Hikmah Di Balik Shalat Gerhana

Hikmah Di Balik Shalat Gerhana

Oleh: Ramatto Livic

Rabu (8/10) lalu, terjadi sebuah fenomen alam yakni gerhana bulan. Apa itu gerhana bulan? Suatu fenomena alam yang terjadi karena posisi matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus. Karena keadaan yang segaris, sehinga bayangan bulan terhalangi oleh bumi.

Umat muslim diperintahkan untuk melaksanakan shalat Gerhana ketika melihat gerhana, baik itu gerhana matahari maupun bulan. Sebagaimana yang terekam dalam hadist riwayat Bukhari no. 1047 yakni ”Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”

Continue reading

Jamaah Masjid Nurul Huda UNS Selenggarakan Sholat Gerhana

Jamaah Masjid Nurul Huda UNS Selenggarakan Sholat Gerhana

IMG_5678

Rabu 8 Oktober 2014 pukul 16.15 – 19.34 WIB, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami peristiwa gerhana bulan total. Bagi umat Islam, dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah ketika menyaksikan gerhana, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.” (HR. Bukhari)

Tak ketinggalan Masjid Nurul Huda UNS juga menyelenggarakan Sholat gerhana , sekitar 200 jamaah melaksanakan salat gerhana. Mereka melaksanakan salat gerhana sehabis Maghrib.

Insan, salah seorang pengurus harian Masjid Nurul huda UNS mengatakan, pelaksanaan shalat gerhana diumumkan sebelum dilaksanakannya ibadah shalat Maghrib. Shalat gerhana, dipimpin oleh Ustadz. Mohammad Luthfi Anshori, Lc. Staff Pengajar IAIN Surakarta dan pengasuh Tahfidz di MAPK Surakarta.

Selepas Sholat Gerhana Ustadz Luthfi menyampaikan khutbah singkat yang menerangkan bagaimana semestinya seorang Muslim bersikap ketika terjadinya peristiwa gerhana. Sebagaimana Rasulullah mengajarkan bahwa Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.

Gerhana Bulan kali ini merupakan peristiwa langka bagi warga Indonesia barat karena totalitasnya terjadi bertepatan dengan saat Matahari tenggelam. Peristiwa ini langka dan mungkin baru pertama kali teramati dari Indonesia.

Saat terbit, Bulan sudah akan menunjukkan warna merah darah di ufuk timur. Sementara itu, Matahari baru akan tenggelam 3 menit setelah Bulan terbit sehingga cahaya senja dan piringan Matahari yang kemerahan juga masih akan terlihat.