyarakat seluruhnya tidak asing lagi mengenai istilah ‘kebangsaan’,” papar Ravik mengakhiri sambutannya.

Dalam menyampaikan materi tausiyah kebangsaan, Condro Kirono mengambil tema “Merajut Kebhinekaan dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. Menurutnya, di era saat ini masyarakat harus mewaspadai masalah-masalah seperti narkoba dan hoax yang dapat memecah belah kebhinekaan. Karenanya, menjaga toleransi antar sesama merupakan salah satu kunci menjaga utuhnya kebhinekaan NKRI.

“Di era saat ini, kita harus waspada masalah narkoba, hoax, yang dapat memecah belah kebhinekaan. Kebhinekaan harus kita rawat dengan menjaga toleransi antar sesama. Termasuk juga mewaspadai paham radikal yang dapat tersebar dengan mudah melalui internet,” jelas Condro.

Selanjutnya, dalam tausiyahnya, Wuryanto menjelaskan pentingnya mengisi kemerdekaan NKRI menuju bangsa emas. Menurutnya, sudah sejak zaman dahulu Indonesia menjadi incaran bangsa lain agar mengalami perpecahan. Aspek seperti budaya, keamanan, dan pertahanan Indonesia telah dicoba untuk dilemahkan. Salah satu upaya agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang luhur yakni dengan terus menanamkan nilai budaya luhur Indonesia di hati setiap warga negaranya.

“Nilai-nilai budaya luhur Indonesia harus tetap melekat di hati kita agar Indonesia menjadi bangsa yang luhur,” pesan Wuryanto mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai budaya luhur Indonesia.

Ary Ginanjar Agustian, selaku motivator Indonesia, menambahkan bahwa untuk menjadikan suatu negara menjadi aman, nyaman, dan sejahtera maka salah satu kuncinya adalah memiliki warga Negara yang senantiasa bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. humas-red.uns.ac.id/Tni/Isn

Membedah Revolusi Mental dalam Perspektif Islam

Membedah Revolusi Mental dalam Perspektif Islam



Masjid Nurul Huda UNS, Solo- Bertempat di Masjid Nurul Huda, berlangsung Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam pada Selasa (09/01). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kaderisasi Ulama yang diselenggarakan oleh Universitas Darusalam Gontor dan Majelis Ulama Indonesia.

Sekitar 200 peserta dari kalangan mahasiswa dan umum memenuhi Ruang Seminar Masjid Nurul Huda untuk menyimak pemaparan berbagai tema seputar pemikiran dan peradaban Islam. Dalam seminar ini akan dibahas tiga judul yaitu : Worldview Islam dan Barat, Konsep revolusi Mental Perspektif Islam, dan Optimalisasi Lembaga Keuangan Islam.

Continue reading

Mengaji dan Berbagi Motivasi di Pondok Fasihul Qur’an

Mengaji dan Berbagi Motivasi di Pondok Fasihul Qur’an


Masjid Nurul Huda – Dalam perjalanan studi banding ke Jawa Timur yang dilakukan oleh Takmir Masjid Nurul Huda UNS pada Sabtu (13/01) sampai Ahad (14/01) kemarin, salah satu tempat yang dikunjungi adalah Yayasan Fasihul Qur’an Pasuruan. Dijamu di komplek yayasan yang juga asrama santri SMP BIC, Takmir Masjid Nurul Huda berkesampatan untuk mendapatkan tausyiyah dari Ust. Abdul Karim yang  juga merupakan Pembina Yayasan.

Dalam tausyiyahnya Beliau menyampaikan pesan kepada anggota rombongan yang juga aktivis masjid kampus agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan. Selain itu agar senantiasa belajar utamanya ilmu agama untuk bekal baik kehidupan pribadi maupun kelak ketika sudah keluar dari dunia kampus. Karena, masih lanjut Beliau, kewajiban berdakwah tidak hanya berhenti saat selesai kuliah namun juga berlanjut saat kita hidup di masyarakat.

Selain mendengarkan tausyiyah dari Pembina Yayasan, rombongan Masjid Nurul Huda yang berjumlah 51 orang juga berkesempatan berbagi cerita dan motivasi kepada para santri BIC. Hilmy dan Mas’ud mahasiswa hafidz Qur’an UNS yang juga merupakan pengurus UKM Ilmu Al Qur’an menyampaikan motivasi  dan tips-tips singkat bagaimana menambah dan memelihara hafalan Al Qur’an.

Selain itu, Hilmy dan Mas’ud juga menyampaikan motivasi  untuk bagimana hafalan Al Qur’an bisa mendukung prestasi akademik mereka. Prestasi ini terbukti dengan berhasilnya mereka menembus kampus Universitas Sebelas Maret, salah satu kampus negeri terbaik di Indonesia.

Belajar Tata Kelola Perpustakaan Di Masjid Nasional AL Akbar Surabaya

Belajar Tata Kelola Perpustakaan Di Masjid Nasional AL Akbar Surabaya

Masjid Nurul Huda – Pustakawan Masjid Nurul Huda UNS mengikuti kegiatan studi banding yang dilaksanakan Takmir Masjid Nurul Huda Sabtu (13/01) sampai (14/01). Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Perpustakaan Masjid Nasional Al AKbar Surabaya.

Kepala Perpustakaan Masjid Nurul Huda UNS Sri Hartini menyampaikan maksud dari kunjungan ini adalah mempelajari sistem tata kelola perpustakaan. Alasan dipilihnya Perpustakaan Masjid Nasional Al Akbar adalah karena persamaan status sebagai perpustakaan rumah ibadah.

Continue reading

Rihlah Ilmiah Masjid Nurul Huda UNS ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Rihlah Ilmiah Masjid Nurul Huda UNS ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Masjid Nurul Huda – Takmir Masjid Nurul Huda UNS mengadakan studi banding ke beberapa tempat dan instansi di Jawa Timur, Sabtu (13/01) sampai Ahad (14/01). Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, menjadi lokasi pertama yang dikunjungi.  Dalam kunjungan ini 50 orang personel dari Masjid Nurul Huda disambut oleh Direktur Tarbiyah dan Direktur Imarah Ijtimaiyah, dan beberapa Kabid di Ruang Aisyah Masjid Nasional Al Akbar.

Direktur Tarbiyah Masjid Nasional AL Akbar H.A. Hamid Syarif, dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan penting dalam pengelolaan masjid. Masjid adalah bagian penting dari peradaban Islam, jadi tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi masjid juga harus menjadi tempat pendidikan bagi ummat.

Continue reading

Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila

Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila

Sabtu-Ahad (28-29/10), sejumlah 93 mahasiswa Solo Raya memadati aula utama Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam acara GSJN (Gerakan Subuh Jamaah Nasional). Acara yang bertemakan “Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila” tersebut sekaligus digelar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89.

Dalam kesempatan tersebut Presiden BEM UNS 2004 Nafi Muhammad Asrori memaparkan tentang pentingnya pergerakan pemuda muslim. Nafi menceritakan tentang peranan pemuda muslim dalam perjuangan kemerdekaan negara Indonesia. Oleh karena itu, maka pemuda harus memiliki sikap kritis terhadap lingkungan sosialnya.

Continue reading

MENJADIKAN RUMAH TANGGA SEINDAH SURGA

MENJADIKAN RUMAH TANGGA SEINDAH SURGA

Bertempat di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS, Forum Komunikasi Dakwah Islam menyelenggarakan Seminar Parenting Islami, Ahad (16/04).

Mengambil tema “Menjadikan Keluarga Surga sebelum Surga Sebenarnya”, lima orang pembicara membersamai peserta mulai dari pembahasan tentang komunikasi  suami istri, komunikasi orangtua dan anak, hingga psikologi anak.

Seminar ini sekaligus ajang kopdar komunitas yang berawal dari grup kajian online ini. puluhan peserta datang dari berbagai daerah tidak hanya dari Solo, bahkan cukup banyak yang berasal dari luar kota.

Bijak Berteknologi Yuk…

Bijak Berteknologi Yuk…

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita pungkiri dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan seiring dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia, memberikan banyak kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari hari.

Namun, ketika teknologi di salah gunakan, maka justru bisa menjadi sebuah ancaman yg merugikan dan membahayakan.

Bertempat di Masjid Nurul Huda UNS, Persatuan Orangtua Santri TPA IT – KB IT – RA/TKIT ALAM MIFTAHUL JANNAH SURAKARTA pada 9 April 2017 mengadakan Kajian Keluarga Islami dengan tema “Bijak Berteknologi Yuuk…” dengan mengundang seluruh keluarga besar Miftahul Jannah, adik adik asuh Lazis UNS, adik adik binaan PKPU SKA, perwakilan sekolah TK se SKA, takmir masjid di SKA dan jamaah umum.

Kajian ini diadakan dengan tujuan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dengan bijak dan tepat. Kajian dikemas secara menarik dan kekeluargaan, dengan sasaran anak usia dini, kaula muda, hingga orang dewasa. Materi disampaikan oleh Kak Wuntat (pendongeng nasional) dan Bu Setiawati Intan Savitri, S.P M.Si (praktisi literasi dan psikolog nasional), tampilan tilawah dan dai cilik dari siswa Miftahul Jannah pun, menjadi pembuka acara apik.