Universitas Sebelas Maret Selenggarakan Sholat Ied dan Pemotongan Hewan Qurban

Universitas Sebelas Maret Selenggarakan Sholat Ied dan Pemotongan Hewan Qurban

IMG_5407

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Universitas Sebelas Maret kembali mengadakan Sholat Ied berjamaah. Sholat Ied ini dilaksanakan di halaman kantor pusat (Rektorat) pada Ahad, 5 Oktober 2014. Menjadi Khotib pada pelaksanaan sholat Ied kali ini Bapak Lukman Hakim, SE., M.Si., Ph.D, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS. Sementara menjadi imam adalah Insan Prasetya Jati, Takmir Masjid Nurul Huda UNS.

Ribuan massa yang terdiri dari civitas akademika UNS dan masyarakat umum memenuhi halaman kantor pusat UNS. Bapak Lukman Hakim dalam khutbahnya mengajak jamaah untuk melakukan napak tilas sejarah nabi pada masa lampau. Sebagai umat muslim kita diwajibkan tidak saja mengenang tetapi juga menjalankan syariat yang telah dicontohkan oleh para Nabi.

Selain sholat ied, Universitas Sebelas Maret juga menyelenggarakan pemotongan hewan qurban. Pemotongan hewan qurban dilaksanakan pada hari Senin, 6 Oktober 2014 di halaman Masjid Nurul Huda UNS. Tahun ini Lazis UNS sebagai pelaksana ibadah qurban mengelola dan mendistribusikan sebanyak 8 ekor kambing dan 2 ekor sapi. Sekitar 450 paket Qurban dibagikan kepada karyawan di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret, dan juga masyarakat sekitar. Total Lazis UNS mengelola:  112  kambing dan 10 sapi dikelola dan didistribusikan ke lebih dari  27 daerah yang minim hewan qurban.  4500-an paket qurban tersalurkan dalam program ini.

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

“Ada dampak sosial yang tersimpan di dalam ketaatan seorang muslim yang berkurban.”

Menjelang bulan Dzulhijah, tentu sebagai umat muslim kita diingatkan dengan peristiwa penting yaitu Idul Qurban. Pada kesempatan ini, para muslim diberikan kesempatan untuk menunaikan penyembelihan hewan kurban, sebagai bentuk manifestasi ketaqwaan kepada Allah SWT. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa secara historis penyembelihan hewan kurban merujuk pada kisah Nabi Ibrahim as yang dengan sadar mengorbankan putra semata wayangnya, Ismail as sebagai bentuk puncak ketaatan kepada Allah SWT. Keikhlasan dan kesabaran sang ayah inilah yang akhirnya mengantarkan turunnya syariat berkurban bagi semua muslim setelahnya, termasuk umat Nabi Muhammad SAW. Seperti firman Allah dalam Al Quran:

Sesungguhnya, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang terputus. (QS. Al-Kautsar : 1-3).

Sebagai masyarakat muslim di kampus tentu kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan syariat ini. Masyarakat kampus hendaknya menjadi percontohan yang ideal di masyarakat. Mengingat di sinilah tempat berdiamnya para cendekiawan yang memiliki kepahaman dalam hal spesialis ilmu pengetahuan dan juga keagamaan. Sudah barang pasti bahwa aktivitas di kampus menjadi tolok ukur berkembangnya masyarakat secara umum.

Kegiatan kurban yang sering kali dimaknai sebagai bentuk ketaatan seorang muslim kepada Rabbnya tentu menjadi dasar utama dilaksanakan ibadah ini. Hasan Fahrur (20 th), seorang mahasiwa Jurusan Psikologi, Fakultas Kedokteran menyebutkan bahwa baginya berkurban merupakan kewajiban bagi masing-masing pribadi muslim. Seberat apapun pengorbanan yang harus dilakukan, demi penghambaan kepada Allah semua itu harus dilakukan. Seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang memperoleh kelapangan, namun ia tidak berkurban, janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.

Kebiasaan berkurban hendaknya dimulai sejak dini, untuk melatih kepekaan seseorang dalam menjalankan syariat. “Letak pengorbanan itu pada keikhlasan kita dalam menjalankan perintah Allah. Kalau kita merasa siap, ya lakukan saja. Tidak perlu menunggu sampai benar-benar berpunya,” ungkap mahasiswa semester lima tersebut.

Ibadah kurban seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim tentu memiliki nilai spiritual yang tinggi. Di sinilah manusia diuji kelapangan dan kecintaannya akan dunia oleh Allah SWT. Manusia diuji keimanannya dengan harta dan benda yang dimilikinya. Apakah harta dan segala yang ia miliki memalingkan dirinya dari Allah. Meski sebenarnya, cinta kepada harta maupun anak-anak merupakan fitrah, tetapi seharusnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diletakkan di atas itu semua (lihat QS. Al Taubah: 24).

Namun, jauh dari itu ternyata kurban juga mengandung dampak positif bagi kehidupan sosial. Seperti yang disebutkan pakar tafsir kontemporer, Abdulllah Yusuf Ali dalam The Holy Qur’an; Translation and Commentary, bahwa selain memilik makna spiritual bagi pelakunya, berkurban juga memiliki dampak sosial. Ibadah ini lebih merupakan ungkapan syukur, maka bacaan takbir justru lebih penting dari prosesi penyembelihan itu sendiri. Artinya, karena kurban itu merupakan manifestasi keimanan seseorang, bukanlah wujud kurbannya lebih dipentingkan, melainkan nilai dan motivasi orang itu menjalankannya.

“Momen kurban harusnya bisa dijadikan sarana untuk berbagi dan melihat sekitar. Jangan-jangan selama ini, di atas kenikmatan dan kecukupan hidup kita ada saudara-saudara yang kekurangan. Meskipun hanya beberapa hari, semoga bisa memberikan kegembiraan bagi yang membutuhkan,” kata Zahroh (23 th), mahasiswa FKIP.

Oleh karena itu, Idul Qurban seharusnya bisa dijadikan ungkapan kasih sayang, cinta dan simpati mereka yang berpunya kepada kaum papa. Pasalnya, kurban ini tidak sama dengan upacara persembahan agama-agama lain. Hewan kurban tidak kemudian dibuang dalam altar pemujaan dan tidak pula dihanyutkan di sungai, malah daging kurban dinikmati bersama baik oleh orang yang berkurban maupun orang-orang miskin di sekitarnya.

Imam Al Ghazali jauh-jauh hari telah mengingatkan kita semua bahwa penyembelihan hewan kurban menyimbolkan penyembelihan sifat kehewanan manusia. Oleh karena itu, kurban semestinya bisa pula mempertajam kepekaan dan tanggungjawab sosial (social responsibility). Dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk berkurban diharapkan timbul rasa kebersamaan di masyarakat.

Atas dasar inilah Lembaga Amil Zaka Infaq dan Shodaqoh UNs (LAZIS UNS) kembali menyelenggarakan kegiatan Qurban Sampai Pelosok. Kegiatan ini diselenggarakan untuk berbagi kebahagiaan bersama saudara-saudara kita di daerah yang tidak terjangkau dengan kegiatan qurban.

Manajer umum Lazis UNS Catur Wibowo menyampaikan “Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah saat hari raya Idul Adha, disamping itu juga membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa. Namun kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah yang ‘kaya’ saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Hal ini disebabkan oleh salah satunya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban. Melalui program Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014, LAZIS UNS berharap bisa kembali mendistribusikan qurban ke daerah-daerah yang minim qurban, sehingga manfaat dari ibadah qurban bisa dirasakan oleh masyarakat luas.”

Ibadah kurban pun mengajarkan kepada manusia utuk rela berkorban demi kepentingan yang lebih universal baik kepentingan agama, bangsa, maupun kemanusiaan. Ibadah kurban adalah manifestasi keimanan dan simbol perlawanan terhadap syetan dan hawa nafsu yang hadir lewat iming-iming harta dan kekuasaan. Akhir kata, semoga kita mampu “menyembelih” ujian dunia untuk mewujudkan kebersamaan dan kesejahteraan umat Islam.

Qurban Sampai Pelosok 2014

Qurban Sampai Pelosok 2014

qsp2014

Sebentar lagi (kira-kira tanggal 5 Oktober 2014) kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurban. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:

  1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban,
  2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang,
  3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah,
  4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
  5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
  6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
  7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

Akan tetapi, kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Salah satu penyebabnya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban. Untuk itu, LAZIS UNS menawarkan kerjasama kepada donatur personal, lembaga, perusahaan dan pihak-pihak lain untuk mendistribusikan dan mengelola qurban ke daerah-daerah yang kekurangan. Dengan cara seperti ini, diharapkan ibadah qurban dirasakan juga oleh masyarakat dan daerah yang minim hewan qurban maupun tidak ada qurban.

Waktu Pelaksanaan

Qurban di daerah pelosok : 5-8 Oktober 2014 2014 ( 10-13 Dzulhijjah 1435 H (hari raya Idul Adha 1434 H + dan 3 hari tasyrik) dan sebagai sarana syiar, LAZIS UNS dan Takmir Masjid Nurul Huda UNS akan menyelengarakan Qurban di Kampus pada hari Senin, 6 Oktober 2014 di masjid Nurul Huda UNS.

Donasi / Paket Qurban:

Jenis Qurban Paket Partisipasi
Kambing Rp 1.550.000,- *
Sapi (Mandiri) Rp 14.700.000,- *
Sapi (Patungan 1/7) Rp 2.100.000,- *
Infaq Program bebas
Biaya operaional jika partisipasi dalam bentuk hewan qurban Rp 50.000,- / KambingRp 500.000,- / Sapi

*paket partisipasi tersebut untuk pembelian hewan qurban dan sudah termasuk biaya operasional

Cara pembayaran / partisipasi melalui

Front Office / Kantor LAZIS UNS
Duta LAZIS UNS di fakultas dan unit kerja
Takmir Masjid Nurul Huda UNS
Relawan LAZIS UNS
Jemput Dana Qurban Telp / SMS 0857 2500 5065
Transfer dana qurban

REKENING UTAMA:

Bank Muamalat 521.007.1000 a.n LAZIS UNS

REKENING PENDUKUNG:

Bank Syariah Mandiri 701 1588 6317 a.n. Arif S QQ. LAZIS UNS
BNI No. 012 5302 035 a.n. Arif Setiawan
BNI syariah 026 343 1459 a.n. Catur Wibowo QQ LAZIS UNS
BRI 1298-01-000179-50-6 a.n Sutiyono

[InfoNH] Open Recruitment “Tim Program Adik Asuh” LAZIS UNS

[InfoNH] Open Recruitment “Tim Program Adik Asuh” LAZIS UNS

10515219_10202923892763286_7535153482623464912_o

LAZIS UNS mengundang Anda untuk bergabung menjadi “Tim Program Adik Asuh ” paling lambat 24 September 2014

Syarat Khusus :

  1. Muslim/Muslimah
  2. Menguasai perangkat lunak perkantoran (MS Office: Word, Excel, PowerPoint, Web Browsing)
  3. Memiliki minat kerja di lembaga sosial
  4. Menyukai pekerjaan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat
  5. Bersedia mengikuti Training pengelolaan program LAZIS UNS
  6. Senang dalam dunia pendampingan/pembinaan anak – anak dan remaja
  7. Memiliki kendaraan dan Sim C

Continue reading

Lazis UNS Kampanyekan #AyoMembaca2014 di Solo Car Free Day

Lazis UNS Kampanyekan #AyoMembaca2014 di Solo Car Free Day

IMG_4535

Bertempat di Arena Car Free Day Jalan Slamet Riyadi Kota Surakarta, Lazis UNS bekerjasama dengan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Surakarta serta Penerbit Indiva menyelenggarakan Kampanye #AyoMembaca2014, Minggu, 14 September 2014. Kegiatan ini dimeriahkan dengan pameran poster, game konblok, sosialisasi perpustakaan keliling, pendaftaran anggota perpustakaan daerah dan kopi darat dengan kru Indiva.

Kegiatan di Car Free Day kemarin merupakan bagian dari rangkaian acara #AyoMembaca2014 kerjasama Kantor Arpusda Kota Surakarta dan Lazis UNS. Berbagai lomba seperti Lomba “Ranking Satu”, Lomba Cerpen, Lomba Mading 3D, Lomba Resensi Buku, dan Lomba Desain Poster diselenggarakan untuk memeriahkan kegiatan ini. #AyoMembaca2014 ditujukan untuk membangkitkan budaya literasi (keberaksaraan) di kalangan pelajar dan masyarakat.

“Melalui rangkain acara #AyoMembaca2014 ini kami mengharapakan masyarakat bisa terlibat secara aktif disetiap kegiatan yang berhubungan dengan budaya literasi seperti membaca dan tulis menulis,” ungkap ketua panitia #AyoMembaca2014, Thitha Meista M.K, S.Pd.

Gerakan Ayo Membaca  2014: Membangkitkan Budaya Literasi Indonesia

Gerakan Ayo Membaca 2014: Membangkitkan Budaya Literasi Indonesia

ayomembaca

Perpustakaan keliling LAZIS UNS bekerja sama dengan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Surakarta akan mengadakan kampanye ayo membaca 2014.
Latar belakang diadakannya kampanye ini adalah menghidupkan kembali minat baca di Indonesia. Dari data BPS tahun 2013 menyebutkan, orang baca di Indonesia hanya 20%, sementara hampir 80 % orang lebih suka nonton TV dan mendengarkan radio.
Latar belakang yang kedua adalah meningkatkan budaya literasi kepustakaan. Literasi dalam hal ini adalah kemampuan untuk menulis dan membaca, dan untuk melakukan kebiasaan berfikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca, menulis yang pada akhirnya dari apa yang dilakukan tersebut akan menghasilkan sebuah karya.
Beberapa acara dalam tajuk #AyoMembaca2014. Rangkaian acaranya adalah sebagai berikut:
 Lomba “CERPEN” tingkat SD se Solo (Deadline : 8 September)
 Lomba “Resensi Buku” tingkat SMA se Solo (Deadline : 12 September)
 Lomba Desain Poster untuk umum se Solo (Deadline : 12 September)
 Pameran Poster (CFD Jl. Slamet Riyadi Solo, 14 September)
 Kampanye #AyoMembaca2014 (CFD Jl. Slamet Riyadi Solo, 14 September)
 Sosialisasi Perpus Keliling (CFD Jl. Slamet Riyadi Solo, 14 September)
 Lomba “RANKING SATU” tingkat SD se Solo (Student Center UNS, 21 September)
 Lomba “MADING 3D” tingkat SMP se Solo (Student Center UNS, 21 September)
Untuk informasi lebih lengkap bisa diakses di http://ayomembaca2014.wordpress.com/

Seminar Pra Nikah dan Bedah Buku “Sayap-Sayap Sakinah”

Seminar Pra Nikah dan Bedah Buku “Sayap-Sayap Sakinah”

sayap2sakinah

Seminar Pra Nikah dan Bedah Buku “Sayap-Sayap Sakinah” yang digelar di Nurul Huda Islamic Center, Komplek Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 7 September 2014 kemarin berlangsung meriah. Acara yang berlangsung dari jam 08.00 hingga adzan dhuhur berkumandang itu, dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang mayoritas kaum Hawa. Acara tersebut merupakan kerjasama Sayap Sakinah Center (SSC) Indiva Media Kreasi dengan LAZIS Universitas Sebelas Maret, Solo.

Acara dibuka oleh MC yang sangat komunikatif, yakni Ayu Wulandari. Awalnya, suasana masih biasa-biasa saja, terlebih, AC di ruangan yang disetel dingin, membuat beberapa peserta tampak menggigil. Namun, ketika materi pertama dibawakan oleh Mbak Afifah Afra, para peserta mulai terlihat bersemangat. Mbak Afra menceritakan proses kreatif terkait dengan buku “Sayap-Sayap Sakinah” yang ditulis bersama Mbak Riawani Elyta, seorang penulis produktif dari Tanjung Pinang.

Menurut Mbak Afra, menukil data dari Pengadilan Agama, angka perceraian di Indonesia termasuk sangat tinggi, bahkan paling tinggi di Asia Pasifik. Sepanjang tahun 2005 hingga 2010, dari sepuluh pernikahan, satu pernikahan berakhir dengan perceraian. Dan dari angka yang tinggi tersebut, 70% didominasi gugatan cerai pihak istri, dengan alasan ketidakharmonisan.

“Istri merasa bahwa pernikahannya itu tidak sakinah,” ujar penulis yang punya nama asli Yeni Mulati itu. “Bisa jadi, pihak suami pun sebenarnya merasa tak tenteram, tetapi dia mengekspresikan dengan cara lain, seperti selingkuh atau KDRT. Istri yang tak tahan, akhirnya mengajukan gugatan cerai. Banyaknya kasus perceraian, menandakan bahwa sebenarnya banyak anak-anak muda yang memasuki dunia pernikahan tanpa dibekali persiapan memadai.”

Karena alasan itulah akhirnya Mbak Afifah Afra dan mbak Riawani Elyta menulis buku Sayap-Sayap Sakinah, yang sebagian merupakan pengalaman mereka selama lebih dari 10 tahun menjalani bahtera rumah tangga.

Istri Kudu Pintar Dandan

Suasana menjadi kian ‘panas’ ketika Ustadz Hatta Syamsuddin, Lc., giliran tampil. Sebelum memaparkan materinya, beliau sempat menantang sekitar 25 peserta putra yang siap menikah untuk berdiri. Ternyata ada 3 peserta putra yang berdiri, sementara yang lain hanya senyum-senyum dikulum. Ustadz Hatta pun menyanggupi jika ketiga peserta itu hendak meminta beliau mencarikan istri. Wah, seru juga nih!

Beliau sempat menceritakan proses pernikahannya dengan penulis sekaligus pegiat LSM LPPA (Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Benih, Robiah Al-Adawiyah, atau yang dikenal dengan nama Mbak Vida. “Saya masih di Sudan, sehari-hari tinggal di Kudus dan saya meninggalkan ‘cek kosong’ di Solo berupa proposal mencari istri. Akhirnya, saya pun menikah saat usia saya masih 23 tahun.”

Ustadz Hatta juga mengaku sempat menjalani LDR (Long Distance Relationship) selama 2 tahun, karena beliau kuliah di Sudan, sementara istri juga masih kuliah di Fakultas Hukum UNS.

Ada banyak poin penting yang disampaikan oleh Ustadz Hatta, antara lain dinamika pasangan yang telah menikah. Menurut beliau, semua pernikahan itu pasti ada ujian, salah satunya ujian yang bersumber pada uang. “Kaum istri diuji ketika kekurangan uang, sementara kaum suami diuji ketika kelebihan uang. Banyak suami, ketika sudah banyak uang, larak-lirik untuk cari cabang (istri baru—red.), payahnya, seringkali ‘cabangnya’ itu illegal (selingkuh—red.).”

Karena itu, suami dan istri harus sama-sama berjuang agar pernikahan mereka benar-benar sakinah mawaddah wa rahmah. Agar mawaddah membara, seorang suami harus pintar ‘menggombal’, alias merayu. Karena wanita rata-rata makhluk auditory. Sementara, istri harus pintar berdandan, karena lelaki rata-rata makhluk visual.

Wah, seru ya, acaranya! Menurut Ayu Wulandari, dari divisi MarComm Indiva Media Kreasi, acara serupa akan digelar di kota-kota lain, dan yang terdekat adalah di Yogyakarta, bulan Oktober. [US].

Sumber: Penerbit Indiva

#AyoMembaca2014 di Solo Car Free Day

#AyoMembaca2014 di Solo Car Free Day

10566565_10202761280816174_130191293_o

Dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional (International Literacy Day) yang jatuh pada tanggal 8 September 2014, LAZIS UNS bekerjasama dengan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Surakarta serta Penerbit Indiva menyelenggarakan serangkaian event menarik di bulan ini. Salah satunya adalah #AyoMembaca2014 di Solo Car Free Day yang akan dilaksanakan Minggu, 14 September 2014 di depan Loji Gandrung.

#AyoMembaca2014 di Solo Car Free Day akan dimeriahkan dengan pameran poster, game konblok, sosialisasi perpustakaan keliling, pendaftaran anggota perpustakaan daerah dan kopi darat dengan kru Indiva. Rangkaian acara #AyoMembaca2014 juga menggelar berbagai lomba untuk membangkitkan budaya literasi (keberaksaraan) di kalangan pelajar dan masyarakat, seperti Lomba “Ranking Satu”, Lomba Cerpen, Lomba Mading 3D, Lomba Resensi Buku, dan Lomba Desain Poster.

“Melalui rangkain acara #AyoMembaca2014 ini kami mengharapakan masyarakat bisa terlibat secara aktif disetiap kegiatan yang berhubungan dengan budaya literasi seperti membaca dan tulis menulis,” ungkap ketua panitia #AyoMembaca2014, Thitha Meista M.K, S.Pd.

Sambut Ramadhan Bersama Lazis UNS

Sambut Ramadhan Bersama Lazis UNS

10346623_603769383063328_7941070481240353997_n

Datangnya Ramadhan 1435 tinggal menunggu hari, untuk sambut Ramadhan, LAZIS UNS adakan beberapa acara.

Pada  Jum’at 20 Juni 2014 mulai pukul 12.30 (setelah sholat Jum’at) bertempat di loby kantor NH (depan front office LAZIS UNS) akan diadakan launching program Ramadhan Special yang dimeriahkan dengan: Cek kesehatan gratis persiapan puasa oleh tim dokter Relawan LAZIS UNS, donor darah bersama FOSMA ESQ UNS dan PMI Solo, Festival pangan lokal, makan siang bersama jamaah masjid NH UNS, serta donasi perdana program Ramadhan.  

Continue reading

Uniknya Kampanye Qurban LAZIS UNS

Mulai Rabu, 18 September 2013 kemarin, LAZIS UNS memulai sosialisai program UNS Berqurban-Qurban Sampai Pelosok (QSP). Sosialisasi program tersebut dilaksanakan dengan cara yang unik. Biasanya poster hanya di pasang di jalan atau lobby fakultas, tetapi yang dilakukan oleh beberapa pengelola dan relawan LAZIS UNS beda, mereka memakai poster ajakan qurban lengkap dengan topeng sapi dan kambing. Para pemakai jalan pintu masuk dan keluar di depan dan belakang kampus  pun tetarik dengan aksi ini. Selain memakai poster qurban, sebagian juga membagikan brosur QSP.

Continue reading