WORKSHOP PENGELOLAAN ZIS MASJID SE KECAMATAN JEBRES

WORKSHOP PENGELOLAAN ZIS MASJID SE KECAMATAN JEBRES

12695024_503647809819928_7807528147810731292_o

Seratusan orang Takmir dari berbagai Masjid di Kecamatan Jebres Kota Surakarta mengikuti kegiatan Workshop Zakat Infaq Shodaqoh yang diselenggarakan oleh LP2A Kelurahan Jebres  dan Takmir Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret Surakarta.  Kegiatan ini berlangsung di Ruang Seminar Nurul Huda Islamic Center, Masjid Nurul Huda UNS Ahad 14 Februari 2015.

Kegiatan ini bertujuan sebagai pelatihan bagi para Takmir Masjid dalam mengelola potensi zakat, infaq dan shodaqoh yang ada di lingkungan masing-masing agar dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat di lingkungan masjid berada.

Drs. Tamso, MM selaku Camat Jebres dalam sambutannya memberikan apresiasi atas berlangsungnya acara ini dan juga workshop manajemen masjid yang rutin dilakukan oleh LP2A Kelurahan Jebres dan Masjid Nurul Huda UNS. Beliau juga berharap kegiatan serupa akan diikuti oleh Kelurahan-kelurahan lain di wilayah Kecamatan Jebres.

Dalam kegiatan ini para peserta mendapatkan sosialisasi UU Zakat No 23 Tahun 2011 yang disampaikan oleh Drs. H. Charis Mu’anas dari Kemenag Kota Surakarta, Pendataan Muzaki dan Mustahiq oleh H. Sunarto, S.Ag dari LP2A Keluarahn Jebres, dan Risalah Zakat yang disampaikan oleh Drs. H. M. Najmuddin Zuhdi, M.Ag dari universitas Muhammadiyah Surakarta.

 

Pendaftaran Relawan LAZIS UNS 2015

Pendaftaran Relawan LAZIS UNS 2015

10956633_10203936317831365_1088874079_n1

LAZIS UNS mengajak mahasiswa serta masyarakat umum untuk bergabung bersama Relawan LAZIS UNS.

Untuk jadwal pendaftaran Relawan LAZIS UNS adalah sebagai berikut :

Pendaftaran : 4 – 24 Februari 2015

Screening     : 16 – 26 Februari 2015

Pengumuman : 27 februari 2015

Pelantikan  : 6 maret 2015

Orientasi  : 7 Maret 2015

 

Persyaratan Umum :

  1. Mahasiswa/ Umum
  2. Bisa membaca Al Qur’an
  3. Mempunyai Kendaraan Sendiri
  4. Memiliki Kemampuan Pendampingan Masyarakat dan Anak
  5. Tertarik dalam Kegiatan Sosial
  6. Bisa bekerja dalam tim dan individu

Pendaftaran Relawan LAZIS UNS sangat mudah, Anda hanya perlu mengisi formulir, menyertakan foto terbaru serta foto copy kartu identitas (kartu mahasiswa, KTP, SIM, dll). Selanjutnya, dengan menjadi Relawan LAZIS UNS, Anda bisa bersama-sama berbagi bahagia dengan menjadi relawan untuk program pendampingan TPA Binaan, Pengajar di Rumah Anak Pintar (rumah untuk belajar ilmu umum, ketrampilan, dll bagi anak-anak), Perpustakaan keliling, Insidental dan Siaga bencana.

Untuk keterangan lebih lanjut, Anda bisa datang langsung ke Kantor LAZIS UNS pada jam kerja (senin-jumat 08.00 – 15.00 , atau menghubungi koordinator tim recruitment : Ayub ( 0896731 63534) dan Muannah (089628585804)

(Lazis UNS)

Ratusan Binaan LAZIS UNS ikut PERSAMI Anak Islam

Ratusan Binaan LAZIS UNS ikut PERSAMI Anak Islam

PERSAMI_ANAK_ISLAM_!_FEBRUARI_2015

Setelah menggelar outbond untuk anak-anak TPA Binaan, LAZIS UNS kembali mengajak anak-anak untuk bermain dan belajar bersama dalam PERSAMI Anak Islam. Acara yang diadakan pada Sabtu (31/1) sampai dengan Ahad (01/2) di komplek masjid Nurul huda ini diikuti seratusan anak. Mereka adalah anak-anak binaan LAZIS UNS yang aktif dalam Rumah Anak Pintar (RAP) unit Sawah Karang maupun RAP RIMBA Mojosongo dan siswa undangan dari MIUQ Ali bin Abi Tholib.

Penanggung jawab Persami Anak Islam, Anggara Widjajanto menerangkan, Persami kali ini dikemas dengan perpaduan yang seimbang antara games seru dan juga penanaman nilai-nilai iman taqwa untuk anak-anak. “Kami ingin mengemas acara malam bina iman dan taqwa (mabit) menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk anak-anak. Jadi nilai-nilai kegiatan bisa sampai kepada anak-anak dengan cara-cara yang fun,” jelas pria yang juga menjadi koordinator RAP LAZIS UNS unit RIMBA Mojosongo ini.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini setidaknya anak-anak diajak untuk memainkan beberapa games antara lain, rumput bergoyang, mencari harta yang hilang, tali terpanjang, jembatan manusia dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua permainan yang dilakukan oleh anak-anak ini memiliki makna masing-masing. Pada kegiatan ini para peserta dilatih kebersamaan, kemandirian, gotongroyong, akhlaqul karimah dan kedekatan kepada Allah SWT. Manajer Program LAZIS UNS, Sutiyono, pada kesempatan ini berharap para peserta yang hadir bisa menikmati acara dengan senang hati. Datang dengan senang, pulang pun dengan perasaan senang. (LAZIS UNS)

Merancang Financial Barokah Sejak Dini

Merancang Financial Barokah Sejak Dini

10867027_871462172898714_1345006696_n

Sebagai upaya menjalin silaturahim dengan para donatur, LAZIS UNS menyelenggarakan seminar dan temu donatur bertajuk “Islamic Cash Flow Management dan Perencanaan Keuangan Keluarga”, Sabtu (13/12). Bertempat di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS, acara yang mendatangkan Muslimin S.Si.,MM (financial consultant) dan Dr. Mugi Harsono, SE.,M.Si (Akademisi FEB UNS) ini membahas seputar tips pengelolaan keuangan tidak hanya untuk mereka yang sudah berkeluarga, tapi justru lebih tepat jika diaplikasikan untuk mereka yang belum berkeluarga tapi sudah memiliki penghasilan.

“Setidaknya ada lima fase yang akan dilewati dalam perencanaan keuangan,” jelas dosen Manajemen FEB UNS, Mugi Harsono. Fase pertama dimulai dengan merencanakan maisyah (penghasilan). Kedua mempersiapkan pernikahan. Fase ketiga memulai tahap awal kehidupan berkeluarga. Dan keempat adalah fase dimana secara ekonomi mulai stabil. Pada fase inilah diharapkan mulai mengalokasikan dana untuk melakukan investasi. Terakhir adalah fase persiapan pensiun

Setiap pemasukan yang kita miliki, pengeluarannya haruslah direncanakan kedalam lima pos yang sudah ditentukan besarannya. Kelima pos tersebut adalah pos Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS) dengan besaran minimal 2,5% dari gaji. Pos Cicilan Hutang (jika ada) maksimal 25%. Berikutnya adalah pos Investasi/Proteksi antara 10% – 30%. Terakhir adalah pos Konsumsi maksimal 50%.

“Kelima pos tersebut adalah upaya untuk membentuk financial barokah. Dan yang paling dibutuhkan dalam mengelola keuangan adalah sikap disiplin dengan rencana yang telah dibuat,” terang Muslimin, dalam paparannya. Lebih lanjut, bapak tiga putra ini juga mengingatkan agar dalam mengelola keuangan keluarga senantiasa memperhatikan proteksi terhadap pondasi keuangan yang dimiliki. Kebutuhan dasar, dana pendidikan, dana pensiun, dana darurat, warisan dan proteksi keluarga adalah pondasi keuangan keluarga yang harus diproteksi.

Dalam seminar dan temu donatur kali ini, LAZIS UNS juga menampilkan kebolehan anak-anak binaan Rumah Imajinasi Membaca dan Belajar Anak (RIMBA) berupa tilawatil Qur’an, pantomim dan puisi. RIMBA sendiri yang merupakan salah satu program LAZIS UNS dalam segi pendidikan untuk anak. (Lazis UNS)

Merangkai Mimpi melalui GAME Outbond Santri TPA Binaan LAZIS UNS

Merangkai Mimpi melalui GAME Outbond Santri TPA Binaan LAZIS UNS

10850920_10203008525082799_413562351_n

Setelah melalui masa-masa ujian akhir semester 1 (UAS), Ahad (14/12) LAZIS UNS mengajak anak-anak yang tergabung dalam santri TPA Binaan LAZIS UNS untuk bersama bergembira dalam Outbond bersama Relawan LAZIS UNS. Mengambil lokasi diareal kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta, acara ini dimulai dari pukul 08.00 pagi sampai 12.00 siang.

Continue reading

LAZIS UNS Berbagi 1.650 Bibit Pohon

LAZIS UNS Berbagi 1.650 Bibit Pohon

10866729_10203484062408523_1201820235_n

Selama bulan November sampai Desember tahun ini LAZIS UNS telah menyalurkan 1650 bibit pohon ke beberapa daerah di Solo Raya. Bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Bengawan (BPDAS) Solo selaku penyedia bibit pohon, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menggiatkan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN).

Continue reading

Tingkatkan Minat Baca, LAZIS UNS Rilis ‘RIMBA’

Tingkatkan Minat Baca, LAZIS UNS Rilis ‘RIMBA’

LAZIS UNS merilis Taman Baca Masyarakat (TBM) bernama RIMBA (Rumah Imajinasi Membaca dan Belajar Anak) pada Rabu (19/11). RIMBA sendiri merupakan transformasi dari Rumah Anak Pintar (RAP) LAZIS UNS di

Kampung Sabrang Lor, Mojosongo, setelah mampu dikelola secara mandiri oleh Bp. Anggara Widjajanto dan relawan LAZIS UNS. Acara ini dihadiri seratusan peserta dari berbagai kalangan. Ada penulis, Gol A Gong dan Afifah Afra, Forum TBM (Taman Baca Masyarakat) Jawa Tengah, tokoh masyarakat sekitar, pengelola &  relawan LAZIS UNS, serta anak-anak yang dulunya tergabung dalam RAP. Dalam launching kali ini anak-anak juga berkesempatan unjuk kebolehan berupa phantomim, drama, dan musikalisasipuisi.

Continue reading

Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014 LAZIS UNS

Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014 LAZIS UNS

IMG_5270

Lazis UNS kembali menyelenggarakan program UNS Berqurban – Qurban Sampai Pelosok (QSP) yang dilaksanakan pada  5-6 Oktober 2014. Sebanyak :  112  kambing dan 10 sapi dikelola dan didistribusikan ke lebih dari  27 daerah yang minim hewan qurban.  4500-an paket qurban tersalurkan dalam program ini. Program pendistribusian dan pengelolaan hewan qurban tersebut setidaknya melibatkan 150 relawan, baik relawan LAZIS UNS maupun rekan-rekan Lembaga Dakwah Kampus UNS.

Pada  program QSP 2014 ini LAZIS UNS memusatkan  di 4 daerah, yaitu Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar dengan penyaluran 2 sapi untuk 200-an penerima paket hewan Qurban,  Desa Jerukan Kecamatan Juwangi, Boyolali dengan penyaluran 1 Sapi  untuk 60 Kepala keluarga (KK), daerah ke-3 yaitu Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Grobogan dengan penyaluran  1 Sapi dan daerah terakhir adalah Mengger, Desa Nglipar, Kec. Nglipar, Gunungkidul, DIY dengan penyaluran 1 sapi.

“Untuk program QSP tahun ini, kami telah mempersiapkan secara maksimal. Hewan Qurban disiapkan sebulan sebelum hari raya idul adha. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas hewan qurban serta menjaga stabilitas harga hewan. Sapi  dan Kambing  untuk QSP 2014 diambil dari Tawangmangu dan Matesih (Karanganyar).” Ujar Catur Wibowo Manajer Umum Lazis UNS

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

“Ada dampak sosial yang tersimpan di dalam ketaatan seorang muslim yang berkurban.”

Menjelang bulan Dzulhijah, tentu sebagai umat muslim kita diingatkan dengan peristiwa penting yaitu Idul Qurban. Pada kesempatan ini, para muslim diberikan kesempatan untuk menunaikan penyembelihan hewan kurban, sebagai bentuk manifestasi ketaqwaan kepada Allah SWT. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa secara historis penyembelihan hewan kurban merujuk pada kisah Nabi Ibrahim as yang dengan sadar mengorbankan putra semata wayangnya, Ismail as sebagai bentuk puncak ketaatan kepada Allah SWT. Keikhlasan dan kesabaran sang ayah inilah yang akhirnya mengantarkan turunnya syariat berkurban bagi semua muslim setelahnya, termasuk umat Nabi Muhammad SAW. Seperti firman Allah dalam Al Quran:

Sesungguhnya, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang terputus. (QS. Al-Kautsar : 1-3).

Sebagai masyarakat muslim di kampus tentu kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan syariat ini. Masyarakat kampus hendaknya menjadi percontohan yang ideal di masyarakat. Mengingat di sinilah tempat berdiamnya para cendekiawan yang memiliki kepahaman dalam hal spesialis ilmu pengetahuan dan juga keagamaan. Sudah barang pasti bahwa aktivitas di kampus menjadi tolok ukur berkembangnya masyarakat secara umum.

Kegiatan kurban yang sering kali dimaknai sebagai bentuk ketaatan seorang muslim kepada Rabbnya tentu menjadi dasar utama dilaksanakan ibadah ini. Hasan Fahrur (20 th), seorang mahasiwa Jurusan Psikologi, Fakultas Kedokteran menyebutkan bahwa baginya berkurban merupakan kewajiban bagi masing-masing pribadi muslim. Seberat apapun pengorbanan yang harus dilakukan, demi penghambaan kepada Allah semua itu harus dilakukan. Seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang memperoleh kelapangan, namun ia tidak berkurban, janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.

Kebiasaan berkurban hendaknya dimulai sejak dini, untuk melatih kepekaan seseorang dalam menjalankan syariat. “Letak pengorbanan itu pada keikhlasan kita dalam menjalankan perintah Allah. Kalau kita merasa siap, ya lakukan saja. Tidak perlu menunggu sampai benar-benar berpunya,” ungkap mahasiswa semester lima tersebut.

Ibadah kurban seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim tentu memiliki nilai spiritual yang tinggi. Di sinilah manusia diuji kelapangan dan kecintaannya akan dunia oleh Allah SWT. Manusia diuji keimanannya dengan harta dan benda yang dimilikinya. Apakah harta dan segala yang ia miliki memalingkan dirinya dari Allah. Meski sebenarnya, cinta kepada harta maupun anak-anak merupakan fitrah, tetapi seharusnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diletakkan di atas itu semua (lihat QS. Al Taubah: 24).

Namun, jauh dari itu ternyata kurban juga mengandung dampak positif bagi kehidupan sosial. Seperti yang disebutkan pakar tafsir kontemporer, Abdulllah Yusuf Ali dalam The Holy Qur’an; Translation and Commentary, bahwa selain memilik makna spiritual bagi pelakunya, berkurban juga memiliki dampak sosial. Ibadah ini lebih merupakan ungkapan syukur, maka bacaan takbir justru lebih penting dari prosesi penyembelihan itu sendiri. Artinya, karena kurban itu merupakan manifestasi keimanan seseorang, bukanlah wujud kurbannya lebih dipentingkan, melainkan nilai dan motivasi orang itu menjalankannya.

“Momen kurban harusnya bisa dijadikan sarana untuk berbagi dan melihat sekitar. Jangan-jangan selama ini, di atas kenikmatan dan kecukupan hidup kita ada saudara-saudara yang kekurangan. Meskipun hanya beberapa hari, semoga bisa memberikan kegembiraan bagi yang membutuhkan,” kata Zahroh (23 th), mahasiswa FKIP.

Oleh karena itu, Idul Qurban seharusnya bisa dijadikan ungkapan kasih sayang, cinta dan simpati mereka yang berpunya kepada kaum papa. Pasalnya, kurban ini tidak sama dengan upacara persembahan agama-agama lain. Hewan kurban tidak kemudian dibuang dalam altar pemujaan dan tidak pula dihanyutkan di sungai, malah daging kurban dinikmati bersama baik oleh orang yang berkurban maupun orang-orang miskin di sekitarnya.

Imam Al Ghazali jauh-jauh hari telah mengingatkan kita semua bahwa penyembelihan hewan kurban menyimbolkan penyembelihan sifat kehewanan manusia. Oleh karena itu, kurban semestinya bisa pula mempertajam kepekaan dan tanggungjawab sosial (social responsibility). Dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk berkurban diharapkan timbul rasa kebersamaan di masyarakat.

Atas dasar inilah Lembaga Amil Zaka Infaq dan Shodaqoh UNs (LAZIS UNS) kembali menyelenggarakan kegiatan Qurban Sampai Pelosok. Kegiatan ini diselenggarakan untuk berbagi kebahagiaan bersama saudara-saudara kita di daerah yang tidak terjangkau dengan kegiatan qurban.

Manajer umum Lazis UNS Catur Wibowo menyampaikan “Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah saat hari raya Idul Adha, disamping itu juga membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa. Namun kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah yang ‘kaya’ saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Hal ini disebabkan oleh salah satunya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban. Melalui program Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014, LAZIS UNS berharap bisa kembali mendistribusikan qurban ke daerah-daerah yang minim qurban, sehingga manfaat dari ibadah qurban bisa dirasakan oleh masyarakat luas.”

Ibadah kurban pun mengajarkan kepada manusia utuk rela berkorban demi kepentingan yang lebih universal baik kepentingan agama, bangsa, maupun kemanusiaan. Ibadah kurban adalah manifestasi keimanan dan simbol perlawanan terhadap syetan dan hawa nafsu yang hadir lewat iming-iming harta dan kekuasaan. Akhir kata, semoga kita mampu “menyembelih” ujian dunia untuk mewujudkan kebersamaan dan kesejahteraan umat Islam.

Qurban Sampai Pelosok 2014

Qurban Sampai Pelosok 2014

qsp2014

Sebentar lagi (kira-kira tanggal 5 Oktober 2014) kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurban. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:

  1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban,
  2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang,
  3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah,
  4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
  5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
  6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
  7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

Akan tetapi, kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Salah satu penyebabnya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban. Untuk itu, LAZIS UNS menawarkan kerjasama kepada donatur personal, lembaga, perusahaan dan pihak-pihak lain untuk mendistribusikan dan mengelola qurban ke daerah-daerah yang kekurangan. Dengan cara seperti ini, diharapkan ibadah qurban dirasakan juga oleh masyarakat dan daerah yang minim hewan qurban maupun tidak ada qurban.

Waktu Pelaksanaan

Qurban di daerah pelosok : 5-8 Oktober 2014 2014 ( 10-13 Dzulhijjah 1435 H (hari raya Idul Adha 1434 H + dan 3 hari tasyrik) dan sebagai sarana syiar, LAZIS UNS dan Takmir Masjid Nurul Huda UNS akan menyelengarakan Qurban di Kampus pada hari Senin, 6 Oktober 2014 di masjid Nurul Huda UNS.

Donasi / Paket Qurban:

Jenis Qurban Paket Partisipasi
Kambing Rp 1.550.000,- *
Sapi (Mandiri) Rp 14.700.000,- *
Sapi (Patungan 1/7) Rp 2.100.000,- *
Infaq Program bebas
Biaya operaional jika partisipasi dalam bentuk hewan qurban Rp 50.000,- / KambingRp 500.000,- / Sapi

*paket partisipasi tersebut untuk pembelian hewan qurban dan sudah termasuk biaya operasional

Cara pembayaran / partisipasi melalui

Front Office / Kantor LAZIS UNS
Duta LAZIS UNS di fakultas dan unit kerja
Takmir Masjid Nurul Huda UNS
Relawan LAZIS UNS
Jemput Dana Qurban Telp / SMS 0857 2500 5065
Transfer dana qurban

REKENING UTAMA:

Bank Muamalat 521.007.1000 a.n LAZIS UNS

REKENING PENDUKUNG:

Bank Syariah Mandiri 701 1588 6317 a.n. Arif S QQ. LAZIS UNS
BNI No. 012 5302 035 a.n. Arif Setiawan
BNI syariah 026 343 1459 a.n. Catur Wibowo QQ LAZIS UNS
BRI 1298-01-000179-50-6 a.n Sutiyono