MENJADI MUSLIMAH PEJUANG ; KAJIAN TAUHID MUSLIMAH

MENJADI MUSLIMAH PEJUANG ; KAJIAN TAUHID MUSLIMAH

Komunitas Muslimah Nurul Huda bersama Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid menggelar Kajian Muslimah di Masjid Nurul Huda, Universitas Sebelas Maret (UNS), Jebres, Solo, Rabu (12/4/2017).

Menghadirkan Peggy Melati Sukma, kajian mengambil tema “Menjadi Muslimah Pejuang”, diikuti ratusan Muslimah civitas akademika dan masyarakat umum Kota Solo.

Menurut Peggy, sebagai seorang Muslimah harus punya mental pejuang karena dari rahim seorang muslimah lahir para calon pejuang. Menjadi Muslimah harus tahu bahwa fisik dan segalanya milik Allah. Jika paham akan hal itu, hidup sebagai Muslimah mudah menerima dan bersyukur kepada Allah.

“Sikap yang saya ucapkan ini harus diperjuangkan. Kalau kita tidak memelihara semangat juang sekarang menjadi seorang Muslimah, bisa jadi kita terus menyesal bisa jadi menuntut Allah tidak adil. Kita perjuangkanterus bahwa fisik kita miliknya Allah maka kita akan yakin bahwa semua ini milik Allah,” ucapnya.

Perempuan adalah pemimpin bagi anak-anaknya di rumah. Terhadap suami menghormati, kata dia meski sibuk aktif di luar, tetap memperhatikan tanggung jawab sebagai Muslimah, istri dan ibu bagi anaknya.

[Agenda NH] Sekolah Pra Nikah #5

[Agenda NH] Sekolah Pra Nikah #5

SPN_2015_PAMFLET

Grand Opening Sekolah Pra NIkah #5

“Assalamu’alaikum Sally! Jodoh Pasti Bertamu”
Sabtu, 3 Oktober 2015

Di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS
Pukul 08.00 WIB

Dengan pembicara:
Ayu @Momalula
(Founder dan Creator tokoh muslimah “Ukhty Sally” , Author)
Robi’ah Al Adawiyah, S.H
(Ketua Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Benih Solo)

HTM:
Peserta SPN dan Mahasiswa Rp 15.000,00
Umum Rp 20.000,00
OTS Rp 25.000,00

Pendaftaran: Ketik: SPN5 (Spasi) Nama (Spasi) Instansi
Kirim ke Yanti 085658952634

Fasilitas:
Ilmu, Snack, Merchandise, Ukhuwah
___________
Presented by:
Nurul Huda Family Center feat Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Benih Solo

“Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama”

“Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama”

“Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama” 

Kajian Muslimah 19 Maret 2015

Ustadzah Lutfiya T.H.

  1. KaMus edisi 16 April 2015 “Khadijah Al-Kubro, Srikandi Islam Pertama” brsm Ustzh Lutfiya T.H #KaMus16 #KartiniMasaKini
  2. Khadijah binti Khuwailid, pahlawan wanita pertama yg ikut berjuang bersama Rasulullah #KaMus16 #KartiniMasaKini
  3. Khadijah keturunan bangsawan. Dia dijuluki wanita suci krn akhlaknya yg terpuji #KaMus16 #KartiniMasaKini @MuslimahFKIPUNS
  4. Sebelum menikah dgn Muhammad, Khadijah pernah menikah dgn Abu Halah dan Atiq. Namun keduanya meninggal #KaMus16 #KartiniMasaKini
  5. Sejak umur 15th, Muhammad bkerja pd Khadijah. Khadijah memiliki jar bisnis perdagangan #KaMus16 #KartiniMasaKini
  6. Khadijah adl pembisnis yg handal karena bekal intelektual beliau #KaMus16 #KartiniMasaKini
  7. Khadijah mengutarakan keinginannya terlebih dhlu utk menikah dgn Muhammad #KaMus16 #KartiniMasaKini
  8. Mereka dikaruniai 6 org anak yg semuanya lahir sbelum masa kenabian, kecuali anak terakhirnya, Abdullah #KaMus16 #KartiniNspiration
  9. Akhirnya mereka menikah, Muhammad (25th) dgn Khatijah seorang janda 40th #KaMus16 #KartiniMasaKini
  10. Sbelum menikah dgn Muhammad, Khadijah memiliki anak angkat kesayangan brnama Zaid bin Haritsah yg kemudian dihadiahkan kpd Muhammad #KaMus16
  11. Khadijah sosok yg ikhlas, setia, tidak khawatir saat ditinggal berjuang oleh suaminya #KaMus16 #KartiniNspiration @JNUKMIUNS
  12. Khadijah adl sosok yg selalu bisa menentramkan hati suaminya #KaMus16 #KartiniNspiration @nurulhuda_uns @nisaaskifkuns
  13. Penghormatan utama seorg istri adl pd suaminya.
  14. Penghornatan utama sorg suami, tetap pada ibunya. #KaMus16 #KartiniNspiration
  15. Khadijah tdk pernah menghalangi penghormatan Muhammad pada ibu susunya #KaMus16 #KartiniNspiration
  16. “Sbaik-baik wanita (langit) adl Maryam binti Imran dn sbaik-baik wanita (bumi) adl Khadijah binti Khuwailid” HR.Bukhori & Muslim #KaMus16
  17. Teringat sebuah pepatah yang sering kita dengar mengatakan “Dibalik kesuksesan seorang pria ada wanita hebat” #KaMus16 #KartiniNspiration
  18. kalimat yang sepadan yang semestinya diungkapkan adalah “Dibalik kebesaran sebuah ummat ada wanita yang hebat” #KaMus16 #KartiniNspiration
  19. Kalau saja bukan karena peran seorang Khadijah, umat islam takkan berjaya. #KaMus16 #KartiniNspiration
“Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah”

“Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah”

 “Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah” 

Kajian Muslimah 19 Maret 2015

Ustadzah Vida Robi’ah A.A.

  1. #KajianNH Sedang berlangsung : Kajian Muslimah “Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah” brsma Ustdzh.Vida Robi’ah A.A. #KaMus19 @JNUKMIUNS
  2. Now, Kajian Muslimah “Menjaga Kemilau Cahaya Pesona Muslimah” brsma Ustdzh.Vida Robi’ah A.A. #KaMus19
  3. Sinetron2 mudah memengaruhi tentang lawan jenis, gaya hidup dan hal2 negatif lainnya #KaMus19
  4. Sinetron Indonesia banyak yang mengajarkan bahwa institusi sekolah adalah tempat untuk pacarann #KaMus19
  5. Kapasitas otak-pikiran menjadi hal utama seorang muslimah #KaMus19
  6. Muslimah yg tdk mengupgrade kapasitas ilmunya, maka ia akan mjd muslimah yg hanya sibuk dgn penampilan #KaMus19
  7. Seorang muslimah memiliki kemampuan memilih, mengkritisi dan mengevaluasi sesuatu #KaMus19
  8. Seorang istri yang cerdas bisa menganalisis kebutuhan suaminya #KaMus19
  9. Kecerdasan dan karakter seorang anak sebagian meniru dari ibu #KaMus19
  10. Muslimah harus memiliki moral yang baik yang nantinya akan diwariskan kepada anak-anaknya #KaMus19
  11. Berpakaian syar’i adalah komitmen kita kepada Allah #KaMus19
  12. Komitmen kita selain berjilbab yaitu menjaga pandangan dan menjaga pergaulan #KaMus19
  13. Proses berhijab kita lalui secara bertahap #KaMus19
  14. Muslimah itu juga harus berkarakter kuat. Karakter kuat bukan berarti galak ataupun diktator #KaMus19
  15. Sebanyak apapun pendapatan seorang istri, sesungguhnya lebih mulia pendapatan suami meskipun sedikit #KaMus19
  16. Meski kita memiliki kesibukan kuliah, hendaknya kita tetap sering berinteraksi dengan masyarakat #KaMus19
  17. Dengan bermasyarakat, kita akan tambah pintar dan cerdas #KaMus19
  18. Bukan hanya cantik diri seperti barbie. Mnjadi seorang ibu hrs bisa mengimbangi kebutuhan suami dan mendidik anak-anak #Kamus19
  19. Batasan berinteraksi denan lawan jenis itu bagaimana kita bisa mengendalikan keadaan sewajarnya #KaMus19
  20. Jagalah dirimu sendiri dan percayalah Allah melihatmu #KaMus19
Seminar Kemuslimahan: Melahirkan Tokoh Muslimah di Era Globalisasi

Seminar Kemuslimahan: Melahirkan Tokoh Muslimah di Era Globalisasi

KMNHSOLO – Mendekati peringatan Hari Kartini pada tanggal 21 April, Komunitas Muslimah Nurul Huda (KMNH) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat M. Iqbal menyelenggarakan Seminar Kemuslimahan pada Jumat siang (17/4) dengan tajuk Melahirkan Tokoh Muslimah di Era Globalisasi yang diselenggarakan di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Kegiatan yang juga merupakan serangkaian dari Iqbal Fair ini mengundang beberapa pembicara dari dosen dalam kampus seperti  Dra. Sri Kusuma Habsari, M. Hum, Ph. D yang merupakan American Studies and Cultural Studies FIB, maupun dari luar kampus sepeti Siti Nur Malikah, S. H. I, yang merupakan Ketua Umum Kohati (Korps HMI-Wati) HMI Badko Jawa Tengah, serta Rabiah Al Adawiyah, yang merupakan Ketua LSM KPPA Benih Surakarta. Di samping kegiatan seminar, terdapat pula bazar yang di gelar di Nurul Huda Islamic Center.

Dilatar belakangi oleh derasnya pengaruh dari globalisasi yang masuk ke berbagai aspek seperti ekonomi sosial dan budaya, saudari Nuryanti, yang merupakan Master of Ceremonia (MC) menjelaskan bahwa kegiatan ini bermaksud untuk menjelaskan bagaimana cara dan peran muslimah agar mampu melahirkan tokoh-tokoh yang mampu mewarnai globalisasi pada awal acara. Kemudian, agenda inti dipandu oleh saudari Puput sebagai moderator.

Ibu Habsari mendapatkan kesempatan menjadi pembicara pertama. Beliau memulai dari bagaimana kondisi dan tantangan dari globalisasi saat ini. Terutama internet yang ibarat seperti dua mata pisau. Jika bisa memanfaatkannya dengan baik, maka banyak dampak positif yang kita dapatkan. Sebaliknya, jika disalah gunakan, dampak negative tidak kalah besar ketimbang dampak positifnya.

Closing statement dari bu Hab, sapaannya, menuturkan, “islam menekankan pada individualitas, menekankan pada tanggung jawab pribadi, dan kemudian ketika seseorang menjadi ibu, tanggung jawab utamanya sebenarnya adalah menjadi ibu. Dia bekerja, boleh. Tetapi sebenarnya yang paling utama memang seorang ibu. Jadi, bagaimana seorang perempuan itu bisa membagi waktunya untuk menjadi seorang itu sekaligus menjadi seseorang yang punya peran terhadap bidang social dan peran dalam bidang ekonomi. Dan kalau punya peran social, maka perempuan juga memiliki peran politis.

Sedangkan dari pembicara kedua yang disampaikan oleh bu siti, sapaan akrabnya, menyampaikan, “memiliki peranan di ranah publik tidak terlepas dari peran lahiriah seorang perempuan, yaitu bahwa perempuan dilahirkan sebagai seorang anak. Perempuan dilahirkan sebagai seorang istri dan kemudian akan menjadi seorang ibu.” Beliau menyampaikan pula bahwa gender telah ada lama, sejak zaman orang tua kita dan itu terlihat dari banyak pandangan mengenai perempuan. Ketika keluarga mengizinkan kita untuk keluar, itu merupakan langkah awal untuk bergerak ke ranah publik.

Materi terakhir disampaikan oleh bu Vida, sapaan dari Robiah. Beliau menyampaikan peran muslimah dalam masyarakat. Beliau mengawalinya bagaimana dengan perjuangan para shahabiyah dalam berdakwah. Tantangan dari era globalisasi ini menurutnya, adalah kita harus kuat untuk membela kebenaran di tengah carut marutnya budaya yang mempengaruhi islam.

Kegiatan ini ditutup dengan closing statement dari pembicara agar kita sebagai muslimah mengambil peran dalam masyarakat. Mengambil peran tak harus menunggu berpendidikan tinggi, tetapi dengan kemauan diri. (Hira)

Seminar Semarak Hari Kartini KMNH -HMI

Seminar Semarak Hari Kartini KMNH -HMI

10353194_447050218793213_5976008432236821045_n
Komunitas Muslimah Masjid Nurul Huda (KMNH) UNS dan Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat M. Iqbal UNS menyelenggarakan :

Seminar Semarak Hari Kartini : “Melahirkan Tokoh Muslimah di Era Globalisasi”

Pembicara:
– Dra. Sri Kusuma Habsari, M.Hum., Ph.D (Dosen American Studies And Cultural Studies FIB UNS)
– Siti Nur Malikah, S.H.I (Ketua Umum Kohati HMI Badko Jateng – DIY)
– Rabiah Al Adawiyah (Ketua LSM KPPA Benih Surakarta)

Jum’at 17 April 2015
Jam 10.30 WIB
Di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda UNS

~ Gratis | Khusus Muslimah

KMNH UNS Luncurkan Program Wakaf Mukena

KMNH UNS Luncurkan Program Wakaf Mukena

KMNH_leaflet

Komunitas Muslimah Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (KMNH UNS) meluncurkan program Wakaf Muken, Jum’at 5 desember 2014. Program ini adalah program donasi pengadaan mukena untuk Masjid Nurul Huda dan mushola-mushola yang ada di fakultas-fakultas dan unit-unit kerja di lingkungan UNS. Hadir dalam peluncuran program ini, Dekan FEB UNS, Dra. Salamah Wahyuni, SU dan Dr. Eng. Syafi’I, MT.

Program ini adalah bagian dari kegiatan Semarak Hari Ibu yang diselenggarakan oleh KMNH UNS. Mengambil tema “Be Creative Mother” juga diselenggarakan kajian, lomba membuat kreasi hantaran pernikahan.

Bertempat di Ruang Seminar Nurul Huda Islamic Center masjid Nurul Huda, diselanggarakan kajian dengan pembicara ibu Lusi Ismayenti, ST., M.Kes. Dalam tausyiyahnya beliau menyampaikan peran2 kreatif seorang ibu dalam posisinya sebagai ibu dan istri. Kajian rutin dimeriahkan pula oleh penampilan nasyid muslimah perwakilan fakultas

 

Komunitas Muslimah Nurul Huda Selenggarakan Kajian Spesial Hari Ibu

Komunitas Muslimah Nurul Huda Selenggarakan Kajian Spesial Hari Ibu

DSCN5895

Komunitas Muslimah Nurul Huda kembali menggelar kajian rutin bulanan untuk muslimah civitas akademika Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). agenda rutin yg biasa diselenggarakan pekan 1 setiap bulannya, di bulan desember ini mengambil tema “be creative mother”. Tema ini diambil dalam rangka peringatan hari ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. Pada kesempatan kali ini, selain tausyiyah, kajian rutin dimeriahkan pula oleh penampilan nasyid muslimah perwakilan fakultas dan lomba merangkai kreasi seserahan pernikahan yang diikuti oleh perwakilan fakultas dan unit kerja di lingkungan UNS.

Menjadi pembicara adalah Ibu Lusi Ismayenti, ST., M.Kes dari fakultas Kedokteran. Dalam tausyiyahnya beliau menyampaikan peran2 kreatif seorang ibu dalam posisinya sebagai ibu dan istri. Pada kesempatan kali ini ini juga dilaunching program Wakaf Mukena yang digagas oleh KMNH UNS. Program ini adalah program donasi pengadaan mukena untuk Masjid Nurul Huda dan mushola-mushola yang ada di fakultas-fakultas dan unit-unit kerja di lingkungan UNS.