Gathering Asisten AAI UNS

Gathering Asisten AAI UNS

11046042_463307337150092_276853808_oJum’at malam, 13 Maret 2015, Aula Pascasarjana UNS sudah disibukkan dengan persiapan panitia agenda “Gathering Asisten AAI” yang akan dilaksanakan esok hari, Sabtu, 14 Maret 2015.

Gathering Asisten AAI yang mengangkat tema “Pahlawan Sepanjang Zaman, Lintas Generasi, Agen Perubahan” adalah agenda yang diselenggarakan oleh Departemen Pengelola Asisten (DPA) BIRO AAI UNS, bekerjasama dengan DPA di fakultas-fakultas di UNS. Tujuan dari agenda ini adalah rekomitmen asisten agar tetap istiqomah menjadi asisten AAI di periode 2015. Rangkaian acara Gathering Asisten AAI meliputi pembukaan, sambutan, materi, dan pengumuman-pengumuman.

Acara dimulai pukul 08.00 dengan agenda registrasi peserta, baik yang di ikhwan maupun yang di akhwat. Setelah itu, MC, yang pada kesempatan agenda ini adalah Zulfika dari FKIP, membuka acara dengan basmallah bersama seluruh peserta yang hadir. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kabiro AAI UNS, Subhan Abdul Aziz, diikuti dengan pembacaan ikrar rekomitmen asisten yang dibacakan oleh akh Subhan, diikuti oleh seluruh asisten yang hadir.

Setelah asisten mengucapkan ikrar rekomitmen, perwakilan dari UPT MKU bidang Agama Islam, Bapak Irfan, memberikan sambutan satu-dua patah kata untuk memberikan motivasi kepada asisten agar selalu semangat dan istiqomah dalam membina. Karena beliau segera mengerjakan agenda, usai sambutan, Bapak Ervan langsung meninggalkan ruangan acara.

Sesi selanjutnya adalah sesi diskusi. Ada 4 kelompok ikhwan dan 3 kelompok akhwat. Masing-masing kelompok mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang ada ketika menjadi asisten, masalah yang berkaitan dengan lembaga BIRO AAI itu sendiri, dan berbagai masalah agar bisa dicari solusi yang baik untuk kelancaran kegiatan AAI di Universitas Sebelas Maret. Setelah diskusi selesai dalam waktu 20 menit, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan.

Namun, sebelum presentasi hasil diskusi, Ust. Rahayu Abdullah memasuki ruangan Aula Pascasarjana untuk memberikan materi kepada asisten-asisten se-UNS. Inti dari materi yang beliau sampaikan adalah urgensi menjadi asisten dalam kaitannya membina dan dibina, prinsip tarbiyah, peran asisten AAI untuk membentuk peradaban, dan memberikan solusi-solusi konkret yang belum ditemukan oleh asisten saat diskusi di sesi sebelumnya.

Usai mengisi materi, sesi Ust. Rahayu ditutup dengan penyerahan vandel yang diserahkan langsung oleh Kabiro AAI, Subhan Abdul Aziz.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, usai materi, presentasi hasil diskusi dilanjutkan. Namun, karena terbatasnya waktu, maka, hanya 1 kelompok saja yang dikupas habis permasalahan dan solusi yang ditawarkan.

Acara puncak Gathering Asisten AAI hari itu ditutup dengan pengumuman “Asisten AAI Award”. Setiap fakultas mendapatkan 2 asisten terbaik, 1 ikhwan dan 1 akhwat. Sertifikat penghargaan Asisten AAI Award diserahkan oleh Kabiro AAI saat itu juga.

Tema “Pahlawan Sepanjang Zaman, Lintas Generasi, Agen Perubahan” dalam agenda Gathering Asisten AAI yang dihadiri lebih dari 100 asisten se-UNS hari itu diharapkan memberikan semangat dan motivasi kepada asisten agar senantiasa menjaga agar kegiatan AAI berjalan secara kondusif di UNS. Selain itu, diharapkan agar asisten AAI tetap istiqomah dalam berkomitmen menjadi asisten AAI di fakultas masing-masing demi membentuk peradaban islam yang agung. (mantas)

AAI Piece, Kami Follow Up AAI, Kamu?

AAI Piece, Kami Follow Up AAI, Kamu?

11051648_459517114195781_776623751_nGOR UNS Ahad pagi, 8 Maret 2015, tidak seperti ahad yang biasanya, karena pagi itu berkumpul mahasiswa-mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sekitar 50 mahasiswa berkumpul menghadiri agenda AAI Piece.

AAI Piece adalah rangkaian pembukaan follow up AAI bagi mahasiswa UNS yang telah menginjak semester 2 tahun ini. Tujuan diselenggarakan AAI Piece ini adalah mengajak kembali mahasiswa untuk mengikuti kegiatan AAI. Selain itu, kegiatan yang berupa agenda outbond ini membuat para peserta menyegarkan pikirannya kembali setelah lama jeda liburan semester 1.

AAI Piece dimulai secara resmi oleh panitia pada pukul 08.00 WIB. Setalah Kabiro AAI UNS 2015, Subhan Abdul Aziz, memberikan sambutan agenda pun dimulai. Acara ikhwan dan akhwat dikonsep secara terpisah. Usai upacara pembukaan, peserta dibriefing panitia mengenai rangkaian outbond yang akan mereka lakukan selama beberapa jam ke depan.

Pos pertama merupakan pos melintasi sungai penuh buaya. Peserta harus membuat lintasan sendiri agar dapat melalui rute yang dibuat panitia. Konsepnya adalah, mereka akan diberikan potongan karton yang akan menjadi tempat pijakan kaki mereka. Dari awal sampai garis selesai, masing-masing peserta harus melalui rute yang ada dengan karton tersebut. 15 menit berlalu, akhirnya panitia mendapatkan pemenang dari pos pertama ini, yaitu kelompok Usman. Setelah dari pos pertama yang berada di Fakultas Kedokteran, peserta menuju ke pos kedua dan ketiga yang berada di Fakultas Pertanian. Pos kedua adalah permainan tarik tambang, dilanjutkan di pos ketiga, yaitu permainan naga buta. Di kedua pos ini, acara berjalan meriah. Tak lupa, panitia pun ikut meramaikan dengan ikut permainan tarik tambang. Usai dari Fakultas Pertanian, peserta menuju pos terakhir, yaitu pos ambil koin dalam tepung yang berada di taman Fakultas MIPA. Pos ini peserta harus rela belepotan tepung demi mendapatkan koin. Setelah peserta menyelesaikan keempat pos yang ada, mereka kembali ke GOR untuk melakukan kreasi pembuatan lotis dan es buah.

Puncak acara, panitia mengumumkan pemenang dari hasil permainan outbond dan kreasi lotis. Pemenangnya adalah kelompok Usman. Penyerahan hadiah dilakukan oleh Kepala DPPAK, Rian Mantasa S. P., kepada perwakilan kelompok. Dengan penyerahan hadiah tersebut, berakhirlah sudah rangkaian acara AAI Piece hari itu.

Sebelum pulang ke tempat masing-masing, peserta dan panitia ikhwan berfoto bersama di depan GOR dengan meneriakkan, “ Aku ikut follow up AAI, kalau kamu? “

Oleh: Rian Mantasa Salve Prastica/ Kord. Dept. PPAK Biro AAI UNS

Sobat AAI, The First Generation

Sobat AAI, The First Generation

Bagi sebuah lembaga, kaderisasi anggota merupakan nyawa dari keberlangsungan suatu lembaga di tahun-tahun berikutnya. Karena keberlangsungan organisasi bukan hanya hari ini, tapi hari esok juga. Bukan hanya periode sekarang, tapi juga periode berikutnya. Tak terkecuali lembaga seperti Biro AAI UNS. Maka sudah menjadi tanggung jawab pengurus periode saat ini untuk menyiapkan generasi penerus lembaga di periode selanjutnya. Inilah yang menjadi latar belakang diadakannya program “Sobat AAI”, sebagaimana disampaikan Dwi Nur Rahmat Ketua Biro AAI UNS.

Acara Grand Opening yang diselenggarakan Sabtu 18 Oktober 2014 ini dikemas dalam format talk show, menghadirkan dua fasilitator. Pertama adalah Farid Mahendra, yang merupakan ketua Biro AAI periode 2012-2013 dan ketua Sentra Kegiatan Islam FMIPA UNS Periode 2011. Dan fasilitator yang kedua adalah Muhammad Hasan Cahya Pamungkas, beliau  saat ini adalah kordinator Puskomda FSLDK Soloraya. Beliau juga merupakan ketua umum JN UKMI UNS periode 2013. Kedua fasilitator tersebut, didampingi oleh moderator Zulfikar FIrdaus. Mahasiswa FKIP Pendidikan B. Inggris angkatan 2012 yang juga kodept pembinaan pengurus JN UKMI UNS periode 2014.

Diskusi berlansung secara interaktif, dari semua pihak. Pertanyaan-pertanyaan moderator mengarah kepada apa perbedaan antara JN UKMI dan Biro AAI, serta perbedaan karakteristik dakwahnya. Output dari AAI, serta peran Biro AAI UNS dalam keberlangsungan dan keberhasilan dari AAI.

Hasan menjelaskan, bahwa Biro AAI UNS merupakan salah satu organisasi yang tertua di UNS. Sebelumnya bernama IKADAI, Ikatan Dosen Agama Islam. Setelah itu baru terbentuk JN UKMI UNS, yang merupakan peleburandari 4 lembaga. Termasuk IKADAI, cikalbakal Biro AAI UNS. Secara karakteristik dakwah, JN UKMI lebih focus ke performa atau syi’ar islam kepada civitas akademika UNS. Sedangkan Biro AAI, lebih mengarah kepada pembentukan karakter islam pada setiap mahasiswa.

Seorang dosen PAI pernah menyampaikan kepada beliau, jika karakter mahasiswa UNS itu banyak yang bermasalah maka secara otomatis Biro AAI ikut bertanggungjawab. Karena Biro AAI melalui program AAI memiliki tujuan untuk membina dan membentuk karakter yang islami pada setiap mahasiswa UNS. Ini adalah sebuah amanah besar yang dibebankan kepada Biro AAI UNS, bagaimana membangun sebuah system agar keberjalanan dan keberlangsungan AAI dapat berhasil membentuk karakter mahasiswa baru UNS.

Acara ditutup setelah sebelumnya peserta diminta menuliskan inspirasi apa yang mereka dapatkan dari acara Grand opening Sobat AAI. Kemudian peserta diminta untuk menggantungkan inspirasi yang mereka dapatkan di pohon inspirasi, yang telah disiapkan oleh panitia. (Ramatto Livic)

Sobat AAI, Program Unggulan Biro Asistensi Agama Islam UNS

Sobat AAI, Program Unggulan Biro Asistensi Agama Islam UNS

Sabtu (18/10) kemarin, Biro AAI UNS mengadakan Grand Opening Sobat AAI angkatan pertama di Ruamh Diskusi Kompleks Masjid Nurul Huda Islamic Centre. Menurut Dwi Nur Rahmat, Ketua Biro AAI UNS, Sobat AAI adalah program terbaru dari Biro AAI UNS periode ini. Program ini adalah sarana Biro AAI UNS untuk memperkenalkan diri kepada mahasiswa UNS, khususnya mahasiswa baru.

Acara Grand Opening Sobat AAI dikemas dalam bentuk talk show, menghadirkan dua fasilitator. Pertama adalah Farid Mahendra, yang merupakan ketua Biro AAI periode 2012-2013 dan ketua Sentra Kegiatan Islam FMIPA UNS Periode 2011. Dan fasilitator yang kedua adalah Muhammad Hasan Cahya Pamungkas, beliau  saat ini adalah kordinator Puskomda FSLDK Soloraya. Beliau juga merupakan ketua umum JN UKMI UNS periode 2013. Kedua fasilitator tersebut, didampingi oleh moderator Zulfikar FIrdaus. Mahasiswa FKIP Pendidikan B. Inggris angkatan 2012 yang juga kodept pembinaan pengurus JN UKMI UNS periode 2014.

Diskusi berlansung secara interaktif, dari semua pihak. Pertanyaan-pertanyaan moderator mengarah kepada apa perbedaan antara JN UKMI dan Biro AAI, serta perbedaan karakteristik dakwahnya. Output dari AAI, serta peran Biro AAI UNS dalam keberlangsungan dan keberhasilan dari AAI.

Di akhir acara, peserta diminta menuliskan inspirasi apa yang mereka dapatkan dari acara Grand opening Sobat AAI. Kemudian peserta diminta untuk menggantungkan inspirasi yang mereka dapatkan di pohon inspirasi, yang telah disiapkan oleh panitia. (Ramatto Livic)