AAI Piece, Kami Follow Up AAI, Kamu?

AAI Piece, Kami Follow Up AAI, Kamu?

11051648_459517114195781_776623751_nGOR UNS Ahad pagi, 8 Maret 2015, tidak seperti ahad yang biasanya, karena pagi itu berkumpul mahasiswa-mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sekitar 50 mahasiswa berkumpul menghadiri agenda AAI Piece.

AAI Piece adalah rangkaian pembukaan follow up AAI bagi mahasiswa UNS yang telah menginjak semester 2 tahun ini. Tujuan diselenggarakan AAI Piece ini adalah mengajak kembali mahasiswa untuk mengikuti kegiatan AAI. Selain itu, kegiatan yang berupa agenda outbond ini membuat para peserta menyegarkan pikirannya kembali setelah lama jeda liburan semester 1.

AAI Piece dimulai secara resmi oleh panitia pada pukul 08.00 WIB. Setalah Kabiro AAI UNS 2015, Subhan Abdul Aziz, memberikan sambutan agenda pun dimulai. Acara ikhwan dan akhwat dikonsep secara terpisah. Usai upacara pembukaan, peserta dibriefing panitia mengenai rangkaian outbond yang akan mereka lakukan selama beberapa jam ke depan.

Pos pertama merupakan pos melintasi sungai penuh buaya. Peserta harus membuat lintasan sendiri agar dapat melalui rute yang dibuat panitia. Konsepnya adalah, mereka akan diberikan potongan karton yang akan menjadi tempat pijakan kaki mereka. Dari awal sampai garis selesai, masing-masing peserta harus melalui rute yang ada dengan karton tersebut. 15 menit berlalu, akhirnya panitia mendapatkan pemenang dari pos pertama ini, yaitu kelompok Usman. Setelah dari pos pertama yang berada di Fakultas Kedokteran, peserta menuju ke pos kedua dan ketiga yang berada di Fakultas Pertanian. Pos kedua adalah permainan tarik tambang, dilanjutkan di pos ketiga, yaitu permainan naga buta. Di kedua pos ini, acara berjalan meriah. Tak lupa, panitia pun ikut meramaikan dengan ikut permainan tarik tambang. Usai dari Fakultas Pertanian, peserta menuju pos terakhir, yaitu pos ambil koin dalam tepung yang berada di taman Fakultas MIPA. Pos ini peserta harus rela belepotan tepung demi mendapatkan koin. Setelah peserta menyelesaikan keempat pos yang ada, mereka kembali ke GOR untuk melakukan kreasi pembuatan lotis dan es buah.

Puncak acara, panitia mengumumkan pemenang dari hasil permainan outbond dan kreasi lotis. Pemenangnya adalah kelompok Usman. Penyerahan hadiah dilakukan oleh Kepala DPPAK, Rian Mantasa S. P., kepada perwakilan kelompok. Dengan penyerahan hadiah tersebut, berakhirlah sudah rangkaian acara AAI Piece hari itu.

Sebelum pulang ke tempat masing-masing, peserta dan panitia ikhwan berfoto bersama di depan GOR dengan meneriakkan, “ Aku ikut follow up AAI, kalau kamu? “

Oleh: Rian Mantasa Salve Prastica/ Kord. Dept. PPAK Biro AAI UNS

Sobat AAI, The First Generation

Sobat AAI, The First Generation

Bagi sebuah lembaga, kaderisasi anggota merupakan nyawa dari keberlangsungan suatu lembaga di tahun-tahun berikutnya. Karena keberlangsungan organisasi bukan hanya hari ini, tapi hari esok juga. Bukan hanya periode sekarang, tapi juga periode berikutnya. Tak terkecuali lembaga seperti Biro AAI UNS. Maka sudah menjadi tanggung jawab pengurus periode saat ini untuk menyiapkan generasi penerus lembaga di periode selanjutnya. Inilah yang menjadi latar belakang diadakannya program “Sobat AAI”, sebagaimana disampaikan Dwi Nur Rahmat Ketua Biro AAI UNS.

Acara Grand Opening yang diselenggarakan Sabtu 18 Oktober 2014 ini dikemas dalam format talk show, menghadirkan dua fasilitator. Pertama adalah Farid Mahendra, yang merupakan ketua Biro AAI periode 2012-2013 dan ketua Sentra Kegiatan Islam FMIPA UNS Periode 2011. Dan fasilitator yang kedua adalah Muhammad Hasan Cahya Pamungkas, beliau  saat ini adalah kordinator Puskomda FSLDK Soloraya. Beliau juga merupakan ketua umum JN UKMI UNS periode 2013. Kedua fasilitator tersebut, didampingi oleh moderator Zulfikar FIrdaus. Mahasiswa FKIP Pendidikan B. Inggris angkatan 2012 yang juga kodept pembinaan pengurus JN UKMI UNS periode 2014.

Diskusi berlansung secara interaktif, dari semua pihak. Pertanyaan-pertanyaan moderator mengarah kepada apa perbedaan antara JN UKMI dan Biro AAI, serta perbedaan karakteristik dakwahnya. Output dari AAI, serta peran Biro AAI UNS dalam keberlangsungan dan keberhasilan dari AAI.

Hasan menjelaskan, bahwa Biro AAI UNS merupakan salah satu organisasi yang tertua di UNS. Sebelumnya bernama IKADAI, Ikatan Dosen Agama Islam. Setelah itu baru terbentuk JN UKMI UNS, yang merupakan peleburandari 4 lembaga. Termasuk IKADAI, cikalbakal Biro AAI UNS. Secara karakteristik dakwah, JN UKMI lebih focus ke performa atau syi’ar islam kepada civitas akademika UNS. Sedangkan Biro AAI, lebih mengarah kepada pembentukan karakter islam pada setiap mahasiswa.

Seorang dosen PAI pernah menyampaikan kepada beliau, jika karakter mahasiswa UNS itu banyak yang bermasalah maka secara otomatis Biro AAI ikut bertanggungjawab. Karena Biro AAI melalui program AAI memiliki tujuan untuk membina dan membentuk karakter yang islami pada setiap mahasiswa UNS. Ini adalah sebuah amanah besar yang dibebankan kepada Biro AAI UNS, bagaimana membangun sebuah system agar keberjalanan dan keberlangsungan AAI dapat berhasil membentuk karakter mahasiswa baru UNS.

Acara ditutup setelah sebelumnya peserta diminta menuliskan inspirasi apa yang mereka dapatkan dari acara Grand opening Sobat AAI. Kemudian peserta diminta untuk menggantungkan inspirasi yang mereka dapatkan di pohon inspirasi, yang telah disiapkan oleh panitia. (Ramatto Livic)