Delegasi JN UKMI UNS Ikuti Sekolah Kebangsaan LDK Nusantara Summit

Delegasi JN UKMI UNS Ikuti Sekolah Kebangsaan LDK Nusantara Summit

JAKARTA, nurulhuda.uns – LembagaDakwah Kampus Universitas Sebelas Maret JN UKMI UNS mengikuti LDK Nusantara Summit yang diselenggarakan oleh FSLDK Indonesia di Universitas Indonesia, 20-22 Juli  2018. Diikuti oleh 500 lebih mahasiswa delegasi  Lembaga Dakwah Kampus dari seluruh provinsi Se-Indonesia.

Di hari pertama Jumat, 20 Juli 2018 LDKNS 2018 diawali dengan kajian khusus muslimah yang menghadirkan  Sekjend AILA yaitu Ustadzah Nurul Hidayati, S.S., M.Si., di lanjutkan dengan kajian ” Optimalisasi Peran FSLDK sebagai Poros Gerakan Pemuda Muslim Kekinian” yang disampaikan oleh Dr. Arief Munandar, S.E, ME, Founder Rumah Peradaban.

Sebagai puncak agenda dari LDKNS 2018 ini adalah Sekolah Kebangsaan yang di laksanakan di Auditorium Gedung FH Universitas Indonesia dengan 4 pembicara terbaik yakni Dr. Didin Wahidin, M.Pd (Direktur Kemahasiswaan Menristekdikti), Brigjen .Pol. Ir. Hamli, M.E (Direktur Pencegahan BNPT), Brigjen .Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M (Kaba Intelkam Polri), serta di tutup oleh Fahrudin Alwi, S.Hum. (Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia 2018).

Dengan penyelenggaraan Sekolah Kebangsaan ini diharapkan LDK dapat menjadi garda terdepan dalam upaya menangkal radikalisme di Indonesia. Direktur Pencegahan Penanggulangan Terorisme, Brigjen Pol Hamli dalam pernyataannya menyampaikan harapannya akan peran LDK dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme.

“Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apabila mereka mengatasnamakan agama kita (islam). Dan adik-adiklah (para mahasiswa peserta LDKSN) yang bisa mencegah kekeliruan ini,” ujar Beliau.

Komjen Pol. Drs. Lutfi juga mengungkapkan perasaannya bahwa hari ini dihadapan para mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkala radikalisme.

Pada kesempatan itu, FSLDK Indonesia memberikan rekomendasi kajian ilmiah kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI,  Arman Nefi. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia melalui LDK.

Pada hari ketiga pelaksanaan diselenggarakan soft movement dan deklarasi pemuda bertempat di CFD Bundaran HI. Sebanyak 500 lebih mahasiswa peserta LDKNS 2018 mengikrarkan Deklarasi Pemuda Islam.Rangkaian acara LDKNS 2018 ditutup dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyatakan pesan semangat kepada peserta LDKSN.

(Tito, JN UKMI UNS)

LDK Garda Terdepan Penangkal Radikalisme

LDK Garda Terdepan Penangkal Radikalisme

JAKARTA, suaramerdeka.com – Lembaga Dakwah Kampus harus menjadi garda terdepan dalam upaya menangkal radikalisame di Indonesia. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terosisme (BNPT), Brigjen Pol Hamli menegaskan, tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah hal yang keliru, dan mahasiswalah yang harus berperan aktif menyelesaikan masalah tersebut.

“Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apalagi mereka mengatasnamakan agama kita (Islam). Dan adik-adiklah yang bisa mencegah kekeliruan ini”, katanya saat menjadi pembicara pada Sekolah Kebangsaan yang digelar Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia di Universitas Indonesia, Sabtu (21/7).

Sementara itu, Kepala Badan Intelkam Polri, Komjen Pol Lutfi Lubihanto, menegaskan, Polri membutuhkan mahasiswa untuk melakukan kontraideologi dengan lebih menggiatkan kegiatan yang memperkokoh nilai Pancasila.

“Bersama  mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkal radikalisme,” katanya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Dirjen Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti, Didin Wahidin mengatakan, sebagai insan intelektual, mahasiswa harus aktif menjaga persatuan dengan mengokohkan ilmu pengetahuan, karakter, memahami era globalisasi, dan tidak melupakan nilai ke-Indonesiaan.

Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Fahrudin Alwi mengatakan, Sekolah Kebangsaan diikuti oleh 500 lebih pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dengan mengambil tema “Peran Masyarakat Kampus dalam Menjaga Persatuan Bangsa”. Acara itu adalah upaya mengokohkan semangat kebangsaan kader FSLDK dalam mensyiarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah keprihatinan isu radikalisme yang bisa memecah belah bangsa.

Pada kesempatan itu, FSLDK Indonesia memberikan rekomendasi kajian ilmiah kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI,  Arman Nefi. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia melalui LDK.

Sumber : Suara Merdeka

Sekolah Kebangsaan di Lembaga Dakwah Kampus Nusantara Summit

Sekolah Kebangsaan di Lembaga Dakwah Kampus Nusantara Summit

JAKARTA, fsldk.id – Sebanyak 500 lebih pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang terhimpun dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia berkumpul mengadakan Sekolah Kebangsaan di Universitas Indonesia, Sabtu 21 Juli 2018. Tema yang diangkat adalah “Peran Masyarakat Kampus dalam Menjaga Persatuan Bangsa”. Hadir dalam acara tersebut beberapa nara sumber dari berbagai pihak, yaitu Brigjen. Pol. Ir. Hamli, M.E (Direktur Pencegahan BNPT), Dr. Didin Wahidin, M.Pd (Direktur Kemahasiswaan Dirjen Perguruan Tinggi Meristekdikti), Komjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M (Kaba Intelkam Polri), dan saudara Fahrudin Alwi, S. Hum (Ketua Pusat Komunikasi Nasional FSLDK Indonesia).

Fahrudin Alwi sebagai ketua Puskomnas FSLDK Indonesia dalam penjelasannya mengatakan bahwa acara ini adalah bagian dari upaya mengokohkan semangat kebangsaan para kader FSLDK seluruh Indonesia, ditengah keprihatinan akan isu radikalisme yang bisa memecah belah bangsa. “Kami berhimpun hari ini dari seluruh provinsi di Indonesia untuk kembali menjalin persaudaraan dan menguatkan semangat berkontribusi bagi bangsa serta tidak pernah lelah mensyiarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamiin”, ujar Alwi dalam penjelasannya.

Sementara itu, perwakilan dari Polri, Komjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M memberikan pencerdasan kepada para peserta akan bahaya radikalisme. Beliau menyampaikan bahwa Polri membutuhkan mahasiswa untuk melakukan kontra ideologi dengan lebih menggiatkan kegiatan yang memperkokoh nilai Pancasila. Tidak lupa, Komjen Pol. Drs. Lutfi juga mengungkapkan perasaannya bahwa hari ini dihadapan para mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkala radikalisme.

Dalam kesempatan lain, perwakilan dari BNPT, Brigjen. Pol. Ir. Hamli, M.E memberikan pesan bahwa tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah sebuah hal yang keliru, dan mahasiswa lah yang harus berperan aktif menyelesaikan masalah tersebut. “Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apalagi mereka mengatasnamakan agama kita (Islam). Dan adik-adiklah yang bisa mencegah kekeliruan ini”, jelas Brigjen. Pol. Ir. Hamli dalam kesempatannya berbicara. Terakhir, perwakilan Kemenristek Dikti, memberikan suntikan semangat kepada para peserta sebagai insan intelektual untuk aktif menjaga persatuan dengan mengokohkan ilmu pengetahuan, karakter, memahami era globalisasi, dan tidak melupakan nilai ke-Indonesiaan.

Acara sekolah kebangsaan ini ditutup dengan penyampaian pendapat dari salah satu peserta yang berasal dari delegasi Provinsi Papua bernama Amel. Amel menjelaskan bahwa di Papua melalui Aliansi Mahasiswa Papua mereka telah berhasil mengadakan agenda bersama lintas agama untuk aktivitas sosial. Amel berharap teman-teman di provinsi lain mampu mengambil inspirasi dari kegiatan tersebut.

Acara kemudian ditutup dan dilanjutkan pemberian rekomendasi kajian ilmiah dari FSLDK Indonesia kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI, Bapak Dr. Arman Nefi, S.H., M.M. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia kedepan melalui Lembaga Dakwah Kampus.

Sumber : FSLDK.id

Latih Kompetensi Trainer, FSLDK Solo Raya Gelar TFT

Latih Kompetensi Trainer, FSLDK Solo Raya Gelar TFT

Masjid Nurul Huda UNS – Puskomda FSLDK Solo Raya menyelenggarakan Training for Trainer (TFT) di Nurul Huda Islamic Center UNS Surakarta, Sabtu-Ahad (7-8/4). Bersama FSLDK Wilayah 4 (Solo Raya, Semarang, Purwokerto, Jogja, Madiun Raya, Kalimantan Barat) dan JN UKMI UNS juga Takmir Masjid Nurul Huda, kegiatan ini diharapkan mampu melatih kompetensi para calon trainer di daerah masing-masing.

“Harapannya TFT wilayah 4 ini dapat meningkatkan kompetensi dan mencetak trainer di masing-masing daerah. Kegiatan tersebut diikuti dengan penuh kesunggguhan oleh peserta,”ujar Ketua Puskomda FSLDK Solo Raya, Tegar Yuli Arianto.

Diikuti sekitar 197 peserta, Sholikhin Abu Izzudin menyampaikan kiat untuk menjadi trainer yang handal pada sesi How to be a Trainer. Menjadi seorang trainer, kata Sholikhin, bukan hanya saat acara berlangsung. Lebih dari itu, para trainer haruslah mampu menginspirasi para audiens pasca acara. “Yang perlu diingat menjadi trainer bukanlah soal rupiah, tapi keberkahan dari Allah,”jelas Sholikhin di Ruang Seminar NHIC UNS, Sabtu (7/4).

Selain How to Be A Trainer, TFT juga menyuguhkan serangkaian materi yang disampaikan oleh Puskomnas FSLDK Indonesia. Diantaranya yaitu Logical Framing Analysis, Leadership Training, Dakwah Ke-LDK-an, dan FGD tiap bidang, serta praktek Microteaching. TFT berakhir dengan disahkannya Training Center Daerah (TCD) di masing-masing daer ah. Dengan adanya TCD diharapkan mampu mengoptimalkan kerja trainer.

Grand Launching Komunitas Film Maker UNS

Grand Launching Komunitas Film Maker UNS

Sabtu dan Ahad 30-31 Desember di penghujung tahun 2017, telah dilaksanakan acara Grand Launching Komunitas Film Maker & Syiar Media Academy 2017. Acara tersebut menghadirkan beberapa pembicara diantaranya yaitu Oase Production (Komunitas film maker Islami dibawah naungan LDF Ta’lim Alim FIKOM Universitas Mercu Buana) yang diwakili oleh Bang Obby dan Bang Fadli (Ketua Ta’lim Alif).

Acara dibagi menjadi dua sesi, hari pertama diisi oleh 2 pemateri dari Ta’lim Alif yang dilaksanakan di ruang seminar NHIC. Dengan  dimoderatori oleh Yahya Ayyasy. Acara berlangsung lancar dan meriah.

Uniknya, peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa UNS namun dari berbagai universitas di Surakarta ikut menghadiri pula agenda ini. Bahkan, beberapa peserta masih berstatus pelajar SMA di Surakarta. Selain memotivasi peserta agar menjadi film maker penebar kebaikan, Pemateri juga mengajarkan kepada peserta berbagai istilah yang digunakan dalam dunia perfilman serta cara memproduksi sebuah film. Mulai dari penulisan script, penentuan setting, talent, filming, editing process, sampai tahap promoting.

Acara hari pertama ditutup dengan penandatanganan plakat peresmian Komunitas Film Maker Muslim UNS yang diresmikan oleh Wahyu Setiaji selaku Ketua FORMED UNS, M. Fida Al Faris selaku Kordept. Kastrad Kominfo JN UKMI UNS, dan menetapkan Yahya Ayyasy sebagai Presiden Komunitas Film Maker Muslim UNS 2018.

Hari kedua acara dilaksanakan di Aula Pesantren Mahasiswa Ar-Royyan. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan materi serta praktik langsung oleh trainer Egi Agustian dan didampingi co-trainer Edy wiyono terkait proses taking dan editing pembuatan film.

Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan kesempatan untuk berkreasi membuat video pendek. Peserta mulai melakukan taking video di sekitar Pesma Ar-Royyan kemudian dilanjutkan dengan melakukan proses editing sesuai arahan trainer. Acara ditutup dengan menampilkan hasil karya video yang telah dibuat peserta dan memilih karya terbaik.

Pembentukan Komunitas Film Maker Muslim UNS dan Syiar Media Academy ini diharapkan dapat menjadi wadah serta meningkatkan semangat dakwah media kedepannya bagi para pemuda dengan menyalurkan ide dan kreatifitasnya dalam sebuah film/video yang berbasis nilai-nilai keislaman. Sehingga dapat menyebarkan kebaikan terutama di kalangan pemuda pemudi Indonesia dan dunia zaman now. (J UKMI UNS)

Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila

Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila

Sabtu-Ahad (28-29/10), sejumlah 93 mahasiswa Solo Raya memadati aula utama Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam acara GSJN (Gerakan Subuh Jamaah Nasional). Acara yang bertemakan “Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila” tersebut sekaligus digelar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89.

Dalam kesempatan tersebut Presiden BEM UNS 2004 Nafi Muhammad Asrori memaparkan tentang pentingnya pergerakan pemuda muslim. Nafi menceritakan tentang peranan pemuda muslim dalam perjuangan kemerdekaan negara Indonesia. Oleh karena itu, maka pemuda harus memiliki sikap kritis terhadap lingkungan sosialnya.

Continue reading

JN UKMI UNS SELENGGARAKAN SEBELAS MARET ISLAMIC FESTIVAL

JN UKMI UNS SELENGGARAKAN SEBELAS MARET ISLAMIC FESTIVAL

Bertempat di Aula Gedung F FKIP UNS, JN UKMI UNS menyelenggarakan kegiatan Grand Opening Sebelas Maret Islamic Festival (SIFT).  Acara yang berlangsung Ahad (16/4) ini menghadirkan dua orang da’i muda lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Ustadz Hanan Attaki dari Bandung dan Ustadz Tri Bimo dari Solo.

Mengambil tema “Way of Success: Our Effort and Allah’s Help” dua pembicara menyampaikan kekuatan tawakkal kepada Allah sebagai salah satu kunci kesuksesan dalam hidup. Melibatkan ALlah dalam setiap urusan kehidupan kita, Allah akan mencukupkan keperluan-keperluan kita.

Dibuka secara resmi oleh  Presidium Takmir Masjid Nurul Huda, DR. Syafi’i, Sebelas Maret Islamic Festival adalah kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh JN UKMI dan UKM Kerohanian Islam tingkat fakultas yang ada di UNS. Selama kurang lebih sebulan berbagai agenda seperti tabligh akbar, seminar, pameran, dan kegiatan seni budaya akan menghiasi event yang telah memasuki tahun ke-4 penyelenggaran ini.

Kegiatan ini cukup  menarik perhatian generasi muda Islam di Kota Solo. Lebih dari seribu  peserta telah memenuhi  Aula Gedung F sejak pukul 7 pagi. Bahkan cukup banyak peserta yang tidak memperoleh tempat duduk dan terpaksa harus duduk lesehan.

 

FSLDK Indonesia Dukung Kegiatan Khataman Al Qur’an Perguruan Tinggi Se-Indonesia

FSLDK Indonesia Dukung Kegiatan Khataman Al Qur’an Perguruan Tinggi Se-Indonesia

Gerakan Subuh Jamaáh Nasional (GSJN) telah menginjak kali ke 18. Agenda yang rutin diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia tersebut, selalu mengangkat permasalahan-permasalahan teraktual di Indonesia. Sebagaimana GSJN #18 yang dilaksanakan pada Jumat (10/03/2017), FSLDK Indonesia mengangkat tema“Membangun Generasi Pewaris Negeri Menuju Indonesia Jaya” dengan tajuk spesial Kampus Nusantara Mengaji.

Agenda berbeda dilangsungkan pada GSJN #18 kali ini, yaitu khataman qurán yang diselenggarakan secara serentak bersama 40 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam FSLDK Indonesia. GSJN #18 yang diselenggarakan serentak di 40 PerguruanTinggi se Indonesia ini, juga terhubung melalui Video Conference Sambutan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (MENRISTEKDIKTI) yang berpusat di Masjid Nurul Huda UniversitasSebelasMaret (UNS) Surakarta. Selain itu, agenda ini didukung dengan hadirnya beberapa tokoh nasional yang turut memberikan sambutan diantaranya, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, Prof. H.M. Mahfud M.D., S.H., S.U. dan Dr. (H.C) H. Ary Ginanjar Agustian. Menristekdikti secara langsung memimpin khatmil Qurán yang dilanjutkan doa oleh Ketua MUI Solo Prof. Zainal Arifin Adnan.

Antusiasme yang sangat baik ditunjukkan dari membludaknya peserta GSJN #18 hingga mencapai 1500 jamaáh menyesaki Masjid Nurul Huda UNS. Hal yang serupa tampak juga dari antusiasme jamaáh yang juga melaksanakan GSJN di 40 masjid kampus se-Indonesia.

“Masa-masa keemasan yang dulunya menghiasi lembaran sejarah umat manusia, sekarang hanya menjadi nostalgia manis pengisi kenangan umat muslim. Kemudian, kita tidak bisa tinggal diam menyaksikan Islam berada di titik nadir. Pelaksanaan GSJN ini, menjadi wujud komitmen kami dan seluruh mahasiswa Indonesia untuk memuliakan al-qurán dan menjaga waktu subuh untuk menyongsong kebangkitan islam.” Terang Hanafi Ridwan Dwiatmojo, Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

JN UKMI UNS Terima Kunjungan JMMI ITS.

JN UKMI UNS Terima Kunjungan JMMI ITS.

Menjelang dimulainya semester baru, JN UKMI UNS menerima kunjungan dari JMMI ITS pada hari Sabtu, 11 Februari 2017. Selain sebagai ajang silaturahim dan mempererat ukhuwah islamiyah, kunjungan ini juga dimaksudkan sebagai ajang studi banding dalam rangka memulai kepengurusan baru diantara kedua lembaga dakwah tersebut.

Dengan dimulainya aktivitas akademik di kampus, secara otomatis juga menjadi tanda dimulainya aktivitas kemahasiswaan di kampus tersebut. Oleh karenanya unit kegiatan mahasiswa (UKM) perlu melakukan persiapan-persiapan guna menjalankan program selama satu tahun ke depan. Tak terkecuali bagi UKM keislaman seperti JN UKMI UNS dan JMMI ITS. Posisi mereka tidak hanya berfungsi sebagai unit kegiatan mahasiswa, namun juga sebagai lembaga dakwah kampus (LDK) yang memiliki tugas untuk meningkatkan iklim religius di kampusnya masing-masing. Atas dasar inilah perlu adanya perbaikan-perbaikan sehingga tercapai apa yang telah menjadi cita-citanya. Salah satu bentuk ikhtiar perbaikan tersebut adalah dengan melakukan kunjungan atau study banding ke sesama lembaga dakwah kampus. Harapannya terjadi pertukaran ide maupun inspirasi yang dapat diterapkan di kampus masing-masing.

Bertempat di ruang seminar Nurul Huda Islamic Center, rombongan dari ITS ini diterima langsung oleh Irwan Saputra, Ketua Umum JN UKMI UNS yang baru. Dalam sambutannya, Irwan menyambut positif acara kunjungan seperti ini karena hal ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dari masing-masing organisasi. Ia juga berharap agar kedepannya terjalin silaturahim yang semakin kuat diantara kedua organisasi tersebut.

Sebagai informasi, sejak awal tahun 2015 JN UKMI UNS diamanahi sebagai Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia. Sementara itu JMMI ITS juga pernah diamanahi sebagai Puskomnas pada tahun 2000. FSLDK Indonesia sendiri merupakan sebuah forum yang menghimpun lembaga dakwah kampus di seluruh Indonesia, dan kini memiliki anggota lebih dari 700 kampus yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

GERAKAN SHUBUH JAMAAH NASIONAL #13

GERAKAN SHUBUH JAMAAH NASIONAL #13

#AgendaNH
#SemarakMuharram1438
#Muharram1438UNS

Dalam rangka memperingati MILAD 1 TAHUN GERAKAN SHUBUH JAMAAH NASIONAL (GSJN)

Dengan Bahagia Kami Persembahkan
MALAM BINA RUHIYAH GERAKAN SUBUH JAMAAH NASIONAL KE 13

dengan tema :
BANGKIT UNTUK BERJAYA, MEMBANGUN PERADABAN INDONESIA

Hari/Tanggal : Sabtu-Ahad, 1-2 Oktober 2016
Waktu : 19.30- selesai
Tempat : Di Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS
Agenda : Taujih, Qiyamul Lail dan Solat Subuh Berjamaah.

Mari ajak teman dan saudara terbaikmu ikut meramaikan masjid serta berkontribusi dalam sejarah kebangkitan peradaban Indonesia bersama saudara muslim dari seluruh Indonesia

Siapkan INFAQ terbaikmu.
Peserta dimohon *MENGINAP*

______________
Supported by:

Takmir Masjid Nurul Huda | JN UKMI UNS | | Puskomda SOLORAYA | FSLDK INDONESIA

#BerkaryaUntukIndonesia
#FSLDKIndonesia