Pendaftaran Relawan LAZIS UNS 2015

Pendaftaran Relawan LAZIS UNS 2015

10956633_10203936317831365_1088874079_n1

LAZIS UNS mengajak mahasiswa serta masyarakat umum untuk bergabung bersama Relawan LAZIS UNS.

Untuk jadwal pendaftaran Relawan LAZIS UNS adalah sebagai berikut :

Pendaftaran : 4 – 24 Februari 2015

Screening     : 16 – 26 Februari 2015

Pengumuman : 27 februari 2015

Pelantikan  : 6 maret 2015

Orientasi  : 7 Maret 2015

 

Persyaratan Umum :

  1. Mahasiswa/ Umum
  2. Bisa membaca Al Qur’an
  3. Mempunyai Kendaraan Sendiri
  4. Memiliki Kemampuan Pendampingan Masyarakat dan Anak
  5. Tertarik dalam Kegiatan Sosial
  6. Bisa bekerja dalam tim dan individu

Pendaftaran Relawan LAZIS UNS sangat mudah, Anda hanya perlu mengisi formulir, menyertakan foto terbaru serta foto copy kartu identitas (kartu mahasiswa, KTP, SIM, dll). Selanjutnya, dengan menjadi Relawan LAZIS UNS, Anda bisa bersama-sama berbagi bahagia dengan menjadi relawan untuk program pendampingan TPA Binaan, Pengajar di Rumah Anak Pintar (rumah untuk belajar ilmu umum, ketrampilan, dll bagi anak-anak), Perpustakaan keliling, Insidental dan Siaga bencana.

Untuk keterangan lebih lanjut, Anda bisa datang langsung ke Kantor LAZIS UNS pada jam kerja (senin-jumat 08.00 – 15.00 , atau menghubungi koordinator tim recruitment : Ayub ( 0896731 63534) dan Muannah (089628585804)

(Lazis UNS)

Ratusan Binaan LAZIS UNS ikut PERSAMI Anak Islam

Ratusan Binaan LAZIS UNS ikut PERSAMI Anak Islam

PERSAMI_ANAK_ISLAM_!_FEBRUARI_2015

Setelah menggelar outbond untuk anak-anak TPA Binaan, LAZIS UNS kembali mengajak anak-anak untuk bermain dan belajar bersama dalam PERSAMI Anak Islam. Acara yang diadakan pada Sabtu (31/1) sampai dengan Ahad (01/2) di komplek masjid Nurul huda ini diikuti seratusan anak. Mereka adalah anak-anak binaan LAZIS UNS yang aktif dalam Rumah Anak Pintar (RAP) unit Sawah Karang maupun RAP RIMBA Mojosongo dan siswa undangan dari MIUQ Ali bin Abi Tholib.

Penanggung jawab Persami Anak Islam, Anggara Widjajanto menerangkan, Persami kali ini dikemas dengan perpaduan yang seimbang antara games seru dan juga penanaman nilai-nilai iman taqwa untuk anak-anak. “Kami ingin mengemas acara malam bina iman dan taqwa (mabit) menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk anak-anak. Jadi nilai-nilai kegiatan bisa sampai kepada anak-anak dengan cara-cara yang fun,” jelas pria yang juga menjadi koordinator RAP LAZIS UNS unit RIMBA Mojosongo ini.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini setidaknya anak-anak diajak untuk memainkan beberapa games antara lain, rumput bergoyang, mencari harta yang hilang, tali terpanjang, jembatan manusia dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua permainan yang dilakukan oleh anak-anak ini memiliki makna masing-masing. Pada kegiatan ini para peserta dilatih kebersamaan, kemandirian, gotongroyong, akhlaqul karimah dan kedekatan kepada Allah SWT. Manajer Program LAZIS UNS, Sutiyono, pada kesempatan ini berharap para peserta yang hadir bisa menikmati acara dengan senang hati. Datang dengan senang, pulang pun dengan perasaan senang. (LAZIS UNS)

Peduli Bencana Nasional Lazis UNS

Peduli Bencana Nasional Lazis UNS

10868054_392402740924628_3490172664674494258_n

Indonesia kembali berduka. Di penghujung tahun 2014 ini beberapa daerah masih diliputi oleh bencana alam. Banjarnegara menjadi salah satunya. Tanah Longsor yang terjadi pada Jumat petang 12 Desember 2014 di Dusun Jemblung RT 05 RW 01, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Setidaknya 39 orang dinyatakan meninggal dunia, 69 orang belum ditemukan, 35 unit rumah rusak berat dan tertimbun, satu masjid hilang akibat tertimbun, sungai tertutup longsoran hingga satu kilometer, delapan hektar sawah rusak, lima hektar kebun palawija rusak.

LAZIS UNS sebagai lembaga yang mengajak peduli terhadap sesama, memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk menyalurkan donasi atau bantuan kepada korban bencana alam longsor Banjarnegara. Donasi berupa uang tunai bisa disampaikan langsung ke kantor LAZIS UNS atau transfer ke Bank Muamalat no. rekening: 521.007.1000 a.n LAZIS UNS.

Donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung ke korban bencana dalam bentuk sesuai dengan kebutuhan korban bencana. Untuk saat ini fokus garap LAZIS UNS beserta tim UNS PEDULI BENCANA adalah : Trauma Healing, Recovery Pasca Bencana, Pendidikan Anak, Kesehatan & Logistik.

Info
0271 7051414
0857 2500 5065

#UNSPeduliBencana #PrayforBanjarnegara

UKM Ilmu AL Qur’an Selenggarakan Musyawarah Kubro Perdana

UKM Ilmu AL Qur’an Selenggarakan Musyawarah Kubro Perdana

10355018_1520365561526243_1704277086976576601_nBertempat di Perpustakaan Nurul Huda Islamic Center, Masjid Nurul Huda UNS, Unit Kegiatan Mahasiswa Ilmu Al Qur’an (UKM IQ) menyelenggarakan Muswarah Kubro perdana Ahad 30 November 2014. Acara ini dihadiri oleh 35 orang pengurus aktif UKM IQ.

Continue reading

Mengambil Teladan Dari Tiga Sosok Manusia Utama Dalam Iedul Adha [Khutbah Hari Raya Idul Adha 1435 H/ 2014 M]

Mengambil Teladan Dari Tiga Sosok Manusia Utama Dalam Iedul Adha [Khutbah Hari Raya Idul Adha 1435 H/ 2014 M]

IMG_5596

LUKMAN HAKIM

Wakil Dekan III

Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS

 

الله اكبر, الله اكبر, الله اكبرx ۳  الله اكبر كبيرا, والحمد لله كثيرا, وسبحان الله بكرة واصيلا, لااله الا الله و الله اكبر, الله اكبر ولله الحمد.  الحمد لله الذى صد ق و عده ونصر عبده واعزجنده وهزم الاحزاب وحده. أشهد ان لآاله إلا الله وحده لاشريك له, وا شهد ان سيد نا محمدا عبده ورسوله, الذى لانبي بعده. اللهم صل و سلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله و اصحابه اجمعين, ومن تبعهم الى يوم الدين. اما بعد فيا عباد الله اتقوا الله, اتقوا الله فى كل سا عة وتزودوا به فان خيرا لزاد التقوى

        Allahu Akbar 3x Walillahilhamd !

Jama’ah  I’dul Adha rahima kumullah !

Marilah pertama kali kita panjatkan puji syukur ke kehadlirat Allah salam dan sholawat kita tujukan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Syukur kita terutama karena sampai saat ini Allah masih memberikan kepada kita Iman dan Islam. Pada kesempatan pagi ini sesungguhnya menjalankan rukun iman dan rukun Islam. Dalam peringatan Iedul Adha, secara khusus adalah bagian dari  Rukun Iman adalah terutama kewajiban kita untuk percaya kepada nabi dan rosul Allah, Yakni kisah tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tentang Qurban. Sementara di dalam rukun Islam, peringatan Iedul Adha tidak lain bagian dari rukun Islam ke lima yakni menjalankan haji ke tanah suci.

Continue reading

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

“Ada dampak sosial yang tersimpan di dalam ketaatan seorang muslim yang berkurban.”

Menjelang bulan Dzulhijah, tentu sebagai umat muslim kita diingatkan dengan peristiwa penting yaitu Idul Qurban. Pada kesempatan ini, para muslim diberikan kesempatan untuk menunaikan penyembelihan hewan kurban, sebagai bentuk manifestasi ketaqwaan kepada Allah SWT. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa secara historis penyembelihan hewan kurban merujuk pada kisah Nabi Ibrahim as yang dengan sadar mengorbankan putra semata wayangnya, Ismail as sebagai bentuk puncak ketaatan kepada Allah SWT. Keikhlasan dan kesabaran sang ayah inilah yang akhirnya mengantarkan turunnya syariat berkurban bagi semua muslim setelahnya, termasuk umat Nabi Muhammad SAW. Seperti firman Allah dalam Al Quran:

Sesungguhnya, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang terputus. (QS. Al-Kautsar : 1-3).

Sebagai masyarakat muslim di kampus tentu kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan syariat ini. Masyarakat kampus hendaknya menjadi percontohan yang ideal di masyarakat. Mengingat di sinilah tempat berdiamnya para cendekiawan yang memiliki kepahaman dalam hal spesialis ilmu pengetahuan dan juga keagamaan. Sudah barang pasti bahwa aktivitas di kampus menjadi tolok ukur berkembangnya masyarakat secara umum.

Kegiatan kurban yang sering kali dimaknai sebagai bentuk ketaatan seorang muslim kepada Rabbnya tentu menjadi dasar utama dilaksanakan ibadah ini. Hasan Fahrur (20 th), seorang mahasiwa Jurusan Psikologi, Fakultas Kedokteran menyebutkan bahwa baginya berkurban merupakan kewajiban bagi masing-masing pribadi muslim. Seberat apapun pengorbanan yang harus dilakukan, demi penghambaan kepada Allah semua itu harus dilakukan. Seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang memperoleh kelapangan, namun ia tidak berkurban, janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.

Kebiasaan berkurban hendaknya dimulai sejak dini, untuk melatih kepekaan seseorang dalam menjalankan syariat. “Letak pengorbanan itu pada keikhlasan kita dalam menjalankan perintah Allah. Kalau kita merasa siap, ya lakukan saja. Tidak perlu menunggu sampai benar-benar berpunya,” ungkap mahasiswa semester lima tersebut.

Ibadah kurban seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim tentu memiliki nilai spiritual yang tinggi. Di sinilah manusia diuji kelapangan dan kecintaannya akan dunia oleh Allah SWT. Manusia diuji keimanannya dengan harta dan benda yang dimilikinya. Apakah harta dan segala yang ia miliki memalingkan dirinya dari Allah. Meski sebenarnya, cinta kepada harta maupun anak-anak merupakan fitrah, tetapi seharusnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diletakkan di atas itu semua (lihat QS. Al Taubah: 24).

Namun, jauh dari itu ternyata kurban juga mengandung dampak positif bagi kehidupan sosial. Seperti yang disebutkan pakar tafsir kontemporer, Abdulllah Yusuf Ali dalam The Holy Qur’an; Translation and Commentary, bahwa selain memilik makna spiritual bagi pelakunya, berkurban juga memiliki dampak sosial. Ibadah ini lebih merupakan ungkapan syukur, maka bacaan takbir justru lebih penting dari prosesi penyembelihan itu sendiri. Artinya, karena kurban itu merupakan manifestasi keimanan seseorang, bukanlah wujud kurbannya lebih dipentingkan, melainkan nilai dan motivasi orang itu menjalankannya.

“Momen kurban harusnya bisa dijadikan sarana untuk berbagi dan melihat sekitar. Jangan-jangan selama ini, di atas kenikmatan dan kecukupan hidup kita ada saudara-saudara yang kekurangan. Meskipun hanya beberapa hari, semoga bisa memberikan kegembiraan bagi yang membutuhkan,” kata Zahroh (23 th), mahasiswa FKIP.

Oleh karena itu, Idul Qurban seharusnya bisa dijadikan ungkapan kasih sayang, cinta dan simpati mereka yang berpunya kepada kaum papa. Pasalnya, kurban ini tidak sama dengan upacara persembahan agama-agama lain. Hewan kurban tidak kemudian dibuang dalam altar pemujaan dan tidak pula dihanyutkan di sungai, malah daging kurban dinikmati bersama baik oleh orang yang berkurban maupun orang-orang miskin di sekitarnya.

Imam Al Ghazali jauh-jauh hari telah mengingatkan kita semua bahwa penyembelihan hewan kurban menyimbolkan penyembelihan sifat kehewanan manusia. Oleh karena itu, kurban semestinya bisa pula mempertajam kepekaan dan tanggungjawab sosial (social responsibility). Dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk berkurban diharapkan timbul rasa kebersamaan di masyarakat.

Atas dasar inilah Lembaga Amil Zaka Infaq dan Shodaqoh UNs (LAZIS UNS) kembali menyelenggarakan kegiatan Qurban Sampai Pelosok. Kegiatan ini diselenggarakan untuk berbagi kebahagiaan bersama saudara-saudara kita di daerah yang tidak terjangkau dengan kegiatan qurban.

Manajer umum Lazis UNS Catur Wibowo menyampaikan “Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah saat hari raya Idul Adha, disamping itu juga membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa. Namun kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah yang ‘kaya’ saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Hal ini disebabkan oleh salah satunya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban. Melalui program Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014, LAZIS UNS berharap bisa kembali mendistribusikan qurban ke daerah-daerah yang minim qurban, sehingga manfaat dari ibadah qurban bisa dirasakan oleh masyarakat luas.”

Ibadah kurban pun mengajarkan kepada manusia utuk rela berkorban demi kepentingan yang lebih universal baik kepentingan agama, bangsa, maupun kemanusiaan. Ibadah kurban adalah manifestasi keimanan dan simbol perlawanan terhadap syetan dan hawa nafsu yang hadir lewat iming-iming harta dan kekuasaan. Akhir kata, semoga kita mampu “menyembelih” ujian dunia untuk mewujudkan kebersamaan dan kesejahteraan umat Islam.