[ARTIKEL] Optimalisasi Lembaga Keuangan Islam

[ARTIKEL] Optimalisasi Lembaga Keuangan Islam

Oleh : Nur Septiyani Rahmah

Fenomena perekonomian dunia telah berubah dari waktu ke waktu sesuai perkembangan zaman dengan perubahan tekhnologi informasi yang berkembang pesat. Dimana terdapat nilai-nilai baru yang dibentuk namun sulit menentukan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga tatkala membawa kebaikan, didalamnya juga terdapat kehancuran. Hal ini ditandai dengan adanya globalisasi ekonomi yang telah mengubah suasana kehidupan menjadi individualistis dan menimbulkan persaingan yang amat ketat.

Padahal pada dasarnya hampir semua agama yang ada didunia memberikan petunjuk kepada para penganutnya untuk menjalankan kehidupan mereka dimuka bumi ini dengan cara yang baik[1] . Dalam tataran perekonomian Indonesia, telah terjadi jurang kesenjangan antara masyarakat miskin dan masyarakat kaya yang semakin besar. Yang mana menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2017 jurang kemiskinan menunjukkan angka 0,39. Artinya penduduk miskin di tahun ini mencapai 27,7 juta orang dan jumlah tersebut bertambah sekitar 6,90ribu dibanding tahun 2016[2] . Hal ini berarti terdapat adanya ketidak adilan dalam sebuah perekonomian bangsa ini.

Nampaknya kemiskinan diatas merupakan imbas dari sebuah kriris ekonomi dan krisis ekonomi disebabkan oleh system finansial permodalan yang buruk. Dimana ada sebagian orang yang dengan mudah mendapatkan modal untuk mengembangkan usahanya, namun sebagiannya lagi hartanya habis dieksploitasi oleh si pemilik modal besar. Disatu sisi ada satu orang yang duduk dengan begitu nyamannya di rumah mewah, mengendarai kendaraan mahal, liburan dengan mudah, sementara manusia lainnya harus bekerja keras demi menjadikan mereka makmur.

Jika ditelusuri dasar dari masalah ini adalah kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih menggunakan system bunga yang diciptakan oleh kaum kapitalis. Yang mana system ekonomi kapitalis membuat bangsa Indonesia terseret dalam putaran keuangan kapitalis yang dahsyat. Hal ini terjadi karena para penganut system kapitalisme ini menilai bahwa kegiatan ekonomi dan keuangan akan semakin meningkat dan berkembang bila dibebaskan dari nilai-nilai normative dan rambu-rambu Ilahi[3].

Namun demikian, ketidak seimbangan ekonomi global dan krisis ekonomi yang melanda Asia khususnya Indonesia adalah suatu bukti bahwa asumsi diatas salah total bahkan ada sesuatu yang tidak beres dengan system yang dianut selama ini. Maka rasanya amatlah dosa besar apabila tetap berdiam diri dan berpangku tangan tidak melakukan sesuatu untuk memperbaiki kondisi ekonomi seperti ini.

Hal inilah yang membuat Umat dan Dunia Islam menginginkan system perekonomian yang berbasis nilai dan prinsip syariah (Islamic economic system) untuk dapat diterapkan dalam segenap aspek kehidupan bisnis dan transaksi umat. Keinginan ini didasari oleh suatu kesadaran untuk menerapkan Islam secara utuh dan total seperti yang ditegaskan oleh Allah SWT.

Sehingga penulis disini akan menunjukkan bahwa muamalah syariah dengan filosofi utama kemitraan dan kebersamaan dalam profit dan risk merupakan solusi terbaik. Karena dalam pembiayaan ini kedua belah pihak yang melakukan kerja sama menanggung keuntungan dan resiko kerugian yang seimbang, selain itu dengan pembiayaan ini dapat mewujudkan kegiatan ekonomi yang lebih adil dan transparan. Sekaligus pula membuktikan bahwa dengan system perbankan syariah tersebut akan dapat menghilangkan masalah-masalah yang negative speread (Keuntungan minus) dari dunia perbankan saat ini.

Download Makalah : Optimalisasi Lembaga Keuangan Islam

_________

                [1] Nurul Huda dan Muhammad Haikal, Lembaga Keuangan Islam tinjauan teoritis dan praktis. (Jakarta: Prenada Media,2010)

                [2] Badan Pusat Statistik, http//www.bi.go.id

                [3] Muhammad Safi’i Antonio, Mukaddimah Buku Bank Syariah suatu Pengenalan Umum, (Jakarta: Diterbitkan kerjasama Bank Indonesia dengan Tazkia Institute, 1999) hlm.36

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *