MENJADIKAN RUMAH TANGGA SEINDAH SURGA

MENJADIKAN RUMAH TANGGA SEINDAH SURGA

Bertempat di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS, Forum Komunikasi Dakwah Islam menyelenggarakan Seminar Parenting Islami, Ahad (16/04).

Mengambil tema “Menjadikan Keluarga Surga sebelum Surga Sebenarnya”, lima orang pembicara membersamai peserta mulai dari pembahasan tentang komunikasi  suami istri, komunikasi orangtua dan anak, hingga psikologi anak.

Seminar ini sekaligus ajang kopdar komunitas yang berawal dari grup kajian online ini. puluhan peserta datang dari berbagai daerah tidak hanya dari Solo, bahkan cukup banyak yang berasal dari luar kota.

MENJADI MUSLIMAH PEJUANG ; KAJIAN TAUHID MUSLIMAH

MENJADI MUSLIMAH PEJUANG ; KAJIAN TAUHID MUSLIMAH

Komunitas Muslimah Nurul Huda bersama Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid menggelar Kajian Muslimah di Masjid Nurul Huda, Universitas Sebelas Maret (UNS), Jebres, Solo, Rabu (12/4/2017).

Menghadirkan Peggy Melati Sukma, kajian mengambil tema “Menjadi Muslimah Pejuang”, diikuti ratusan Muslimah civitas akademika dan masyarakat umum Kota Solo.

Menurut Peggy, sebagai seorang Muslimah harus punya mental pejuang karena dari rahim seorang muslimah lahir para calon pejuang. Menjadi Muslimah harus tahu bahwa fisik dan segalanya milik Allah. Jika paham akan hal itu, hidup sebagai Muslimah mudah menerima dan bersyukur kepada Allah.

“Sikap yang saya ucapkan ini harus diperjuangkan. Kalau kita tidak memelihara semangat juang sekarang menjadi seorang Muslimah, bisa jadi kita terus menyesal bisa jadi menuntut Allah tidak adil. Kita perjuangkanterus bahwa fisik kita miliknya Allah maka kita akan yakin bahwa semua ini milik Allah,” ucapnya.

Perempuan adalah pemimpin bagi anak-anaknya di rumah. Terhadap suami menghormati, kata dia meski sibuk aktif di luar, tetap memperhatikan tanggung jawab sebagai Muslimah, istri dan ibu bagi anaknya.

Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer

Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer

Takmir Masjid Nurul Huda UNS kembali menggelar Kajian Dakwah Ilmiah pada Jumat, 10 Februari 2017. Bertempat di ruang seminar Masjid Nurul Huda (NH) UNS, acara ini menghadirkan Dr Ahmad Kusyairi Suhail, MA sebagai narasumber utama. Beliau merupakan dosen FDI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus menjabat sebagai Sekjen Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (Ikadi).

Di hadapan sekitar 200 peserta, Prof. Drs. Sutarno, M.Sc., Ph.D selaku Ketua Presidium Takmir NH dalam sambutannya mengatakan bahwa UNS berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas setiap sektor yang ada, termasuk didalamnya adalah mengenai spiritualitas mahasiswa. Harapannya, mahasiswa lulusan UNS tidak hanya cakap dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga memiliki kompetensi spiritual yang mumpuni. Harmoni diantara keduanya niscaya akan menghasilkan manusia yang mampu memberikan kemanfaatan dimanapun ia berada.

Dengan mengambil tema Peluang dan Tantangan Dakwah Kontemporer, Dr Ahmad Kusyairi Suhail, MA menyoroti potensi yang kita miliki, dimana Negara kita memiliki kekayaan alam yang melimpah namun ternyata kekayaan alam yang begitu besar tersebut belum mampu membawa kemakmuran dan keberkahan untuk rakyat. Di tengah kondisi negara yang demikian, beliau menyeru kepada peserta agar berani tampil mengambil tanggung jawab untuk menyelamatkan kondisi umat yang sedang terpuruk. Mampu mengubah setiap tantangan menjadi peluang, dan menyikapi potensi maupun peluang yang dimiliki dengan sikap yang benar.

Beliau juga menekankan pada peserta agar memperhatikan firman Allah dalam Q.S An-Nahl ayat 112 yang artinya, “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” Ayat ini hendaknya menjadi pengingat agar setiap dari kita memiliki sikap yang benar dalam menghadapi peluang maupun tantangan dakwah ke depan.

Kajian Ilmiah Bersama Ulama Hadramaut

Kajian Ilmiah Bersama Ulama Hadramaut

Solo – Takmir Masjid Nurul Huda UNS kembali menggelar seminar keagamaan pada kamis 26 Januari 2017. Bekerjasama dengan Majelis Al-Muwasholah, seminar ini menghadirkan Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dari Hadramaut, Yaman sebagai pembicara.

Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya adalah Ulama kelahiran Aden tahun 1971, beliau menimba ilmu dari para ulama sepuh Hadhramaut, di antaranya, Habib Salim Asy-Syathiri, Habib Abdullah Bin Syihab, Habib Abubakar Al-‘Adni Al-Masyhur, Habib Umar Bin Hafidz. Selain menjalani pendidikan salaf, beliau juga menempuh pendidikan akademis di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dalam bidang ilmu Fiqh. Aktifitas keilmuan beliau kini disalurkan dalam mengelola markaz An-Nur, sebuah institusi yang secara khusus memelihara kitab-kitab karya Salaf Hadhramiyyin

Di hadapan sekitar 200 peserta, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dalam pengantarnya mengapresiasi para mahasiswa yang tetap semangat mendatangi majelis ilmu meskipun sedang menjalani libur akademik. Beliau juga menyatakan kekagumannya pada iklim spiritual yang ada di UNS, yang menurut beliau sama dengan ruh spiritual yang muncul di kampus-kampus keagamaan yang murni.

Dengan mengangkat tema Metode Dakwah Rasulullah SAW, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya menyeru kepada para mahasiswa agar memiliki cita-cita sebagai dai karena aktivitas dakwah yang dilakukan para dai merupakan inti agama, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah bahwa agama adalah nasehat. Kata an-nashihah berasal dari kata an nush-hu yang secara etimologi mengandung dua makna, yaitu bersih dari kotoran-kotoran, bebas dari para sekutu dan merapatnya dua sesuatu sehingga tidak saling berjauhan.

Sedangkan makna dakwah sendiri para ulama memiliki definisi yang berbeda, namun memiliki intisari yang sama yaitu mengerahkan segala upaya untuk menyelamatkan manusia dari yang jauh menjadi dekat kepada Allah, dari yang lupa pada Allah menjadi ingat. Dengan begitu dakwah harus bersih dari kepentingan pribadi maupun kepentingan golongan.

Dalam ceramahnya Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya juga mengingatkan kepada para peserta agar membangun kepedulian bukan hanya untuk kelompoknya saja, melainkan memupuk kepedulian untuk umat muslim di seluruh dunia tanpa harus disekat oleh asal negaranya.

[AGENDA] Kajian I’tikaf : “Agar Haji dan Umroh Bukan Sekedar Mimpi”

[AGENDA] Kajian I’tikaf : “Agar Haji dan Umroh Bukan Sekedar Mimpi”

ITIKAF HAJI

#RamadhanInspiratif

Pagi Ramadhan. Hiasi aktifitas 10 hari terakhir dengan aktifitas keimanan. Ikuti Kajian khusus dalam program “I’tikaf Di Kampus”

“Agar Haji dan Umroh Bukan Sekedar Mimpi”

Bersama Ust. Anwar Jufri (Pembina Yayasan Darul Fikri Bawen,
Sekolah Haji & Umrah Baitullah)

Siang ini, Rabu 8 Juli 2015
Jam 12.30 – 15.00 WIB
Di Aula Utama MAsjid Nurul Huda UNS

Direkomendasikan untuk anda yang
_ anda yang hendak berangkat haji
_ anda yang berfikir berangkat haji dan umroh hanya melulu maslah finansial,
_ anda yang berharap keberkahan haji dan umroh

[Umum dan Gratis]

[EVENTS] Tabligh Akbar : Dari Keluarga Pendidikan Bermula

[EVENTS] Tabligh Akbar : Dari Keluarga Pendidikan Bermula

Sentra Kegiatan Islam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mempersembahkan :

Tabligh Akbar : Dari Keluarga Pendidikan Bermula

Hari, tanggal: Ahad 01 November 2014

Jam: 07.30 WIB

Tempat: Aula utama Masjid Nurul Huda UNS.

Pembicara:

– Ustadz Dr. Muinudinillah Basri, MA (Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta)

– Ustadz Hatta Syamsudin, Lc (Trainer Motivasi Keislaman dan Keluarga)

Cp: 0857 2520 1549

Gratis untuk Umum.

HUMMUS FP Selenggarakan Tabligh Akbar “Kami Bangga Menjadi Muslim”

HUMMUS FP Selenggarakan Tabligh Akbar “Kami Bangga Menjadi Muslim”

IMG_5729

Himpunan Mahasiswa Muslim (Hummus) 2010 Fakultas Pertanian (FP) UNS bersama Muallaf Center Indonesia (MCI) mengadakan acara Tabligh Akbar (TA ) dengan tema “Kami Bangga Menjadi Muslim” (12/10). Acara yang diadakan di Masjid Nurul Huda Islamic Center UNS ini dihadiri oleh 3 pembicara, yaitu Ustadz Syarif Ja’far Baraja selaku Pembina MCI, dan dua orang muallaf yang juga pegiat MCI, yaitu Steven Indra Wibowo dan dr. Sunny Wadhwa asal India.

Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan masyarakat umum tersebut dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Steven Indra Wibowo, pendiri MCI mengawali materi mengenai kisah perjalanan hidupnya menjadi mualllaf dari Katolik menjadi Muslim. dr. Sunny Wadhwa menjadi pembicara kedua yang menceritakan pengalaman hidupnya menjadi muallaf dari penganut hindu menjadi penganut Islam.

Pembicara ketiga, Ustadz Syarif Ja’far Baraja mengungkapkan bahwa hidayah adalah pilihan dan harus dicari. Ia mengkaitkan materi hidayah dengan kondisi orang-orang islam pada masa kini.

Pukul 11.00 WIB, sesi penyampaian materi dari ketiga pembicara telah selesai, dan berpindah pada sesi tanya jawab.  Beberapa peserta aktif bertanya, sehingga acara semakin hidup. Tepat pukul 11.30 WIB, acara yang didukung oleh FUSI FP dan Perintis 2011 itu berakhir dengan khidmat.

[TweetKajian] Aqidah Ath-Thohawiyyah – Ust. Tamim, Lc : Kantin NH 06 September 2014

[TweetKajian] Aqidah Ath-Thohawiyyah – Ust. Tamim, Lc : Kantin NH 06 September 2014

kajian

1. Review sblumnya mmbhs ttg Allah yg tdk sekalipun sama seperti makhluk-Nya dan tdk ada apapun yg seperti Allah Ta’ala #KantinNH06
2. Khoyyun laa yamuutu, artinya Allah Maha Hidup dan tidak mati #KantinNH06
3. dan kehidupan Allah tidak serupa dg kehidupan makhluk-Nya. #KantinNH06
4. Salah satunya trdapat dlm QS. Al-Furqon:58. Bertaqwalah engkau kpd Dzat yg tdk akan mati. #KantinNH06
5. Bertaqwa dlm artian pasrah, berserah diri, menggantungkan diri kpd-Nya, bkn kpd manusia #KantinNH06
6. Ketergantungan pd selain Allah,yg bs mati adl sebuah kebodohan.Kok iya bergantunug kpd sesuatu yg akan punah? #KantinNH06
7. Maka bersandarlah kpd Allah Ta’ala Yang Maha Hidup dan Kekal #KantinNH06
8. Hnya Allahlah satu2nya yg pantas disembah dan diibadahi. #KantinNH06
9. Sperti ketika Rasulullah meninggal dunia, tdk ada satupun yg percaya kecuali Abu Bakar #KantinNH06
10. “Barangsiapa yg menyembah Rasulullah, maka sesungguhnya ia telah mati. #KantinNh06
11. Barangsiapa menyembah Allah, maka sesungguhnya ia tidak akan pernah mati.” Sebab Allah tdk dilahirkan dan juga tdk bisa mati #KantinNH06
12. Qoyyumun laa yanaamu, artinya Allah mengurusi diri sendiri dan menangani makhlukNya #KantinNH06
13. Allah tidak diurus siapapun, berdiri sendiri, tdk membutuhkan siapapun, tetapi justru mengurus makhluk2Nya #KantinNh06
14. Laa yanaam : Allah tdk tidur. Kita terlalu sering menyerahkan urusan2 kita kpd orang yg bs mati. #KantinNH06
15. Mintalah dan serahkan urusan2 kita pd Yang Maha Hidup, yang tidak mati, dan tidak tidur. QS. Al-Baqarah:255 #KantinNH06
16. Oleh krna itu, lebih berhati2lah sebab Allah tdk mengantuk dan tdk pernah tidur, serta senantiasa mengawasi hamba2Nya #KantinNh06
17. Jgn sekali2 percaya pd sesembahan yg pernah mati,yg tidur,yg mengantuk,yg diurus orang lain, atau yg dibentuk olh orang lain #KantinNH06
18. Allah pun tdk membutuhkan ibadah2 kita, melainkan kitalah yg membutuhkan Allah ‘Azza Wajala #KantinNH06
19. Hikmah yg bs kita ambil adalah (1) Kita menuhankan Allah SWT saja, bukan yg lain. #KantinNH06
20. (2) Kita menyandarkan segala urusan kita kpd Allah SWT. #KantinNH06
21. (3) kita merasa selalu diawasi oleh Allah SWT (muroqobatullah). #KantinNH06
22. Yg kehadiran muraqobah sendiri tdklah sesekali, lalu lupa, ingat, lupa lagi. #KantinNH06
23. Tapi, hadir scra terus menerus setiap saat dan setiap waktu #KantinNH06
24. Ihsan : adl agar bgmna kita berkerja dg penuh kualitas, sebab selalu diawasi oleh Allah. #KantinNH06
25. Hidup kita akan menghasilkan karya2 besar dan tdk akan menyia-nyiakan waktu sedetik pun #KantinNH06
26. “ketahuilah bhw jika kita tdk melihat Allah, maka ketahuilah bahwa Allah selalu melihat kita” #KantinNH06

[TweetKajian] Taubat – Ust. Kholid, Lc : Kantin NH 05 September 2014

[TweetKajian] Taubat – Ust. Kholid, Lc : Kantin NH 05 September 2014

kajian

Kultwit kajian rutin @NH_IC akn sgra dimulai.Dg bahasan : Taubat
1. Tujuan taubat adl bgmna caranya agr kita brjumpa dg Allah di yaumul akhir dlm keadaan nol dosa #KantinNH05
2. Ada bbrp syarat taubat, yaitu: a. Ikhlas. taubat dilakukan bkn krna apapun atau krn siapapun. Lillah dan fillah. #KantinNH05
3. Murnikan niat taubat kita hny utk Allah. Sebab sgla amal trgantung pd niatnya dan akan mendapat sesuai dg yg diniatkan #KantinNH05
4. syarat kedua adl menyesali semua jenis maksiat yg pernah kita lakukan. Baik maksiat dg dosa kecil ataupun besar #KantinNH05
5. Syrat ketiga adl berjanji utk meninggalkan maksiat tsb dan mengiringi dg amalan yg baik. #KantinNH05
7. Adapun waktu2 diterimanya taubat ada 2, scara khusus dan scra umum. scra khusus/individu ktika nyawa blm di tenggorkan #KantinNH05
8. Yaitu sebelum datangnya maut. Jd masih ada kesempatan bagi kita utk bertaubat sebelum sakaratul maut.#KantinNH05
9. Sdgkan waktu umum adalah selama matahari belum terbit dr arah barat. Maka selama itu pula ampunan dr Allah senantiasa terbuka #KantinNH05
10. Maka dr itu, mari kita perbanyak taubat. Sprti Rasulullah, meski ma’sum tp beliau tetap bertaubat 70kali dlm sehari #KantinNH05
11. Sebab dijelaskan dlm salah satu riwayat bhw anak adam adl tukang berbuat dosa alias tempat dosa dan salah. #KantinNH05
13. Rasulullah yg ma’sum sdh meninggalkan seluruh maksiat dan msh bertaubat kpd Allah. Duh, jadi malu nih tweeps #KantinNH05
14. Slh satu wasiat Rasulullah kpd Abu Hurairah adl sholat witir sblm tidur. Sbg bentuk muhasabah atas amalan kita sehari tadi #KantinNH05
15. “Wahai skalian manusia, brtaubatlah kpd Allah dn mohonlah ampun kpd Allah krna sesungguhnya aku meminta ampun sbnyk 100kali” #KantinNH05
16. Hadits tsb mnjelaskan bhw taubat adl wajib , kapan sj tanpa terikat waktu. Taubat jg salah satu bentuk ketaqwaan kpd-Nya #KantinNH05
17. Dan insya Allah akn mndapat pahala sbb telah melaksanakan perkara wajib yg mjd perintah Allah dan Rasul-Nya #KantinNH05
18. Orang2 yg bertaubat dg sungguh2, insya Allah akn dimasukkan ke dlm jannah yg mengalir dibawahnya sungai2 #KantinNH05
19.”Sungguh Allah lbh bahagia dg taubat hambaNya kpadaNya dibanding jatuhny sseorang dr untanya d tengah padang pasir tandus…” #KantinNH05
20.”…dan unta itu meninggalkannya dg sgla perbekalannya lalu ia mendapatkan untanya kmbali.” #KantinNH05
21. Yg saking senangnya orang itu ia salah berucap,”Engkaulah hambaku dan akulah Tuhanmu.” Dan Allah lbh bhgia 🙂 #KantinNH05
22.Sseorang yg luput/tdk sngaja brbuat dosa tdk dihukumi dosa, trmsuk ktika lupa. Cntohnya seseorang yg sdg berpuasa #KantinNH05
23.Ia yakin bhw sdh masuk waktu berbuka dan ia berbuka. Stlh itu br ia sadar bhw blm masuk waktu berbuka #KantinNH05
24. Maka puasanya tdk dianggap batal dan insya Allah tetap sah 🙂 #KantinNH05
25.Allah tdk menganggap sumpah2 yg tdk diniatkan, ttpi Allah menganggap sumpah yg berasal dr hati yg paling dalam #KantinNH05
26. Soalnya bngsa Arab terbiasa mngucapkan “demi Allah!” utk menyangatkan suatu hal/perkara #KantinNH05
27.”Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pd waktu malam bagi orang2 yg berbuat dosa pd waktu siang…” #KantinNH05
28.”..dan membentangkan tangan-Nya pd waktu siang bg orang2 yg berbuat dosan pd waktu malam, hgga terbitnya mthari dr barat” #KantinNH05
29. Di riwayat lain, batas waktu taubat adl sblum nyawa berada di kerongkongan, itulah knp taubat Fir’aun ditolak #KantinNH05
30. Nah itu tweeps, review #KantinNH05. Insya Allah besok pagi ada Kantin NH lagi utk cr sarapan ruhani, otak, dan perut 😀 Datang ya!

[TweetKajian] Keutamaan Menuntut Ilmu – Ust. Rudy Hartanto, Al Hafidz : Kantin NH 03 September 2014

[TweetKajian] Keutamaan Menuntut Ilmu – Ust. Rudy Hartanto, Al Hafidz : Kantin NH 03 September 2014

kajian

  1. Assalamu’alaikum tweeps. Selamat datang lagi di dunia perkuliahan 🙂 Yg td pagi gak dateng kantin, mimin bakal ulas nih ttg #KantinNH03
  2. #KantinNH03 bersama Ust. Rudi membahas ttg Keutamaan Menuntut Ilmu. Cocok banget ya buat kita yg udah harus siap berkutat sama kuliah
  3. Salah satunya adl penghuni di langit dan bumi memintakan ampun untuk para penuntut ilmu, jg ikan2 di lautan dan semut2 di tanah #KantinNH03
  4. Beberapa keutamaan menuntut ilmu yang lain adalah : 1) Laksana bulan di antara bintang2 #KantinNH03
  5. Penuntut ilmu jauh lebih baik dibanding org yg beribadah setiap hari. Ilmunya akn mjd penerang gelapnya kebodohan di skelilingnya
  6. 2) Pewaris para nabi. Para nabi tdk pernah mewarisi harta/dirham, tetapi mewariskan ilmu2. #KantinNH03
  7. Itulah kenapa, jk kita menuntut ilmu, maka kita telah memilih apa yg menjadi warisan para nabi. #KantinNH03
  8. Yang tdk kalah utama 3) menuntut ilmu adl bagian dr jihad fiisabilillah. #KantinNH03
  9. Allohumma inni ‘audzubika min ‘ilmin laa yarfa’ #KantinNH03
  10. Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dr ilmu yg tdk bermanfaat (bg kita dan bagi orang lain)#KantinNH03
  11. Allohummarfa’ni bima ‘alamtani wa ‘alimni maa yarfa’ni wa dzidni ‘ilman #KantinNH03
  12. Ya Allah berikanlah aku ilmu yg brmanfaat, apa2 yg tlh Engkau berikan untukku dan penambahan2 ilmu #KantinNH03
  13. Rasulullah SAW. berkata,”Semoga Allah memperindah wajah seorang yg mendengarkan perkataan, lalu menyampaikan kepada orang lain.” #KantinNH03
  14. Ktika tdk ada keinginan utk tholabul ‘ilmi, inilah slh satu d tnda2 kiamat. Dicabutnya ilmu dr pr ulama shg kebodohan merajalela #KantinNH03
  15. Dua orang yg kita boleh iri kpd mereka: 1. Orang yg diberi harta lalu menyedekahkan semua kpd orang2 #KantinNH03
  16. 2) Prang yg berilmu, yg memperdalam ilmunya, dan mengajarkan kpd orang lain. Semoga makin bertambah motivasinya ya 🙂 #KantinNH03
  17. Ada juga beberapa macam orang yg berbeda dlm kemampuannya menyerap ilmu. Ada 3 nih, coba cek kamu termasuk yg mana #KantinNH03
  18. 1) Sprti air hujan yg turun di tanah yg sngat subur dan menumbuhkan tanaman di sekitarnya karenanya. #KantinNH03
  19. Yaitu orang yg diberi ilmu dn memberi kemanfaatan bg dirinya dan org lain. Jd ilmunya benar2 membawa manfaat dan diserap dg baik #KantinNH03
  20. 2) Sprti air hujan yg turun di tanah tp tdk menumbuhkan, hny menampung air. #KantinNH03
  21. Yaitu orang yg diberi ilmu tp tdk bs menyerap utk diri sendiri tetapi bs memberi sdikit manfaat bg yg lain. #KantinNH03
  22. 3) Sprti air hujan d tanah tandus. Diberi ilmu tp tdk mampu menyerap ilmu bahkan tdk memperoleh manfaat karenanya. Tdk berbekas #KantinNH03
  23. Bbrapa ulama bhkan rela mencurahkan waktunya utk menuntut ilmu. Di saat senggang dan sibuknya, dlm sehat dan sakitnya #KantinNH03
  24. Kakek Ibnu Taimiyah mminta cucunya utk mbacakan kitab ktika beliau sdg buang hajat agr tdk ada waktunya yg sia2 utk mnuntut ilmu #KantinNH03
  25. Imam Bukhori sllu terbangun 18-20kali semalam utk menuliskan apa yg terlintas di pikirannya #KantinNH03

g terlintas di pikirannya #KantinNH03