Santri TPA & RAP Binaan LAZIS UNS Ikuti Pawai Sambut Ramadhan

Santri TPA & RAP Binaan LAZIS UNS Ikuti Pawai Sambut Ramadhan

Solo, LAZIS UNS – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, LAZIS UNS mengadakan Pawai Sambut Ramadhan bersama santri TPA dan adik Rumah Anak Pintar (RAP) Binaan LAZIS UNS, Kamis (25/5). Sebanyak 116 anak mengikuti pawai ini. Pawai dimulai dari halaman parkir utara Masjid Nurul Huda UNS dan berakhir di Taman Cerdas Jebres. Di sepanjang perjalanan pawai, adik-adik bershalawat sambil membawa poster yang bertemakan Ramadhan. Tak lupa mereka juga membagikan jadwal imsakiyah kepada warga sekitar.

Setelah sampai di Taman Cerdas adik-adik beristirahat sembari menyaksikan penampilan dari masing-masing TPA. Berikutnya ada kak Erma yang menyampaikan dongeng tentang Ramadhan dan disimak dengan antusias oleh adik-adik.

Continue reading

Muslimah Nurul Huda Kunjungi Masjid Jogojaryan

Muslimah Nurul Huda Kunjungi Masjid Jogojaryan

Komunitas Muslimah Nurul Huda UNS mengadakan kunjungan dengan tema “Wisata Ruhani Komunitas Muslimah Nurul Huda Uns” di Masjid Jogokariyan Jogjakarta. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, 11 Mei 2017 bertepatan dengan hari libur nasional.

Diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk menambah ilmu berkaitan dengan kegiatan muslimah Nurul Huda. Serta mempererat silaturahim muslimah Nurul Huda yang pengurusnya adalah dosen dan karyawan muslim UNS.

Studi Ruhani ini memilih Masjid Jogokariyan karena merupakan salah satu masjid percontohan nasional dengan manajemen yang sudah tertata.

Sebagaimana disampaikan perwakilan Takmir Masjid yang menyambut rombongan Komunitas Muslimah Nurul Huda,  manajemen yang di terapkan di masjid tersebut adalah dengan suatu rumus yaitu S=F+K yang berarti “K” merupakan “kepentingan” , “F” adalah “fungsi”, serta “S” untuk “Sikap”.

Artinya  suatu masjid pastinya mempunyai tugas dan fungsi dalam membangun  dakwah dilingkungan, kemudian kepentingan masjid ini untuk apa dan siapa. Baik pengurus maupun jamaah di lingkungan, bersama sama mempunyai kepentingan yang sama yaitu memakmurkan masjid. Dari fungsi dankepentingan ini maka lahirlah sikap yaitu bergerak untuk mewujudkan kemakmuran dari masjid tersebut.

Melahirkan Mahasiswa Yang Da’i Lewat Training Da’i Muda

Melahirkan Mahasiswa Yang Da’i Lewat Training Da’i Muda

Biro AAI UNS bekerja sama dengan takmir Masjid Nurul Huda UNS menyelenggarakan Training Da’i/Da’iyah Muda (TDM) Universitas Sebelas Maret. TDM kali ini merupakan periode keempat setelah sukses diselenggarakan pada 3 tahun sebelumnya.

Dengan mengangkat tema “Membentuk Generasi Da’i Cendekia sebagai Gerbang menuju Kejayaan Islam”, training ini merupakan bekal bagi calon Asisten Agama Islam, dan juga terbuka untuk seluruh mahasiswa muslim UNS.

“TDM adalah agenda rutin yang dilakukan guna mengkader da’i/da’iyah muda di UNS. Secara khusus untuk calon Asisten AAI, dan secara umum untuk seluruh mahasiswa muslim UNS. Karena pada dasarnya setiap diri kita adalah da’i sebelum menjadi yang lainnya”, ujar Asrori, Ketua Biro AAI UNS dalam sambutannya di awal TDM.

TDM #4 dilaksanakan dalam empat pertemuan yang dimulai pada hari ini, Sabtu (29/4) dari pukul 08.00 hingga 12.00 di Ruang Seminar NHIC UNS dan akan dilanjutkan pada tanggal 6, 13, dan 20 Mei 2017 mendatang.

Sesi pertama disampaikan materi ‘Pengertian dan Urgensi Dakwah’ oleh Ustadz Hatta Syamsuddin, Lc dan dilanjutkan oleh Ustadz Dr. Sc. Agr. Rahayu, S.P., M.P. pada sesi berikutnya dengan materi ‘Strategi dan Metodologi Dakwah’.

Pertemuan pertama ini telah menarik paling tidak 218 peserta yang terdiri dari 57 orang laki-laki dan 161 orang perempuan.

JN UKMI UNS SELENGGARAKAN SEBELAS MARET ISLAMIC FESTIVAL

JN UKMI UNS SELENGGARAKAN SEBELAS MARET ISLAMIC FESTIVAL

Bertempat di Aula Gedung F FKIP UNS, JN UKMI UNS menyelenggarakan kegiatan Grand Opening Sebelas Maret Islamic Festival (SIFT).  Acara yang berlangsung Ahad (16/4) ini menghadirkan dua orang da’i muda lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Ustadz Hanan Attaki dari Bandung dan Ustadz Tri Bimo dari Solo.

Mengambil tema “Way of Success: Our Effort and Allah’s Help” dua pembicara menyampaikan kekuatan tawakkal kepada Allah sebagai salah satu kunci kesuksesan dalam hidup. Melibatkan ALlah dalam setiap urusan kehidupan kita, Allah akan mencukupkan keperluan-keperluan kita.

Dibuka secara resmi oleh  Presidium Takmir Masjid Nurul Huda, DR. Syafi’i, Sebelas Maret Islamic Festival adalah kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh JN UKMI dan UKM Kerohanian Islam tingkat fakultas yang ada di UNS. Selama kurang lebih sebulan berbagai agenda seperti tabligh akbar, seminar, pameran, dan kegiatan seni budaya akan menghiasi event yang telah memasuki tahun ke-4 penyelenggaran ini.

Kegiatan ini cukup  menarik perhatian generasi muda Islam di Kota Solo. Lebih dari seribu  peserta telah memenuhi  Aula Gedung F sejak pukul 7 pagi. Bahkan cukup banyak peserta yang tidak memperoleh tempat duduk dan terpaksa harus duduk lesehan.

 

MENJADIKAN RUMAH TANGGA SEINDAH SURGA

MENJADIKAN RUMAH TANGGA SEINDAH SURGA

Bertempat di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS, Forum Komunikasi Dakwah Islam menyelenggarakan Seminar Parenting Islami, Ahad (16/04).

Mengambil tema “Menjadikan Keluarga Surga sebelum Surga Sebenarnya”, lima orang pembicara membersamai peserta mulai dari pembahasan tentang komunikasi  suami istri, komunikasi orangtua dan anak, hingga psikologi anak.

Seminar ini sekaligus ajang kopdar komunitas yang berawal dari grup kajian online ini. puluhan peserta datang dari berbagai daerah tidak hanya dari Solo, bahkan cukup banyak yang berasal dari luar kota.

MENJADI MUSLIMAH PEJUANG ; KAJIAN TAUHID MUSLIMAH

MENJADI MUSLIMAH PEJUANG ; KAJIAN TAUHID MUSLIMAH

Komunitas Muslimah Nurul Huda bersama Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid menggelar Kajian Muslimah di Masjid Nurul Huda, Universitas Sebelas Maret (UNS), Jebres, Solo, Rabu (12/4/2017).

Menghadirkan Peggy Melati Sukma, kajian mengambil tema “Menjadi Muslimah Pejuang”, diikuti ratusan Muslimah civitas akademika dan masyarakat umum Kota Solo.

Menurut Peggy, sebagai seorang Muslimah harus punya mental pejuang karena dari rahim seorang muslimah lahir para calon pejuang. Menjadi Muslimah harus tahu bahwa fisik dan segalanya milik Allah. Jika paham akan hal itu, hidup sebagai Muslimah mudah menerima dan bersyukur kepada Allah.

“Sikap yang saya ucapkan ini harus diperjuangkan. Kalau kita tidak memelihara semangat juang sekarang menjadi seorang Muslimah, bisa jadi kita terus menyesal bisa jadi menuntut Allah tidak adil. Kita perjuangkanterus bahwa fisik kita miliknya Allah maka kita akan yakin bahwa semua ini milik Allah,” ucapnya.

Perempuan adalah pemimpin bagi anak-anaknya di rumah. Terhadap suami menghormati, kata dia meski sibuk aktif di luar, tetap memperhatikan tanggung jawab sebagai Muslimah, istri dan ibu bagi anaknya.

Bijak Berteknologi Yuk…

Bijak Berteknologi Yuk…

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita pungkiri dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan seiring dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia, memberikan banyak kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari hari.

Namun, ketika teknologi di salah gunakan, maka justru bisa menjadi sebuah ancaman yg merugikan dan membahayakan.

Bertempat di Masjid Nurul Huda UNS, Persatuan Orangtua Santri TPA IT – KB IT – RA/TKIT ALAM MIFTAHUL JANNAH SURAKARTA pada 9 April 2017 mengadakan Kajian Keluarga Islami dengan tema “Bijak Berteknologi Yuuk…” dengan mengundang seluruh keluarga besar Miftahul Jannah, adik adik asuh Lazis UNS, adik adik binaan PKPU SKA, perwakilan sekolah TK se SKA, takmir masjid di SKA dan jamaah umum.

Kajian ini diadakan dengan tujuan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dengan bijak dan tepat. Kajian dikemas secara menarik dan kekeluargaan, dengan sasaran anak usia dini, kaula muda, hingga orang dewasa. Materi disampaikan oleh Kak Wuntat (pendongeng nasional) dan Bu Setiawati Intan Savitri, S.P M.Si (praktisi literasi dan psikolog nasional), tampilan tilawah dan dai cilik dari siswa Miftahul Jannah pun, menjadi pembuka acara apik.

Mahasiswa, Guru Hingga Anggota TNI Hadiri Seminar Pra Nikah Di UNS

Mahasiswa, Guru Hingga Anggota TNI Hadiri Seminar Pra Nikah Di UNS

Takmir Masjid Nurul Huda UNS bekerja sama dengan LSM Komunitas Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) Benih Surakarta adakan Seminar Pra Nikah pada 19 Maret 2017.

Menghadirkan Kang Abay (Motivasinger) dan Mbak Vida (Ketua KPPA Benih), acara yang digelar sejak pagi sampai siang ini berhasil menyedot perhatian banyak pihak. Sekitar 1000 peserta hadir memenuhi aula gedung F FKIP UNS. Uniknya, acara ini tak hanya dihadiri oleh kalangan mahasiswa se-Solo raya saja, namun juga dihadiri kalangan guru dan bahkan anggota TNI.

Dalam sambutannya, Bapak Suwarto A.Md selaku penanggung jawab harian Takmir NH menyampaikan bahwa Masjid Nurul Huda melalui Nurul Huda Family Center berkomitmen hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan berbagai macam pembinaan. Salah satu sasaran pembinaan tersebut adalah pembinanan terhadap keluarga sebagai sel terkecil dalam masyarakat, mulai dari persiapan pernikahan hingga pasca pernikahan (parenting) termasuk diantaranya NH menyediakan jasa paket walimah syar’i.

Di hadapan peserta, Kang Abay mengajak para peserta agar senantiasa memantaskan diri setiap waktunya, mengisi hari-harinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan menyiapkan rencana berkeluarganya dengan sebaik-baiknya, karena separuh usia kita nanti akan kita lalui bersama pasangan kita masing-masing.

“Tingginya antusiasme peserta, khususnya peserta putra ini semakin menguatkan kami untuk membuka Sekolah Pra Nikah kelas Putra”, kata mbak Vida selaku pembicara sekaligus pengelola Sekolah Pra Nikah.

Sebagai informasi, seminar ini merupakan acara penutup dari rangkaian Sekolah Pra Nikah kelas putri angkatan ke – 6 yang berlangsung sejak Oktober – Desember 2016 kemarin.

Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer

Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer

Takmir Masjid Nurul Huda UNS kembali menggelar Kajian Dakwah Ilmiah pada Jumat, 10 Februari 2017. Bertempat di ruang seminar Masjid Nurul Huda (NH) UNS, acara ini menghadirkan Dr Ahmad Kusyairi Suhail, MA sebagai narasumber utama. Beliau merupakan dosen FDI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus menjabat sebagai Sekjen Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (Ikadi).

Di hadapan sekitar 200 peserta, Prof. Drs. Sutarno, M.Sc., Ph.D selaku Ketua Presidium Takmir NH dalam sambutannya mengatakan bahwa UNS berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas setiap sektor yang ada, termasuk didalamnya adalah mengenai spiritualitas mahasiswa. Harapannya, mahasiswa lulusan UNS tidak hanya cakap dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga memiliki kompetensi spiritual yang mumpuni. Harmoni diantara keduanya niscaya akan menghasilkan manusia yang mampu memberikan kemanfaatan dimanapun ia berada.

Dengan mengambil tema Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer, Dr Ahmad Kusyairi Suhail, MA menyoroti potensi yang kita miliki, dimana Negara kita memiliki kekayaan alam yang melimpah namun ternyata kekayaan alam yang begitu besar tersebut belum mampu membawa kemakmuran dan keberkahan untuk rakyat. Di tengah kondisi negara yang demikian, beliau menyeru kepada peserta agar berani tampil mengambil tanggung jawab untuk menyelamatkan kondisi umat yang sedang terpuruk. Mampu mengubah setiap tantangan menjadi peluang, dan menyikapi potensi maupun peluang yang dimiliki dengan sikap yang benar.

Beliau juga menekankan pada peserta agar memperhatikan firman Allah dalam Q.S An-Nahl ayat 112 yang artinya, “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” Ayat ini hendaknya menjadi pengingat agar setiap dari kita memiliki sikap yang benar dalam menghadapi peluang maupun tantangan dakwah ke depan.

Kajian Ilmiah Bersama Ulama Hadramaut

Kajian Ilmiah Bersama Ulama Hadramaut

Solo – Takmir Masjid Nurul Huda UNS kembali menggelar seminar keagamaan pada kamis 26 Januari 2017. Bekerjasama dengan Majelis Al-Muwasholah, seminar ini menghadirkan Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dari Hadramaut, Yaman sebagai pembicara.

Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya adalah Ulama kelahiran Aden tahun 1971, beliau menimba ilmu dari para ulama sepuh Hadhramaut, di antaranya, Habib Salim Asy-Syathiri, Habib Abdullah Bin Syihab, Habib Abubakar Al-‘Adni Al-Masyhur, Habib Umar Bin Hafidz. Selain menjalani pendidikan salaf, beliau juga menempuh pendidikan akademis di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dalam bidang ilmu Fiqh. Aktifitas keilmuan beliau kini disalurkan dalam mengelola markaz An-Nur, sebuah institusi yang secara khusus memelihara kitab-kitab karya Salaf Hadhramiyyin

Di hadapan sekitar 200 peserta, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dalam pengantarnya mengapresiasi para mahasiswa yang tetap semangat mendatangi majelis ilmu meskipun sedang menjalani libur akademik. Beliau juga menyatakan kekagumannya pada iklim spiritual yang ada di UNS, yang menurut beliau sama dengan ruh spiritual yang muncul di kampus-kampus keagamaan yang murni.

Dengan mengangkat tema Metode Dakwah Rasulullah SAW, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya menyeru kepada para mahasiswa agar memiliki cita-cita sebagai dai karena aktivitas dakwah yang dilakukan para dai merupakan inti agama, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah bahwa agama adalah nasehat. Kata an-nashihah berasal dari kata an nush-hu yang secara etimologi mengandung dua makna, yaitu bersih dari kotoran-kotoran, bebas dari para sekutu dan merapatnya dua sesuatu sehingga tidak saling berjauhan.

Sedangkan makna dakwah sendiri para ulama memiliki definisi yang berbeda, namun memiliki intisari yang sama yaitu mengerahkan segala upaya untuk menyelamatkan manusia dari yang jauh menjadi dekat kepada Allah, dari yang lupa pada Allah menjadi ingat. Dengan begitu dakwah harus bersih dari kepentingan pribadi maupun kepentingan golongan.

Dalam ceramahnya Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya juga mengingatkan kepada para peserta agar membangun kepedulian bukan hanya untuk kelompoknya saja, melainkan memupuk kepedulian untuk umat muslim di seluruh dunia tanpa harus disekat oleh asal negaranya.