TRAINING PASCAKAMPUS KPPA BENIH

TRAINING PASCAKAMPUS KPPA BENIH

 

Masjid Nurul Huda – Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Benih bekerjasama dengan Nurul Huda Family Center mengadakan Training Pascakampus. Bertempat di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS pada Sabtu (10/02) kegiatan ini diikuti oleh 90 peserta.

Kegiatan yang diselenggarakan beberapa hari jelang jadwal wisuda di Universitas Sebelas Maret ini bertujuan untuk menyiapkan para peserta training untuk memunculkan peran peran dirinya paska kampus dengan semua potensi dan bakat yang mereka miliki. Kegiatan ini juga bermaksud membuka kesadaran para peserta agar memberikan kontribusi apapun perannya setelah lulus dari kampus.

Menghadirkan tiga pembicara Zamira Bibi, Robi’ah Al Adawiyah dan Titis Sekti Wijayanti yang juga merupakan alumnus Universitas Sebelas Maret. Para peserta yang hadir diajak untuk mengenali diri dengan Talents Mapping dan memberikan kesadaran pada peserta untuk nantinya siap berperan di masyarakat.

Al Quds : Keberadaan dan Maknanya

Al Quds : Keberadaan dan Maknanya

Masjid Nurul Huda UNS – Takmir Masjid Nurul Huda UNS bekerjasama dengan Majelis Muwasholah Baina Ulama Al Muslimin (Forum Silaturahmi Antar Ulama) menyelenggarakan Kajian Dakwah Ilmiah dengan menghadirkan ulama asal Yordania Syekh Aun Al Qoddumiy dari Yordania. Hampir 200 jamaah dari kalangan civitas akademika UNS dan umum mengikuti kajian yang mengambil tema “Al Quds : Keberadaan dan Maknanya” ini.

Syekh Aun Al Qoddumiy dalam kajiannya memaparkan hakikat dan makna  keberadaan Al Quds, Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa yag mempunyai kisah panjang dari awal hingga akhir zaman. Karena Allah telah menjadikan Al Quds sebagai markas perubahan. Al Quds merupakan kota tempat dilahirkan dan singgahnya Nabi-Nabi pilihan.

Al-Quds merupakan penanda ukuran kodisi yang terjadi pada umat ini. Jika umat ini meningkat perhatiannya, keadaan dan perkara serta adabnya, meningkat pula hubungannya dengan Tuhannya, maka Baitul Maqdis begitu pula. Jika keadaan umat dalam keadaan menurun dan lemah, maka Baitul Maqdis akan dikuasai oleh tangantangan dan kelompok-kelompok yang merebutnya hingga umat ini siap bangkit dari keterpurukannya.

Syekh Aun Al Qoddumiy adalah ulama muda ahlus sunah dari Yordania. Beliau memimpin Lembaga Studi Syariah Al Ma’arij di Kota Amman Yordania. Belajar kepada sejumlah ulama ahlus sunnah dengan sanad keilmuan sampai kepada Rasulullah SAW dalam bidang syariah, akhlaq dan metode dakwah. Sementara pendidikan formal sarjana diselesaikan di Universitas Yordania dan master di Universitas Islam Libanon. Sebagai penerjamah dalam kajian ini adalah Habib Umar bin Husin Assegaf dari Surakarta.

[ARTIKEL] Al Quds: Keberadaan dan Maknanya

[ARTIKEL] Al Quds: Keberadaan dan Maknanya

Sungguh, Baitul Maqdis punya hikayat dan kisah … sejak dimulainya zaman dengan adanya pembagian dan pembeda, antara Makkah yang agung dan al-Quds yang indah, antara Makkah tempat turunnya rahmat dan al-Quds tempat naiknya malaikat. Baitul Maqdis pada umat sekarang ini menunjukkan perhatian mereka, seakan-akan keadaan menunjukkan bahwa Makkah haram kita, tempat kita, habitat kita, tidak akan ada seseorang yang dapat menguasainya, namun al-Quds sebagai lading dan tanda ukuran umat ini. Jika umat ini meningkat perhatiannya, keadaan dan perkara serta adabnya, meningkat pula hubungannya dengan Tuhannya, maka Baitul Maqdis begitu pula. Jika keadaan umat dalam keadaan menurun dan lemah, maka Baitul Maqdis akan dikuasai oleh tangantangan dan kelompok-kelompok yang merebutnya hingga umat ini siap bangkit dari keterpurukannya

Download Makalah Lengkap : Al Quds: Makna dan Keberadaannya

[ARTIKEL] Optimalisasi Lembaga Keuangan Islam

[ARTIKEL] Optimalisasi Lembaga Keuangan Islam

Oleh : Nur Septiyani Rahmah

Fenomena perekonomian dunia telah berubah dari waktu ke waktu sesuai perkembangan zaman dengan perubahan tekhnologi informasi yang berkembang pesat. Dimana terdapat nilai-nilai baru yang dibentuk namun sulit menentukan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga tatkala membawa kebaikan, didalamnya juga terdapat kehancuran. Hal ini ditandai dengan adanya globalisasi ekonomi yang telah mengubah suasana kehidupan menjadi individualistis dan menimbulkan persaingan yang amat ketat.

Padahal pada dasarnya hampir semua agama yang ada didunia memberikan petunjuk kepada para penganutnya untuk menjalankan kehidupan mereka dimuka bumi ini dengan cara yang baik[1] . Dalam tataran perekonomian Indonesia, telah terjadi jurang kesenjangan antara masyarakat miskin dan masyarakat kaya yang semakin besar. Yang mana menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2017 jurang kemiskinan menunjukkan angka 0,39. Artinya penduduk miskin di tahun ini mencapai 27,7 juta orang dan jumlah tersebut bertambah sekitar 6,90ribu dibanding tahun 2016[2] . Hal ini berarti terdapat adanya ketidak adilan dalam sebuah perekonomian bangsa ini.

Continue reading

[ARTIKEL] WORLDVIEW ISLAM DAN BARAT (Study Komparatif)

[ARTIKEL] WORLDVIEW ISLAM DAN BARAT (Study Komparatif)

Oleh: Dedy Irawan[1]

            Samuel P. Huntington adalah pemberi nama konflik global yang terjadi saat ini dengan sebutan “Clash of Civilization”.[2] Alasannya, sumber konflik umat manusia saat ini bukan lagi ideologi, politik atau ekonomi, tapi kultural. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah Jika kultur atau peradaban adalah identitas, maka identitas peradaban itu sendiri adalah worldview. Jadi, Clash of Civilization berindikasi pada Clash of Worldview.[3] Clash of Worldview, istilah ini paling tepat untuk digunakan sebagai komparasi antara worldview Barat yang menjadikan “konsep manusia” sebagai konsep tertinggi diantara konsep-konsep lainnya (Antroposentrisme), dengan worldview Islam yang menjadikan “konsep Tuhan” sebagai konsep kunci, inti dan tertinggi (Teosentrisme atau pandangan tauhid).[4] Sehingga, mempengaruhi cara pandang antara kedua peradaban ini dalam memandang ilmu pengetahuan.

            Worldview mencakup semua sistem dalam kehidupan, baik sistem pendidikan, politik, hukum, atau pun sistem ekonomi, semuanya berlatar belakang dan memancarkan pandangan alam (worldview) serta nilai-nilai utama bangsa dan peradaban tersebut. worldview inilah yang menjadi cara setiap orang memahami kehidupan, serta menjadi asas bagi setiap kegiatannya. [5] Karena urgensinya worldview ini, Alparslan Acikgence menyatakan bahwa seluruh tingkah laku manusia pada akhirnya bisa dilacak sampai ke worldviewnya, suatu kesimpulan yang cukup dengan sendirinya untuk mengungkapkan pentingnya worldview dalam diri seseorang dan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk, tentu saja, kegiatan ilmiah. Ini menunjukkan bahwa semua nilai dan tindakan manusia, sadar atau tidak, merupakan refleksi atas keyakinan-keyakinan metafisis atau worldview tertentu, dan bidang pengetahuan serta pendidikan merupakan bidang yang berakar pada worldview tersebut.[6] Artinya, worldview sangat urgen, karena ia mencakup semua aspek kegiatan dan aktivitas manusia.

Continue reading

[ARTIKEL] KONSEP REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF ISLAMIC VALUES

[ARTIKEL] KONSEP REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF ISLAMIC VALUES

KONSEP REVOLUSI MENTAL PERSPEKTIF ISLAMIC VALUES

Ajat Syarif Hidayatulloh[1]

 

Revolusi Indonesia digagas pertama kali oleh presiden Soekarno; (founding father)[2] pada 1957.[3] Dimana kondisi rakyat sedang “mandeg” dan belum tercapainya cita-cita kemerdekaan. Revolusi mental dikobarkan sebagai suatu gerakan untuk:

“Membimbing bangsa Indonesia agar menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat Elang Rajawali, berjiwa api yang menyalanyala.”[4]

Setelah tujuh dekade, revolusi mental kembali diiklankan Jokowi. Suatu jargon, dan program unggulan[5] kampanye pilpres 2014 guna menggaet massa, mendulang suara. Tentu bukan sebatas ilusi, ada harapan besar dibalik keterpilihannya nanti. Namun bukan sebatas spirit sosialisai, tentunya realisasi pada kehidupan berbangsa dan bernegara harus jadi bukti bukan sekedar janji.[6] Revolusi mental harus mampu menjadi penawar luka, obat penyakit degradasi wibawa Negara, pil lesunya sendi perekonomian, penyambung pudarnya solidaritas dan toleransi, serta pembangkit krisis kepribadian bangsa.[7] Agar revolusi mental sebagai pembaharuan tidak terpental, relevan dengan cita-cita „trisaki‟ pelopor bangsa, demi kedaulatan NKRI, berdikari dalam ekonomi, masyarakat berkepribadian[8] budi tinggi, terwujudnya keadilan sosial, kesejahteraan, serta bangsa yang bermartabat[9] dan berperadaban. Maka dibutuhkan nilai agama, tradisi kebudayaan dan nilai falsafah bangsa.

Continue reading

Membedah Revolusi Mental dalam Perspektif Islam

Membedah Revolusi Mental dalam Perspektif Islam



Masjid Nurul Huda UNS, Solo- Bertempat di Masjid Nurul Huda, berlangsung Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam pada Selasa (09/01). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kaderisasi Ulama yang diselenggarakan oleh Universitas Darusalam Gontor dan Majelis Ulama Indonesia.

Sekitar 200 peserta dari kalangan mahasiswa dan umum memenuhi Ruang Seminar Masjid Nurul Huda untuk menyimak pemaparan berbagai tema seputar pemikiran dan peradaban Islam. Dalam seminar ini akan dibahas tiga judul yaitu : Worldview Islam dan Barat, Konsep revolusi Mental Perspektif Islam, dan Optimalisasi Lembaga Keuangan Islam.

Continue reading

Mengaji dan Berbagi Motivasi di Pondok Fasihul Qur’an

Mengaji dan Berbagi Motivasi di Pondok Fasihul Qur’an


Masjid Nurul Huda – Dalam perjalanan studi banding ke Jawa Timur yang dilakukan oleh Takmir Masjid Nurul Huda UNS pada Sabtu (13/01) sampai Ahad (14/01) kemarin, salah satu tempat yang dikunjungi adalah Yayasan Fasihul Qur’an Pasuruan. Dijamu di komplek yayasan yang juga asrama santri SMP BIC, Takmir Masjid Nurul Huda berkesampatan untuk mendapatkan tausyiyah dari Ust. Abdul Karim yang  juga merupakan Pembina Yayasan.

Dalam tausyiyahnya Beliau menyampaikan pesan kepada anggota rombongan yang juga aktivis masjid kampus agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan. Selain itu agar senantiasa belajar utamanya ilmu agama untuk bekal baik kehidupan pribadi maupun kelak ketika sudah keluar dari dunia kampus. Karena, masih lanjut Beliau, kewajiban berdakwah tidak hanya berhenti saat selesai kuliah namun juga berlanjut saat kita hidup di masyarakat.

Selain mendengarkan tausyiyah dari Pembina Yayasan, rombongan Masjid Nurul Huda yang berjumlah 51 orang juga berkesempatan berbagi cerita dan motivasi kepada para santri BIC. Hilmy dan Mas’ud mahasiswa hafidz Qur’an UNS yang juga merupakan pengurus UKM Ilmu Al Qur’an menyampaikan motivasi  dan tips-tips singkat bagaimana menambah dan memelihara hafalan Al Qur’an.

Selain itu, Hilmy dan Mas’ud juga menyampaikan motivasi  untuk bagimana hafalan Al Qur’an bisa mendukung prestasi akademik mereka. Prestasi ini terbukti dengan berhasilnya mereka menembus kampus Universitas Sebelas Maret, salah satu kampus negeri terbaik di Indonesia.

Belajar Tata Kelola Perpustakaan Di Masjid Nasional AL Akbar Surabaya

Belajar Tata Kelola Perpustakaan Di Masjid Nasional AL Akbar Surabaya

Masjid Nurul Huda – Pustakawan Masjid Nurul Huda UNS mengikuti kegiatan studi banding yang dilaksanakan Takmir Masjid Nurul Huda Sabtu (13/01) sampai (14/01). Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Perpustakaan Masjid Nasional Al AKbar Surabaya.

Kepala Perpustakaan Masjid Nurul Huda UNS Sri Hartini menyampaikan maksud dari kunjungan ini adalah mempelajari sistem tata kelola perpustakaan. Alasan dipilihnya Perpustakaan Masjid Nasional Al Akbar adalah karena persamaan status sebagai perpustakaan rumah ibadah.

Continue reading

Rihlah Ilmiah Masjid Nurul Huda UNS ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Rihlah Ilmiah Masjid Nurul Huda UNS ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Masjid Nurul Huda – Takmir Masjid Nurul Huda UNS mengadakan studi banding ke beberapa tempat dan instansi di Jawa Timur, Sabtu (13/01) sampai Ahad (14/01). Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, menjadi lokasi pertama yang dikunjungi.  Dalam kunjungan ini 50 orang personel dari Masjid Nurul Huda disambut oleh Direktur Tarbiyah dan Direktur Imarah Ijtimaiyah, dan beberapa Kabid di Ruang Aisyah Masjid Nasional Al Akbar.

Direktur Tarbiyah Masjid Nasional AL Akbar H.A. Hamid Syarif, dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan penting dalam pengelolaan masjid. Masjid adalah bagian penting dari peradaban Islam, jadi tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi masjid juga harus menjadi tempat pendidikan bagi ummat.

Continue reading