Masjid Nurul Huda Raih Penghargaan Instansi Donor Berprestasi dari PMI Kota Solo

Masjid Nurul Huda Raih Penghargaan Instansi Donor Berprestasi dari PMI Kota Solo

Surakarta, 30 Juli 2019- PMI Surakarta menyelenggarakan acara yang bertema Temu Donor (Proud To Be a Blood Donor) di Gedung Perkumpulan Mayarakat Surakarta (PMS). Temu donor ini merupakan forum silaturahim antar penggerak donor dan juga pendonor yang secara sukarela menyumbangkan darahnya. Instansi Donor dengan jumlah terbanyak akan mendapatkan penghargaan atas partisipasinya dalam membantu masyarakat.
.
Masjid Nurul Huda UNS dan KSR PMI Unit UNS meraih penghargaan instansi berprestasi kategori lembaga masing-masing untuk kategori masjid dan perguruan tinggi. Sementara Penghargaan donor dengan jumlah terbanyak berhasil diraih oleh tiga instansi besar, antara lain MTA Pusat Surakarta, RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo, dan SUB BMPD JATENG SURAKARTA. Sedangkan Event donor terbanyak berhasil diraih SATPOL PP.
.
Selain penghargaan yang diberikan instansi donor jumlah terbanyak, para pendonor darah sukarela 100 kali juga mendapatkan cinderamata berupa cincin yang akan diserahkan langsung oleh ketua PMI. Penyematan cincin ini merupakan bentuk apresiasi karena dengan darah yang disumbangkan melalui PMI mampu membantu umat manusia yang lebih membutuhkan darah. “Kami ucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendonor darah sukarela, yang dengan tulus ikhlas telah mendonorkan darahnya, sehingga PMI Surakarta mampu mencukupi kebutuhan darah masyarakat di Kota Surakarta dan sekitarnya” ujar H. SUSANTO, selaku Ketua PMI Kota Surakarta.

Delegasi UNS Bawa Pulang Juara dari MTQMN 2019

Delegasi UNS Bawa Pulang Juara dari MTQMN 2019

Kafilah UNS dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN 2019) yang berlangsung di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh berhasil memasuki final untuk dua cabang lomba. Yaitu Musabaqah Hifdzil Qur’an 30 Juz dan Musabaqah Maulid Nabi

Dari 8 delegasi yang dikirimkan UNS pada bidang perlombaan Musabaqah Hifdzil Qur’an, Fina Zakiyah, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Angkatan 2016 berhasil menjadi juara harapan ke 2 pada cabang lomba Hifdzil Qur’an 30Juz.

Sementara itu, Layalin Mumtazah (FP 2018), Nur Nasichah Istiqomah (FKIP 2015), Mufti Rosyidatul Fauziah (FISIP 2017), Yati Susanti (FEB 2018), dan Binti Masruroh (FISIP 2017) yang mewakili UNS dalam cabang Musabaqah Maulid Nabi juga berhasil membawa prestasi juara harapan 2 pada cabang yang baru pertama kali dilombakan pada MTQMN ini.

Menanggapi prestasi UNS dalam MTQMN XVI tahun ini, Wakil Rektor 3 UNS, Prof Kuncoro Diharjo mengaku bersyukur atas pretasi yang berhasil ditorehkan delegasi UNS.

“Alhamdulillah, prestasi tersebut adalah prestasi tertinggi selama perjalanan UNS berpartisipasi di dalam MTQMN,” ungkap Prof Kuncoro.

Untuk dapat membawa pulang gelar juara, UNS harus bersaing ketat dengan 2.484 pendaftar dari 230 universitas di Indonesia.

UJI PUBLIK DELEGASI UNS UNTUK MTQMN 2019

UJI PUBLIK DELEGASI UNS UNTUK MTQMN 2019


Dalam rangka mempersiapkan diri menuju MTQMN 2019 yang akan berlangsung di Univeritas Syiah Kuala Aceh pada akhir Juli ini, delegasi UNS memasuki tahapan pemusatan latihan yang diselenggarakan di Masjid Nurul Huda UNS. Jum’at kemarin (19/7) beberapa cabang telah melakukan uji publik sebagai bagian dari persiapan delegasi UNS. Delegasi UnS insyaAllah akan berangkat menuju Banda Aceh pada 26 Juli yang akan datang. Kecuali Musabaqah Qiroah Sab’ah, UNS akan mengikuti semua cabang musabaqah.



Kegiatan pemusatan latihan secara resmi dibuka oleh Rektor UNS pada Selasa (09/07). Bertempat di Ruang Sidang IV Gedung dr. Prakosa Universitas Sebelas Maret Selasa , Prof. jamal Wiwoho selaku Rektor UNS melepas delegasi UNS yang akan berlomba di MTQMN 2019 Universitas Syiah Kuala Aceh. Prof. Jamal Wiwoho dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan do’a kepada para kafilah terpilih UNS dan berharap delegasi yang berangkat mampu membawa prestasi terbaik.

Malam Syiar dan Sholawat UNS bersama Sabyan Gambus

Malam Syiar dan Sholawat UNS bersama Sabyan Gambus

 
Solo, UNS
– Suasana hangat dan meriah melingkupi Gedung Auditorium UNS, Rabu (3/6) malam. Aksi rancak penampilan tari Ratoh Jaroe mengawali pelaksanaan agenda Malam Syiar dan Shalawat yang merupakan pre event dari kegiatan Sebelas Maret Islamic Fetival 2019.

Menghadirkan grup musik Sabyan Gambus, selama 3 jam para pengunjung diajak menyenandungkan shalawat dan lagu-lagu religi juga tausyiyah yang disampaikan oleh Aktris Oki Setiana Dewi. Wakil Rektor Bidang 1 UNS, Prof. Ahmad Yunus dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan agenda Malam Syiar dan Shalawat.


“Syiar dan Syair Sholawat malam ini semoga menjadikan kita mampu meneladani pribadi Rosulullah dan metode dakwah Rosulullah yang humanis, santun, toleran menjadi rahmat untuk seluruh alam sesuai dengan nilai nilai luhur Pancasila karena UNS adalah Kampus Benteng Pancasila,” ujar Prof. Ahmad Yunus dalam sambutannya.

Mengambil tema “Dengan Sholawat Menuju UNS Kampus Berkah” menjadi pengharapan agar bertambah kebaikan-kebaikan atas civitas akademika UNS dalam rangka mewujudkan UNS menjadi World Class University.


Sebelas Maret Islamic Festival merupakan agenda tahunan yang diselanggarakan oleh JN UKMI UNS dan UKM kerohanian Islam ditingkat fakultas. Tahun ini kegiatan Sebelas Maret Islamic Festival akan diselenggarakan pada Juli – September 2019.
.
Rangkaian kegiatan SIFT 2019 seperti malam sholawat, seminar pendidikan, pelatihan dan lomba, juga bakti sosial di harapkan mampu menjadikan civitas akademika UNS dan pengurus LDK khususnya menjadi intelektual muslim yang berakhlakul karimah berwawasan luas, memiliki kepedulian sosial yang tinggi.


Selain menghadirkan Sabyan Gambus dan Oki Setiana Dewi, malam syiar dan sholawat juga dimeriahkan oleh penampilan tim hadrah UKM Seni Religi dan kehadiran tamu istimewa delegasi Wake Forest University, Modesto Junior College,Wesley College, Bucknell University, Loyola University dari Amerika Serikat.


GALERI KEMERIAHAN MALAM SYIAR DAN SHOLAWAT SEBELAS MARET ISLAMIC FESTIVAL 2019 : Di SINI

Camping Qur’an 2018

Camping Qur’an 2018

Nurul Huda – Menutup akhir tahun 2018, Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al Qur’an dan Masjid Nurul Huda UNS kembali menyelenggarakan kegiatan Camping Qur’an. Dibuka pada Ahad tanggal 30 Desember 2018 oleh Pembina UKM Ilmu Al Qur’an, yang juga merupakan dosen PAI Irfan S.Ag,. M.Ag. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari 2 malam.

Dalam agenda pembukaan, para peserta medapatkan tausyiyah dan motivasi dari Ustadz Muinudinillah Basri, M.A. pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Ibnu Abbas Klaten dan Moch. Ridwanullah Qori Ammar TV. Dalam tausyiyahnya kedua Ustadz menyampaikan bagaimana Al Qur’an telah mampu mengubah kaum Arab yang pada mulanya hanya dikenal sebagai penggembala menjadi generasi terbaik dan pernah memimpin dunia. Semua terjadi hanya karena interaksi dan pengamalan mereka terhadap Al Qur’an

Agenda rutin tahunan ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai usia dan kalangan. Tidak hanya mahasiswa namun juga diikuti oleh pelajar dan orang tua. Camping Qur’an adalah kegiatan yang ditujukan bagi para jamaah atau kaum Muslimin yang ingin meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al Qur’an.

Selama pelaksanaan para peserta akan dibagi ke dalam beberapa kelompok dan didampingi oleh para Pembina dari keluarga huffadz UNS. Kelompok belajar dibagi menjadi kelompok tahsin (memperbaiki bacaan) untuk pemula, kelompok tahfidz (menambah hafalan baru) dan juga kelompok murojaah (mengulang hafalan).

Silaturahmi Santri TPQ “Indonesia Mendongeng 6”

Silaturahmi Santri TPQ “Indonesia Mendongeng 6”

Nurul Huda – Masjid Nurul Huda kembali menjadi tempat penyelenggaraan Silaturahmi Santri TPQ se-Solo Raya pada Selasa (25/12). Kegiatan rutin tahunan bertajuk “Indonesia Mendongeng” tahun ini mengambil tema “Bersatu Santri TPQ, Menjadi Tangguh, Cerdas dan Peduli”

Hujan deras yang mengguyur Kota Surakarta tidak menyurutkan semangat santri TPQ untuk hadir dalam kegiatan ini. Dihadiri oleh lebih dari 500 satri TPQ kegiatan ini berlangsung cukup meriah.  Dibuka oleh Ust. Wardjiyono dari Badko TPQ Jebres, kegiatan dilanjutkan dengan dongeng yang disampaikan oleh Kak Jaja.

Adik-adik yang hadir cukup terhibur dengan aksi yang ditampilkan oleh Kak Jaja dan juga ratusan hadiah yang dibagikan oleh panitia. Dalam kegiatan ini juga diselenggarakan lomba pembuatan majalah dinding. Dalam lomba ini, terpilih tiga TPQ penyaji madding terbaik yaitu TPQ Sumarah, Barokah dan Ar Rahman.

Selain lomba dan dongeng, dalam kegiatan ini diselenggarakan juga do’a dan penggalangan dana bagi saudara-saudara kita di berbagai daerah di Nusantara yang tertimpa berbagai bencana. Dari kegiatan ini diharapkan menjadi syiar bagi dakwah Taman Pendidikan AL Qur’an, dan juga menumbuhkan solidaritas dan cinta sesama pada s generasi muda Islam. (***)

 

 

“Kau Yang Kurindukan”, Tabligh Akbar bersama Ust. Handy Bonny

“Kau Yang Kurindukan”, Tabligh Akbar bersama Ust. Handy Bonny

Nurul Huda – Dalam rangkaian acara Nurul Huda Book Fair 2018, Perpustakaan Masjid Nurul Huda UNS menyelenggarakan tabligh akbar yang menghadirkan Ust. Handy Bonny, dai bikers dari Bandung. Mengambil tema “Kau Yang Kurindukan”, kegiatan ini disambut antusias oleh generasi milenial Solo Raya.

Dalam kajiannya Ustadz Handy Bonny mengajak generasi muda Kota Solo untuk menjadikan Allah satu-satunya tujuan dalam setiap aktifitas kehidupan. Ustadz Handy Bonny adalah seorang da’i muda kelahiran Bandung, 14 April 1988. Saat ini aktif di kebun amal, mendampingi para pemuda dalam berbagai kajian untuk lebih mengenal islam.

Tabligh Akbar yang diselenggarakan di Masjid Nurul Huda ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Nurul Huda Book Fair 2018. Dalam event tahunan yang diselenggarakan setiap akhir tahun ini, selain Tabligh Akbar juga diselenggarakan Nobar Film, Talkshow Budaya, Seminar Pemikiran Islam, dan puncaknya akan ditutup dengan agenda Camping Qur’an pada malam pergantian tahun. (***)

SEMINAR MUSLIMAH SALIHA 2018 : “Being an Outstanding Muslimah till Jannah”

SEMINAR MUSLIMAH SALIHA 2018 : “Being an Outstanding Muslimah till Jannah”

Masjid Nurul Huda – Forum Ukhuwah dan Studi Islam (FUSI) Fakultas Pertanian kembali menyelenggara-kan kegiatan SALIHA 2018 (Sahabat Muslimah 2018), Ahad (11/11).  Bertempat di Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS, acara ini  menghadirkan pembicara Dewi Nur Aisyah, seorang epidemiologist lulusan University College of London yang juga merupakan seorang penulis. Sekitar  700 an peserta menyimak dengan antusias sesi talkshow yang mengambil tema “Being an Outstanding Muslimah till Jannah”.

Continue reading

Delegasi JN UKMI UNS Ikuti Sekolah Kebangsaan LDK Nusantara Summit

Delegasi JN UKMI UNS Ikuti Sekolah Kebangsaan LDK Nusantara Summit

JAKARTA, nurulhuda.uns – LembagaDakwah Kampus Universitas Sebelas Maret JN UKMI UNS mengikuti LDK Nusantara Summit yang diselenggarakan oleh FSLDK Indonesia di Universitas Indonesia, 20-22 Juli  2018. Diikuti oleh 500 lebih mahasiswa delegasi  Lembaga Dakwah Kampus dari seluruh provinsi Se-Indonesia.

Di hari pertama Jumat, 20 Juli 2018 LDKNS 2018 diawali dengan kajian khusus muslimah yang menghadirkan  Sekjend AILA yaitu Ustadzah Nurul Hidayati, S.S., M.Si., di lanjutkan dengan kajian ” Optimalisasi Peran FSLDK sebagai Poros Gerakan Pemuda Muslim Kekinian” yang disampaikan oleh Dr. Arief Munandar, S.E, ME, Founder Rumah Peradaban.

Sebagai puncak agenda dari LDKNS 2018 ini adalah Sekolah Kebangsaan yang di laksanakan di Auditorium Gedung FH Universitas Indonesia dengan 4 pembicara terbaik yakni Dr. Didin Wahidin, M.Pd (Direktur Kemahasiswaan Menristekdikti), Brigjen .Pol. Ir. Hamli, M.E (Direktur Pencegahan BNPT), Brigjen .Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M (Kaba Intelkam Polri), serta di tutup oleh Fahrudin Alwi, S.Hum. (Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia 2018).

Dengan penyelenggaraan Sekolah Kebangsaan ini diharapkan LDK dapat menjadi garda terdepan dalam upaya menangkal radikalisme di Indonesia. Direktur Pencegahan Penanggulangan Terorisme, Brigjen Pol Hamli dalam pernyataannya menyampaikan harapannya akan peran LDK dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme.

“Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apabila mereka mengatasnamakan agama kita (islam). Dan adik-adiklah (para mahasiswa peserta LDKSN) yang bisa mencegah kekeliruan ini,” ujar Beliau.

Komjen Pol. Drs. Lutfi juga mengungkapkan perasaannya bahwa hari ini dihadapan para mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkala radikalisme.

Pada kesempatan itu, FSLDK Indonesia memberikan rekomendasi kajian ilmiah kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI,  Arman Nefi. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia melalui LDK.

Pada hari ketiga pelaksanaan diselenggarakan soft movement dan deklarasi pemuda bertempat di CFD Bundaran HI. Sebanyak 500 lebih mahasiswa peserta LDKNS 2018 mengikrarkan Deklarasi Pemuda Islam.Rangkaian acara LDKNS 2018 ditutup dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyatakan pesan semangat kepada peserta LDKSN.

(Tito, JN UKMI UNS)

LDK Garda Terdepan Penangkal Radikalisme

LDK Garda Terdepan Penangkal Radikalisme

JAKARTA, suaramerdeka.com – Lembaga Dakwah Kampus harus menjadi garda terdepan dalam upaya menangkal radikalisame di Indonesia. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terosisme (BNPT), Brigjen Pol Hamli menegaskan, tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah hal yang keliru, dan mahasiswalah yang harus berperan aktif menyelesaikan masalah tersebut.

“Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apalagi mereka mengatasnamakan agama kita (Islam). Dan adik-adiklah yang bisa mencegah kekeliruan ini”, katanya saat menjadi pembicara pada Sekolah Kebangsaan yang digelar Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia di Universitas Indonesia, Sabtu (21/7).

Sementara itu, Kepala Badan Intelkam Polri, Komjen Pol Lutfi Lubihanto, menegaskan, Polri membutuhkan mahasiswa untuk melakukan kontraideologi dengan lebih menggiatkan kegiatan yang memperkokoh nilai Pancasila.

“Bersama  mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkal radikalisme,” katanya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Dirjen Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti, Didin Wahidin mengatakan, sebagai insan intelektual, mahasiswa harus aktif menjaga persatuan dengan mengokohkan ilmu pengetahuan, karakter, memahami era globalisasi, dan tidak melupakan nilai ke-Indonesiaan.

Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Fahrudin Alwi mengatakan, Sekolah Kebangsaan diikuti oleh 500 lebih pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dengan mengambil tema “Peran Masyarakat Kampus dalam Menjaga Persatuan Bangsa”. Acara itu adalah upaya mengokohkan semangat kebangsaan kader FSLDK dalam mensyiarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah keprihatinan isu radikalisme yang bisa memecah belah bangsa.

Pada kesempatan itu, FSLDK Indonesia memberikan rekomendasi kajian ilmiah kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI,  Arman Nefi. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia melalui LDK.

Sumber : Suara Merdeka