Beasiswa Prestatif Mahasiswa 2015 Lazis UNS

Beasiswa Prestatif Mahasiswa 2015 Lazis UNS

pendaftaran-BPD2

Syarat dan ketentuan pendaftaran:

Mahasiswa Strata 1 atau Diploma aktif
Mengisi Formulir Pendaftaran dari LAZIS UNS.
Melampirkan :
1. Foto 3 x 4 1 lembar
2. Foto Copy Kartu Mahasiswa 1 lembar
3. Foto Copy Kartu Keluarga terbaru 1 lembar
4. Foto Copy Kartu Hasil Studi (KHS) terbaru 1 lembar
5. Surat keterangan tidak mampu terbaru dari Desa / Kelurahan 1 lembar
6. Fotocopy Sertifikat atau Piagam penghargaan yang dimiliki
7. Bersedia mengikuti pembinaan dari LAZIS UNS
8. Bersedia menjadi Relawan LAZIS UNS

Fasilitas :

Beasiswa setiap bulan selama enam bulan, dan selanjutnya masih bisa diperpanjang jika memenuhi syarat.
Pelibatan dalam program – program LAZIS UNS
Pembinaan Rutin

Time Schedule :

Pendaftaran : 19 Januari – 13 Februari 2015
Seleksi Administrasi : 13 – 16 Februari 2015
Seleksi Wawancara : 16 – 18 Februari 2015
Pengumuman : 23 Februari 2015

Info lebih lanjut :

Kantor LAZIS UNS, lantai 1 Masjid Nurul Huda UNS
Jl. Ir Sutami 36 A Surakata Telp (0271)7051414 atau Hp 085725005065

Peduli Bencana Nasional Lazis UNS

Peduli Bencana Nasional Lazis UNS

10868054_392402740924628_3490172664674494258_n

Indonesia kembali berduka. Di penghujung tahun 2014 ini beberapa daerah masih diliputi oleh bencana alam. Banjarnegara menjadi salah satunya. Tanah Longsor yang terjadi pada Jumat petang 12 Desember 2014 di Dusun Jemblung RT 05 RW 01, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Setidaknya 39 orang dinyatakan meninggal dunia, 69 orang belum ditemukan, 35 unit rumah rusak berat dan tertimbun, satu masjid hilang akibat tertimbun, sungai tertutup longsoran hingga satu kilometer, delapan hektar sawah rusak, lima hektar kebun palawija rusak.

LAZIS UNS sebagai lembaga yang mengajak peduli terhadap sesama, memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk menyalurkan donasi atau bantuan kepada korban bencana alam longsor Banjarnegara. Donasi berupa uang tunai bisa disampaikan langsung ke kantor LAZIS UNS atau transfer ke Bank Muamalat no. rekening: 521.007.1000 a.n LAZIS UNS.

Donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung ke korban bencana dalam bentuk sesuai dengan kebutuhan korban bencana. Untuk saat ini fokus garap LAZIS UNS beserta tim UNS PEDULI BENCANA adalah : Trauma Healing, Recovery Pasca Bencana, Pendidikan Anak, Kesehatan & Logistik.

Info
0271 7051414
0857 2500 5065

#UNSPeduliBencana #PrayforBanjarnegara

Merancang Financial Barokah Sejak Dini

Merancang Financial Barokah Sejak Dini

10867027_871462172898714_1345006696_n

Sebagai upaya menjalin silaturahim dengan para donatur, LAZIS UNS menyelenggarakan seminar dan temu donatur bertajuk “Islamic Cash Flow Management dan Perencanaan Keuangan Keluarga”, Sabtu (13/12). Bertempat di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS, acara yang mendatangkan Muslimin S.Si.,MM (financial consultant) dan Dr. Mugi Harsono, SE.,M.Si (Akademisi FEB UNS) ini membahas seputar tips pengelolaan keuangan tidak hanya untuk mereka yang sudah berkeluarga, tapi justru lebih tepat jika diaplikasikan untuk mereka yang belum berkeluarga tapi sudah memiliki penghasilan.

“Setidaknya ada lima fase yang akan dilewati dalam perencanaan keuangan,” jelas dosen Manajemen FEB UNS, Mugi Harsono. Fase pertama dimulai dengan merencanakan maisyah (penghasilan). Kedua mempersiapkan pernikahan. Fase ketiga memulai tahap awal kehidupan berkeluarga. Dan keempat adalah fase dimana secara ekonomi mulai stabil. Pada fase inilah diharapkan mulai mengalokasikan dana untuk melakukan investasi. Terakhir adalah fase persiapan pensiun

Setiap pemasukan yang kita miliki, pengeluarannya haruslah direncanakan kedalam lima pos yang sudah ditentukan besarannya. Kelima pos tersebut adalah pos Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS) dengan besaran minimal 2,5% dari gaji. Pos Cicilan Hutang (jika ada) maksimal 25%. Berikutnya adalah pos Investasi/Proteksi antara 10% – 30%. Terakhir adalah pos Konsumsi maksimal 50%.

“Kelima pos tersebut adalah upaya untuk membentuk financial barokah. Dan yang paling dibutuhkan dalam mengelola keuangan adalah sikap disiplin dengan rencana yang telah dibuat,” terang Muslimin, dalam paparannya. Lebih lanjut, bapak tiga putra ini juga mengingatkan agar dalam mengelola keuangan keluarga senantiasa memperhatikan proteksi terhadap pondasi keuangan yang dimiliki. Kebutuhan dasar, dana pendidikan, dana pensiun, dana darurat, warisan dan proteksi keluarga adalah pondasi keuangan keluarga yang harus diproteksi.

Dalam seminar dan temu donatur kali ini, LAZIS UNS juga menampilkan kebolehan anak-anak binaan Rumah Imajinasi Membaca dan Belajar Anak (RIMBA) berupa tilawatil Qur’an, pantomim dan puisi. RIMBA sendiri yang merupakan salah satu program LAZIS UNS dalam segi pendidikan untuk anak. (Lazis UNS)

Merangkai Mimpi melalui GAME Outbond Santri TPA Binaan LAZIS UNS

Merangkai Mimpi melalui GAME Outbond Santri TPA Binaan LAZIS UNS

10850920_10203008525082799_413562351_n

Setelah melalui masa-masa ujian akhir semester 1 (UAS), Ahad (14/12) LAZIS UNS mengajak anak-anak yang tergabung dalam santri TPA Binaan LAZIS UNS untuk bersama bergembira dalam Outbond bersama Relawan LAZIS UNS. Mengambil lokasi diareal kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta, acara ini dimulai dari pukul 08.00 pagi sampai 12.00 siang.

Continue reading

LAZIS UNS Berbagi 1.650 Bibit Pohon

LAZIS UNS Berbagi 1.650 Bibit Pohon

10866729_10203484062408523_1201820235_n

Selama bulan November sampai Desember tahun ini LAZIS UNS telah menyalurkan 1650 bibit pohon ke beberapa daerah di Solo Raya. Bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Bengawan (BPDAS) Solo selaku penyedia bibit pohon, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menggiatkan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN).

Continue reading

[AgendaNH] Seminar Perencanan Keuangan Keluarga

[AgendaNH] Seminar Perencanan Keuangan Keluarga

temu donaturAkhir Tahun 2014 ini LAZIS UNS kembali mengundang sahabat sekalian dalam Seminar Islamic Cash Flow Management & Perencanan Keuangan Keluarga.

Hari : Sabtu, 13 Desember 2014.
Jam : 08.00 – 13.00
Tempat : Ruang Seminar Nurul huda Islamic Center, Masjid Nurul huda UNS.

Jangan sampai terlewatkan. Mari bersama merencanakan keuangan untuk masa depan. GRATIS untuk Donatur dan Relawan LAZIS UNS

Pendaftaran : 0857 2500 5065
Info Acara : 0856 4745 0434 (Doni

Tingkatkan Minat Baca, LAZIS UNS Rilis ‘RIMBA’

Tingkatkan Minat Baca, LAZIS UNS Rilis ‘RIMBA’

LAZIS UNS merilis Taman Baca Masyarakat (TBM) bernama RIMBA (Rumah Imajinasi Membaca dan Belajar Anak) pada Rabu (19/11). RIMBA sendiri merupakan transformasi dari Rumah Anak Pintar (RAP) LAZIS UNS di

Kampung Sabrang Lor, Mojosongo, setelah mampu dikelola secara mandiri oleh Bp. Anggara Widjajanto dan relawan LAZIS UNS. Acara ini dihadiri seratusan peserta dari berbagai kalangan. Ada penulis, Gol A Gong dan Afifah Afra, Forum TBM (Taman Baca Masyarakat) Jawa Tengah, tokoh masyarakat sekitar, pengelola &  relawan LAZIS UNS, serta anak-anak yang dulunya tergabung dalam RAP. Dalam launching kali ini anak-anak juga berkesempatan unjuk kebolehan berupa phantomim, drama, dan musikalisasipuisi.

Continue reading

Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014 LAZIS UNS

Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014 LAZIS UNS

IMG_5270

Lazis UNS kembali menyelenggarakan program UNS Berqurban – Qurban Sampai Pelosok (QSP) yang dilaksanakan pada  5-6 Oktober 2014. Sebanyak :  112  kambing dan 10 sapi dikelola dan didistribusikan ke lebih dari  27 daerah yang minim hewan qurban.  4500-an paket qurban tersalurkan dalam program ini. Program pendistribusian dan pengelolaan hewan qurban tersebut setidaknya melibatkan 150 relawan, baik relawan LAZIS UNS maupun rekan-rekan Lembaga Dakwah Kampus UNS.

Pada  program QSP 2014 ini LAZIS UNS memusatkan  di 4 daerah, yaitu Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar dengan penyaluran 2 sapi untuk 200-an penerima paket hewan Qurban,  Desa Jerukan Kecamatan Juwangi, Boyolali dengan penyaluran 1 Sapi  untuk 60 Kepala keluarga (KK), daerah ke-3 yaitu Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Grobogan dengan penyaluran  1 Sapi dan daerah terakhir adalah Mengger, Desa Nglipar, Kec. Nglipar, Gunungkidul, DIY dengan penyaluran 1 sapi.

“Untuk program QSP tahun ini, kami telah mempersiapkan secara maksimal. Hewan Qurban disiapkan sebulan sebelum hari raya idul adha. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas hewan qurban serta menjaga stabilitas harga hewan. Sapi  dan Kambing  untuk QSP 2014 diambil dari Tawangmangu dan Matesih (Karanganyar).” Ujar Catur Wibowo Manajer Umum Lazis UNS

Universitas Sebelas Maret Selenggarakan Sholat Ied dan Pemotongan Hewan Qurban

Universitas Sebelas Maret Selenggarakan Sholat Ied dan Pemotongan Hewan Qurban

IMG_5407

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Universitas Sebelas Maret kembali mengadakan Sholat Ied berjamaah. Sholat Ied ini dilaksanakan di halaman kantor pusat (Rektorat) pada Ahad, 5 Oktober 2014. Menjadi Khotib pada pelaksanaan sholat Ied kali ini Bapak Lukman Hakim, SE., M.Si., Ph.D, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS. Sementara menjadi imam adalah Insan Prasetya Jati, Takmir Masjid Nurul Huda UNS.

Ribuan massa yang terdiri dari civitas akademika UNS dan masyarakat umum memenuhi halaman kantor pusat UNS. Bapak Lukman Hakim dalam khutbahnya mengajak jamaah untuk melakukan napak tilas sejarah nabi pada masa lampau. Sebagai umat muslim kita diwajibkan tidak saja mengenang tetapi juga menjalankan syariat yang telah dicontohkan oleh para Nabi.

Selain sholat ied, Universitas Sebelas Maret juga menyelenggarakan pemotongan hewan qurban. Pemotongan hewan qurban dilaksanakan pada hari Senin, 6 Oktober 2014 di halaman Masjid Nurul Huda UNS. Tahun ini Lazis UNS sebagai pelaksana ibadah qurban mengelola dan mendistribusikan sebanyak 8 ekor kambing dan 2 ekor sapi. Sekitar 450 paket Qurban dibagikan kepada karyawan di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret, dan juga masyarakat sekitar. Total Lazis UNS mengelola:  112  kambing dan 10 sapi dikelola dan didistribusikan ke lebih dari  27 daerah yang minim hewan qurban.  4500-an paket qurban tersalurkan dalam program ini.

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

“Ada dampak sosial yang tersimpan di dalam ketaatan seorang muslim yang berkurban.”

Menjelang bulan Dzulhijah, tentu sebagai umat muslim kita diingatkan dengan peristiwa penting yaitu Idul Qurban. Pada kesempatan ini, para muslim diberikan kesempatan untuk menunaikan penyembelihan hewan kurban, sebagai bentuk manifestasi ketaqwaan kepada Allah SWT. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa secara historis penyembelihan hewan kurban merujuk pada kisah Nabi Ibrahim as yang dengan sadar mengorbankan putra semata wayangnya, Ismail as sebagai bentuk puncak ketaatan kepada Allah SWT. Keikhlasan dan kesabaran sang ayah inilah yang akhirnya mengantarkan turunnya syariat berkurban bagi semua muslim setelahnya, termasuk umat Nabi Muhammad SAW. Seperti firman Allah dalam Al Quran:

Sesungguhnya, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang terputus. (QS. Al-Kautsar : 1-3).

Sebagai masyarakat muslim di kampus tentu kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan syariat ini. Masyarakat kampus hendaknya menjadi percontohan yang ideal di masyarakat. Mengingat di sinilah tempat berdiamnya para cendekiawan yang memiliki kepahaman dalam hal spesialis ilmu pengetahuan dan juga keagamaan. Sudah barang pasti bahwa aktivitas di kampus menjadi tolok ukur berkembangnya masyarakat secara umum.

Kegiatan kurban yang sering kali dimaknai sebagai bentuk ketaatan seorang muslim kepada Rabbnya tentu menjadi dasar utama dilaksanakan ibadah ini. Hasan Fahrur (20 th), seorang mahasiwa Jurusan Psikologi, Fakultas Kedokteran menyebutkan bahwa baginya berkurban merupakan kewajiban bagi masing-masing pribadi muslim. Seberat apapun pengorbanan yang harus dilakukan, demi penghambaan kepada Allah semua itu harus dilakukan. Seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang memperoleh kelapangan, namun ia tidak berkurban, janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.

Kebiasaan berkurban hendaknya dimulai sejak dini, untuk melatih kepekaan seseorang dalam menjalankan syariat. “Letak pengorbanan itu pada keikhlasan kita dalam menjalankan perintah Allah. Kalau kita merasa siap, ya lakukan saja. Tidak perlu menunggu sampai benar-benar berpunya,” ungkap mahasiswa semester lima tersebut.

Ibadah kurban seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim tentu memiliki nilai spiritual yang tinggi. Di sinilah manusia diuji kelapangan dan kecintaannya akan dunia oleh Allah SWT. Manusia diuji keimanannya dengan harta dan benda yang dimilikinya. Apakah harta dan segala yang ia miliki memalingkan dirinya dari Allah. Meski sebenarnya, cinta kepada harta maupun anak-anak merupakan fitrah, tetapi seharusnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diletakkan di atas itu semua (lihat QS. Al Taubah: 24).

Namun, jauh dari itu ternyata kurban juga mengandung dampak positif bagi kehidupan sosial. Seperti yang disebutkan pakar tafsir kontemporer, Abdulllah Yusuf Ali dalam The Holy Qur’an; Translation and Commentary, bahwa selain memilik makna spiritual bagi pelakunya, berkurban juga memiliki dampak sosial. Ibadah ini lebih merupakan ungkapan syukur, maka bacaan takbir justru lebih penting dari prosesi penyembelihan itu sendiri. Artinya, karena kurban itu merupakan manifestasi keimanan seseorang, bukanlah wujud kurbannya lebih dipentingkan, melainkan nilai dan motivasi orang itu menjalankannya.

“Momen kurban harusnya bisa dijadikan sarana untuk berbagi dan melihat sekitar. Jangan-jangan selama ini, di atas kenikmatan dan kecukupan hidup kita ada saudara-saudara yang kekurangan. Meskipun hanya beberapa hari, semoga bisa memberikan kegembiraan bagi yang membutuhkan,” kata Zahroh (23 th), mahasiswa FKIP.

Oleh karena itu, Idul Qurban seharusnya bisa dijadikan ungkapan kasih sayang, cinta dan simpati mereka yang berpunya kepada kaum papa. Pasalnya, kurban ini tidak sama dengan upacara persembahan agama-agama lain. Hewan kurban tidak kemudian dibuang dalam altar pemujaan dan tidak pula dihanyutkan di sungai, malah daging kurban dinikmati bersama baik oleh orang yang berkurban maupun orang-orang miskin di sekitarnya.

Imam Al Ghazali jauh-jauh hari telah mengingatkan kita semua bahwa penyembelihan hewan kurban menyimbolkan penyembelihan sifat kehewanan manusia. Oleh karena itu, kurban semestinya bisa pula mempertajam kepekaan dan tanggungjawab sosial (social responsibility). Dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk berkurban diharapkan timbul rasa kebersamaan di masyarakat.

Atas dasar inilah Lembaga Amil Zaka Infaq dan Shodaqoh UNs (LAZIS UNS) kembali menyelenggarakan kegiatan Qurban Sampai Pelosok. Kegiatan ini diselenggarakan untuk berbagi kebahagiaan bersama saudara-saudara kita di daerah yang tidak terjangkau dengan kegiatan qurban.

Manajer umum Lazis UNS Catur Wibowo menyampaikan “Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah saat hari raya Idul Adha, disamping itu juga membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa. Namun kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah yang ‘kaya’ saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Hal ini disebabkan oleh salah satunya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban. Melalui program Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014, LAZIS UNS berharap bisa kembali mendistribusikan qurban ke daerah-daerah yang minim qurban, sehingga manfaat dari ibadah qurban bisa dirasakan oleh masyarakat luas.”

Ibadah kurban pun mengajarkan kepada manusia utuk rela berkorban demi kepentingan yang lebih universal baik kepentingan agama, bangsa, maupun kemanusiaan. Ibadah kurban adalah manifestasi keimanan dan simbol perlawanan terhadap syetan dan hawa nafsu yang hadir lewat iming-iming harta dan kekuasaan. Akhir kata, semoga kita mampu “menyembelih” ujian dunia untuk mewujudkan kebersamaan dan kesejahteraan umat Islam.