“Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama”

“Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama”

“Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama” 

Kajian Muslimah 19 Maret 2015

Ustadzah Lutfiya T.H.

  1. KaMus edisi 16 April 2015 “Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama” brsm Ustzh Lutfiya T.H #KaMus16 #KartiniMasaKini
  2. Khadijah binti Khuwailid, pahlawan wanita pertama yg ikut berjuang bersama Rasulullah #KaMus16 #KartiniMasaKini
  3. Khadijah keturunan bangsawan. Dia dijuluki wanita suci krn akhlaknya yg terpuji #KaMus16 #KartiniMasaKini @MuslimahFKIPUNS
  4. Sebelum menikah dgn Muhammad, Khadijah pernah menikah dgn Abu Halah dan Atiq. Namun keduanya meninggal #KaMus16 #KartiniMasaKini
  5. Sejak umur 15th, Muhammad bkerja pd Khadijah. Khadijah memiliki jar bisnis perdagangan #KaMus16 #KartiniMasaKini
  6. Khadijah adl pembisnis yg handal karena bekal intelektual beliau #KaMus16 #KartiniMasaKini
  7. Khadijah mengutarakan keinginannya terlebih dhlu utk menikah dgn Muhammad #KaMus16 #KartiniMasaKini
  8. Mereka dikaruniai 6 org anak yg semuanya lahir sbelum masa kenabian, kecuali anak terakhirnya, Abdullah #KaMus16 #KartiniNspiration
  9. Akhirnya mereka menikah, Muhammad (25th) dgn Khatijah seorang janda 40th #KaMus16 #KartiniMasaKini
  10. Sbelum menikah dgn Muhammad, Khadijah memiliki anak angkat kesayangan brnama Zaid bin Haritsah yg kemudian dihadiahkan kpd Muhammad #KaMus16
  11. Khadijah sosok yg ikhlas, setia, tidak khawatir saat ditinggal berjuang oleh suaminya #KaMus16 #KartiniNspiration @JNUKMIUNS
  12. Khadijah adl sosok yg selalu bisa menentramkan hati suaminya #KaMus16 #KartiniNspiration @nurulhuda_uns @nisaaskifkuns
  13. Penghormatan utama seorg istri adl pd suaminya.
  14. Penghornatan utama sorg suami, tetap pada ibunya. #KaMus16 #KartiniNspiration
  15. Khadijah tdk pernah menghalangi penghormatan Muhammad pada ibu susunya #KaMus16 #KartiniNspiration
  16. “Sbaik-baik wanita (langit) adl Maryam binti Imran dn sbaik-baik wanita (bumi) adl Khadijah binti Khuwailid” HR.Bukhori & Muslim #KaMus16
  17. Teringat sebuah pepatah yang sering kita dengar mengatakan “Dibalik kesuksesan seorang pria ada wanita hebat” #KaMus16 #KartiniNspiration
  18. kalimat yang sepadan yang semestinya diungkapkan adalah “Dibalik kebesaran sebuah ummat ada wanita yang hebat” #KaMus16 #KartiniNspiration
  19. Kalau saja bukan karena peran seorang Khadijah, umat islam takkan berjaya. #KaMus16 #KartiniNspiration
“Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah”

“Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah”

 “Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah” 

Kajian Muslimah 19 Maret 2015

Ustadzah Vida Robi’ah A.A.

  1. #KajianNH Sedang berlangsung : Kajian Muslimah “Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah” brsma Ustdzh.Vida Robi’ah A.A. #KaMus19 @JNUKMIUNS
  2. Now, Kajian Muslimah “Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah” brsma Ustdzh.Vida Robi’ah A.A. #KaMus19
  3. Sinetron2 mudah memengaruhi tentang lawan jenis, gaya hidup dan hal2 negatif lainnya #KaMus19
  4. Sinetron Indonesia banyak yang mengajarkan bahwa institusi sekolah adalah tempat untuk pacarann #KaMus19
  5. Kapasitas otak-pikiran menjadi hal utama seorang muslimah #KaMus19
  6. Muslimah yg tdk mengupgrade kapasitas ilmunya, maka ia akan mjd muslimah yg hanya sibuk dgn penampilan #KaMus19
  7. Seorang muslimah memiliki kemampuan memilih, mengkritisi dan mengevaluasi sesuatu #KaMus19
  8. Seorang istri yang cerdas bisa menganalisis kebutuhan suaminya #KaMus19
  9. Kecerdasan dan karakter seorang anak sebagian meniru dari ibu #KaMus19
  10. Muslimah harus memiliki moral yang baik yang nantinya akan diwariskan kepada anak-anaknya #KaMus19
  11. Berpakaian syar’i adalah komitmen kita kepada Allah #KaMus19
  12. Komitmen kita selain berjilbab yaitu menjaga pandangan dan menjaga pergaulan #KaMus19
  13. Proses berhijab kita lalui secara bertahap #KaMus19
  14. Muslimah itu juga harus berkarakter kuat. Karakter kuat bukan berarti galak ataupun diktator #KaMus19
  15. Sebanyak apapun pendapatan seorang istri, sesungguhnya lebih mulia pendapatan suami meskipun sedikit #KaMus19
  16. Meski kita memiliki kesibukan kuliah, hendaknya kita tetap sering berinteraksi dengan masyarakat #KaMus19
  17. Dengan bermasyarakat, kita akan tambah pintar dan cerdas #KaMus19
  18. Bukan hanya cantik diri seperti barbie. Mnjadi seorang ibu hrs bisa mengimbangi kebutuhan suami dan mendidik anak-anak #Kamus19
  19. Batasan berinteraksi denan lawan jenis itu bagaimana kita bisa mengendalikan keadaan sewajarnya #KaMus19
  20. Jagalah dirimu sendiri dan percayalah Allah melihatmu #KaMus19
Spirit Hijriah: Menuju Persatuan Ummat

Spirit Hijriah: Menuju Persatuan Ummat

Oleh: Ramatto Livic

             Rasullah Saw. telah memperingatkan kita yang berada di akhir zaman, dalam salah satu sabdanya: “Hampir terjadi keadaan yang mana umat-umat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang yang makan mengerumuni makanannya”. Salah seorang sahabat berkata: “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?”,Nabi bersabda: “Bahkan pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (Buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada di dalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campak kankepada kalian rasa wahn”. Kata para sahabat,: “Wahai Rasulullah, apa wahn itu”. Beliau bersabda: “Cinta dunia dan takut mati” (HR. Abu Daud, Ahmad)

Indonesia, negeri kita ini adalah sebuah Negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Tapi masyarakat muslim di Indonesia mengalami kondisi terkotak-kotak. Masing-masing mereka membanggakan golongan masing-masing. Saling mengklaim golongannya adalah jalan yang benar, dan menuduh golongan yang lain adalah sesat hanya karena perbedaan satu atau beberapa pendapat dalam hal furu (persoalan cabang).

Allah berfirman dalam surat Ar Rum ayat 32:

Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (QS Ar Rum 30:32)

Perbedaan adalah suatu sunnatullah. Pasti akan selalu ada perbedaan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi perbedaan. Karena sejak zaman Rasulullah Saw memimpin, Rasulullah saw menggolongkan kaum muslimin yang berasal dari Mekkah dengan muhajirin sedangkan kaum muslimin dari Yastrib (Madinah) dengan anshar.

Hikmah yang bisa kita ambil dari keberadaan kaum muhajirin dan anshar adalah perbedaan itu bukanlah suatu permasalahan. Selama kita mampu saling bertenggang rasa satu sama lain. Dan tidak membanggakan apa yang ada pada golongan mereka. Seperti halnya muhajirin dan anshar. Kaum muslim muhajirin tidak pernah membanggakan bahwa mayoritas sahabat Rasulullah saw yang dijamin masuk surge oleh Allah dan Rasul-Nya berasal dari golongan mereka. Dan kaum anshar tak pernah membanggakan bahwa merekalah yang menguatkan kaum muslimin kala tersisihkan dari Mekkah. Ah, inilah indahnya ukhuwah islamiyah kawan.

Kita juga harus belajar dari 4 imam madzhab dalam islam, yaitu imam Syafi’I, Imam Hanafi, Imam  Malik, dan Imam Ahmad. Meskipun memiliki banyak perbedaan dalam berpendapat,  mereka tidak pernah saling meng-klaim bahwa madzhab mereka adalah yang paling benar. Tapi justru mereka saling memuliakan satu sama lain. Seperti halnya Imam AsySyafi’i dengan Imam Ahmad. Saling berguru satu sama lain. Ah, itulah indahnya ukhuwah islamiyah kawan.

Mari di moment awal tahun 1436 Hijriah kita,umat muslim di Indonesia khususnya dan Dunia pada umumnya, untuk berhijrah menuju kesatuan umat untuk Indonesia, dunia, serta alam semesta yang lebih baik. Biarlah perbedaan itu menjadikan kita saling bersatu dan menguatkan. Seperti halnya agregat besar, kecil, semen, air serta baja yang saling mendukung hingga terbentuk beton yang sangat kokoh.

___________________________

KETERANGAN KONTRIBUTOR

Penulis bernama lengkap Dwi Nur Rahmat, Ketua Biro Asistensi Agama Islam Universitas Sebelas Maret, mahasiswa Teknik Sipil FT UNS angkatan 2010. Ramatto Livic adalah nama penanya dalam dunia kepenulisan. Penulis dan pemilik di www.menarainspirasi.com.
Sumber

Hikmah Di Balik Shalat Gerhana

Hikmah Di Balik Shalat Gerhana

Oleh: Ramatto Livic

Rabu (8/10) lalu, terjadi sebuah fenomen alam yakni gerhana bulan. Apa itu gerhana bulan? Suatu fenomena alam yang terjadi karena posisi matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus. Karena keadaan yang segaris, sehinga bayangan bulan terhalangi oleh bumi.

Umat muslim diperintahkan untuk melaksanakan shalat Gerhana ketika melihat gerhana, baik itu gerhana matahari maupun bulan. Sebagaimana yang terekam dalam hadist riwayat Bukhari no. 1047 yakni ”Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”

Continue reading

Faktor Penyebab Sebagai Salah Satu Hikmah Hijrah

Faktor Penyebab Sebagai Salah Satu Hikmah Hijrah

Mengambil faktor penyebab menjadi sangat penting di samping bertawakkal kepada Allah SWT. Karena akibat yang muncul tanpa adanya sebab yang mendahuluinya adalah sebuah kemustahilan.

Peristiwa Tahun Baru Hijriah mungkin tidak banyak disambut oleh penduduk Indonesia selayaknya tahun baru Masehi. Bahkan, sebagai umat muslim pun terkadang kita masih menganggap bahwa Tahun Baru Hijriah hanya sekadar pengulangan tanggal setiap tahun. Banyak dari kaum muslimin dewasa ini yang masih alpa dalam mengambil pelajaran yang mendasari penetapan awal tahun hijriah setelah wafatnya Rasulullah saw itu.

Seperti kita ketahui bahwa penetapan tahun Hijriah merupakan salah satu prestasi Umar bin Khattab ra. di masa kekhalifahannya. Penetapan ini didasari atas peristiwa hijrahnya Rasulullah saw. dan para Muhajirin dari Mekah menuju Yatsrib atau Madinah. Peristiwa hijrah sendiri dilakukan secara bertahap. Proses hijrah Rasulullah saw. sendiri ditemani oleh Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq dan seorang penunjuk jalan, Abdullah bin Uraiqith.

Continue reading

Ikhlas itu Tidak Selalu Ringan

Ikhlas itu Tidak Selalu Ringan

IMG_5629

Oleh: Ramatto Livic

Lelaki tua itu berumur senja, tapi ia tidak pernah memadamkan api harapannya kepada Sang Khaliq, Allah SWT. Di usianya yang senja, ia dan istrinya belum di karuniakan seorang anak yang merupakan dambaan setiap orang tua. Karena, keluarga tanpa kehadiran seorang anak, seperti puzzle yang tidak lengkap. Tapi, ia tidak pernah menyerah. Tidak pernah berhenti berharap, bersimpuh dengan kerendahan hatinya. Entah itu pagi, siang, bahkan malam ia selalu berdo’a kepada-Nya.

Continue reading

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

“Ada dampak sosial yang tersimpan di dalam ketaatan seorang muslim yang berkurban.”

Menjelang bulan Dzulhijah, tentu sebagai umat muslim kita diingatkan dengan peristiwa penting yaitu Idul Qurban. Pada kesempatan ini, para muslim diberikan kesempatan untuk menunaikan penyembelihan hewan kurban, sebagai bentuk manifestasi ketaqwaan kepada Allah SWT. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa secara historis penyembelihan hewan kurban merujuk pada kisah Nabi Ibrahim as yang dengan sadar mengorbankan putra semata wayangnya, Ismail as sebagai bentuk puncak ketaatan kepada Allah SWT. Keikhlasan dan kesabaran sang ayah inilah yang akhirnya mengantarkan turunnya syariat berkurban bagi semua muslim setelahnya, termasuk umat Nabi Muhammad SAW. Seperti firman Allah dalam Al Quran:

Sesungguhnya, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang terputus. (QS. Al-Kautsar : 1-3).

Sebagai masyarakat muslim di kampus tentu kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan syariat ini. Masyarakat kampus hendaknya menjadi percontohan yang ideal di masyarakat. Mengingat di sinilah tempat berdiamnya para cendekiawan yang memiliki kepahaman dalam hal spesialis ilmu pengetahuan dan juga keagamaan. Sudah barang pasti bahwa aktivitas di kampus menjadi tolok ukur berkembangnya masyarakat secara umum.

Kegiatan kurban yang sering kali dimaknai sebagai bentuk ketaatan seorang muslim kepada Rabbnya tentu menjadi dasar utama dilaksanakan ibadah ini. Hasan Fahrur (20 th), seorang mahasiwa Jurusan Psikologi, Fakultas Kedokteran menyebutkan bahwa baginya berkurban merupakan kewajiban bagi masing-masing pribadi muslim. Seberat apapun pengorbanan yang harus dilakukan, demi penghambaan kepada Allah semua itu harus dilakukan. Seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang memperoleh kelapangan, namun ia tidak berkurban, janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.

Kebiasaan berkurban hendaknya dimulai sejak dini, untuk melatih kepekaan seseorang dalam menjalankan syariat. “Letak pengorbanan itu pada keikhlasan kita dalam menjalankan perintah Allah. Kalau kita merasa siap, ya lakukan saja. Tidak perlu menunggu sampai benar-benar berpunya,” ungkap mahasiswa semester lima tersebut.

Ibadah kurban seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim tentu memiliki nilai spiritual yang tinggi. Di sinilah manusia diuji kelapangan dan kecintaannya akan dunia oleh Allah SWT. Manusia diuji keimanannya dengan harta dan benda yang dimilikinya. Apakah harta dan segala yang ia miliki memalingkan dirinya dari Allah. Meski sebenarnya, cinta kepada harta maupun anak-anak merupakan fitrah, tetapi seharusnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diletakkan di atas itu semua (lihat QS. Al Taubah: 24).

Namun, jauh dari itu ternyata kurban juga mengandung dampak positif bagi kehidupan sosial. Seperti yang disebutkan pakar tafsir kontemporer, Abdulllah Yusuf Ali dalam The Holy Qur’an; Translation and Commentary, bahwa selain memilik makna spiritual bagi pelakunya, berkurban juga memiliki dampak sosial. Ibadah ini lebih merupakan ungkapan syukur, maka bacaan takbir justru lebih penting dari prosesi penyembelihan itu sendiri. Artinya, karena kurban itu merupakan manifestasi keimanan seseorang, bukanlah wujud kurbannya lebih dipentingkan, melainkan nilai dan motivasi orang itu menjalankannya.

“Momen kurban harusnya bisa dijadikan sarana untuk berbagi dan melihat sekitar. Jangan-jangan selama ini, di atas kenikmatan dan kecukupan hidup kita ada saudara-saudara yang kekurangan. Meskipun hanya beberapa hari, semoga bisa memberikan kegembiraan bagi yang membutuhkan,” kata Zahroh (23 th), mahasiswa FKIP.

Oleh karena itu, Idul Qurban seharusnya bisa dijadikan ungkapan kasih sayang, cinta dan simpati mereka yang berpunya kepada kaum papa. Pasalnya, kurban ini tidak sama dengan upacara persembahan agama-agama lain. Hewan kurban tidak kemudian dibuang dalam altar pemujaan dan tidak pula dihanyutkan di sungai, malah daging kurban dinikmati bersama baik oleh orang yang berkurban maupun orang-orang miskin di sekitarnya.

Imam Al Ghazali jauh-jauh hari telah mengingatkan kita semua bahwa penyembelihan hewan kurban menyimbolkan penyembelihan sifat kehewanan manusia. Oleh karena itu, kurban semestinya bisa pula mempertajam kepekaan dan tanggungjawab sosial (social responsibility). Dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk berkurban diharapkan timbul rasa kebersamaan di masyarakat.

Atas dasar inilah Lembaga Amil Zaka Infaq dan Shodaqoh UNs (LAZIS UNS) kembali menyelenggarakan kegiatan Qurban Sampai Pelosok. Kegiatan ini diselenggarakan untuk berbagi kebahagiaan bersama saudara-saudara kita di daerah yang tidak terjangkau dengan kegiatan qurban.

Manajer umum Lazis UNS Catur Wibowo menyampaikan “Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah saat hari raya Idul Adha, disamping itu juga membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa. Namun kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah yang ‘kaya’ saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Hal ini disebabkan oleh salah satunya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban. Melalui program Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014, LAZIS UNS berharap bisa kembali mendistribusikan qurban ke daerah-daerah yang minim qurban, sehingga manfaat dari ibadah qurban bisa dirasakan oleh masyarakat luas.”

Ibadah kurban pun mengajarkan kepada manusia utuk rela berkorban demi kepentingan yang lebih universal baik kepentingan agama, bangsa, maupun kemanusiaan. Ibadah kurban adalah manifestasi keimanan dan simbol perlawanan terhadap syetan dan hawa nafsu yang hadir lewat iming-iming harta dan kekuasaan. Akhir kata, semoga kita mampu “menyembelih” ujian dunia untuk mewujudkan kebersamaan dan kesejahteraan umat Islam.