Kritik Terhadap Argumen LGBT (Tela’ah Ayat Al-Qur’an yang Dijadikan Argumen Pro-LGBT)

Kritik Terhadap Argumen LGBT (Tela’ah Ayat Al-Qur’an yang Dijadikan Argumen Pro-LGBT)

Oleh: Jajang Supriatna
Peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) Angkatan ke-12 Tahun 2018 Universitas Darussalam Gontor.

Abstrak

LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) merupakan isu yang masih hangat diperbincangkan. Dalam upaya legitimasi, kalangan pro-LGBT berusaha menghancurkan bangunan pertahanan umat islam, yaitu al-Qur’an. Bagi mereka, ayat yang dijadikan dalil pelarangan homoseksual atau LGBT, hanyalah ayat yang bersifat ambigu. Begitu juga dengan kisah kaum Nabi Luth,  selama ini hanya menjadi suatu  faktor kebencian umat Islam terhadap LGBT. Oleh sebab itu, makalah ini bertujuan membahas berbagai argumen pro-LGBT yang disandarkan pada QS. al-Hujurat[49]:13, begitu juga QS. al-A’raf [7]:80-84 dan QS. Hud [11]:77-82. Kemudian, dipaparkan letak kesalahan mereka dalam memaknai ayat, dengan menunjukkan pandangan para mufassir muslim terdahulu terhadap ayat yang dijadikan argumen. Sehingga, dapat diketahui apakah argumen yang dipakai oleh kalangan pro-LGBT kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah atau tidak.

Masalah homoseksualitas selalu menjadi kajian yang menarik dan penting. Hal ini tidak lain melihat fenomena sosial yang berkembang saat ini, di mana homoseksual berevolusi menjadi sebuah gerakan sosial yang lebih dikenal dengan istilah LGBT.[1] LGBT merupakan isu yang masih diperjuangkan oleh kalangan pendukungnya. Lahirnya keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat, tentang peresmian nikah sesama jenis memberikan ruang yang lebar terhadap gerakan atau perkembangan LGBT di berbagai Negara.[2] Tidak hanya itu, dengan dicabutnya kata “homoseksualitas” sebagai kelainan seksual, dalam DSM IV (Diagnosis and Statistic Manual of Mental Disorder), menjadi bentuk keberhasilan mereka dalam mempertahankan LGBT.[3] Dengan begitu, LGBT menjadi suatu hal yang perlu diakui dan diterima keberadaannya.

Hal yang menjadi permasalahan pokok yaitu gencarnya gerakan LGBT masuk pada tataran teologi. Di mana, para penggerak LGBT berusaha untuk mencari dalih pembenaran. Mereka mencari ayat-ayat tertentu dalam al-Qur’an yang dihubungkan dengan legitimasi atas perilaku LGBT.[4] Misalnya, dalam Qur’an Surat al-Hujurat ayat 13,[5] yang dijadikan alasan bahwa homoseksual adalah keragaman dari hasil kreatif Tuhan. Maka, tidak berhak untuk mengklaim bahwa pelaku homoseksual adalah kotor, karena Tuhan tidak melihat pada orientasi seksual, melainkan ketakwaan manusia.[6] Tidak hanya itu, dalam Qur’an Surat al-A’raf ayat 80-84[7] dan Hud ayat 77-82,[8] para pendukung LGBT mengklaim bahwa tidak ada larangan secara eksplisit baik untuk homo maupun lesbian.[9] Begitu juga pernyataan bahwa pemberian adzab kepada umat Nabi Luth bukan karena tindakan homoseksual, melainkan tindakan kaum sodom yang melawan keadilan dengan perampokan dan pemerkosaan.[10] Dari sini, dapat diketahui bahwa para pendukung LGBT berusaha mencari argumen dengan menyandarkan pada ayat al-Qur’an.

Berangkat dari permasalahan di atas, maka tulisan ini hadir untuk mengangkat beberapa kesalahanpahaman mereka dalam memahami konteks ayat. yang mana, lahir dari kebebasan mereka dalam menginterpretasi ayat. Di sisi lain, penulis ingin melakukan pembandingan dengan mengedepankan pemahaman ayat yang ditafsirkan oleh beberapa mufassir terkemuka dalam Islam.

Unduh Makalah lengkap di sini

_______
[1] Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender merupakan istilah yang digunakan sejak awal tahun 1990-an hingga dewasa ini. LGBT adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan seseorang atau individu yang memiliki perbedaan orientasi seksual dan identitas gender dari  kultur tradisional yaitu heteroseksual. Lihat Sinyo, Anakku Bertanya tentang LGBT, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2014).

[2] Adian Husaini, LGBT di Indonesia; Perkembangan dan Solusinya, (Jakarta: Insists, 2015), hal. 25

[3] Rita Soebagio, “Homoseksual (LGBT) dan Problem Psikologi Sekuler”, dalam Jurnal ISLAMIA, Vol. X , Nomor 1, Januari 2016, Jakarta, INSIST, hal. 10.

[4] https://bimaIslam.kemenag.go.id/post/opini/kritik-argumen-untuk-pendukung-lgbt. diakses pada hari Rabu, 10 Oktober 2018, pukul 08.24 WIB.

[5]  Lihat: Departemen Agama Republik RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Bandung: PT. Sygma Ekamedia Arkanleema, 2009), hal. 517. Adapun teks ayatnya adalah sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (١٣)

[6] Siti Musdah Mulia,  “Allah Hanya Melihat Takwa, bukan Orientasi Seksual Manusia”, dalam  Jurnal Perempuan, (Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan, 2008), hal. 127

[7] Lihat: Departemen Agama Republik RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya…, hal. 160-161. Adapun teks ayatnya adalah sebagai berikut:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (٨٠) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (٨١) وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ (٨٢) فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (٨٣) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ (٨٤)

[8] Lihat: Departemen Agama Republik RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya…, hal. 230-231. Adapun teks ayatnya adalah sebagai berikut:

وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ (٧٧) وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِي فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ (٧٨)قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ (٧٩) قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ (٨٠) قَالُوْا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ (٨١) فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ (٨٢)

[9] Siti Musdah Mulia,  Allah Hanya Melihat…, hal. 124

[10] Matahan Lumban Gaol dalam http://www.satuharapan.com/read-detail/lgbt-dalam-alquran-ini-tafsir-ulil-soal-kisah-nabi-luth, yang dilansir pada hari Senin, 22 Februari 2016 pukul 08:22 WIB. diakses pada hari Rabu, 10 Oktober 2018, pukul 08.33 WIB.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *