Penerimaan Mahasiswa UNS Jalur SNMPTN dengan Prestasi Tahfidz

Penerimaan Mahasiswa UNS Jalur SNMPTN dengan Prestasi Tahfidz

Hampir setiap tahun, memasuki semester genap, ada banyak pertanyaan yang masuk kepada Admin tekait jalur masuk UNS dengan prestasi Tahfidz Al Qur’an. Ada banyak kesalahpahaman yang muncul, antara lain :
1. Adanya anggapan bahwa dengan prestasi tahfidz  maka calon mahasiswa baru otomatis bisa masuk ke UNS. Faktanya tidak. Calon mahasiswa baru yang ingin mendaftar masuk UNS dengan prestasi tahfidz harus melalui seleksi SNMPTN dengan syarat-syarat yang ada.
2. Program prestasi tahfidz ini bukanlah program beasiswa. Untuk mendapatkan beasiswa calon mahasiswa baru antara lain bisa mengakses program bidikmisi mengikuti syarat dan ketentuan yang ada.

PENTING NIH DIBACA YA:
Prinsipnya penerimaan Mahasiswa UNS lewat jalur hafidz Alquran masuk ke dalam program SNMPTN.
Nilai Raport akademik merupakan indikator utama. Hafalan Alquran masuk ke dalam poin prestasi tambahan.
UNS menetapkan standar minimal hafalan adalah 15 Juz.

Pendaftaran SNMPTN akan dimulai tanggal 4 Feb – 6 Februari 2019. Info bisa langsung dicek di sekolah masing-masing atau melalui web snmptn.ac.id
.
ALUR
.
1. Pastikan kamu adalah siswa yang mendapatkan kuota untuk ikut seleksi SNMPTN di sekolahmu.
2. Konsultasikan kepada pihak sekolah untuk melakukan komunikasi dengan pihak SPMB UNS jika ada siswa dr sekolah tersebut yang ingin mendaftar melalui jalur prestasi tahfidz Alquran.
Setelah tahap ini kamu akan diberitahu terkait syarat-syarat tambahan guna kelengkapan administrasi.
3.  Ikuti alur seleksi SNMPTN sebagimana aturan yang berlaku saat ini.
Saat tahap upload prestasi, jangan lupa upload sertifikat bukti hafalan yang kamu punya.
4. Tunggu pengumuman serentak jalur masuk SNMPTN universitas negeri Se- Indonesia. Menurut web SNMPTN pengumuman hasil seleksi 23 Maret 2019.
5. Akan ada registrasi on desk dan tes hafalan bagi kamu yang telah diterima.
6. Buat kamu yang keterima lewat jalur ini, kamu akan punya keluarga baru yang namanya ‘Keluarga Huffazh UNS’, disini kamu bakal dapet pembinaan berkaitan dengan Alquran.

Resolusi 2019, Temukan Bakatmu Raih Suksesmu

Resolusi 2019, Temukan Bakatmu Raih Suksesmu

Nurul Huda – Menjelang masuk tahun baru 2019, Rumah Bakat Indonesia sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang konseling dan talent mapping remaja menyelenggarakan kegiatan seminar pada Ahad (30/12). Mengambil tema “Resolusi 2019, Temukan Bakatmu Raih Suksesmu” kegiatan ini ditujukan untuk para remaja dan pelajar di Kota Surakarta dan sekitarnya.

Bertempat di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda, menjadi pembicara dalam seminar ini Ahmad S. Ahid, S.Psi, S.Pd.I, M.Psi, Founder Rumah Bakat Indonesia dan Ghazy Alauddin Muhamma, Kolumnis Majalah  dan Santri Talents Mapping.

Berangkat dari pertanyaan “Seberapat greget hidup yang dijalani kaum muda masa kini”. Pertanyaan renyah, terkesan mudah tetapi membuat para remaja berlama-lama berpikir untuk menjawabnya. Karena ternyata banyak dari para remaja yang masih merasakan kesulitan untuk menentukan visi hidupnya. Menjadikan hidup sebagaimana arus air yang mengalir.

Dalam kegiatan ini, para peserta diajak untuk menemukan  bakat mereka agar dapat menjalani kehidupan dan masa mudanya dengan sebaik-baiknya. Rumah Bakat Indonesia memiliki metode assessment sendiri dalam memetakan bakat dan potensi kaum muda. Para peserta selanjutanya akan dibimbing oleh Rumah Bakat Indonesia untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki.

Camping Qur’an 2018

Camping Qur’an 2018

Nurul Huda – Menutup akhir tahun 2018, Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al Qur’an dan Masjid Nurul Huda UNS kembali menyelenggarakan kegiatan Camping Qur’an. Dibuka pada Ahad tanggal 30 Desember 2018 oleh Pembina UKM Ilmu Al Qur’an, yang juga merupakan dosen PAI Irfan S.Ag,. M.Ag. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari 2 malam.

Dalam agenda pembukaan, para peserta medapatkan tausyiyah dan motivasi dari Ustadz Muinudinillah Basri, M.A. pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Ibnu Abbas Klaten dan Moch. Ridwanullah Qori Ammar TV. Dalam tausyiyahnya kedua Ustadz menyampaikan bagaimana Al Qur’an telah mampu mengubah kaum Arab yang pada mulanya hanya dikenal sebagai penggembala menjadi generasi terbaik dan pernah memimpin dunia. Semua terjadi hanya karena interaksi dan pengamalan mereka terhadap Al Qur’an

Agenda rutin tahunan ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai usia dan kalangan. Tidak hanya mahasiswa namun juga diikuti oleh pelajar dan orang tua. Camping Qur’an adalah kegiatan yang ditujukan bagi para jamaah atau kaum Muslimin yang ingin meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al Qur’an.

Selama pelaksanaan para peserta akan dibagi ke dalam beberapa kelompok dan didampingi oleh para Pembina dari keluarga huffadz UNS. Kelompok belajar dibagi menjadi kelompok tahsin (memperbaiki bacaan) untuk pemula, kelompok tahfidz (menambah hafalan baru) dan juga kelompok murojaah (mengulang hafalan).

Silaturahmi Santri TPQ “Indonesia Mendongeng 6”

Silaturahmi Santri TPQ “Indonesia Mendongeng 6”

Nurul Huda – Masjid Nurul Huda kembali menjadi tempat penyelenggaraan Silaturahmi Santri TPQ se-Solo Raya pada Selasa (25/12). Kegiatan rutin tahunan bertajuk “Indonesia Mendongeng” tahun ini mengambil tema “Bersatu Santri TPQ, Menjadi Tangguh, Cerdas dan Peduli”

Hujan deras yang mengguyur Kota Surakarta tidak menyurutkan semangat santri TPQ untuk hadir dalam kegiatan ini. Dihadiri oleh lebih dari 500 satri TPQ kegiatan ini berlangsung cukup meriah.  Dibuka oleh Ust. Wardjiyono dari Badko TPQ Jebres, kegiatan dilanjutkan dengan dongeng yang disampaikan oleh Kak Jaja.

Adik-adik yang hadir cukup terhibur dengan aksi yang ditampilkan oleh Kak Jaja dan juga ratusan hadiah yang dibagikan oleh panitia. Dalam kegiatan ini juga diselenggarakan lomba pembuatan majalah dinding. Dalam lomba ini, terpilih tiga TPQ penyaji madding terbaik yaitu TPQ Sumarah, Barokah dan Ar Rahman.

Selain lomba dan dongeng, dalam kegiatan ini diselenggarakan juga do’a dan penggalangan dana bagi saudara-saudara kita di berbagai daerah di Nusantara yang tertimpa berbagai bencana. Dari kegiatan ini diharapkan menjadi syiar bagi dakwah Taman Pendidikan AL Qur’an, dan juga menumbuhkan solidaritas dan cinta sesama pada s generasi muda Islam. (***)

 

 

“Kau Yang Kurindukan”, Tabligh Akbar bersama Ust. Handy Bonny

“Kau Yang Kurindukan”, Tabligh Akbar bersama Ust. Handy Bonny

Nurul Huda – Dalam rangkaian acara Nurul Huda Book Fair 2018, Perpustakaan Masjid Nurul Huda UNS menyelenggarakan tabligh akbar yang menghadirkan Ust. Handy Bonny, dai bikers dari Bandung. Mengambil tema “Kau Yang Kurindukan”, kegiatan ini disambut antusias oleh generasi milenial Solo Raya.

Dalam kajiannya Ustadz Handy Bonny mengajak generasi muda Kota Solo untuk menjadikan Allah satu-satunya tujuan dalam setiap aktifitas kehidupan. Ustadz Handy Bonny adalah seorang da’i muda kelahiran Bandung, 14 April 1988. Saat ini aktif di kebun amal, mendampingi para pemuda dalam berbagai kajian untuk lebih mengenal islam.

Tabligh Akbar yang diselenggarakan di Masjid Nurul Huda ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Nurul Huda Book Fair 2018. Dalam event tahunan yang diselenggarakan setiap akhir tahun ini, selain Tabligh Akbar juga diselenggarakan Nobar Film, Talkshow Budaya, Seminar Pemikiran Islam, dan puncaknya akan ditutup dengan agenda Camping Qur’an pada malam pergantian tahun. (***)

SEMINAR MUSLIMAH SALIHA 2018 : “Being an Outstanding Muslimah till Jannah”

SEMINAR MUSLIMAH SALIHA 2018 : “Being an Outstanding Muslimah till Jannah”

Masjid Nurul Huda – Forum Ukhuwah dan Studi Islam (FUSI) Fakultas Pertanian kembali menyelenggara-kan kegiatan SALIHA 2018 (Sahabat Muslimah 2018), Ahad (11/11).  Bertempat di Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS, acara ini  menghadirkan pembicara Dewi Nur Aisyah, seorang epidemiologist lulusan University College of London yang juga merupakan seorang penulis. Sekitar  700 an peserta menyimak dengan antusias sesi talkshow yang mengambil tema “Being an Outstanding Muslimah till Jannah”.

Continue reading

[PRESS RELEASE] Respon LAZIS UNS Gempa Palu dan Donggala (Sulawesi Tengah)

[PRESS RELEASE] Respon LAZIS UNS Gempa Palu dan Donggala (Sulawesi Tengah)


Jumat, 28 September 2018, pukul 14.00 dan 17.02 WIB telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7,7 SR. Dampak gempa yang berpusat di darat pada kedalaman dangkal mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah. Sumber gempa berasal dari sesar Palu Koro.

Menurut BMKG, berdasarkan analisis peta guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Donggala, Palu, Poso). Info dari masyarakat di lapangan, telah pula terjadi tsunami di sejumlah titik di Donggala.

Karena putusnya sarana komunikasi dan belum memadainya proses pendataan, sementara total korban dan kerusakan belum dapat dipastikan. Saat ini proses evakuasi masih sedang terus dilakukan oleh sejumlah petugas dan relawan. Pendataan dan penanganan darurat pun masih sedang dilakukan. Sebagian masyarakat masih berada di luar rumah. Mereka berada di tempat aman. Gempa susulan sampai malam ini masih sering berlangsung.

Sampai pukul 21.00 wib jumat malam ,Forum Zakat (FOZ) tak tinggal diam dalam memberikan respon cepat terhadap bencana ini. Selain menggkoordinasikan seluruh anggota dan jaringan FOZ, maka malam ini terdata ada 44 orang relawan yang berangkat mewakili masing-masing lembaga anggota FOZ. Malam ini tim tadi berangkat dari berbagai titik. Ada yang berangkat dari Jakarta, Bandung, Makasar dan Gorontalo. Tim tadi sementara merupakan tim awal dan baru dari 5 lembaga anggota FOZ.

Pengalaman FOZ mengkoordinasikan penanganan bencana di Lombok sebelumnya, maka fokus FOZ adalah memastikan adanya koordinasi yang terjalin baik antara member FOZ maupun dengan Lembaga lainnya yang ada di lapangan. Hal-hal di lapangan terkait pembagian peran, area serta titik aktivitas bisa dibicarakan dengan mudah dengan difasilitasi oleh FOZ.

Tim relawan member FOZ tadi, mereka cukup beragam. Ada yang merupakan tim medis, tim asessment awal, tim pendahulu atau sejenis itu dan tim evakuasi. Mereka datang sebagai relawan dan tanpa mengenal pamrih. Mereka datang dan hadir ke Sulteng, semata-mata memenuhi panggilan kemanusiaan.

LAZIS UNS yang merupakan bagian dari anggota FOZ secara intens berkomunikasi dengan FOZ sekaligus menunggu informasi dari lembaga-lembaga resmi pemerintah untuk mendapatkan informasi valid . LAZIS UNS melakukan penghimpunan dana kemanusiaan untuk korban bencana alam di Palu, Donggala, Poso, Mamuju dan sekitarnya. Penghimpunan dana dimulai dari tanggal 29 September 2018 dan akan disalurkan bersama mitra-mitra di lokasi bencana. ()

Catur Wibowo
(Manajer Umum LAZIS UNS)
081548622358

Delegasi JN UKMI UNS Ikuti Sekolah Kebangsaan LDK Nusantara Summit

Delegasi JN UKMI UNS Ikuti Sekolah Kebangsaan LDK Nusantara Summit

JAKARTA, nurulhuda.uns – LembagaDakwah Kampus Universitas Sebelas Maret JN UKMI UNS mengikuti LDK Nusantara Summit yang diselenggarakan oleh FSLDK Indonesia di Universitas Indonesia, 20-22 Juli  2018. Diikuti oleh 500 lebih mahasiswa delegasi  Lembaga Dakwah Kampus dari seluruh provinsi Se-Indonesia.

Di hari pertama Jumat, 20 Juli 2018 LDKNS 2018 diawali dengan kajian khusus muslimah yang menghadirkan  Sekjend AILA yaitu Ustadzah Nurul Hidayati, S.S., M.Si., di lanjutkan dengan kajian ” Optimalisasi Peran FSLDK sebagai Poros Gerakan Pemuda Muslim Kekinian” yang disampaikan oleh Dr. Arief Munandar, S.E, ME, Founder Rumah Peradaban.

Sebagai puncak agenda dari LDKNS 2018 ini adalah Sekolah Kebangsaan yang di laksanakan di Auditorium Gedung FH Universitas Indonesia dengan 4 pembicara terbaik yakni Dr. Didin Wahidin, M.Pd (Direktur Kemahasiswaan Menristekdikti), Brigjen .Pol. Ir. Hamli, M.E (Direktur Pencegahan BNPT), Brigjen .Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M (Kaba Intelkam Polri), serta di tutup oleh Fahrudin Alwi, S.Hum. (Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia 2018).

Dengan penyelenggaraan Sekolah Kebangsaan ini diharapkan LDK dapat menjadi garda terdepan dalam upaya menangkal radikalisme di Indonesia. Direktur Pencegahan Penanggulangan Terorisme, Brigjen Pol Hamli dalam pernyataannya menyampaikan harapannya akan peran LDK dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme.

“Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apabila mereka mengatasnamakan agama kita (islam). Dan adik-adiklah (para mahasiswa peserta LDKSN) yang bisa mencegah kekeliruan ini,” ujar Beliau.

Komjen Pol. Drs. Lutfi juga mengungkapkan perasaannya bahwa hari ini dihadapan para mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkala radikalisme.

Pada kesempatan itu, FSLDK Indonesia memberikan rekomendasi kajian ilmiah kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI,  Arman Nefi. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia melalui LDK.

Pada hari ketiga pelaksanaan diselenggarakan soft movement dan deklarasi pemuda bertempat di CFD Bundaran HI. Sebanyak 500 lebih mahasiswa peserta LDKNS 2018 mengikrarkan Deklarasi Pemuda Islam.Rangkaian acara LDKNS 2018 ditutup dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyatakan pesan semangat kepada peserta LDKSN.

(Tito, JN UKMI UNS)

LDK Garda Terdepan Penangkal Radikalisme

LDK Garda Terdepan Penangkal Radikalisme

JAKARTA, suaramerdeka.com – Lembaga Dakwah Kampus harus menjadi garda terdepan dalam upaya menangkal radikalisame di Indonesia. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terosisme (BNPT), Brigjen Pol Hamli menegaskan, tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah hal yang keliru, dan mahasiswalah yang harus berperan aktif menyelesaikan masalah tersebut.

“Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apalagi mereka mengatasnamakan agama kita (Islam). Dan adik-adiklah yang bisa mencegah kekeliruan ini”, katanya saat menjadi pembicara pada Sekolah Kebangsaan yang digelar Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia di Universitas Indonesia, Sabtu (21/7).

Sementara itu, Kepala Badan Intelkam Polri, Komjen Pol Lutfi Lubihanto, menegaskan, Polri membutuhkan mahasiswa untuk melakukan kontraideologi dengan lebih menggiatkan kegiatan yang memperkokoh nilai Pancasila.

“Bersama  mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkal radikalisme,” katanya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Dirjen Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti, Didin Wahidin mengatakan, sebagai insan intelektual, mahasiswa harus aktif menjaga persatuan dengan mengokohkan ilmu pengetahuan, karakter, memahami era globalisasi, dan tidak melupakan nilai ke-Indonesiaan.

Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Fahrudin Alwi mengatakan, Sekolah Kebangsaan diikuti oleh 500 lebih pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dengan mengambil tema “Peran Masyarakat Kampus dalam Menjaga Persatuan Bangsa”. Acara itu adalah upaya mengokohkan semangat kebangsaan kader FSLDK dalam mensyiarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah keprihatinan isu radikalisme yang bisa memecah belah bangsa.

Pada kesempatan itu, FSLDK Indonesia memberikan rekomendasi kajian ilmiah kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI,  Arman Nefi. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia melalui LDK.

Sumber : Suara Merdeka

Sekolah Kebangsaan di Lembaga Dakwah Kampus Nusantara Summit

Sekolah Kebangsaan di Lembaga Dakwah Kampus Nusantara Summit

JAKARTA, fsldk.id – Sebanyak 500 lebih pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang terhimpun dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia berkumpul mengadakan Sekolah Kebangsaan di Universitas Indonesia, Sabtu 21 Juli 2018. Tema yang diangkat adalah “Peran Masyarakat Kampus dalam Menjaga Persatuan Bangsa”. Hadir dalam acara tersebut beberapa nara sumber dari berbagai pihak, yaitu Brigjen. Pol. Ir. Hamli, M.E (Direktur Pencegahan BNPT), Dr. Didin Wahidin, M.Pd (Direktur Kemahasiswaan Dirjen Perguruan Tinggi Meristekdikti), Komjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M (Kaba Intelkam Polri), dan saudara Fahrudin Alwi, S. Hum (Ketua Pusat Komunikasi Nasional FSLDK Indonesia).

Fahrudin Alwi sebagai ketua Puskomnas FSLDK Indonesia dalam penjelasannya mengatakan bahwa acara ini adalah bagian dari upaya mengokohkan semangat kebangsaan para kader FSLDK seluruh Indonesia, ditengah keprihatinan akan isu radikalisme yang bisa memecah belah bangsa. “Kami berhimpun hari ini dari seluruh provinsi di Indonesia untuk kembali menjalin persaudaraan dan menguatkan semangat berkontribusi bagi bangsa serta tidak pernah lelah mensyiarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamiin”, ujar Alwi dalam penjelasannya.

Sementara itu, perwakilan dari Polri, Komjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M memberikan pencerdasan kepada para peserta akan bahaya radikalisme. Beliau menyampaikan bahwa Polri membutuhkan mahasiswa untuk melakukan kontra ideologi dengan lebih menggiatkan kegiatan yang memperkokoh nilai Pancasila. Tidak lupa, Komjen Pol. Drs. Lutfi juga mengungkapkan perasaannya bahwa hari ini dihadapan para mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkala radikalisme.

Dalam kesempatan lain, perwakilan dari BNPT, Brigjen. Pol. Ir. Hamli, M.E memberikan pesan bahwa tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah sebuah hal yang keliru, dan mahasiswa lah yang harus berperan aktif menyelesaikan masalah tersebut. “Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apalagi mereka mengatasnamakan agama kita (Islam). Dan adik-adiklah yang bisa mencegah kekeliruan ini”, jelas Brigjen. Pol. Ir. Hamli dalam kesempatannya berbicara. Terakhir, perwakilan Kemenristek Dikti, memberikan suntikan semangat kepada para peserta sebagai insan intelektual untuk aktif menjaga persatuan dengan mengokohkan ilmu pengetahuan, karakter, memahami era globalisasi, dan tidak melupakan nilai ke-Indonesiaan.

Acara sekolah kebangsaan ini ditutup dengan penyampaian pendapat dari salah satu peserta yang berasal dari delegasi Provinsi Papua bernama Amel. Amel menjelaskan bahwa di Papua melalui Aliansi Mahasiswa Papua mereka telah berhasil mengadakan agenda bersama lintas agama untuk aktivitas sosial. Amel berharap teman-teman di provinsi lain mampu mengambil inspirasi dari kegiatan tersebut.

Acara kemudian ditutup dan dilanjutkan pemberian rekomendasi kajian ilmiah dari FSLDK Indonesia kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI, Bapak Dr. Arman Nefi, S.H., M.M. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia kedepan melalui Lembaga Dakwah Kampus.

Sumber : FSLDK.id