Grand Opening RAPIMNAS FSLDK III: Liputan Semar TV

Grand Opening RAPIMNAS FSLDK III: Liputan Semar TV

UNS, semar.tv – JN UKMI UNS, menjadi tuan rumah pertemuan Rapat Pimpinan Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indonesia yang berlangsung di Masjid Nurul Huda UNS pada (24-26/10/2014).

Pada Grand Opening RAPIMNAS FSLDK ke III, JN UKMI UNS juga mengadakan Tabligh Akbar dengan menghadirkan narasumber, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed, M.Phil., Ph.D. Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) dan Ketua Majelis Pimpinan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) yang menyampaikan tentang “Islam dan Tantangan Modernisasi”. Sebanyak 37 Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) di seluruh Indonesia, civitas akademika UNS dan masyarakat umum mengikuti acara Grand Opening RAPIMNAS FSLDK III (24/10/2014) di Solo.(ae)

sumber

Menjadi Tuan Rumah, JN UKMI UNS adakan Grand Opening Rapimnas FSLDK III

Menjadi Tuan Rumah, JN UKMI UNS adakan Grand Opening Rapimnas FSLDK III

10710830_539596379506285_4522680770615115570_n3

Surakarta- Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Universitas Sebelas Maret Surakarta khususnya Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (JN UKMI) yang pada tahun ini dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Pimpinan Nasional Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus III ( Rapimnas FSLDK III) yang diselenggarakan mulai Jumat hingga Ahad, 24-26 Oktober 2014.

Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS menjadi saksi dari pembukaan event nasional tersebut. Dengan mengucap basmalah, maka Rapimnas FSLDK III secara resmi telah dibuka oleh Prof. Drs. Sutarno, M.Sc, Ph.D. selaku Pembantu Rektor 1 UNS, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Presidium Takmir Masjid Nurul Huda UNS.

Grand Opening FSLDK III yang dibarengi dengan Tabligh Akbar bersama Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A.Ed, M.Phil., Ph.D tersebut mengangkat sebuah tema yang lahir dari kegelisahan akan era yang semakin membuat sebagian besar manusia mulai berpemikiran liberal, yakni “ Islam dan Tantangan Modernisasi”.

Dalam pembahasannya, Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A.Ed, M.Phil., Ph.D menyampaikan bahwa “Kehidupan yang semakin modern, menjadikan banyak diantara manusia berpikir secara modern pula. Sehingga muncul anggapan bahwa kebenaran adalah relatif, nilai-nilai religiusitas tidaklah pantas untuk dikaitkan dengan kehidupan sosial. Ingatlah bahwa Islam tidak akan dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, ialah nilai yang paling agung dan tata aturan hidup yang paling memuliakan manusia”.

Diakhir materinya, Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M.A.Ed, M.Phil., Ph.D menegaskan bahwa salah satu cara kita untuk menghadapai modernisasi ini adalah dengan meluruskan dan membenarkan cara pandang kita terhadap sesuatu yang ada di sekitar kita, tentunya dengan nilai-nilai agung yang ada didalam agama Islam.