Berbagi Bersama Anak Yatim LAZIS UNS

Berbagi Bersama Anak Yatim LAZIS UNS

Surakarta, LAZIS UNS – Sebanyak 108 anak yatim luar panti beserta orang tua/walinya menghadiri acara Berbagi Bersama Anak Yatim yang diselenggarakan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZIS) UNS, Rabu (25/10) sore. Bertempat di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS, anak-anak yatim tersebut mendapat bingkisan dan santunan senilai Rp 200.000,- untuk masing-masing anak. Acara ini merupakan event penyaluran program donasi Kado Yatim yang dibuka selama bulan Muharram 1438H.

Manajer LAZIS UNS, Catur Wibowo dalam sambutannya memberikan motivasi kepada adik-adik yatim yang hadir untuk tetap semangat menjalani kehidupan meskipun sudah tidak lagi mempunyai ayah. “Adik-adik tetap semangat, karena masih banyak orang baik di sekitar kita yang insya Allah akan siap membantu adik-adik yatim. Kami LAZIS UNS hanya menjembatani para donatur yang memberikan donasinya untuk anak yatim seperti pada kesempatan sore ini”, ujarnya.

Selain pemberian santunan dan bingkisan, acara juga diisi dengan dongeng oleh Kak Amin yang bercerita tentang bagaimana menjadi anak sholeh. Sementara anak-anak menyimak dongeng, para orang tua/wali mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Ada pula stand bazar pakaian murah serba lima ribu.

Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila

Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila

Sabtu-Ahad (28-29/10), sejumlah 93 mahasiswa Solo Raya memadati aula utama Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam acara GSJN (Gerakan Subuh Jamaah Nasional). Acara yang bertemakan “Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila” tersebut sekaligus digelar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89.

Dalam kesempatan tersebut Presiden BEM UNS 2004 Nafi Muhammad Asrori memaparkan tentang pentingnya pergerakan pemuda muslim. Nafi menceritakan tentang peranan pemuda muslim dalam perjuangan kemerdekaan negara Indonesia. Oleh karena itu, maka pemuda harus memiliki sikap kritis terhadap lingkungan sosialnya. .

Lebih lanjut di zaman sekarang pemuda muslim memiliki banyak peluangnya. Pengajar SMA IT Nurhidayah Surakarta Muhammad Ihsan Fauzi, S.Si, M.M. memaparkan banyaknya komposisi penduduk muslim Indonesia. Menurut Ihsan, umat muslim Indonesia adalah darah negara ini. Sehingga terpikul sebuah tanggung jawab untuk menentukan bagaimana Indonesia kedepannya. Akankah menjadi negara maju atau justru terbelakang. “Dengan SDA dan SDM yang kita miliki harusnya kita mampu menjadi negara dengan kekuatan ekonomi baru di tahun 2030 mendatang bersama dengan Meksiko, Nigeria, dan Turki atau bisa disebut MINT countries,”terang Ihsan. .

Pemuda muslim Indonesia harus terus mampu bersaing dalam rangka menjaga nafas pancasila. Ada delapan ranah kerja yang bisa digerakkan oleh pemuda muslim. Yaitu excellence in dakwah and islamic studies, excellence in tazkiyatunnafs, excellence in ibadah, excellence in leadership and citizenship, excellence in healthy, excellence in knowledge and science, excellence in social and enviromental service, dan excellence in entrepreneurship.

Sumber : FSLDK Solo Raya

75 Pengajar TPA Se-eks Karesidenan Surakarta Ikuti Training Manajemen TPA LAZIS UNS

75 Pengajar TPA Se-eks Karesidenan Surakarta Ikuti Training Manajemen TPA LAZIS UNS

Surakarta, LAZIS UNS – Alhamdulillah pada Ahad (22/10) kemarin telah terlaksana kegiatan Training Manajemen Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di Ruang Seminar Masjid NH UNS dengan tema Menjadi Pengajar yang Energik dan Inspiratif Mewujudkan Generasi Berprestasi nan Rabbani.

Sebanyak 75 pengajar TPA dari berbagai daerah se-eks karesidenan Surakarta menghadiri kegiatan ini. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan yang diisi oleh Ustadz Dhohir Subagyo atau yang lebih akrab dipanggil dengan Kang Dhohir. Pada kesempatan ini Ustadz Dhohir menyampaikan materi tentang psikologi anak dan manajemen TPA yang baik. Tak lupa juga pada sesi akhir peserta langsung diajak untuk mempraktekkan ilmu yang didapatkan. 

Kegiatan Training Manajemen TPA ini diharapkan menjadi ajang upgrade ilmu bagi pengajar TPA sehingga meningkatkan kualitas SDM pengajar. Dengan demikian harapan akan terbentuknya generasi santri berprestasi nan Rabbani dapat terwujud.

KPPA Benih dan Masjid UNS Solo Buka Sekolah Pranikah, Ini Materinya

KPPA Benih dan Masjid UNS Solo Buka Sekolah Pranikah, Ini Materinya

SOLO — Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bekerja sama dengan Komunitas Peduli Anak dan Perempuan (KPPA ) Benih Surakarta mengadakan Sekolah Pranikah.

Grand opening Sekolah Pranikah tersebut diselenggarakan di Student Center UNS pada Minggu (8/10/2017). Sekretaris dan bendahara acara, Sri Hartini, mengatakan panitia mengundang Konselor Pernikahan Jogja Family Center dan Rumah Keluarga Indonesia Cahyadi Takariyawan dan istrinya Ida Nur Laila untuk memberikan materi seminar bertema Merajut Cinta dan Cita, Bersama Sampai Surga tersebut.

“Kami juga mengundang Ustaz Charis Muanis dari Kemenag Solo sebagai keynote speaker,” ujarnya dalam rilis yang diterima Solopos.com, Minggu.

Ia menambahkan kegiatan tersebut juga untuk membangun pribadi seseorang untuk menyiapkan diri menuju pernikahan yang baik. Mempunyai persiapan yang matang bukan hanya masalah keberanian dan materi, tetapi ilmu menjadi hal yang utama untuk membina rumah tangga yang bahagia dan berkualitas.

Pendiri Komunitas Peduli Anak dan Perempuan (KPPA ) Benih Solo, Robiah Al Adawiyah, menjelaskan Sekolah Pranikah tahun ini adalah kali ketujuh yang dilakukan KPPA Benih. Sementara kerja sama dengan Masjid Nurul Huda UNS dilakukan sejak empat angkatan terakhir.

“Tahun ini kami membuka angkatan I Sekolah Pranikah bagi putra. Kalau yang putri ini angkatan ketujuh,” terang dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Para peserta akan mendapatkan materi melalui sistem klasikan selama tiga bulan ke depan di ruang seminar Masjid Nurul Huda. Panitia sudah menetapkan 160 peserta putri dan 120 peserta putra.

“Semua pendaftar putra kami terima. Kalau yang putri kami seleksi. Pendaftarnya ada 300 orang. Screening kami lakukan dengan melihat usia, apakah sudah punya calon, dan lainnya,” terang perempuan yang akrab disapa Vida itu.

Pengajar Sekolah Pranikah adalah para pakar berkompeten. Dia ingin mengubah pandangan peserta tentang menikah secara syari seperti tanpa pacaran.

“Kami juga ada materi study wife/husband yang menjelaskan hak dan kewajiban dalam rumah tangga, menangani konflik, dan menyiapkan suami menjadi ayah karena fungsi pengasuhan bukan semata tanggung jawab ibu,” terangnya.

Para peserta juga akan mengadakan outing class dengan mengunjungi keluarga inspiratif. Peserta bakal diwisuda dalam grand closing. “Selanjutnya mereka akan mendapat kelas suplemen. Kami ingin bisa bersinergi dengan Kemenag dan BKKBN. Kami bisa bersama-sama membangun pasangan yang siap menikah dan menghindari perceraian,” katanya.

Sumber : Solopos dot com

Sekolah Pra Nikah Masjid Nurul Huda Masuki Angkatan Ke 7

Sekolah Pra Nikah Masjid Nurul Huda Masuki Angkatan Ke 7

Nurul Huda Family Center kembali menyelenggarakan Sekolah Pra Nikah pada tahun 2017 ini. Memasuki tahun ke 4 pelaksanaan, SPN telah memasuki angkatan ke 7 untuk kelas putri dan angkatan pertama untuk kelas putra.

Total 160 peserta putri dan 100 putra akan mengikuti kelas SPN yang berlangsung sepanjang Oktober – Desember 2017. Siswa SPN akan memperoleh kurang lebih 12 materi terkait persiapan hingga bekal pasca pernikahan, termasuk dasar-dasar parenting.

Bekerja sama dengan LSM KPPA Benih, kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun pribadi seseorang untuk menyiapkan diri menuju pernikahan yang baik. Mempunyai persiapan yang matang bukan hanya keberanian dan material, namun juga ilmu yang berkaitan dengan pernikahan adalah hal utama untuk nantinya membina rumah tangga yang bahagia dan berkualitas.

Diharapkan para siswa SP memahami seluk-beluk ilmu pernikahan islami yang sesuai dengan syariat  Islam serta memberikan gambaran keluarga muda untuk membuat pola asuh anak-anak mereka sejak dini dan bekerjasama dalam mengasuh anak-anak.

Alumni SPN diharapkan dapat mempersiapkan rumah tangga yang akan mereka rintis dengan bekal yang cukup baik dalam segi ilmu, keberanian, material dan juga mental yang baik dan berkualitas serta dapat merajut cinta dan cita bersama-sama hingga sampai surga kelak.

Bertempat di Student Center Univeritas Sebelas Maret, Sekolah Pra Nikah tahun ini dibuka oleh Prof. Sutarno selaku Presidium Takmir Masjid Nurul Huda, Ahad 8 Oktober 2017. Kuliah perdana SPN ini menghadirkan Drs. KH. Charis Muanis BA  dari Kemenag Surakarta dan Cahyadi Takariawan beserta istrinya  Ida Nur Laila, Konselor Pernikahan Jogja Family Center

 

 

Merajut Cinta dan Cita, Bersama Sampai Surga

Merajut Cinta dan Cita, Bersama Sampai Surga

Masjid Nurul Huda UNS Surakarta bekerjasama dengan Komunitas Peduli Anak dan Perempuan (KPPA )  Benih Surakarta menyelenggarakan Seminar Pra Nikah pada Minggu, 08 Oktober 2017.

Bertempat di Student Center UNS ,Seminar Pra Nikah ini mengusung tema “Merajut Cinta dan Cita, Bersama Sampai Surga”. Sebagai pembicara dalam kegiatan seminar ini adalah Cahyadi Takariawan beserta istrinya yaitu Ida Nur Laila, kedua nya merupakan pasangan suami istri Konselor Pernikahan yang merintis Jogja Family Center dan Rumah Keluarga Indonesia , Sebagai keynote speaker adalah Drs. KH. Charis Muanis BA  dari Kemenag Surakarta.

Kegiatan Seminar Pra Nikah ini sekaligus Grand Opening Sekolah Pra Nikah yang memasuki angkatan ketujuh.  Dibuka secara resmi oleh Prof. Drs. Sutarno, M.Sc, Ph.D Ketua Presidium Takmir Masjid Nurul Huda. Seminar Pra Nikah ini dihadiri 550 peserta.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun pribadi seseorang untuk menyiapkan diri menuju pernikahan yang baik. Mempunyai persiapan yang matang bukan hanya keberanian dan material, namun juga ilmu yang berkaitan dengan pernikahan adalah hal utama untuk nantinya membina rumah tangga yang bahagia dan berkualitas.

Karena pernikahan adalah bagian dari ibadah maka mempersiapkan rumah tangga memerlukan persiapan yang cukup baik dalam segi ilmu, keberanian, material dan juga agar dapat merajut cinta dan cita bersama-sama hingga sampai surga kelak.

Aksi Rohingya Memanggil!, Terhimpun Donasi Rp 74 Juta Untuk Rohingya

Aksi Rohingya Memanggil!, Terhimpun Donasi Rp 74 Juta Untuk Rohingya

Surakarta, LAZIS UNS – LAZIS UNS bersama Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Solo menggelar Aksi Rohingya Memanggil! bertempat di Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS, Jumat (29/9). Aksi ini berupa talkshow yang menghadirkan Ust. Muhammad Rudi selaku Sekjen BSMI serta Ust. Hatta Syamsudin dari Ikatan Dai Indonesia.

Materi pertama disampaikan oleh Ust. Muhammad Rudi, Sekjen BSMI dan Anggota Advance Team yg merupakan Tim pertama yg di kirim ke Rakhine States. Beliau memaparkan tentang kondisi teraktual di Rakhine sekaligus menceritakan betapa saat ini bantuan sulit masuk langsung ke Rakhine. Alhamdulillah, BSMI telah menyalurkan beberapa paket kebutuhan primer terutama pangan dan sandang untuk masyarakat yang terisolir di sana melalui Sittwe.

Talkshow materi kedua bersama Ust. Hatta Syamsudin, tentang Ukhuwah Islamiyah dalam perspektif Islam, yang tidak mengenal batas teritorial, dimana kalimat Allah dikumandangkan, ia adalah negara umat Muslim yang hak-haknya harus selalu diperjuangkan. Ukhuwah ini sudah semestinya menjadi pengikat kita, bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan dan kepedulian kita. Bantulah dengan segala apa yang kita punya, dengan harta kita, dengan doa kita, bahkan dengan diri kita.

Pada acara ini, hadir pula dr. Mueen, dokter asli Palestina yang sedang menempuh pendidikan spesialis abestesiologi di FK UNS, juga ikut berbagi tentang pengalamannya bersama BSMI dan tentang pentingnya keterikatan iman antar sesama muslim dimanapun.

Acara siang itu diakhiri dengan penyerahan hasil penggalangan dana dari BSMI Solo bekerjasama dengan Lazis UNS, Biro AAI UNS, dan CC KBM FK UNS. Alhamdulillah, donasi yang terhimpun secara keseluruhan (beserta donasi lewat BSMI Klaten) mencapai Rp 74.513.585,-.

Jazakumullah khairan katsira kepada segenap donatur yang telah berpartisipasi dalam program donasi Peduli Rohingya. Semoga menjadi pemberat amal shalih Anda di akhirat, dan semoga dana tersebut dapat membantu meringankan beban saudara-saudara Muslim Rohingya. Aamiin.

[KHUTBAH IED] Reaktualiasi  Suri Tauladan  Nabi Ibrahim Dalam Mewujudkan Keluarga  Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah  Allah

[KHUTBAH IED] Reaktualiasi Suri Tauladan Nabi Ibrahim Dalam Mewujudkan Keluarga Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah Allah

Reaktualiasi  Suri Tauladan  Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam Dalam Mewujudkan Keluarga  Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah  Allah Subhanahu Wa Ta’ala

oleh : DR. M. Hudi Asrori Suyuti, S.H., M.H

[pdf]

اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ كبِيرْاً والْحمْدُ للهِ كثِرْاً وسُبحْان اللهِ بُكْرة وأصِيْلاً لا إلِه إلِا اللهُ اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ولله الْحمْدُ

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا .

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ و كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Hadirin, Jamaah Shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah Subhanahuwataa’ala. Setelah tidak henti-hentinya kita memanjatkan puja & puji syukur ke hadhirat Allah Subhanahu wata’ala, atas segala nikmat dan karuniaNYA, maka marilah kita saling berwasiat untuk senantiasa meningkatkan iman & taqwa kepada Allah Subhanahuwata’ala dengan sebenar-benar taqwa.

Hari ini semua Umat Islam di seluruh penjuru dunia menyambut dan merayakan hari raya Idul Adha dengan melaksanakan ibadah shalat ‘ied dan menyembelih ternak korban. Setiap ibadah tentu sudah dituntunkan rukun dan tata cara melaksanakannya, yang di dalamnya tentu mengandung hikmah yang hanya Allah sendiri yang mengetahuinya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamdu.

Bagi manusia hikmah setiap ibadah seringkali tidak mampu menangkapnya secara nalar ataupun dhohir, sehingga sering menggiring kita untuk bersu’udhon kepada Allah Subhanahu wata’ala, bahkan bermaksiat dengan melanggar hukum-hukumNYA. Astaghfirullahal’adzim.

Hikmah dari ibadah Qurban diantaranya adalah mendekatkan diri kepada Allah atas segala kenikmatan yang telah diberikan kepada kita, sebagaimana disabdakan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dalam Al Qur’an, Surat Ibrahim  ayat 34,

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

yang artinya “Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)“.

Inilah karakter manusia, yaitu sering berani berbuat maksiat, mengingkari nikmat Allah dan tidak mensyukurinya. Dengan ayat ini Allah mengajak hamba-hamba-Nya mensyukuri nikmat-nikmatNya, serta meminta dan berdoa kepada-Nya di setiap waktu.

Mengapa kita seringkali ingkar? Karena kita sering silau terhadap kebahagiaan kehidupan dunia yang bersifat sementara ini dan melupakan kehidupan di akhirat yang abadi kelak.

Sudah kita yakini kehidupan di dunia ini “mung mampir ngombe“. Oleh karena itu, kebahagiaan  mestinya kita cari untuk kehidupan di dunia dengan cara halalan thayibah, supaya kita bisa meraih kebahagiaan yang kekal dan abadi di akhirat.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.

Hadirin para Jamaah Yang dimuliakan Allah Subhanahu wata’ala.

Kebahagiaan fiddini wa dunya wal akhirat harus menjadi target kehidupan manusia. Oleh karenanya amat tidak disukai oleh Iblis, sebagai musuh abadi manusia. Iblis, akan terus menghalangi upaya meraih kebahagiaan tersebut.

Untuk menjaga kebahagiaan, baik dalam berkeluwarga, bermasyarakat & bernegara, salah satu benteng yang kuat, sehingga dapat mengatasi halangan iblis adalah ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahuwata’ala. Tingkatkan taqwa & kuatkan selama-lamanya, karena ia akan mencegah masuknya intervensi Iblis dalam menghancurkan kebahagiaan anak-anak Adam. Namun demikian kita sering berpikir praktis, yaitu mengutamakan kebahagiaan dunia dengan mengabaikan kebahagiaan di akhirat.

Inilah yang menjebak kita untuk terperosok kepada kebahagiaan semu. Kebahagiaan yang dilandasi nafsu kehidupan di dunia yang tidak ada puasnya, segala sesuatu yang telah didapatkan hanya dinikmati sementara dan selalu diikuti nafsu mencari yang lain dan berlebih, dengan segala cara. Nafsu manusia seperti inilah, yang dijadikan skema penelitian dan pengabdian masyarakat Iblis yang sangat sistematis dan tersetruktur. Godaan iblis bersifat komprehensif dan holistik, subyeknya berbentuk manusia dan ghaib, obyeknya adalah nafsu-nafsu manusia, dan cakupannya meliputi semua hal yang menyenangkan manusia : materialistik- kapitalistik, prestisius-egoistik lengkap dengan sentimentilnya. Kita sering terbuai, lupa peringatan dari Allah Subhanahuwata’ala (Yaasin : 60)

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Bukankah Aku telah perintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.

Saat ini, Iblis sedang meraih sukses besar. Banyak di antara kita yang menghambakan diri kepada Iblis. Perilaku pelanggaran hukum dan kejahatan  merajalela bahkan seperti gurita yang menggapai-gapai di semua lini kehidupan kita, seiring dengan fatamorgana keelokan duniawi yang membelokan mata dan pikiran menjadi tidak jernih lagi.

Dalam konteks interaksi antar manusia dalam kehidupan sosial, yg di dalamnya terkandung perbedaan-perbedaan tetapi saling pengaruh mempengaruhi, pada dasarnya merupakan dampak dari pembawaan karakteristik pribadi-pribadi manusia yang spesifik dengan kelebihan dan kelemahannya. Konsekwensinya adalah perbedaan dan persaingan adalah suatu keniscayaan. Keteguhan adalah kegoncangan yang tertahan karena digoyang godaan yang sangat mempesona untuk diraih oleh nafsu manusia. Oleh karena itu, saling mengingatkan pd hal yg haq & kesabaran,  watawa shoubil haq, watawa shoubishshabr’, merupakan suatu kewajiban sekaligus kebutuhan bagi manusia.

Berkaitan erat dengan ibadah korban adalah ibadah haji, yang saat ini saudara-saudara kita sudah selesai melaksanakan wukuf di arafah dan malam ini, waktu Saudi, sedang mabit di Muzdalifah, untuk selanjutnya melaksanakan pelemparan jumrah aqabah serta thawaf ifadhah dan sya’i sebagai kesempurnaan terhadap rukun hajinya.

Kita melihat ada hikmah yang besar dari ibadah korban dan ibadah haji yang semuanya bersumber pada keimanan dan ketaqwaan satu keluarga sebagai basic tata kehidupan Muslim Mukmin, yaitu ketaatan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah, kepatuhan Nabi Ismail terhadap ayahnya yang melaksanakan perintah Allah dan keshalihahan Siti Hajar yang ihlas dan tabah ditinggalkan suaminya di pedang gersang dekat Baitullah di sisi pohon Dauhah bersama anaknya Ismail karena memenuhi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dialog penuh kesabaran dan kemesraan nampak diantara mereka berdua. Pada saat Ibrahim meninggalkan keduanya. Siti Hajar mengikutinya dan bertanya, “Hendak ke manakah, wahai Ibrahim? Engkau meninggalkan kami di lembah yang tiada teman atau apa pun?” Hajar mengulang pertanyaannya beberapa kali. Saat dilihatnya Ibrahim hanya diam, segera ia tersadar. “Apakah Allah yang menyuruhmu berbuat demikian?” tanyanya dengan kecerdasan luar biasa.

“Benar,” jawab Ibrahim. “Jika demikian, maka Allah tak akan menelantarkan kami.” Kemudian Hajar kembali ke tempat semula, sedangkan Ibrahim melanjutkan perjalanannya. Sebagai seorang suami yang bertanggung jawab, Nabi Ibrahim menghadapkan wajahnya ke Baitullah seraya mengangkat kedua tangannya dan berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak memiliki pepohonan, yaitu di sisi rumah-Mu yang suci. Mudah-mudahan mereka berterima kasih.” Sementara itu, Siti Hajar menyusui Ismail kecil dan minum dari tempat perbekalannya. Setelah air itu habis, ia dan anaknya kehausan. Dengan penuh cinta, ia beranjak pergi mendaki Bukit Shafa dan Marwa untuk menemukan lokasi air. Terus-menerus seperti itu sebanyak tujuh kali, sampai datanglah pertolongan Allah. Tiba-tiba air keluar dari bawah kaki Ismail kecil yang menangis karena kehausan. yang dikenal dengan air Zamzam. Demikianlah satu episode nan indah dari kehidupan suami yang taat kepada Allah dan istri yang patuh kepada suami yang taat kepada Allah. Nuansa kehidupan harmonis yang dilandasi cinta kasih yang ihlas dan tulus karena Allah, sehingga tercipta sinergitas keluarga yang saling asah, asuh dan asih di segala situasi, baik suka dan duka.

Satu episode yang melengkapi keharmonisan Ibrahim dan Siti Hajar berkaitan erat dengan ibadah Qurban, yang berawal dari ketaatan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah Subhanahuwata’ala untuk menyembelih puteranya yang sangat dikasihinya, Nabi Ismail. Allah sangat menghargai dan memuji pengurbanan Nabi Ibrahim yang dilandasi oleh iman dan takwanya yang tinggi dan murni, kemudian mengganti puteranya Ismail yang akan dikurbankan itu dengan seekor hewan domba yang besar. Sebagaimana dituangkan dalam Al Qur’an Surat Ash-Shaaffat ayat 100-108, yang artinya :

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ (108)

 “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh. (100). Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.(101). Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata. ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab, ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’. (102). Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). (103). dan Kami panggillah dia, ‘Hai Ibrahim, (104). Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (105). Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (106). dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (107). Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.

Subhanallah, suatu suri tauladan yang valid dan terhormat karena dituangkan di dalam Al-Qur’an.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.

Hadirin, Para Jamaah rahimakumullah.

Anak adalah amanah Allah SWT kepada ayah dan ibunya, oleh karena itu harus senantiasa dipelihara, dididik dan dibina dengan sungguh-sungguh agar supaya menjadi orang yang shalih atau shalihah, jangan sampai anak tersebut tersesat jalan dalam menempuh jalan hidupnya. Maka kewajiban orang tua terhadap anaknya bukan hanya mencarikan nafkah dan kesenangan-kesenangan yang sifatnya duniawi, tetapi lebih dari itu orang tua harus mengarahkan anak-anaknya untuk mengerti kebenaran, mendidik akhlaqnya, memberinya teladan yang serta mendoakannya. Firman Allah SWT :

يايُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا قُوْآ اَنْفُسَكُمْ وَ اَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَ اْلحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ. التحريم:6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahrim : 6]

Dan sabda Rasulullah SAW :

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالرَّجُلُ رَاعٍ فيِ اَهْلِهِ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فيِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا. البخارى 1: 215

Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinanmu. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Isteri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya [HR Bukhari juz 1, hal. 215]

Dengan ayat dan hadits tersebut menunjukkan bahwa orang tua mempunyai tanggungjawab yang berat terhadap anaknya. Fenomena masyarakat sekarang yang timbul adalah orang tua sibuk dengan urusan duniawi, anak terjebak pada iklim modernisasi yang seakan tak terkendali, sehingga komunikasi di dalam keluarga menjadi tidak intens seakan terurai bagaikan “sapu ilang suhe“. Alih peradaban dan perilaku dari orang tua yang seharusnya melekat di dalam kehidupan sehari-hari menjadi renggang dan longgar. Situasi kekeluargaan yang jauh dari suri tauladan nenak moyang kita.

Di dalam masyarakat banyak sekali petuah-petuah yang berdasarkan ajaran Islam, dalam bentuk budaya dan olah rasa, namun kini sudah banyak ditinggalkan. Sebagai contoh, ada pepetah “anak polah bopo kepradah“, “ojo cedhak kebo gupak“, “kacang mongso ninggalo lanjaran“, dan lain sebagainya. Itu semua merupakan ungkapan yang menunjukan tanggung jawab orang tua kepada anak-anaknya. Akibat dari semua itu adalah banyak yang terjebak pada perilaku yang melanggar ketentuan-ketentuan di dalam hukum agama dan hukum negara. Saat ini muncul kejahatan dengan berbagai modus dan sarananya. Orang tua melakukan korupsi untuk mengejar gelimang duniawi dan anak-anak terperosok dalam perilaku negatif penyalahgunaan narkoba, hubungan bebas, perkelahian bahkan pembunuhan, dan lain sebagainya.

Memang, di dalam tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara konsekwensi logis dari hukum negara, ciptaan manusia, terdapat banyak kelemahan. Meskipun berlaku asas iedereen wordt geacht de wet te kennen, semua orang dianggap tahu hukum, namun substansinya selain double faced chatarters, juga sering tdk lengkap, tdk jelas, tdk mengatur atau mengatur tdk sesuai dng keadilan masyarakat. Inilah pintu masuk terhadap pelanggaran2 hukum/UU. Oleh karenanya orang tdk takut hukum/UU (dunia) karena terbuka lebar pintu2 penyelematan, namun tdk ingat bahwa orang juga akan berhadapan dng Hukum Allah yang dengannya tdk mungkin dpt dihindarinya dan harus dipertanggungjawabkan di hari qiyamat kelak, dng sanksi yg sangat berat.

Oleh karena itu, Orang tua harus dan harus menanamkan pendidikan serta  pengawasan terhadap ‘aqidah dan syariah yang benar terhadap anak-anaknya. Orang tua wajib mendidik, menjaga dan menyelamatkan keluwarganya jangan sampai syirik, dan menyuruh mereka untuk mendirikan shalat sebagai benteng yang kokoh. Allah berfirman :

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِا لصَّلوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ، لاَنَسْاَلُكَ رِزْقًا ، نَحْنُ نَرْزُقُكَ ، وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوى. طه :132

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bershabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezqi kepadamu, Kamilah yang memberi rezqi kepadamu. Dan akibat (yang baik) adalah bagi orang yang bertaqwa. [QS. Thaahaa : 132]

Bagi masyarakat Jawa, oleh nenek moyang kita, kehidupan keIslaman sebagai agama yang haq sudah ditanamkan sehingga hidup, tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat kita, khususnya Jawa Tengah, sebagai pewaris dan penerus dinasti Mataram Islam. Hadirin tentu hafal dengan tembang Sabdhatama, YayasanDalem KGPAA Mangkunegara IV, pada pupuh Pangkur, Gatra pertama, yaitu “mingkar mingkuring angkara, akarana karnan mardi siwi, sinawung resmining kidung, sinubo sinungkarta, mrih krtarto pakartining ngelmu luhung, kang tumrap ing tanah jawa, agama ageming aji“. Mingkar mingkuring angkara, berarti mengendalikan diri dari angkara (kemurkaan), Akarana karenan mardi siwi berarti dalam hal akan mendidik putra, Sinawung resmining kidung,  berati  dipresentasikan dengan syair, Sinuba sinukarta, berarti dirangkai dengan  keindahan,  Mrih kretarta pakartining ngèlmu luhung, berarti agar tercapai implemntasi ilmu yang luhur, dan Kang tumrap ing tanah Jawa, berarti yang berlaku di tanah Jawa, Agama ageming aji berarti agama pegangan para pemimpin (keluwarga).

Untuk mencapai tujuan tersebut di dalam keluwarga harus tercipta sinergi yang saling kait mengkait dengan erat dan kuat antara ayah, ibu dan anak-anaknya secara “golong gilig“. Golong berarti bulat dan gilig berarti membujur sejajar tanpa tepi. Memang itu suatu idea yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Tetapi itu adalah taget kehidupan dan hidup bagi seseorang baik secara mandiri ataupun di dalam keluwarga dan masyarakatnya yaitu Muslim Mukmin yang ingin mencapai kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Hal ini pulalah yang mengilhami NgarsaDalem Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk memberikan pendidikan moral dan karakter orang (satria) Jawa dengan sikap “nyawiji, greget, sengguh lan ora mingkuh“. Nyawiji yang berarti di dalam dirinya satu, menyatu, terpadu. Greget diartikan sebagai gigih, semangat, kerja keras dan dinamis. Sengguh berarti percaya diri dalam bertindak tanpa pongah atau besar kepala (tetap rendah hati). Ora mingkuh berarti tidak akan mundur dalam menghadapai tantangan maupun halangan dan tidak lari dari tanggung jawab.

Demikianlah, untuk mengarungi mahligai rumah tangga yang didalamnya terdapat anak-anak yang menjadi tanggung jawab kita, perlu kiranya mereaktualisasi suri teladan ketaatan Nabi Ibrahim, keshalihahan Siti Hajar dan kepatuhan Nabi Ismail di dalam keluarga kita. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua.

Sebagai akhir dari khutbah kali ini, marilah kita berdo’a kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامً

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِيْ أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْ مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِيْ رِضَاكَ، وَارْزُقْهُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ النَاصِحَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

1000 Santri TPQ se – Solo Raya Peringati Kemerdekaan dengan Wisuda Tahfidz Surah An – Naba

1000 Santri TPQ se – Solo Raya Peringati Kemerdekaan dengan Wisuda Tahfidz Surah An – Naba

Bagi mayoritas orang, akhir pekan merupakan waktu bersantai yang khusus dihabiskan bersama keluarga. Entah dengan pergi ke tempat rekreasi atau sekedar berada di rumah. Tapi berbeda dengan yang dilakukan oleh ribuan anak di Solo dan sekitarnya ini. Ahad ,27 Agustus 2017, bersama dengan keluarganya mereka berkumpul di Masjid Nurul Huda UNS guna mengikuti acara Wisuda Tahfidz Surah An – Naba yang diikuti oleh 1000 Santri TPQ se – Solo Raya.

Acara yang berlangsung sejak pagi sampai dzuhur ini menghadirkan Ustadz Syihabbuddin Al Hafidz selaku Mudir Ma’had Isy Karima dan Prof Zainal Arifin selaku ketua MUI Solo. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan pada orang tua dan pembimbing agar senantiasa bersemangat dalam mendekatkan anak-anak pada Al-Quran. “Al-Quran adalah pedoman hidup bagi umat manusia, sehingga kita perlu menanamkan nilai-nilai Al-Quran dalam jiwa setiap anak-anak sejak ia kecil. Jangan sampai kita lalai dalam mendidik anak-anak kita, padahal mereka adalah investasi yang berharga bagi kita. Oleh karena itu, kita harus hadir dan mendampingi mereka dalam masa pertumbuhannya”.

Lebih lanjut, acara yang diselenggarakan oleh LKG Solo dan Takmir Masjid Nurul Huda UNS ini digelar salah satunya bertujuan untuk mensyukuri nikmat Kemerdekaan yang Allah berikan pada bangsa kita melalui perjuangan para Pahlawan, ungkap Suwarto selaku panitia. Beliau melanjutkan, “seharusnya kita memperbanyak hal-hal yang bermanfaat seperti ini dalam mengisi kemerdekaan. Kita ingin mengajarkan pada anak-anak bahwa mensyukuri kemerdekaan tidak terbatas pada acara-acara seperti pawai atau karnaval, tapi juga dengan mengisi keseharian kita dengan hal-hal yang bermanfaat seperti ini, dan itu adalah salah satu jiwa pahlawan”.

Takmir Masjid Nurul Huda UNS ini sendiri berkomitmen dalam membina dan menjaga karakter anak-anak sejak dini serta masyarakat pada umumnya. Diantaranya dengan menyelenggarakan program-program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat seperti dusun binaan, TPA binaan hingga bakti social. Program-program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Takmir Masjid Nurul Huda UNS dengan Lazis UNS maupun Lembaga Dakwah Kampus. Selain itu ada pula event akbar seperti Holiday with Quran for Kids, Pesantren Rohis, Camping Quran, Indonesia Mendongeng, Silaturahim Akbar Guru TPQ se – Solo Raya dan lain sebagainya.

Kita berharap, acara Wisuda Tahfidz ini memberikan dan menularkan keberkahan bagi seluruh bangsa Indonesia, ujar Wahab selaku ketua panitia.

Qurban Sampai Pelosok 2017

Qurban Sampai Pelosok 2017

Berqurban merupakan ibadah yang paling dicintai Allah Swt. di hari Nahr, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dari ‘Aisyah ra. bahwa Nabi Saw. bersabda:” Tidaklah anak Adam beramal di hari Nahr yang paling dicintai Allah melebihi menumpahkan darah (berqurban). Qurban itu akan datang dihari Kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah akan cepat sampai di suatu tempat sebelum darah tersebut menetes ke bumi. Maka perbaikilah jiwa dengan berqurban”.

Melalui program Qurban Sampai Pelosok, LAZIS UNS ingin mengajak masyarakat untuk membagi kenikmatan dengan para dhuafa di pelosok daerah yang masih kekurangan. Qurban yang dititipkan melalui LAZIS UNS, akan didistribusikan melalui Mitra LAZIS UNS maupun jaringan relawan. Setiap tahun terjadi peningkatan partisipasi masyarakat pada program Qurban Sampai Pelosok LAZIS UNS. Program Qurban Sampai Pelosok LAZIS UNS menjembati para  Shohibul Qurban (pequrban) menunaikan kewajiban berqurban sekaligus menyalurkannya untuk kaum dhuafa didaerah pelosok.

TUJUAN PROGRAM

Ada beberapa Tujuan dilaksanakannya Program Qurban Sampai Pelosok ini anatara lain :

  1. Membantu para Shohibul Qurban untuk menunaikan ibadah qurbannya.
  2. Memudahkan para Shohibul Qurban dalam menunaikan ibadah qurban dengan layanan jemput qurban, transfer qurban, simpanan qurban.
  3. Menyalurkan hewan/ daging qurban secara tepat sasaran.
  4. Melaksanakan ibadah qurban secara professional, sesuai syariah dan dengan administrasi yang baik (Pendataan Shohibul Qurban, Penyaluran Qurban, Dokumentasi dan Laporan Pelaksanaan Qurban)

NILAI LEBIH PROGRAM

Lokasi distribusi difokuskan pada wilayah korban bencana, daerah kumuh dan daerah kurang pangan.

  1. Menjangkau daerah pelosok di Solo Raya
  2. Berpengalaman sejak tahun 2007 dengan Mitra dan relawan
  3. Memberdayakan peternak lokal di daerah
  4. Hewan qurban disembelih sesuai aturan syariat dan langsung dibagikan ke mustahik pada hari itu juga.
  5. LAZIS UNS memberikan laporan distribusi qurban.

KRITERIA DAERAH PENYALURAN

Prioritas daerah sasaran qurban harus memiliki kriteria sebagai berikut :

  • Daerah yang sulit dijangkau (kumuh, terpencil),
  • Daerah dengan mayoritas penduduk 60 % termasuk kategori dhuafa (miskin),
  • Daerah yang mengalami krisis pangan/air,
  • Daerah yang mempunyai indikasi krisis aqidah.
  • Daerah yang jarang mendapat bantuan daging qurban
  • Daerah Binaan LAZIS UNS

Pendistribusian hewan qurban dan daging qurban disalurkan kedaerah pelosok yang kekurangan pangan diantaranya : Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Boyolali, Wonogiri, Klaten, Gunung Kidul, Kabupaten Semarang, Grobogan dan daerah pelosok lainnya.

DISTRIBUSI QURBAN

Pada program Qurban Sampai Pelosok, LAZIS UNS memaksimalkan seluruh jaringan Mitra LAZIS UNS yang mempunyai daerah binaan dipelosok dan relawan LAZIS UNS yang siap mendistribusikan hewan qurban. LAZIS UNS juga bekerjasama dengan lembaga lain  dalam mendukung program ini.

Selain itu demi terpantaunya kegiatan Qurban Sampai Pelosok 2017 ini berjalan dengan baik, LAZIS UNS menerjunkan relawannya ke setiap daerah dampingan yang bertugas untuk :

  1. Menjadi perwakilan LAZIS UNS di daerah tersebut.
  2. Memastikan qurban terlaksanan sesuai syariat.
  3. Mengawasi pendistribusian daging qurban.
  4. Mendokumentasikan hewan qurban ( kondisi hidup, penyembelihan, pendistribusian daging)
  5. Menuliskan berita acara Qurban disertai Tandatangan dan Cap Stempel Masjid/ RT/ Kelurahan daerah setempat.
  6. Mengirimkan laporan ke kantor LAZIS UNS

PELAKSANAAN PROGRAM

Program QSP 2017 dilaksanakan mulai Jum’at – Senin, 1 – 4 September 2017 dibagi menjadi 2 kegiatan :

  1. Qurban Sampai Pelosok, Di berbagai wilayah distribusi.
  2. Qurban Bersama Pimpinan UNS, Di Masjid Nurul Huda UNS, untuk acara ceremonial dan syiar

PELAPORAN QURBAN

Setiap Shohibul Qurban akan menerima laporan ketika hewan qurban telah dipotong (didistribusikan) kepada masyarakat dhuafa. Laporan lengkap berupa e-mail atau surat  akan dikirim kepada Shohibul Qurban yang berisikan berita acara pemotongan dan foto hewan (hidup, dipotong, disribusi).

PENDAFTARAN QURBAN SAMPAI PELOSOK

LAZIS UNS telah menyiapkan berbagai fasilitas yang memudahkan para calon Shohibul Qurban  untuk bergabung pada program Qurban Sampai Pelosok ini.

  1. Calon Shohibul Qurban dapat melakukan pendaftaran melalui media online LAZIS UNS.
  2. Calon Shohibul Qurban dapat memanfaatkan layanan jemput qurban.
  3. Calon Shohibul Qurban dapat mendatangi kantor LAZIS UNS maupun Mitra Qurban.

Teknis Pendaftaran:

  1. Mengisi Formulir pendaftaran, bisa secara online, offline, maupun via SMS / Telepon
  2. Pembayaran Qurban bisa secara tunai melalui petugas LAZIS UNS atau mitra yang ditunjuk.
  3. Pembayaran via transfer melalui rekening LAZIS UNS
  4. Khusus Qurban sapi patungan, pengelompokan dilaksanakan oleh panitia

Fasilitas Pengqurban / Sohibul Qurban

  1. Mendapat laporan qurban khusus  dan program Qurban secara umum
  2. Mendapatkan merchandise / gift unik
  3. Mendapatkan majalah GIVE terbaru

Paket Donasi Qurban

Jenis Qurban Paket Partisipasi
Kambing Rp 1.850.000,- *
Sapi Mandiri Rp 17.500.000,- *
Sapi (Patungan 1/7) Rp 2.500.000,- *
Sapi Istimewa (Mandiri) Rp 22.500.000,- *
Sapi Istimewa (Patungan 1/7) Rp 3.200.000,- *
Infaq program (bebas)
Biaya operasional ( jika partisipasi dalam bentuk hewan qurban) Rp 100.000,- / Kambing

Rp 500.000,- / Sapi

*) dana tersebut sudah termasuk operasional program

Info Lengkap : Lazis UNS