GERAKAN SHUBUH JAMAAH NASIONAL #13

GERAKAN SHUBUH JAMAAH NASIONAL #13

#AgendaNH
#SemarakMuharram1438
#Muharram1438UNS

Dalam rangka memperingati MILAD 1 TAHUN GERAKAN SHUBUH JAMAAH NASIONAL (GSJN)

Dengan Bahagia Kami Persembahkan
MALAM BINA RUHIYAH GERAKAN SUBUH JAMAAH NASIONAL KE 13

dengan tema :
BANGKIT UNTUK BERJAYA, MEMBANGUN PERADABAN INDONESIA

Hari/Tanggal : Sabtu-Ahad, 1-2 Oktober 2016
Waktu : 19.30- selesai
Tempat : Di Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS
Agenda : Taujih, Qiyamul Lail dan Solat Subuh Berjamaah.

Mari ajak teman dan saudara terbaikmu ikut meramaikan masjid serta berkontribusi dalam sejarah kebangkitan peradaban Indonesia bersama saudara muslim dari seluruh Indonesia

Siapkan INFAQ terbaikmu.
Peserta dimohon *MENGINAP*

______________
Supported by:

Takmir Masjid Nurul Huda | JN UKMI UNS | | Puskomda SOLORAYA | FSLDK INDONESIA

#BerkaryaUntukIndonesia
#FSLDKIndonesia

Gerakan Shubuh Jamaah Nasional 5: Melawan Propaganda Isu Lama LGBT

Gerakan Shubuh Jamaah Nasional 5: Melawan Propaganda Isu Lama LGBT

IMG_9086

 

Gerakah Shubuh Jamaah Nasional (GSJN) digelar kembali serentak di berbagai kampus di Indonesia hari Jumat-Sabtu, 19-20 Februari 2016. Dengan mengusung tema “LGBT: Mainan Lama yang Diperbaharui”, GSJN #5 berusaha melawan politik Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang muncul kembali di masyarakat. Sekitar pukul 20.30 materi pertama disampaikan oleh Pengurus Bagian Pendampingan Hukum Organisasi Peduli Sahabat, Edy Wirastho, S.E.,MPI di Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS (19/2).

LGBT memang bukan isu baru. Seperti yang disampaikan Edy Wirastho, S.E.,MPI, LGBT muncul pertama kali sebagai ujian bagi Nabi Luth, hingga akhirnya kaum sodom ditimpa azab dari apa yang telah mereka perbuat. Di Indonesia sendiri, isu tersebut mulai ada pada tahun 1980-an. Terbitnya majalah Justisia di salah satu universitas di Indonesia menjadi indikasi adanya gerakan LGBT. Di dalam majalah tersebut, artikel dengan judul “Indahnya Menikah Sesama Jenis” mendapat perhatian besar.

Tahun 2013, satu negara bagian Amerika Serikat melegalkan pernikahan sejenis. Hingga tahun 2015 seluruh negara bagian telah menyetujui pernikahan sejenis. Hal ini terjadi karena rekonstruksi Injil oleh uskup yang memiliki kelainan orientasi seksual. Fakta tersebut cukup mencengangkan setidaknya bagi 278 peserta GSJN yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat Surakarta.

Paham yang coba ditanamkan ialah bahwa LGBT diturunkan secara biologis, tidak dapat diubah secara psikologis, dan hal normal secara sosiologi. Kampanye LGBT kian mudah digencarkan berkat media sosial. Maka dari itu, sikap kita seharusnya adalah melawan gerakan tersebut secara tegas dengan edukasi, propaganda melalui isu pelurusan paham, pendampingan, dan menjadi ilmuwan yang memiliki pemahaman benar. Namun tetap dilakukan secara bersahabat pada korban atau pelaku yang memiliki kesadaran akan kesalahannya.

Sebelum shalat subuh berjamaah, kegiatan hari Sabtu diawali dengan qiyamullail berjamaah. Kemudian pukul 05.15 dilanjutkan materi kedua oleh Pengajar Pesantren Tanwirul Fikr Surakarta, Ust. Syafi’ul Anam, Lc, mengenai hukum LGBT dalam pandangan syariah. LGBT jelas merupakan penyakit, bahkan selain karena seks bebas, AIDS pun disebabkan juga oleh LGBT, sehingga Al Quran dan sunnah mengharamkannya. Namun berbagai macam gerakan pro LGBT tetap ada dan berusaha menghalalkannya. Setidaknya ada empat penyebab munculnya gerakan pro LGBT, yaitu organ biologi, psikologi, sosial-budaya dan sosial-religius. Di antara faktor yang paling besar untuk mengantisipasi masalah tersebut adalah dengan bergabung dengan komunitas yang baik.

Isu ini bukan isu sementara. Perlawanan terhadap gerakan LGBT harus senantiasa dilakukan seiring keteguhan para pendukungnya menuntut legalisasi LGBT tersebut. (JNUKMI/PanGSJN5)

Grand Opening RAPIMNAS FSLDK III: Liputan Semar TV

Grand Opening RAPIMNAS FSLDK III: Liputan Semar TV

UNS, semar.tv – JN UKMI UNS, menjadi tuan rumah pertemuan Rapat Pimpinan Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indonesia yang berlangsung di Masjid Nurul Huda UNS pada (24-26/10/2014).

Pada Grand Opening RAPIMNAS FSLDK ke III, JN UKMI UNS juga mengadakan Tabligh Akbar dengan menghadirkan narasumber, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed, M.Phil., Ph.D. Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) dan Ketua Majelis Pimpinan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) yang menyampaikan tentang “Islam dan Tantangan Modernisasi”. Sebanyak 37 Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) di seluruh Indonesia, civitas akademika UNS dan masyarakat umum mengikuti acara Grand Opening RAPIMNAS FSLDK III (24/10/2014) di Solo.(ae)

sumber