MABIRU: Untuk Ramadhan Lebih Bermakna

MABIRU: Untuk Ramadhan Lebih Bermakna

Ramadhan sudah di depan mata. Ramadhan bulan suci merupakan bulan yang istimewa. Untuk menghadapinya setia muslim butuh persiapan yang matang. Persiapan yang dilakukan tidak hanya persiapan jasadiyah saja, tetapi persiapan ilmu dan juga maaliyahnya.

Selasa (16/06), bertempat di aula utama Masjid Nurul Huda UNS telah dilaksanakan MABIRU (Malam Bina Ruhiyah). Mabiru merupakan grand opening rangkaian acara dari Ramadhan Inspiratif. Ramadhan Inspiratif merupakan acara yang diusung oleh JN UKMI, Takmir Masjid UNS, LAZIZ UNS dan juga UKM Ilmu Qur’an. Bersama-sama dengan tiga lembaga lain JN UKMI kembali mewarnai bulan Ramadhan dengan Ramadhan di Kampus 1436 H.

Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan dipandu oleh Lukmansyah selaku MC. Acara dibuka dengan sambutan oleh ketua umum JN UKMI, Alfi Suryani Yusuf, serta pembina dari JN UKMI yaitu pak Muchtarrom.  Pembukaan acara Ramadhan Inspiratif ini dillakukan oleh Pak Muchtarrom sendiri. Mengundang pembicara Ust. Mu’inundinillah Basri, untuk mengisi materi yang membangun semangat menyapa Ramadhan. Dengan jumlah peserta hingga bisa memenuhi ketersediaan tempat, beliau tetap bisa membuat acara ini begitu menarik.

Ust Mu’in memulai materi dengan dasar hukum berpuasa, yaitu Q.S Al Baqarah 183 dan 189. Kemudian berlanjut mengenai amalan ibadah yang ada di Ramadhan. Ust Mu’in mengatakan bahwa semua ibadah yang dilakukan hanya sebagai rutinitas maka rasanya hambar. Melakukan shalat, puasa, membaca Al Qur’an dan makan jika kita lakukan hanya karena rutinitas, maka semua amalan ibadah ini tidak akan bermakna atau istimewa. Poin selanjutnya adalah mengenai kecintaan kita pada Ramadhan. Ust Mu’in bertanya “Kamu mau mengejar dunia atau mengejar cinta yang punya dunia? Orang yang mengejar dunia hidupnya akan sengsara . orang yang mengejar cinta yang punya dunia akan bahagia.

Bagaimana dengan target dalam bulan Ramadhan? Target nya adalah membangun kecerdasan intelektual, ketrampilan kita. Salah satu contoh targetan yang bisa dicontoh adalah, supaya dekat dengan Allah SWT. Ada tiga cara yang diebutkan Ust Mu’in untuk bisa dekat dengan Allah yaitu La’alakum tattakuun, La’alaukm tadrusuunn, dan juga La’alakum tasykuruun. Untuk persiapan yang awal kita lakukan adalah bertaubat, dengan bertaubat kita bisa bertemu Ramadhan insya Allah dalam keadaan bersih. Pembahasan selanjutnya adalah mengenai fadillah Ramadhan. Fadhillah dalam ramadhan antara lain adalah adanya malam lailatul qadar dan semua doa yang disampaikan tidak akan tertolak, dan lain sebagainya.

Acara materi dalam mabiru ini ditutup pada pukl 22.00 WIB. Kemudian pada malam harinya yaitu pukul 03.00 peserta mabiru dibangunkan untuk ikut shalat tahajud dilanjutkan shalat shubuh serta membaca al ma’tsurat berjamaah. Acara ditutup hari ahad pukul 04.45 WIB.

Ratusan Adik Binaan LAZIS UNS Semarakkan Pawai Santri

Ratusan Adik Binaan LAZIS UNS Semarakkan Pawai Santri

11418629_976380032406927_1677739795_n

Sebanyak 217 adik binaan dan relawan LAZIS UNS serta pembina TPA turun ke jalan Selasa (16/6) kemarin. Bukan untuk melakukan aksi demonstrasi, tapi ratusan anak-anak ini turun dalam rangka pawai sambut Ramadhan 1436H. Mengambil rute sepanjang jalan Ki Hajar Dewantara dan jalan Kartika, anak-anak nampak antusias mengikuti jalannya pawai yang dimulai dari pukul 16.00 hingga 17.30 ini.

Pawai yang diikuti oleh 9 TPA dan 2 Rumah Anak Pintar (RAP) ini bertujuan untuk mengingatkan kembali warga Muslim yang tinggal di sekitar kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) bahwa bulan Ramadhan telah tiba. Ratusan anak-anak ini datang dari berbagai wilayah, ada santri TPA An Nur dari Kepatihan Wetan, TPA Barokah Panggungrejo, TPA Darussalam Gulon, TPA Mustaqim Petoran, TPA Syukur Kentingan, TPA Al Fast Purwodiningratan, TPA Binaan JN UKMI UNS, RAP Sawah Karang dan RAP Bibis. Di akhir pawai, anak-anak diajak mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Faqih Anisa. Dalam acara dongeng ini anak-anak diajarkan tentang kejujuran melalui kisah yang dibawakan secara atraktif.

Manajer Program LAZIS UNS, Sutiyono, menyampaikan acara yang digelar rutin tiap tahun jelang Ramadhan ini merupakan sebuah bentuk syiar dari santri TPA dan anak binaan kepada masyarkat luas bahwa bulan Ramadhan telah tiba.
“Untuk tahun ini sedikit berbeda karena selain melakukan pawai dengan berjalan keliling daerah Kentingan, anak-anak juga diberikan hiburan sekaligus pembelajaran berupa dongeng,” terangnya. (LAZIS UNS)

11425316_976380139073583_1511000853_n