Berbagi Bersama Anak Yatim LAZIS UNS

Berbagi Bersama Anak Yatim LAZIS UNS

Surakarta, LAZIS UNS – Sebanyak 108 anak yatim luar panti beserta orang tua/walinya menghadiri acara Berbagi Bersama Anak Yatim yang diselenggarakan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZIS) UNS, Rabu (25/10) sore. Bertempat di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS, anak-anak yatim tersebut mendapat bingkisan dan santunan senilai Rp 200.000,- untuk masing-masing anak. Acara ini merupakan event penyaluran program donasi Kado Yatim yang dibuka selama bulan Muharram 1438H.

Manajer LAZIS UNS, Catur Wibowo dalam sambutannya memberikan motivasi kepada adik-adik yatim yang hadir untuk tetap semangat menjalani kehidupan meskipun sudah tidak lagi mempunyai ayah. “Adik-adik tetap semangat, karena masih banyak orang baik di sekitar kita yang insya Allah akan siap membantu adik-adik yatim. Kami LAZIS UNS hanya menjembatani para donatur yang memberikan donasinya untuk anak yatim seperti pada kesempatan sore ini”, ujarnya.

Selain pemberian santunan dan bingkisan, acara juga diisi dengan dongeng oleh Kak Amin yang bercerita tentang bagaimana menjadi anak sholeh. Sementara anak-anak menyimak dongeng, para orang tua/wali mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Ada pula stand bazar pakaian murah serba lima ribu.

Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila

Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila

Sabtu-Ahad (28-29/10), sejumlah 93 mahasiswa Solo Raya memadati aula utama Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam acara GSJN (Gerakan Subuh Jamaah Nasional). Acara yang bertemakan “Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila” tersebut sekaligus digelar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89.

Dalam kesempatan tersebut Presiden BEM UNS 2004 Nafi Muhammad Asrori memaparkan tentang pentingnya pergerakan pemuda muslim. Nafi menceritakan tentang peranan pemuda muslim dalam perjuangan kemerdekaan negara Indonesia. Oleh karena itu, maka pemuda harus memiliki sikap kritis terhadap lingkungan sosialnya. .

Lebih lanjut di zaman sekarang pemuda muslim memiliki banyak peluangnya. Pengajar SMA IT Nurhidayah Surakarta Muhammad Ihsan Fauzi, S.Si, M.M. memaparkan banyaknya komposisi penduduk muslim Indonesia. Menurut Ihsan, umat muslim Indonesia adalah darah negara ini. Sehingga terpikul sebuah tanggung jawab untuk menentukan bagaimana Indonesia kedepannya. Akankah menjadi negara maju atau justru terbelakang. “Dengan SDA dan SDM yang kita miliki harusnya kita mampu menjadi negara dengan kekuatan ekonomi baru di tahun 2030 mendatang bersama dengan Meksiko, Nigeria, dan Turki atau bisa disebut MINT countries,”terang Ihsan. .

Pemuda muslim Indonesia harus terus mampu bersaing dalam rangka menjaga nafas pancasila. Ada delapan ranah kerja yang bisa digerakkan oleh pemuda muslim. Yaitu excellence in dakwah and islamic studies, excellence in tazkiyatunnafs, excellence in ibadah, excellence in leadership and citizenship, excellence in healthy, excellence in knowledge and science, excellence in social and enviromental service, dan excellence in entrepreneurship.

Sumber : FSLDK Solo Raya

75 Pengajar TPA Se-eks Karesidenan Surakarta Ikuti Training Manajemen TPA LAZIS UNS

75 Pengajar TPA Se-eks Karesidenan Surakarta Ikuti Training Manajemen TPA LAZIS UNS

Surakarta, LAZIS UNS – Alhamdulillah pada Ahad (22/10) kemarin telah terlaksana kegiatan Training Manajemen Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di Ruang Seminar Masjid NH UNS dengan tema Menjadi Pengajar yang Energik dan Inspiratif Mewujudkan Generasi Berprestasi nan Rabbani.

Sebanyak 75 pengajar TPA dari berbagai daerah se-eks karesidenan Surakarta menghadiri kegiatan ini. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan yang diisi oleh Ustadz Dhohir Subagyo atau yang lebih akrab dipanggil dengan Kang Dhohir. Pada kesempatan ini Ustadz Dhohir menyampaikan materi tentang psikologi anak dan manajemen TPA yang baik. Tak lupa juga pada sesi akhir peserta langsung diajak untuk mempraktekkan ilmu yang didapatkan. 

Kegiatan Training Manajemen TPA ini diharapkan menjadi ajang upgrade ilmu bagi pengajar TPA sehingga meningkatkan kualitas SDM pengajar. Dengan demikian harapan akan terbentuknya generasi santri berprestasi nan Rabbani dapat terwujud.

KPPA Benih dan Masjid UNS Solo Buka Sekolah Pranikah, Ini Materinya

KPPA Benih dan Masjid UNS Solo Buka Sekolah Pranikah, Ini Materinya

SOLO — Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bekerja sama dengan Komunitas Peduli Anak dan Perempuan (KPPA ) Benih Surakarta mengadakan Sekolah Pranikah.

Grand opening Sekolah Pranikah tersebut diselenggarakan di Student Center UNS pada Minggu (8/10/2017). Sekretaris dan bendahara acara, Sri Hartini, mengatakan panitia mengundang Konselor Pernikahan Jogja Family Center dan Rumah Keluarga Indonesia Cahyadi Takariyawan dan istrinya Ida Nur Laila untuk memberikan materi seminar bertema Merajut Cinta dan Cita, Bersama Sampai Surga tersebut.

“Kami juga mengundang Ustaz Charis Muanis dari Kemenag Solo sebagai keynote speaker,” ujarnya dalam rilis yang diterima Solopos.com, Minggu.

Ia menambahkan kegiatan tersebut juga untuk membangun pribadi seseorang untuk menyiapkan diri menuju pernikahan yang baik. Mempunyai persiapan yang matang bukan hanya masalah keberanian dan materi, tetapi ilmu menjadi hal yang utama untuk membina rumah tangga yang bahagia dan berkualitas.

Pendiri Komunitas Peduli Anak dan Perempuan (KPPA ) Benih Solo, Robiah Al Adawiyah, menjelaskan Sekolah Pranikah tahun ini adalah kali ketujuh yang dilakukan KPPA Benih. Sementara kerja sama dengan Masjid Nurul Huda UNS dilakukan sejak empat angkatan terakhir.

“Tahun ini kami membuka angkatan I Sekolah Pranikah bagi putra. Kalau yang putri ini angkatan ketujuh,” terang dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Para peserta akan mendapatkan materi melalui sistem klasikan selama tiga bulan ke depan di ruang seminar Masjid Nurul Huda. Panitia sudah menetapkan 160 peserta putri dan 120 peserta putra.

“Semua pendaftar putra kami terima. Kalau yang putri kami seleksi. Pendaftarnya ada 300 orang. Screening kami lakukan dengan melihat usia, apakah sudah punya calon, dan lainnya,” terang perempuan yang akrab disapa Vida itu.

Pengajar Sekolah Pranikah adalah para pakar berkompeten. Dia ingin mengubah pandangan peserta tentang menikah secara syari seperti tanpa pacaran.

“Kami juga ada materi study wife/husband yang menjelaskan hak dan kewajiban dalam rumah tangga, menangani konflik, dan menyiapkan suami menjadi ayah karena fungsi pengasuhan bukan semata tanggung jawab ibu,” terangnya.

Para peserta juga akan mengadakan outing class dengan mengunjungi keluarga inspiratif. Peserta bakal diwisuda dalam grand closing. “Selanjutnya mereka akan mendapat kelas suplemen. Kami ingin bisa bersinergi dengan Kemenag dan BKKBN. Kami bisa bersama-sama membangun pasangan yang siap menikah dan menghindari perceraian,” katanya.

Sumber : Solopos dot com

Sekolah Pra Nikah Masjid Nurul Huda Masuki Angkatan Ke 7

Sekolah Pra Nikah Masjid Nurul Huda Masuki Angkatan Ke 7

Nurul Huda Family Center kembali menyelenggarakan Sekolah Pra Nikah pada tahun 2017 ini. Memasuki tahun ke 4 pelaksanaan, SPN telah memasuki angkatan ke 7 untuk kelas putri dan angkatan pertama untuk kelas putra.

Total 160 peserta putri dan 100 putra akan mengikuti kelas SPN yang berlangsung sepanjang Oktober – Desember 2017. Siswa SPN akan memperoleh kurang lebih 12 materi terkait persiapan hingga bekal pasca pernikahan, termasuk dasar-dasar parenting.

Bekerja sama dengan LSM KPPA Benih, kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun pribadi seseorang untuk menyiapkan diri menuju pernikahan yang baik. Mempunyai persiapan yang matang bukan hanya keberanian dan material, namun juga ilmu yang berkaitan dengan pernikahan adalah hal utama untuk nantinya membina rumah tangga yang bahagia dan berkualitas.

Diharapkan para siswa SP memahami seluk-beluk ilmu pernikahan islami yang sesuai dengan syariat  Islam serta memberikan gambaran keluarga muda untuk membuat pola asuh anak-anak mereka sejak dini dan bekerjasama dalam mengasuh anak-anak.

Alumni SPN diharapkan dapat mempersiapkan rumah tangga yang akan mereka rintis dengan bekal yang cukup baik dalam segi ilmu, keberanian, material dan juga mental yang baik dan berkualitas serta dapat merajut cinta dan cita bersama-sama hingga sampai surga kelak.

Bertempat di Student Center Univeritas Sebelas Maret, Sekolah Pra Nikah tahun ini dibuka oleh Prof. Sutarno selaku Presidium Takmir Masjid Nurul Huda, Ahad 8 Oktober 2017. Kuliah perdana SPN ini menghadirkan Drs. KH. Charis Muanis BA  dari Kemenag Surakarta dan Cahyadi Takariawan beserta istrinya  Ida Nur Laila, Konselor Pernikahan Jogja Family Center

 

 

Merajut Cinta dan Cita, Bersama Sampai Surga

Merajut Cinta dan Cita, Bersama Sampai Surga

Masjid Nurul Huda UNS Surakarta bekerjasama dengan Komunitas Peduli Anak dan Perempuan (KPPA )  Benih Surakarta menyelenggarakan Seminar Pra Nikah pada Minggu, 08 Oktober 2017.

Bertempat di Student Center UNS ,Seminar Pra Nikah ini mengusung tema “Merajut Cinta dan Cita, Bersama Sampai Surga”. Sebagai pembicara dalam kegiatan seminar ini adalah Cahyadi Takariawan beserta istrinya yaitu Ida Nur Laila, kedua nya merupakan pasangan suami istri Konselor Pernikahan yang merintis Jogja Family Center dan Rumah Keluarga Indonesia , Sebagai keynote speaker adalah Drs. KH. Charis Muanis BA  dari Kemenag Surakarta.

Kegiatan Seminar Pra Nikah ini sekaligus Grand Opening Sekolah Pra Nikah yang memasuki angkatan ketujuh.  Dibuka secara resmi oleh Prof. Drs. Sutarno, M.Sc, Ph.D Ketua Presidium Takmir Masjid Nurul Huda. Seminar Pra Nikah ini dihadiri 550 peserta.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun pribadi seseorang untuk menyiapkan diri menuju pernikahan yang baik. Mempunyai persiapan yang matang bukan hanya keberanian dan material, namun juga ilmu yang berkaitan dengan pernikahan adalah hal utama untuk nantinya membina rumah tangga yang bahagia dan berkualitas.

Karena pernikahan adalah bagian dari ibadah maka mempersiapkan rumah tangga memerlukan persiapan yang cukup baik dalam segi ilmu, keberanian, material dan juga agar dapat merajut cinta dan cita bersama-sama hingga sampai surga kelak.

Aksi Rohingya Memanggil!, Terhimpun Donasi Rp 74 Juta Untuk Rohingya

Aksi Rohingya Memanggil!, Terhimpun Donasi Rp 74 Juta Untuk Rohingya

Surakarta, LAZIS UNS – LAZIS UNS bersama Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Solo menggelar Aksi Rohingya Memanggil! bertempat di Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS, Jumat (29/9). Aksi ini berupa talkshow yang menghadirkan Ust. Muhammad Rudi selaku Sekjen BSMI serta Ust. Hatta Syamsudin dari Ikatan Dai Indonesia.

Materi pertama disampaikan oleh Ust. Muhammad Rudi, Sekjen BSMI dan Anggota Advance Team yg merupakan Tim pertama yg di kirim ke Rakhine States. Beliau memaparkan tentang kondisi teraktual di Rakhine sekaligus menceritakan betapa saat ini bantuan sulit masuk langsung ke Rakhine. Alhamdulillah, BSMI telah menyalurkan beberapa paket kebutuhan primer terutama pangan dan sandang untuk masyarakat yang terisolir di sana melalui Sittwe.

Talkshow materi kedua bersama Ust. Hatta Syamsudin, tentang Ukhuwah Islamiyah dalam perspektif Islam, yang tidak mengenal batas teritorial, dimana kalimat Allah dikumandangkan, ia adalah negara umat Muslim yang hak-haknya harus selalu diperjuangkan. Ukhuwah ini sudah semestinya menjadi pengikat kita, bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan dan kepedulian kita. Bantulah dengan segala apa yang kita punya, dengan harta kita, dengan doa kita, bahkan dengan diri kita.

Pada acara ini, hadir pula dr. Mueen, dokter asli Palestina yang sedang menempuh pendidikan spesialis abestesiologi di FK UNS, juga ikut berbagi tentang pengalamannya bersama BSMI dan tentang pentingnya keterikatan iman antar sesama muslim dimanapun.

Acara siang itu diakhiri dengan penyerahan hasil penggalangan dana dari BSMI Solo bekerjasama dengan Lazis UNS, Biro AAI UNS, dan CC KBM FK UNS. Alhamdulillah, donasi yang terhimpun secara keseluruhan (beserta donasi lewat BSMI Klaten) mencapai Rp 74.513.585,-.

Jazakumullah khairan katsira kepada segenap donatur yang telah berpartisipasi dalam program donasi Peduli Rohingya. Semoga menjadi pemberat amal shalih Anda di akhirat, dan semoga dana tersebut dapat membantu meringankan beban saudara-saudara Muslim Rohingya. Aamiin.

1000 Santri TPQ se – Solo Raya Peringati Kemerdekaan dengan Wisuda Tahfidz Surah An – Naba

1000 Santri TPQ se – Solo Raya Peringati Kemerdekaan dengan Wisuda Tahfidz Surah An – Naba

Bagi mayoritas orang, akhir pekan merupakan waktu bersantai yang khusus dihabiskan bersama keluarga. Entah dengan pergi ke tempat rekreasi atau sekedar berada di rumah. Tapi berbeda dengan yang dilakukan oleh ribuan anak di Solo dan sekitarnya ini. Ahad ,27 Agustus 2017, bersama dengan keluarganya mereka berkumpul di Masjid Nurul Huda UNS guna mengikuti acara Wisuda Tahfidz Surah An – Naba yang diikuti oleh 1000 Santri TPQ se – Solo Raya.

Acara yang berlangsung sejak pagi sampai dzuhur ini menghadirkan Ustadz Syihabbuddin Al Hafidz selaku Mudir Ma’had Isy Karima dan Prof Zainal Arifin selaku ketua MUI Solo. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan pada orang tua dan pembimbing agar senantiasa bersemangat dalam mendekatkan anak-anak pada Al-Quran. “Al-Quran adalah pedoman hidup bagi umat manusia, sehingga kita perlu menanamkan nilai-nilai Al-Quran dalam jiwa setiap anak-anak sejak ia kecil. Jangan sampai kita lalai dalam mendidik anak-anak kita, padahal mereka adalah investasi yang berharga bagi kita. Oleh karena itu, kita harus hadir dan mendampingi mereka dalam masa pertumbuhannya”.

Lebih lanjut, acara yang diselenggarakan oleh LKG Solo dan Takmir Masjid Nurul Huda UNS ini digelar salah satunya bertujuan untuk mensyukuri nikmat Kemerdekaan yang Allah berikan pada bangsa kita melalui perjuangan para Pahlawan, ungkap Suwarto selaku panitia. Beliau melanjutkan, “seharusnya kita memperbanyak hal-hal yang bermanfaat seperti ini dalam mengisi kemerdekaan. Kita ingin mengajarkan pada anak-anak bahwa mensyukuri kemerdekaan tidak terbatas pada acara-acara seperti pawai atau karnaval, tapi juga dengan mengisi keseharian kita dengan hal-hal yang bermanfaat seperti ini, dan itu adalah salah satu jiwa pahlawan”.

Takmir Masjid Nurul Huda UNS ini sendiri berkomitmen dalam membina dan menjaga karakter anak-anak sejak dini serta masyarakat pada umumnya. Diantaranya dengan menyelenggarakan program-program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat seperti dusun binaan, TPA binaan hingga bakti social. Program-program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Takmir Masjid Nurul Huda UNS dengan Lazis UNS maupun Lembaga Dakwah Kampus. Selain itu ada pula event akbar seperti Holiday with Quran for Kids, Pesantren Rohis, Camping Quran, Indonesia Mendongeng, Silaturahim Akbar Guru TPQ se – Solo Raya dan lain sebagainya.

Kita berharap, acara Wisuda Tahfidz ini memberikan dan menularkan keberkahan bagi seluruh bangsa Indonesia, ujar Wahab selaku ketua panitia.

Hadirkan Mahfud MD, Grand Opening AAI Mengajak Mahasiswa Baru Bermimpi Besar

Hadirkan Mahfud MD, Grand Opening AAI Mengajak Mahasiswa Baru Bermimpi Besar

Grand Opening Asistensi Agama Islam (GO AAI) akan diadakan sebagai rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru UNS. Program yang diadakan Biro AAI UNS ini merupakan tanda dimulainya program Asistensi Agama Islam bagi mahasiswa baru.

Pada awal tahun akademik ini GO AAI akan dilaksanakan dua hari. Hari pertama, Jumat (18/08) dengan peserta mahasiswa FP, FK, FMIPA, dan FT di Auditorium UNS.  Kemudian pada hari selanjutnya Sabtu (19/08) GO AAI dilaksanakan di Masjid Nurul Huda UNS untuk mahasiswa FKIP, FH, FISIP, FEB, FIB, dan FSRD.

Rektor UNS Prof. DR. Ravik Karsidi MS akan memberikan sambutan pada kegiatan yang menghadirkan setidaknya 6900 peserta ini. Sedangkan untuk pengisi acara, di hari pertama akan disampaikan materi oleh Prof. Dr. Moh. Mahfud M.D., Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013 yang juga guru Besar FH-UII Yogyakarta. Selanjutnya untuk hari kedua, pemateri merupakan trainer ESQ Bramanto Wibisono.

Dengan mengusung tema “Bersama AAI, Raih Prestasi, Menjadi Insan Cendekia Berakhlak Mulia”, pada acara tersebut sesi materi akan dilanjutkan dengan sesi training yang akan mengajak mahasiswa berpikir lebih konkret mengenai aksi nyata menjadi insan cendekia yang berakhlak mulia.

Asrori, Ketua Biro AAI UNS, menyatakan bahwa selain mengenalkan mahasiswa baru dengan program AAI, GO AAI ini juga mengajak mahasiswa muslim untuk berprestasi dan bermimpi besar.

“Kami mengajak seluruh mahasiswa baru untuk brainstorming, memilih mimpi sebesar mungkin dan memberi semangat untuk mewujudkannya. Kami menyediakan lembar penulisan cita-cita disertai target-target waktu mewujudkannya. Mahasiswa muslim harus punya mimpi, mimpi yang besar tentunya. Karena ketika punya mimpi yang besar, hari-harinya akan diisi dengan penuh prestasi, prestasi untuk mewujudkan mimpi yang besar yang sudah dicita-citakan” ungkap Asrori.

 

Sumber : Biro AAI UNS

500 Adik Asuh Meriahkan Jalan Sehat LAZIS UNS

500 Adik Asuh Meriahkan Jalan Sehat LAZIS UNS

Kebahagiaan terpancar di wajah remaja yang sekarang duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas 7 ini begitu mendapatkan hadiah sepeda dalam kegiatan Jalan Sehat yang diadakan LAZIS UNS Ahad (20/8). Muhammad Khoirusshobirin merupakan Adik Asuh LAZIS UNS sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia bersama 500-an adik asuh, yatim dan adik binaan LAZIS UNS mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB ini dimulai dengan kegiatan jalan sehat. Dengan titik kumpul di Student Center Universitas Sebelas Maret (SC UNS), rombongan bersama sama melintasi jalanan belakang kampus UNS, hingga sampai kembali di SC UNS. Setelah jalan sehat, acara dimeriahkan dengan live performance adik-adik binaan, Adik asuh, TPA, beserta Rumah Anak Pintar (RAP) yang tampil di atas panggung di dalam SC UNS. Suasana semakin semarak dengan dekorasi ruangan penuh nuansa kemerdekaan dan roncean bendera merah putih.

Sambil menikmati penampilan di panggung, orangtua dan wali anak yang hadir memanfaatkan layanan pengobatan gratis yang ditangani rekan-rekan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Surakarta. Tak hanya itu, lapak pakaian pantas pakai juga di serbu oleh peserta jalan sehat yang ingin berburu tas, sepatu dan baju-baju yang masih bagus dengan harga yang sangat murah.

Indra Setiawan selaku penanggungjawab kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga sebagai ajang silaturohim antar adik-adik dan orang tua  yang mendapatkan beasiswa dari LAZIS UNS. Pada kesempatan ini juga di salurkan beasiswa adik asuh periode bulan Juli-Agustus 2017 untuk 220 Adik Asuh.

“Kita sudah lama tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan semua adik asuh yang mendapatkan beasiswa dan adik binaan LAZIS UNS juga beserta orang tuanya, maka pada kesempatan ini kita ingin menjadikan momentum HUT RI ke-72 ini sebagai ajang silaturohim untuk keluarga besar LAZIS UNS”, Kata Indra.

Adik Asuh merupakan program beasiswa rutin yang diberikan setiap bulan kepada adik adik usia SD, SMP, SMA dan Mahasiswa juga program khusus beasiswa yatim yang donasinya berasal dari para donatur rutin Program Donasi Kakak Asuh LAZIS UNS. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Catur Wibowo selaku Manajer umum LAZIS UNS dalam sambutannya di acara tersebut.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para Donatur Rutin Program Kakak Asuh LAZIS UNS yang setiap bulannya terus bertambah sehingga kesempatan adik adik asuh semakin besar untuk mendapatkan beasiswa setiap bulannya”, Kata Catur Wibowo dalam sambutannya.

Sumber : Lazis UNS