Tausiyah Kebangsaan dan Khotmil Qur’an Warnai Dies Natalis UNS Ke-42

Tausiyah Kebangsaan dan Khotmil Qur’an Warnai Dies Natalis UNS Ke-42

UNS – Sebagai rangkaian dari acara dies natalis ke-42, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar acara Tausiyah Kebangsaan dan Khotmil Qur’an pada Minggu, (11/3/18). Acara ini dilaksanakan di Masjid Nurul Huda UNS dan dihadiri oleh Rektor UNS, Ravik Karsidi, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Ary Ginanjar Agustian (motivator), Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Wuryanto, mahasiswa, dan masyarakat.

Acara ini diawali dengan sholat maghrib berjamaah, dilanjutkan khotmil Qur’an, dan terakhir tausiyah kebangsaan. Dalam melaksanakan khotmil Qur’an, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok membaca mulai dari juz 1 sampai juz 30. Selesai khotmil Qur’an, acara dilanjutkan dengan acara tausiyah kebangsaan. Acara tausiyah ini dibuka oleh Ravik Karsidi. Menilik pada tema tausiyah yakni “Tausiyah Kebangsaan” Ravik menjelaskan bahwa di era sekarang ini masyarakat harus mengerti pentingnya konsep bela negara, bela bangsa, pentingnya terus menjaga keutuhan NKRI, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 untuk menghindari perpecahan.

“UNS dikenal juga dengan ‘Kampus Benteng Pancasila’, maka tausiyah kebangsan ini sangat penting bagi kita sekalian supaya di antara warga UNS khususnya dan masyarakat seluruhnya tidak asing lagi mengenai istilah ‘kebangsaan’,” papar Ravik mengakhiri sambutannya.

Dalam menyampaikan materi tausiyah kebangsaan, Condro Kirono mengambil tema “Merajut Kebhinekaan dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. Menurutnya, di era saat ini masyarakat harus mewaspadai masalah-masalah seperti narkoba dan hoax yang dapat memecah belah kebhinekaan. Karenanya, menjaga toleransi antar sesama merupakan salah satu kunci menjaga utuhnya kebhinekaan NKRI.

“Di era saat ini, kita harus waspada masalah narkoba, hoax, yang dapat memecah belah kebhinekaan. Kebhinekaan harus kita rawat dengan menjaga toleransi antar sesama. Termasuk juga mewaspadai paham radikal yang dapat tersebar dengan mudah melalui internet,” jelas Condro.

Selanjutnya, dalam tausiyahnya, Wuryanto menjelaskan pentingnya mengisi kemerdekaan NKRI menuju bangsa emas. Menurutnya, sudah sejak zaman dahulu Indonesia menjadi incaran bangsa lain agar mengalami perpecahan. Aspek seperti budaya, keamanan, dan pertahanan Indonesia telah dicoba untuk dilemahkan. Salah satu upaya agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang luhur yakni dengan terus menanamkan nilai budaya luhur Indonesia di hati setiap warga negaranya.

“Nilai-nilai budaya luhur Indonesia harus tetap melekat di hati kita agar Indonesia menjadi bangsa yang luhur,” pesan Wuryanto mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai budaya luhur Indonesia.

Ary Ginanjar Agustian, selaku motivator Indonesia, menambahkan bahwa untuk menjadikan suatu negara menjadi aman, nyaman, dan sejahtera maka salah satu kuncinya adalah memiliki warga Negara yang senantiasa bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. humas-red.uns.ac.id/Tni/Isn

Khataman Al Qur’an Serentak Perguruan Tinggi se-Indonesia

Khataman Al Qur’an Serentak Perguruan Tinggi se-Indonesia

Menristekdikti M Nasir meluncurkan Gerakan Kampus Nusantara Mengaji di Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/3) malam. Peluncuran yang dirangkai dengan acara peringatan Dies Natalis Ke-41 UNS itu sekaligus menandai deklarasi gerakan serupa di 40 kampus negeri seluruh Indonesia.

Hadir dalam acara itu antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Mendikbud Muhammad Nuh, Pendiri ESQ Ary Ginanjar, dan Rektor UNS Prof Ravik Karsidi. Rektor UNS dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan khataman Al Qur’an telah menjadi agenda rutin dalam kegiatan dies natalis UNS sejak tahun 2014.

“Saya yakin dengan menghatamkan Al Quran dapat memperkuat mental mahasiswa serta meminimalkan gerakan radikalisme di kampus,” ujar Menristekdikti. Sementara mantan Mendikbud M Nuh mengungkapkan bahwa ide dasar Kampus Nusantara Mengaji adalah untuk memberikan penghargaan kepada anak-anak yang hafal Al Quran.

“Kita semua ingin memberikan penghargaan apa pun yang punya prestasi. Jika selama ini prestasi diukur oleh olimpiade-olimpiade, mengapa pihak terkait tidak mengakui prestasi menghafal Al Quran,” kata dia. Mahfud MD yang juga memberikan sambutan menambahkan bahwa mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengembangkan aspek rasional, tapi juga harus mengasah keimanan dan spiritual.

Dalam kegiatan Khataman Al Qur’an Serentak Perguruan Tinggi Se -Indonesia kali ini didukung juga oleh FSLDK Indonesia yang mengkoordinir 41 kampus yang terlibat dalam kegiatan ini.

Semaan dan Khataman Qur’an

Semaan dan Khataman Qur’an

IMG_0379Senin (9/3), menyambut Dies Natalis UNS yang ke-39, Takmir masjid Nurul Huda UNS bersama UKM Ilmu Qur’an mengadakan Semaan dan Khataman Qur’an selama dua hari. Dimulai hari ini, senin (9/3) ba’da dzuhur hingga selasa (10/3) ba’da isya.

Pembukaan Semaan dan Khataman Qur’an dibukan oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S., yang mengawali juz 1 dengan membaca surah Al Fatihah. Bacaam beliau disimak oleh KH Imran Rosyadi ZA, Qori Internasional Kesultanan Brunei. Setelah itu, KH Imran Rosyadi ZA melanjutakn juz 1 dari surah Al Baqarah hingga beberapa lembar. Dan disimak oleh salah satu keluarga mahasiswa Hafidz UNS. Seterusnya, secara bergiliran para mahasiswa/I hafidz UNS, bergiliran mengkhatamkan Qur’an.

Penutupan Semaan dan Khataman Qur’an dilakukan pada selasa (10/3) malam, di bagian pembukaan acara shalawatan. Semaan dan Khataman Qur’an, ditutup oleh do’a yang dibacakan oleh sekretaris presidium Takmir, Dr. Eng. Syafi’I, M.T. (Rahmat)

UNS Ber-Sholawat dalam Rangka Semarak Dies Natalis UNS ke-39

UNS Ber-Sholawat dalam Rangka Semarak Dies Natalis UNS ke-39

IMG_0604Selasa (10/3), kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berdiri pada tanggal 11 Maret 1976, akan memperingati hari beridirinya kampus tersebut. Seperti pada Universitas pada umumnya, Dies Natalis adalah agenda tahunan kampus. Begitu juga bagi Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang disingkat UNS.

Namun, hal yang paling menarik dari Dies Natalis yang ke-39 ini, semarak dies natalis diawali dengan semaan dan khataman Al Qur’an serta shalawatan bersama Habib Syeh ibn Abdul Qodir Assegaf. Dies natalis dengan konsep nuansa spiritualitas, merupakan untuk pertama kali dalam sejarah UNS.

Setelah pada hari sebelumnya Semaan dan Khataman Al Qur’an diawali dengan seminar Al Qur’an dan Sains yang dibuka oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. Proses Semaan dan Khataman Al Qur’an berlangsung selama dua hari, dimulai hari senin (9/3) ba’da Dzuhur hingga selasa (10/3) ba’da isya yang di-khatam-kan oleh para hafidz dan hafidzoh mahasiswa UNS secara bergiliran.

Serangkaian acara Dies Natalis UNS yang ke-39, puncak acara diadakan acara Shalawatan bersama Habib Syeh ibn Abdul Qodir Assegaf. Turut dihadiri pula oleh pejabat pemerintah daerah dan pusat. Dari pemerintah pusat diwakilkan oleh Menristek (Riset dan Teknologi) dan Dikti (Pendidikan Tinggi), yaitu Prof. H. Muhammad Nasir, Ph.D.,Ak. Sedangkan dari pemerintah Kota Surakarta, turut hadir Bapak Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo. Acara Shalawatan ini juga akan diselingi oleh taujih dari ketua MK 2008-2013, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H.,M.H., mengenai betapa pentingnya nilai Al Qur’an dan Shalawat kepada Rasulullah SAW dalam kehidupan manusia.

Malam puncak semarak Dies Natalis UNS yang ke-39, Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS., menyampaikan bahwa semenjak tahun 2011, UNS menerapkan kebijakan yaitu menerima prestasi calon mahasiswa/I UNS yang hafidz Qur’an. Dimana prestasi hafidz Qur’an ini dinilai setara dengan nilai prestasi juara olimpiade internasional. Hingga tahun 2015 ini, sudah ada 24 mahasiswa UNS yang hafidz Qur’an (hafal 30 Juz). Di akhir, beliau memberikan piagam kepada para mahasiswa hafidz dan hafidzoh UNS atas prestasi mereka.

Menteri Ristek dan Dikti dalam kesempatannya, memberikan apresiasi kepada UNS atas kebijakannya. Dalam mempertimbangkan prestasi calon mahasiswa yang hafidz Qur’an. Beliau juga berharap, bahwa perguruan-perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta, mampu mengikuti jejak UNS tersebut.

Antusias jama’ah yang hadir sangat tinggi, karena perkiraan mencapai angkat 7000 orang. Hal ini bisa dilihat dari penuhnya setiap area masjid yang diperuntukkan bagi jama’ah. Tidak hanya disitu, jalanan dibagian sebelah timur masjid Nurul Huda UNS, juga dipenuhi oleh para jama’ah yang tidak kebagian tempat duduk didalam area masjid Nurul Huda UNS.

Di akhir acara, ditutup do’a bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, bersama seluruh jama’ah yang hadir. (Rahmat)