Faktor Penyebab Sebagai Salah Satu Hikmah Hijrah

Faktor Penyebab Sebagai Salah Satu Hikmah Hijrah

Mengambil faktor penyebab menjadi sangat penting di samping bertawakkal kepada Allah SWT. Karena akibat yang muncul tanpa adanya sebab yang mendahuluinya adalah sebuah kemustahilan.

Peristiwa Tahun Baru Hijriah mungkin tidak banyak disambut oleh penduduk Indonesia selayaknya tahun baru Masehi. Bahkan, sebagai umat muslim pun terkadang kita masih menganggap bahwa Tahun Baru Hijriah hanya sekadar pengulangan tanggal setiap tahun. Banyak dari kaum muslimin dewasa ini yang masih alpa dalam mengambil pelajaran yang mendasari penetapan awal tahun hijriah setelah wafatnya Rasulullah saw itu.

Seperti kita ketahui bahwa penetapan tahun Hijriah merupakan salah satu prestasi Umar bin Khattab ra. di masa kekhalifahannya. Penetapan ini didasari atas peristiwa hijrahnya Rasulullah saw. dan para Muhajirin dari Mekah menuju Yatsrib atau Madinah. Peristiwa hijrah sendiri dilakukan secara bertahap. Proses hijrah Rasulullah saw. sendiri ditemani oleh Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq dan seorang penunjuk jalan, Abdullah bin Uraiqith.

Continue reading

Mengambil Teladan Dari Tiga Sosok Manusia Utama Dalam Iedul Adha [Khutbah Hari Raya Idul Adha 1435 H/ 2014 M]

Mengambil Teladan Dari Tiga Sosok Manusia Utama Dalam Iedul Adha [Khutbah Hari Raya Idul Adha 1435 H/ 2014 M]

IMG_5596

LUKMAN HAKIM

Wakil Dekan III

Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS

 

الله اكبر, الله اكبر, الله اكبرx ۳  الله اكبر كبيرا, والحمد لله كثيرا, وسبحان الله بكرة واصيلا, لااله الا الله و الله اكبر, الله اكبر ولله الحمد.  الحمد لله الذى صد ق و عده ونصر عبده واعزجنده وهزم الاحزاب وحده. أشهد ان لآاله إلا الله وحده لاشريك له, وا شهد ان سيد نا محمدا عبده ورسوله, الذى لانبي بعده. اللهم صل و سلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله و اصحابه اجمعين, ومن تبعهم الى يوم الدين. اما بعد فيا عباد الله اتقوا الله, اتقوا الله فى كل سا عة وتزودوا به فان خيرا لزاد التقوى

        Allahu Akbar 3x Walillahilhamd !

Jama’ah  I’dul Adha rahima kumullah !

Marilah pertama kali kita panjatkan puji syukur ke kehadlirat Allah salam dan sholawat kita tujukan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Syukur kita terutama karena sampai saat ini Allah masih memberikan kepada kita Iman dan Islam. Pada kesempatan pagi ini sesungguhnya menjalankan rukun iman dan rukun Islam. Dalam peringatan Iedul Adha, secara khusus adalah bagian dari  Rukun Iman adalah terutama kewajiban kita untuk percaya kepada nabi dan rosul Allah, Yakni kisah tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tentang Qurban. Sementara di dalam rukun Islam, peringatan Iedul Adha tidak lain bagian dari rukun Islam ke lima yakni menjalankan haji ke tanah suci.

Continue reading

HUMMUS FP Selenggarakan Tabligh Akbar “Kami Bangga Menjadi Muslim”

HUMMUS FP Selenggarakan Tabligh Akbar “Kami Bangga Menjadi Muslim”

IMG_5729

Himpunan Mahasiswa Muslim (Hummus) 2010 Fakultas Pertanian (FP) UNS bersama Muallaf Center Indonesia (MCI) mengadakan acara Tabligh Akbar (TA ) dengan tema “Kami Bangga Menjadi Muslim” (12/10). Acara yang diadakan di Masjid Nurul Huda Islamic Center UNS ini dihadiri oleh 3 pembicara, yaitu Ustadz Syarif Ja’far Baraja selaku Pembina MCI, dan dua orang muallaf yang juga pegiat MCI, yaitu Steven Indra Wibowo dan dr. Sunny Wadhwa asal India.

Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan masyarakat umum tersebut dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Steven Indra Wibowo, pendiri MCI mengawali materi mengenai kisah perjalanan hidupnya menjadi mualllaf dari Katolik menjadi Muslim. dr. Sunny Wadhwa menjadi pembicara kedua yang menceritakan pengalaman hidupnya menjadi muallaf dari penganut hindu menjadi penganut Islam.

Pembicara ketiga, Ustadz Syarif Ja’far Baraja mengungkapkan bahwa hidayah adalah pilihan dan harus dicari. Ia mengkaitkan materi hidayah dengan kondisi orang-orang islam pada masa kini.

Pukul 11.00 WIB, sesi penyampaian materi dari ketiga pembicara telah selesai, dan berpindah pada sesi tanya jawab.  Beberapa peserta aktif bertanya, sehingga acara semakin hidup. Tepat pukul 11.30 WIB, acara yang didukung oleh FUSI FP dan Perintis 2011 itu berakhir dengan khidmat.

Jamaah Masjid Nurul Huda UNS Selenggarakan Sholat Gerhana

Jamaah Masjid Nurul Huda UNS Selenggarakan Sholat Gerhana

IMG_5678

Rabu 8 Oktober 2014 pukul 16.15 – 19.34 WIB, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami peristiwa gerhana bulan total. Bagi umat Islam, dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah ketika menyaksikan gerhana, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.” (HR. Bukhari)

Tak ketinggalan Masjid Nurul Huda UNS juga menyelenggarakan Sholat gerhana , sekitar 200 jamaah melaksanakan salat gerhana. Mereka melaksanakan salat gerhana sehabis Maghrib.

Insan, salah seorang pengurus harian Masjid Nurul huda UNS mengatakan, pelaksanaan shalat gerhana diumumkan sebelum dilaksanakannya ibadah shalat Maghrib. Shalat gerhana, dipimpin oleh Ustadz. Mohammad Luthfi Anshori, Lc. Staff Pengajar IAIN Surakarta dan pengasuh Tahfidz di MAPK Surakarta.

Selepas Sholat Gerhana Ustadz Luthfi menyampaikan khutbah singkat yang menerangkan bagaimana semestinya seorang Muslim bersikap ketika terjadinya peristiwa gerhana. Sebagaimana Rasulullah mengajarkan bahwa Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.

Gerhana Bulan kali ini merupakan peristiwa langka bagi warga Indonesia barat karena totalitasnya terjadi bertepatan dengan saat Matahari tenggelam. Peristiwa ini langka dan mungkin baru pertama kali teramati dari Indonesia.

Saat terbit, Bulan sudah akan menunjukkan warna merah darah di ufuk timur. Sementara itu, Matahari baru akan tenggelam 3 menit setelah Bulan terbit sehingga cahaya senja dan piringan Matahari yang kemerahan juga masih akan terlihat.

Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014 LAZIS UNS

Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014 LAZIS UNS

IMG_5270

Lazis UNS kembali menyelenggarakan program UNS Berqurban – Qurban Sampai Pelosok (QSP) yang dilaksanakan pada  5-6 Oktober 2014. Sebanyak :  112  kambing dan 10 sapi dikelola dan didistribusikan ke lebih dari  27 daerah yang minim hewan qurban.  4500-an paket qurban tersalurkan dalam program ini. Program pendistribusian dan pengelolaan hewan qurban tersebut setidaknya melibatkan 150 relawan, baik relawan LAZIS UNS maupun rekan-rekan Lembaga Dakwah Kampus UNS.

Pada  program QSP 2014 ini LAZIS UNS memusatkan  di 4 daerah, yaitu Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar dengan penyaluran 2 sapi untuk 200-an penerima paket hewan Qurban,  Desa Jerukan Kecamatan Juwangi, Boyolali dengan penyaluran 1 Sapi  untuk 60 Kepala keluarga (KK), daerah ke-3 yaitu Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Grobogan dengan penyaluran  1 Sapi dan daerah terakhir adalah Mengger, Desa Nglipar, Kec. Nglipar, Gunungkidul, DIY dengan penyaluran 1 sapi.

“Untuk program QSP tahun ini, kami telah mempersiapkan secara maksimal. Hewan Qurban disiapkan sebulan sebelum hari raya idul adha. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas hewan qurban serta menjaga stabilitas harga hewan. Sapi  dan Kambing  untuk QSP 2014 diambil dari Tawangmangu dan Matesih (Karanganyar).” Ujar Catur Wibowo Manajer Umum Lazis UNS

Universitas Sebelas Maret Selenggarakan Sholat Ied dan Pemotongan Hewan Qurban

Universitas Sebelas Maret Selenggarakan Sholat Ied dan Pemotongan Hewan Qurban

IMG_5407

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Universitas Sebelas Maret kembali mengadakan Sholat Ied berjamaah. Sholat Ied ini dilaksanakan di halaman kantor pusat (Rektorat) pada Ahad, 5 Oktober 2014. Menjadi Khotib pada pelaksanaan sholat Ied kali ini Bapak Lukman Hakim, SE., M.Si., Ph.D, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS. Sementara menjadi imam adalah Insan Prasetya Jati, Takmir Masjid Nurul Huda UNS.

Ribuan massa yang terdiri dari civitas akademika UNS dan masyarakat umum memenuhi halaman kantor pusat UNS. Bapak Lukman Hakim dalam khutbahnya mengajak jamaah untuk melakukan napak tilas sejarah nabi pada masa lampau. Sebagai umat muslim kita diwajibkan tidak saja mengenang tetapi juga menjalankan syariat yang telah dicontohkan oleh para Nabi.

Selain sholat ied, Universitas Sebelas Maret juga menyelenggarakan pemotongan hewan qurban. Pemotongan hewan qurban dilaksanakan pada hari Senin, 6 Oktober 2014 di halaman Masjid Nurul Huda UNS. Tahun ini Lazis UNS sebagai pelaksana ibadah qurban mengelola dan mendistribusikan sebanyak 8 ekor kambing dan 2 ekor sapi. Sekitar 450 paket Qurban dibagikan kepada karyawan di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret, dan juga masyarakat sekitar. Total Lazis UNS mengelola:  112  kambing dan 10 sapi dikelola dan didistribusikan ke lebih dari  27 daerah yang minim hewan qurban.  4500-an paket qurban tersalurkan dalam program ini.

JN UKMI UNS adakan Temu Aktivis Muslimah (TAMu) se-UNS

JN UKMI UNS adakan Temu Aktivis Muslimah (TAMu) se-UNS

1026177_789535281085935_6234645830364006108_o

Jum’at, 10 Oktober 2014 JN UKMI UNS mengadakan acara silaturahim muslimah se-UNS. Acara Temu Aktivis Muslimah (TAMu) UNS ini mengambil tema “Bersamamu dulu, kini, dan nanti”. Acara berlangsung di Ruang Seminar NHIC UNS dengan dihadiri oleh aktivis muslimah masing-masing LDF dan LDK UNS.

Acara dimulai pukul 11.00 WIB, dimulai dengan pemutaran beberapa video tentang motivasi dan semangat dakwah. Selanjutnya dibuka oleh MC. Pukul 11.30 WIB dihadirkan pembicara dari salah satu alumni Ketua Bidang Nisaa LDF di UNS, yaitu ukhti Rona Murni Hamdyah. Ukhti Rona mengajak kepada seluruh aktivis muslimah UNS untuk tetap semangat dan pantang mengeluh dalam berdakwah dengan cinta. Beliau menuturkan beberapa ruang lingkup dakwah yang harus dimiliki oleh aktivis muslimah UNS, diantaranya mampu melayani kebutuhan umat, menyebarkan fikroh & informasi, membangun opini, dan mencetak figur.

Acara tersebut dihadiri oleh 49 aktivis muslimah UNS. Peserta sangat antusias mendengarkan beberapa inspirasi yang disampaikan oleh Ukhti Rona. Acara diakhiri dengan sesi penulisan pesan dan kesan oleh peserta selama mengikuti acara. Pukul 12.45 WIB acara ditutup oleh MC.

Semarak Milad 32 Masjid Nurul Huda – Tahun baru Hijriyah & RAPIMNAS FSLDK III

Semarak Milad 32 Masjid Nurul Huda – Tahun baru Hijriyah & RAPIMNAS FSLDK III

cover 32

Dalam rangka milad ke 32 Masjid Nurul Huda UNS, Tahun Baru Hijriyah dan penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional FSLD ke III, Masjid Nurul Huda menyelenggarakan serangkaian acara bertajuk :

“DARI MASJID KEJAYAAN BERMULA”

1. Bedah Buku Lapis-Lapis Keberkahan
Ustadz Salim A. Fillah
(Penulis, Pengelola Majelis Jejak Nabi)
Rabu 22 Oktober 2014 Jam 15.30

2. Tabligh Akbar “Islam dan Tantangan Modernisasi”
Ustadz Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed, M.Phil
(Ketua Majelis Intelektual Muda Muslim Indonesia/ MIUMI, Direktur INSIST)
Jum’at 24 Oktober 2014 Jam 13.00

3. Launching Forum Pembebasan Al Aqsa
Ustadz Suryadi saputra, S.Pd.I (Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina)
Syaikh Mahmood Saalim (Palestina)
Ahad 26 Oktober 2014 Jam 15.30

Selain kegiatan tersebut di atas, Masjid Nurul Huda UNS juga akan meluncurkan unit usaha Warung NH dan NH Store pada tanggal 22 oktober 2014 dan Lomba #AkuDanMasjidNH

Aku Dan Masjid NH

Aku Dan Masjid NH

feature

Bismillahirrohmanirrohiim…

Sebagaimana janji kami tadi siang, kami akan memberikan kabar gembira buat teman2 sekalian. Dalam rangka semarak Milad 32 Masjid Nurul Huda UNS dan Tahun Baru 1436 Hijriyah, kami mengadakan lomba sederhana dg tajuk: #AkuDanMasjidNH

Adalah lomba menulis pengalaman paling berkesan dengan Masjid Nurul Huda, atau juga foto kenangan dengan Masjid NH.

Berikut ini persyaratan lombanya:
1. Lomba terbuka untuk civitas akademika UNS dan alumni
2. Like Fanspage kami di Nurul Huda Islamic Centre atau follow akun twitter dan instagram kami di @nh_ic
3. Tulis pengalaman paling berkesan kamu atau unggah foto kamu dan masjid Nurul Huda.
4. Tulisan/ foto di posting di akun Facebook peserta, kemudian di tag ke fanspage kami: Nurul Huda Islamic Centre, disertai tagar #AkuDanMasjidNH
5. Foto juga dapat diunggah di akun twitter atau instagram. disertai tagar #AkuDanMasjidNH
6. Lomba ditutup hari Senin 20 oktober 2014 Jam 12.00 WIB.
7. Pemenang akan diumumkan pada Hari Rabu 22 Oktober 2014.
8. 10 pemenang akan mendapat merchandise menarik dari Masjid Nurul Huda.

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

“Ada dampak sosial yang tersimpan di dalam ketaatan seorang muslim yang berkurban.”

Menjelang bulan Dzulhijah, tentu sebagai umat muslim kita diingatkan dengan peristiwa penting yaitu Idul Qurban. Pada kesempatan ini, para muslim diberikan kesempatan untuk menunaikan penyembelihan hewan kurban, sebagai bentuk manifestasi ketaqwaan kepada Allah SWT. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa secara historis penyembelihan hewan kurban merujuk pada kisah Nabi Ibrahim as yang dengan sadar mengorbankan putra semata wayangnya, Ismail as sebagai bentuk puncak ketaatan kepada Allah SWT. Keikhlasan dan kesabaran sang ayah inilah yang akhirnya mengantarkan turunnya syariat berkurban bagi semua muslim setelahnya, termasuk umat Nabi Muhammad SAW. Seperti firman Allah dalam Al Quran:

Sesungguhnya, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang terputus. (QS. Al-Kautsar : 1-3).

Sebagai masyarakat muslim di kampus tentu kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan syariat ini. Masyarakat kampus hendaknya menjadi percontohan yang ideal di masyarakat. Mengingat di sinilah tempat berdiamnya para cendekiawan yang memiliki kepahaman dalam hal spesialis ilmu pengetahuan dan juga keagamaan. Sudah barang pasti bahwa aktivitas di kampus menjadi tolok ukur berkembangnya masyarakat secara umum.

Kegiatan kurban yang sering kali dimaknai sebagai bentuk ketaatan seorang muslim kepada Rabbnya tentu menjadi dasar utama dilaksanakan ibadah ini. Hasan Fahrur (20 th), seorang mahasiwa Jurusan Psikologi, Fakultas Kedokteran menyebutkan bahwa baginya berkurban merupakan kewajiban bagi masing-masing pribadi muslim. Seberat apapun pengorbanan yang harus dilakukan, demi penghambaan kepada Allah semua itu harus dilakukan. Seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang memperoleh kelapangan, namun ia tidak berkurban, janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.

Kebiasaan berkurban hendaknya dimulai sejak dini, untuk melatih kepekaan seseorang dalam menjalankan syariat. “Letak pengorbanan itu pada keikhlasan kita dalam menjalankan perintah Allah. Kalau kita merasa siap, ya lakukan saja. Tidak perlu menunggu sampai benar-benar berpunya,” ungkap mahasiswa semester lima tersebut.

Ibadah kurban seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim tentu memiliki nilai spiritual yang tinggi. Di sinilah manusia diuji kelapangan dan kecintaannya akan dunia oleh Allah SWT. Manusia diuji keimanannya dengan harta dan benda yang dimilikinya. Apakah harta dan segala yang ia miliki memalingkan dirinya dari Allah. Meski sebenarnya, cinta kepada harta maupun anak-anak merupakan fitrah, tetapi seharusnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diletakkan di atas itu semua (lihat QS. Al Taubah: 24).

Namun, jauh dari itu ternyata kurban juga mengandung dampak positif bagi kehidupan sosial. Seperti yang disebutkan pakar tafsir kontemporer, Abdulllah Yusuf Ali dalam The Holy Qur’an; Translation and Commentary, bahwa selain memilik makna spiritual bagi pelakunya, berkurban juga memiliki dampak sosial. Ibadah ini lebih merupakan ungkapan syukur, maka bacaan takbir justru lebih penting dari prosesi penyembelihan itu sendiri. Artinya, karena kurban itu merupakan manifestasi keimanan seseorang, bukanlah wujud kurbannya lebih dipentingkan, melainkan nilai dan motivasi orang itu menjalankannya.

“Momen kurban harusnya bisa dijadikan sarana untuk berbagi dan melihat sekitar. Jangan-jangan selama ini, di atas kenikmatan dan kecukupan hidup kita ada saudara-saudara yang kekurangan. Meskipun hanya beberapa hari, semoga bisa memberikan kegembiraan bagi yang membutuhkan,” kata Zahroh (23 th), mahasiswa FKIP.

Oleh karena itu, Idul Qurban seharusnya bisa dijadikan ungkapan kasih sayang, cinta dan simpati mereka yang berpunya kepada kaum papa. Pasalnya, kurban ini tidak sama dengan upacara persembahan agama-agama lain. Hewan kurban tidak kemudian dibuang dalam altar pemujaan dan tidak pula dihanyutkan di sungai, malah daging kurban dinikmati bersama baik oleh orang yang berkurban maupun orang-orang miskin di sekitarnya.

Imam Al Ghazali jauh-jauh hari telah mengingatkan kita semua bahwa penyembelihan hewan kurban menyimbolkan penyembelihan sifat kehewanan manusia. Oleh karena itu, kurban semestinya bisa pula mempertajam kepekaan dan tanggungjawab sosial (social responsibility). Dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk berkurban diharapkan timbul rasa kebersamaan di masyarakat.

Atas dasar inilah Lembaga Amil Zaka Infaq dan Shodaqoh UNs (LAZIS UNS) kembali menyelenggarakan kegiatan Qurban Sampai Pelosok. Kegiatan ini diselenggarakan untuk berbagi kebahagiaan bersama saudara-saudara kita di daerah yang tidak terjangkau dengan kegiatan qurban.

Manajer umum Lazis UNS Catur Wibowo menyampaikan “Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah saat hari raya Idul Adha, disamping itu juga membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa. Namun kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah yang ‘kaya’ saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Hal ini disebabkan oleh salah satunya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban. Melalui program Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014, LAZIS UNS berharap bisa kembali mendistribusikan qurban ke daerah-daerah yang minim qurban, sehingga manfaat dari ibadah qurban bisa dirasakan oleh masyarakat luas.”

Ibadah kurban pun mengajarkan kepada manusia utuk rela berkorban demi kepentingan yang lebih universal baik kepentingan agama, bangsa, maupun kemanusiaan. Ibadah kurban adalah manifestasi keimanan dan simbol perlawanan terhadap syetan dan hawa nafsu yang hadir lewat iming-iming harta dan kekuasaan. Akhir kata, semoga kita mampu “menyembelih” ujian dunia untuk mewujudkan kebersamaan dan kesejahteraan umat Islam.