Sobat AAI, The First Generation

Sobat AAI, The First Generation

Bagi sebuah lembaga, kaderisasi anggota merupakan nyawa dari keberlangsungan suatu lembaga di tahun-tahun berikutnya. Karena keberlangsungan organisasi bukan hanya hari ini, tapi hari esok juga. Bukan hanya periode sekarang, tapi juga periode berikutnya. Tak terkecuali lembaga seperti Biro AAI UNS. Maka sudah menjadi tanggung jawab pengurus periode saat ini untuk menyiapkan generasi penerus lembaga di periode selanjutnya. Inilah yang menjadi latar belakang diadakannya program “Sobat AAI”, sebagaimana disampaikan Dwi Nur Rahmat Ketua Biro AAI UNS.

Acara Grand Opening yang diselenggarakan Sabtu 18 Oktober 2014 ini dikemas dalam format talk show, menghadirkan dua fasilitator. Pertama adalah Farid Mahendra, yang merupakan ketua Biro AAI periode 2012-2013 dan ketua Sentra Kegiatan Islam FMIPA UNS Periode 2011. Dan fasilitator yang kedua adalah Muhammad Hasan Cahya Pamungkas, beliau  saat ini adalah kordinator Puskomda FSLDK Soloraya. Beliau juga merupakan ketua umum JN UKMI UNS periode 2013. Kedua fasilitator tersebut, didampingi oleh moderator Zulfikar FIrdaus. Mahasiswa FKIP Pendidikan B. Inggris angkatan 2012 yang juga kodept pembinaan pengurus JN UKMI UNS periode 2014.

Diskusi berlansung secara interaktif, dari semua pihak. Pertanyaan-pertanyaan moderator mengarah kepada apa perbedaan antara JN UKMI dan Biro AAI, serta perbedaan karakteristik dakwahnya. Output dari AAI, serta peran Biro AAI UNS dalam keberlangsungan dan keberhasilan dari AAI.

Hasan menjelaskan, bahwa Biro AAI UNS merupakan salah satu organisasi yang tertua di UNS. Sebelumnya bernama IKADAI, Ikatan Dosen Agama Islam. Setelah itu baru terbentuk JN UKMI UNS, yang merupakan peleburandari 4 lembaga. Termasuk IKADAI, cikalbakal Biro AAI UNS. Secara karakteristik dakwah, JN UKMI lebih focus ke performa atau syi’ar islam kepada civitas akademika UNS. Sedangkan Biro AAI, lebih mengarah kepada pembentukan karakter islam pada setiap mahasiswa.

Seorang dosen PAI pernah menyampaikan kepada beliau, jika karakter mahasiswa UNS itu banyak yang bermasalah maka secara otomatis Biro AAI ikut bertanggungjawab. Karena Biro AAI melalui program AAI memiliki tujuan untuk membina dan membentuk karakter yang islami pada setiap mahasiswa UNS. Ini adalah sebuah amanah besar yang dibebankan kepada Biro AAI UNS, bagaimana membangun sebuah system agar keberjalanan dan keberlangsungan AAI dapat berhasil membentuk karakter mahasiswa baru UNS.

Acara ditutup setelah sebelumnya peserta diminta menuliskan inspirasi apa yang mereka dapatkan dari acara Grand opening Sobat AAI. Kemudian peserta diminta untuk menggantungkan inspirasi yang mereka dapatkan di pohon inspirasi, yang telah disiapkan oleh panitia. (Ramatto Livic)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *