Merajut Cinta dan Cita, Bersama Sampai Surga

Merajut Cinta dan Cita, Bersama Sampai Surga

Masjid Nurul Huda UNS Surakarta bekerjasama dengan Komunitas Peduli Anak dan Perempuan (KPPA )  Benih Surakarta menyelenggarakan Seminar Pra Nikah pada Minggu, 08 Oktober 2017.

Bertempat di Student Center UNS ,Seminar Pra Nikah ini mengusung tema “Merajut Cinta dan Cita, Bersama Sampai Surga”. Sebagai pembicara dalam kegiatan seminar ini adalah Cahyadi Takariawan beserta istrinya yaitu Ida Nur Laila, kedua nya merupakan pasangan suami istri Konselor Pernikahan yang merintis Jogja Family Center dan Rumah Keluarga Indonesia , Sebagai keynote speaker adalah Drs. KH. Charis Muanis BA  dari Kemenag Surakarta.

Kegiatan Seminar Pra Nikah ini sekaligus Grand Opening Sekolah Pra Nikah yang memasuki angkatan ketujuh.  Dibuka secara resmi oleh Prof. Drs. Sutarno, M.Sc, Ph.D Ketua Presidium Takmir Masjid Nurul Huda. Seminar Pra Nikah ini dihadiri 550 peserta.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun pribadi seseorang untuk menyiapkan diri menuju pernikahan yang baik. Mempunyai persiapan yang matang bukan hanya keberanian dan material, namun juga ilmu yang berkaitan dengan pernikahan adalah hal utama untuk nantinya membina rumah tangga yang bahagia dan berkualitas.

Karena pernikahan adalah bagian dari ibadah maka mempersiapkan rumah tangga memerlukan persiapan yang cukup baik dalam segi ilmu, keberanian, material dan juga agar dapat merajut cinta dan cita bersama-sama hingga sampai surga kelak.

1000 Santri TPQ se – Solo Raya Peringati Kemerdekaan dengan Wisuda Tahfidz Surah An – Naba

1000 Santri TPQ se – Solo Raya Peringati Kemerdekaan dengan Wisuda Tahfidz Surah An – Naba

Bagi mayoritas orang, akhir pekan merupakan waktu bersantai yang khusus dihabiskan bersama keluarga. Entah dengan pergi ke tempat rekreasi atau sekedar berada di rumah. Tapi berbeda dengan yang dilakukan oleh ribuan anak di Solo dan sekitarnya ini. Ahad ,27 Agustus 2017, bersama dengan keluarganya mereka berkumpul di Masjid Nurul Huda UNS guna mengikuti acara Wisuda Tahfidz Surah An – Naba yang diikuti oleh 1000 Santri TPQ se – Solo Raya.

Acara yang berlangsung sejak pagi sampai dzuhur ini menghadirkan Ustadz Syihabbuddin Al Hafidz selaku Mudir Ma’had Isy Karima dan Prof Zainal Arifin selaku ketua MUI Solo. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan pada orang tua dan pembimbing agar senantiasa bersemangat dalam mendekatkan anak-anak pada Al-Quran. “Al-Quran adalah pedoman hidup bagi umat manusia, sehingga kita perlu menanamkan nilai-nilai Al-Quran dalam jiwa setiap anak-anak sejak ia kecil. Jangan sampai kita lalai dalam mendidik anak-anak kita, padahal mereka adalah investasi yang berharga bagi kita. Oleh karena itu, kita harus hadir dan mendampingi mereka dalam masa pertumbuhannya”.

Lebih lanjut, acara yang diselenggarakan oleh LKG Solo dan Takmir Masjid Nurul Huda UNS ini digelar salah satunya bertujuan untuk mensyukuri nikmat Kemerdekaan yang Allah berikan pada bangsa kita melalui perjuangan para Pahlawan, ungkap Suwarto selaku panitia. Beliau melanjutkan, “seharusnya kita memperbanyak hal-hal yang bermanfaat seperti ini dalam mengisi kemerdekaan. Kita ingin mengajarkan pada anak-anak bahwa mensyukuri kemerdekaan tidak terbatas pada acara-acara seperti pawai atau karnaval, tapi juga dengan mengisi keseharian kita dengan hal-hal yang bermanfaat seperti ini, dan itu adalah salah satu jiwa pahlawan”.

Takmir Masjid Nurul Huda UNS ini sendiri berkomitmen dalam membina dan menjaga karakter anak-anak sejak dini serta masyarakat pada umumnya. Diantaranya dengan menyelenggarakan program-program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat seperti dusun binaan, TPA binaan hingga bakti social. Program-program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Takmir Masjid Nurul Huda UNS dengan Lazis UNS maupun Lembaga Dakwah Kampus. Selain itu ada pula event akbar seperti Holiday with Quran for Kids, Pesantren Rohis, Camping Quran, Indonesia Mendongeng, Silaturahim Akbar Guru TPQ se – Solo Raya dan lain sebagainya.

Kita berharap, acara Wisuda Tahfidz ini memberikan dan menularkan keberkahan bagi seluruh bangsa Indonesia, ujar Wahab selaku ketua panitia.

[KHUTBAH EID] IBADAH PUASA RAMADHAN MEMBANGUN KOMITMEN MUSLIM KAFFAH

[KHUTBAH EID] IBADAH PUASA RAMADHAN MEMBANGUN KOMITMEN MUSLIM KAFFAH

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

 

PENDAHULUAN

Allahu Akbar (3X) walillahilhamdu

Kaum Muslimin yang berbahagia…

Puja puji hanya miliki Allah SWT yang telah menurunkan kenikmatan-Nya kepada kita semua, diantaranya kenikmatan bulan Ramadhan yang telah berlalu yang masih terbayang-bayang di depan mata kita. Bulan dimana Allah SWT melipatgandakan setiap kebajikan dengan pahala yang tak terhingga. Maka, sudah sepantasnya pada hari kemenangan ini, kita melantunkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil kepada-Nya sebagai wujud rasa haru dan syukur atas nikmat-nikmat tersebut. Shalawat dan salam terhaturkan kepada manusia agung, teladan manusia, penutup para Nabi dan Rasul (Rasulullah Saw), beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir jaman.

Di hari yang bahagia ini, kita merayakan iedul fitri dengan suka cita karena telah menyelesaikan puasa ramadhan sebulan penuh. Allah SWT berjanji akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu bagi hamba-Nya yang melaksanakan puasa dengan landasan iman dan mengharap pahala-Nya.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“barangsiapa yag melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah & mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya”. [HR. Bukhari].

Semoga kita semua mendapatkan ampunan dari Allah SWT dan menjadi hamba-hamba yang bertaqwa. Aamiin…

Continue reading

ITIKAF KAMPUS RAMADHAN UNS

ITIKAF KAMPUS RAMADHAN UNS

Masjid Nurul Huda UNS kembali memfasilitasi jamaah yang ingin melaksanakan i’tikaf di bulan suci ramadhan tahun ini. Sebagaimana pelaksanaan tahun kemarin, jamaah dapat memilih program i’tikaf yang sesuai dengan target ibadah personal.

1. ITIKAF QUR’ANI

Adalah program i’tikaf yang diselenggarakan oleh Masjid Nurul huda dengan target mendekatkan dan membantu jamaah untuk berinteraksi lebih banyak dengan Al Qur’an. Baik memperbaiki bacaan atau menghafal Al Qur’an.

Pelaksanaan : 15 – 22 Juni 2017 di Masjid Nurul Huda.

Program:
1. Target Hafal 3 Juz
2. Bimbingan Tahsin/ Tahfidz
3. Kajian Pagi dan Sore

Biaya Kegiatan : Rp 300.000,00
Fasilitas:
Makan, coffebreak, laundry, pendampingan tahsin/ tahfidz, hadiah, tempat nyaman.

Registrasi:
Putra : 085725503755 (Zamzam)
Putri : 081215312469 (Nafi)

Rekening Pendaftaran
0370829014 BNI Cabang Surakarta an. Wulan Nurjanah.
Konfirmasi pasca pembayaran 08568133633 (Wulan)

2. ITIKAF REGULER

Adalah program Masjid Nurul Huda memfasilitasi jamaah yang ingin melaksanakan program itikaf mandiri.

Pelaksanaan 15-22 Juni 2017 di Masjid Nurul Huda.

Biaya Kegiatan : Gratis
Fasilitas:
Sahur, Buka Puasa, tempat nyaman.

Registrasi:
Putra : 085297306067
Putri : 081804738260

Registrasi on desk : setiap hari jam 20-22 WIB.

Takmir Masjid Nurul Huda UNS juga memfasilitasi jamaah yang ingin menunaikan i’tikaf hingga hari terakhir Ramadhan.

Program I’tikaf ini akan dibuka secara resmi, Kamis 15 Juni 2017 diawali dengan sholat isya dan tarawih berjamaah.

Kuliah perdana Itikaf Kampus Ramadhan UNS akan disampaikan oleh
1. Prof. Dr. Zainal Arofin Adnan, dr. Sp.PD-KR FINASIM (Ketua MUI Kota Surakarta)
2. Ust. Hakimudin Salim, Lc., M.A. (Kandidat Ph.D, Universitas Islam Madinah)

 

Muslimah Nurul Huda Kunjungi Masjid Jogojaryan

Muslimah Nurul Huda Kunjungi Masjid Jogojaryan

Komunitas Muslimah Nurul Huda UNS mengadakan kunjungan dengan tema “Wisata Ruhani Komunitas Muslimah Nurul Huda Uns” di Masjid Jogokariyan Jogjakarta. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, 11 Mei 2017 bertepatan dengan hari libur nasional.

Diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk menambah ilmu berkaitan dengan kegiatan muslimah Nurul Huda. Serta mempererat silaturahim muslimah Nurul Huda yang pengurusnya adalah dosen dan karyawan muslim UNS.

Studi Ruhani ini memilih Masjid Jogokariyan karena merupakan salah satu masjid percontohan nasional dengan manajemen yang sudah tertata.

Sebagaimana disampaikan perwakilan Takmir Masjid yang menyambut rombongan Komunitas Muslimah Nurul Huda,  manajemen yang di terapkan di masjid tersebut adalah dengan suatu rumus yaitu S=F+K yang berarti “K” merupakan “kepentingan” , “F” adalah “fungsi”, serta “S” untuk “Sikap”.

Artinya  suatu masjid pastinya mempunyai tugas dan fungsi dalam membangun  dakwah dilingkungan, kemudian kepentingan masjid ini untuk apa dan siapa. Baik pengurus maupun jamaah di lingkungan, bersama sama mempunyai kepentingan yang sama yaitu memakmurkan masjid. Dari fungsi dankepentingan ini maka lahirlah sikap yaitu bergerak untuk mewujudkan kemakmuran dari masjid tersebut.

BERSAMA UMMAT MENUJU KEBANGKITAN EKONOMI ISLAM

BERSAMA UMMAT MENUJU KEBANGKITAN EKONOMI ISLAM

Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Namun sayangnya potensi yang begitu besar ini belum dimanfaatkan dengan optimal. Dalam bidang ekonomi misalanya, jumlah umat Islam yang sangat besar saat ini hanya dimanfaatkan sebagai pasar oleh negara lain. Dengan proporsi umat Islam diatas 87 persen, sangat disayangkan jika umat Islam di Indonesia belum mampu menjadi penggerak dalam perekonomian bangsa.

Atas dasar ini, Forum Silaturahim dan Komunikasi Antar Masjid (FOSKAM) Surakarta bekerja sama dengan Takmir Masjid Nurul Huda UNS menyelenggarakan Tabligh Akbar dengan mengangkat tema “Menuju Kebangkitan Ekonomi Islam” pada Ahad, 16 April 2017.

Acara yang digelar di aula utama Masjid NH UNS ini menghadirkan Valentino Dinsi, M.M., MBA.. (Ketua 1 Koperasi Syariah 212) dan Prof. DR. dr. Zainal Arifin Adnan Sp.PD (Ketua MUI Kota Surakarta) sebagai narasumber utama. Selain mendengarkan paparan dari pemateri, dalam acara ini juga dilakukan sosialisasi, pendaftaran dan pendataan potensi anggota Koperasi Syariah 212.

“Melalui Koperasi Syariah 212 ini, kita berharap perekonomian umat Islam segera bangkit dan dapat menjadi darah baru bagi perekonomian bangsa”, ucap Heru selaku panitia.

Mahasiswa, Guru Hingga Anggota TNI Hadiri Seminar Pra Nikah Di UNS

Mahasiswa, Guru Hingga Anggota TNI Hadiri Seminar Pra Nikah Di UNS

Takmir Masjid Nurul Huda UNS bekerja sama dengan LSM Komunitas Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) Benih Surakarta adakan Seminar Pra Nikah pada 19 Maret 2017.

Menghadirkan Kang Abay (Motivasinger) dan Mbak Vida (Ketua KPPA Benih), acara yang digelar sejak pagi sampai siang ini berhasil menyedot perhatian banyak pihak. Sekitar 1000 peserta hadir memenuhi aula gedung F FKIP UNS. Uniknya, acara ini tak hanya dihadiri oleh kalangan mahasiswa se-Solo raya saja, namun juga dihadiri kalangan guru dan bahkan anggota TNI.

Dalam sambutannya, Bapak Suwarto A.Md selaku penanggung jawab harian Takmir NH menyampaikan bahwa Masjid Nurul Huda melalui Nurul Huda Family Center berkomitmen hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan berbagai macam pembinaan. Salah satu sasaran pembinaan tersebut adalah pembinanan terhadap keluarga sebagai sel terkecil dalam masyarakat, mulai dari persiapan pernikahan hingga pasca pernikahan (parenting) termasuk diantaranya NH menyediakan jasa paket walimah syar’i.

Di hadapan peserta, Kang Abay mengajak para peserta agar senantiasa memantaskan diri setiap waktunya, mengisi hari-harinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan menyiapkan rencana berkeluarganya dengan sebaik-baiknya, karena separuh usia kita nanti akan kita lalui bersama pasangan kita masing-masing.

“Tingginya antusiasme peserta, khususnya peserta putra ini semakin menguatkan kami untuk membuka Sekolah Pra Nikah kelas Putra”, kata mbak Vida selaku pembicara sekaligus pengelola Sekolah Pra Nikah.

Sebagai informasi, seminar ini merupakan acara penutup dari rangkaian Sekolah Pra Nikah kelas putri angkatan ke – 6 yang berlangsung sejak Oktober – Desember 2016 kemarin.

Khataman Al Qur’an Serentak Perguruan Tinggi se-Indonesia

Khataman Al Qur’an Serentak Perguruan Tinggi se-Indonesia

Menristekdikti M Nasir meluncurkan Gerakan Kampus Nusantara Mengaji di Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/3) malam. Peluncuran yang dirangkai dengan acara peringatan Dies Natalis Ke-41 UNS itu sekaligus menandai deklarasi gerakan serupa di 40 kampus negeri seluruh Indonesia.

Hadir dalam acara itu antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Mendikbud Muhammad Nuh, Pendiri ESQ Ary Ginanjar, dan Rektor UNS Prof Ravik Karsidi. Rektor UNS dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan khataman Al Qur’an telah menjadi agenda rutin dalam kegiatan dies natalis UNS sejak tahun 2014.

“Saya yakin dengan menghatamkan Al Quran dapat memperkuat mental mahasiswa serta meminimalkan gerakan radikalisme di kampus,” ujar Menristekdikti. Sementara mantan Mendikbud M Nuh mengungkapkan bahwa ide dasar Kampus Nusantara Mengaji adalah untuk memberikan penghargaan kepada anak-anak yang hafal Al Quran.

“Kita semua ingin memberikan penghargaan apa pun yang punya prestasi. Jika selama ini prestasi diukur oleh olimpiade-olimpiade, mengapa pihak terkait tidak mengakui prestasi menghafal Al Quran,” kata dia. Mahfud MD yang juga memberikan sambutan menambahkan bahwa mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengembangkan aspek rasional, tapi juga harus mengasah keimanan dan spiritual.

Dalam kegiatan Khataman Al Qur’an Serentak Perguruan Tinggi Se -Indonesia kali ini didukung juga oleh FSLDK Indonesia yang mengkoordinir 41 kampus yang terlibat dalam kegiatan ini.

Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer

Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer

Takmir Masjid Nurul Huda UNS kembali menggelar Kajian Dakwah Ilmiah pada Jumat, 10 Februari 2017. Bertempat di ruang seminar Masjid Nurul Huda (NH) UNS, acara ini menghadirkan Dr Ahmad Kusyairi Suhail, MA sebagai narasumber utama. Beliau merupakan dosen FDI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus menjabat sebagai Sekjen Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (Ikadi).

Di hadapan sekitar 200 peserta, Prof. Drs. Sutarno, M.Sc., Ph.D selaku Ketua Presidium Takmir NH dalam sambutannya mengatakan bahwa UNS berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas setiap sektor yang ada, termasuk didalamnya adalah mengenai spiritualitas mahasiswa. Harapannya, mahasiswa lulusan UNS tidak hanya cakap dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga memiliki kompetensi spiritual yang mumpuni. Harmoni diantara keduanya niscaya akan menghasilkan manusia yang mampu memberikan kemanfaatan dimanapun ia berada.

Dengan mengambil tema Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer, Dr Ahmad Kusyairi Suhail, MA menyoroti potensi yang kita miliki, dimana Negara kita memiliki kekayaan alam yang melimpah namun ternyata kekayaan alam yang begitu besar tersebut belum mampu membawa kemakmuran dan keberkahan untuk rakyat. Di tengah kondisi negara yang demikian, beliau menyeru kepada peserta agar berani tampil mengambil tanggung jawab untuk menyelamatkan kondisi umat yang sedang terpuruk. Mampu mengubah setiap tantangan menjadi peluang, dan menyikapi potensi maupun peluang yang dimiliki dengan sikap yang benar.

Beliau juga menekankan pada peserta agar memperhatikan firman Allah dalam Q.S An-Nahl ayat 112 yang artinya, “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” Ayat ini hendaknya menjadi pengingat agar setiap dari kita memiliki sikap yang benar dalam menghadapi peluang maupun tantangan dakwah ke depan.

Kajian Ilmiah Bersama Ulama Hadramaut

Kajian Ilmiah Bersama Ulama Hadramaut

Solo – Takmir Masjid Nurul Huda UNS kembali menggelar seminar keagamaan pada kamis 26 Januari 2017. Bekerjasama dengan Majelis Al-Muwasholah, seminar ini menghadirkan Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dari Hadramaut, Yaman sebagai pembicara.

Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya adalah Ulama kelahiran Aden tahun 1971, beliau menimba ilmu dari para ulama sepuh Hadhramaut, di antaranya, Habib Salim Asy-Syathiri, Habib Abdullah Bin Syihab, Habib Abubakar Al-‘Adni Al-Masyhur, Habib Umar Bin Hafidz. Selain menjalani pendidikan salaf, beliau juga menempuh pendidikan akademis di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dalam bidang ilmu Fiqh. Aktifitas keilmuan beliau kini disalurkan dalam mengelola markaz An-Nur, sebuah institusi yang secara khusus memelihara kitab-kitab karya Salaf Hadhramiyyin

Di hadapan sekitar 200 peserta, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dalam pengantarnya mengapresiasi para mahasiswa yang tetap semangat mendatangi majelis ilmu meskipun sedang menjalani libur akademik. Beliau juga menyatakan kekagumannya pada iklim spiritual yang ada di UNS, yang menurut beliau sama dengan ruh spiritual yang muncul di kampus-kampus keagamaan yang murni.

Dengan mengangkat tema Metode Dakwah Rasulullah SAW, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya menyeru kepada para mahasiswa agar memiliki cita-cita sebagai dai karena aktivitas dakwah yang dilakukan para dai merupakan inti agama, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah bahwa agama adalah nasehat. Kata an-nashihah berasal dari kata an nush-hu yang secara etimologi mengandung dua makna, yaitu bersih dari kotoran-kotoran, bebas dari para sekutu dan merapatnya dua sesuatu sehingga tidak saling berjauhan.

Sedangkan makna dakwah sendiri para ulama memiliki definisi yang berbeda, namun memiliki intisari yang sama yaitu mengerahkan segala upaya untuk menyelamatkan manusia dari yang jauh menjadi dekat kepada Allah, dari yang lupa pada Allah menjadi ingat. Dengan begitu dakwah harus bersih dari kepentingan pribadi maupun kepentingan golongan.

Dalam ceramahnya Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya juga mengingatkan kepada para peserta agar membangun kepedulian bukan hanya untuk kelompoknya saja, melainkan memupuk kepedulian untuk umat muslim di seluruh dunia tanpa harus disekat oleh asal negaranya.