Jajaran Pemimpin UNS Qurban: Tingkatkan Kepedulian di Lingkungan UNS

Jajaran Pemimpin UNS Qurban: Tingkatkan Kepedulian di Lingkungan UNS

IMG_5167

Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Idul Adha 1436 H, jajaran pemimpin Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama LAZIS UNS mengadakan kegiatan bertajuk “Qurban bersama Pimpinan UNS 2015”, Jumat (25/09/2015). Bertempat di kompleks Masjid Nurul Huda UNS, dalam kegiatan tersebut jajaran pemimpin UNS yang diwakili oleh Rektor Ravik Karsidi menyerahkan hewan qurban berupa 3 ekor sapi. Satu ekor sapi di antaranya berasal dari rektor dan jajarannya. Sedangkan dua ekor sapi lainnya merupakan hewan qurban campuran dosen, karyawan, dan donatur LAZIS. Penyembelihan sapi yang berasal dari rektor dan jajaran UNS dilakukan oleh dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Sholahuddin.

Selain jenis hewan qurban sapi, pada kegiatan tersebut juga menyembelih 6 ekor kambing. Tiga ekor kambing dari internal UNS dan 3 ekor kambing dari donatur LAZIS. Dari 3 ekor sapi dan 6 ekor kambing yang telah disembelih,dibagikan ke-635an lebih warga UNS, di antaranya petugas kebersihan dan masyarakat dhuafa. “Selain kita bagikan dalam bentuk daging mentah, kita juga menyediakan dalam bentuk makanan, sehingga karyawan, satpam, atau yang lainnya bisa mencicipinya,” tutur Doni selaku ketua panitia.

Prosesi penyembelihan sapi yang disaksikan oleh rektor beserta jajarannya.

Doni menambahkan, Qurban bersama Pimpinan UNS ini bertujuan untuk menjembatani donatur LAZIS dan internal UNS sehingga dapat berbagi kebahagiaan berupa daging kepada masyarakat sekitar UNS. Dalam pidato sambutannya Ravik mengharapkan bahwa semoga jumlah shohibul qurban di civitas akademika UNS bisa meningkat dan antar lembaga, mahasiswa, dosen, karyawan, jajaran pimpinan, maupun mahasiswa bisa bersatu dan membentuk Qurban UNS.[](azaria.red.uns.ac.id/ uns.ac.id)

Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014 LAZIS UNS

Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014 LAZIS UNS

IMG_5270

Lazis UNS kembali menyelenggarakan program UNS Berqurban – Qurban Sampai Pelosok (QSP) yang dilaksanakan pada  5-6 Oktober 2014. Sebanyak :  112  kambing dan 10 sapi dikelola dan didistribusikan ke lebih dari  27 daerah yang minim hewan qurban.  4500-an paket qurban tersalurkan dalam program ini. Program pendistribusian dan pengelolaan hewan qurban tersebut setidaknya melibatkan 150 relawan, baik relawan LAZIS UNS maupun rekan-rekan Lembaga Dakwah Kampus UNS.

Pada  program QSP 2014 ini LAZIS UNS memusatkan  di 4 daerah, yaitu Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar dengan penyaluran 2 sapi untuk 200-an penerima paket hewan Qurban,  Desa Jerukan Kecamatan Juwangi, Boyolali dengan penyaluran 1 Sapi  untuk 60 Kepala keluarga (KK), daerah ke-3 yaitu Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Grobogan dengan penyaluran  1 Sapi dan daerah terakhir adalah Mengger, Desa Nglipar, Kec. Nglipar, Gunungkidul, DIY dengan penyaluran 1 sapi.

“Untuk program QSP tahun ini, kami telah mempersiapkan secara maksimal. Hewan Qurban disiapkan sebulan sebelum hari raya idul adha. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas hewan qurban serta menjaga stabilitas harga hewan. Sapi  dan Kambing  untuk QSP 2014 diambil dari Tawangmangu dan Matesih (Karanganyar).” Ujar Catur Wibowo Manajer Umum Lazis UNS

Universitas Sebelas Maret Selenggarakan Sholat Ied dan Pemotongan Hewan Qurban

Universitas Sebelas Maret Selenggarakan Sholat Ied dan Pemotongan Hewan Qurban

IMG_5407

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Universitas Sebelas Maret kembali mengadakan Sholat Ied berjamaah. Sholat Ied ini dilaksanakan di halaman kantor pusat (Rektorat) pada Ahad, 5 Oktober 2014. Menjadi Khotib pada pelaksanaan sholat Ied kali ini Bapak Lukman Hakim, SE., M.Si., Ph.D, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS. Sementara menjadi imam adalah Insan Prasetya Jati, Takmir Masjid Nurul Huda UNS.

Ribuan massa yang terdiri dari civitas akademika UNS dan masyarakat umum memenuhi halaman kantor pusat UNS. Bapak Lukman Hakim dalam khutbahnya mengajak jamaah untuk melakukan napak tilas sejarah nabi pada masa lampau. Sebagai umat muslim kita diwajibkan tidak saja mengenang tetapi juga menjalankan syariat yang telah dicontohkan oleh para Nabi.

Selain sholat ied, Universitas Sebelas Maret juga menyelenggarakan pemotongan hewan qurban. Pemotongan hewan qurban dilaksanakan pada hari Senin, 6 Oktober 2014 di halaman Masjid Nurul Huda UNS. Tahun ini Lazis UNS sebagai pelaksana ibadah qurban mengelola dan mendistribusikan sebanyak 8 ekor kambing dan 2 ekor sapi. Sekitar 450 paket Qurban dibagikan kepada karyawan di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret, dan juga masyarakat sekitar. Total Lazis UNS mengelola:  112  kambing dan 10 sapi dikelola dan didistribusikan ke lebih dari  27 daerah yang minim hewan qurban.  4500-an paket qurban tersalurkan dalam program ini.

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

Mengikat Keimanan dan Kebersamaan dengan Berkurban

“Ada dampak sosial yang tersimpan di dalam ketaatan seorang muslim yang berkurban.”

Menjelang bulan Dzulhijah, tentu sebagai umat muslim kita diingatkan dengan peristiwa penting yaitu Idul Qurban. Pada kesempatan ini, para muslim diberikan kesempatan untuk menunaikan penyembelihan hewan kurban, sebagai bentuk manifestasi ketaqwaan kepada Allah SWT. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa secara historis penyembelihan hewan kurban merujuk pada kisah Nabi Ibrahim as yang dengan sadar mengorbankan putra semata wayangnya, Ismail as sebagai bentuk puncak ketaatan kepada Allah SWT. Keikhlasan dan kesabaran sang ayah inilah yang akhirnya mengantarkan turunnya syariat berkurban bagi semua muslim setelahnya, termasuk umat Nabi Muhammad SAW. Seperti firman Allah dalam Al Quran:

Sesungguhnya, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sungguh, orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang terputus. (QS. Al-Kautsar : 1-3).

Sebagai masyarakat muslim di kampus tentu kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan syariat ini. Masyarakat kampus hendaknya menjadi percontohan yang ideal di masyarakat. Mengingat di sinilah tempat berdiamnya para cendekiawan yang memiliki kepahaman dalam hal spesialis ilmu pengetahuan dan juga keagamaan. Sudah barang pasti bahwa aktivitas di kampus menjadi tolok ukur berkembangnya masyarakat secara umum.

Kegiatan kurban yang sering kali dimaknai sebagai bentuk ketaatan seorang muslim kepada Rabbnya tentu menjadi dasar utama dilaksanakan ibadah ini. Hasan Fahrur (20 th), seorang mahasiwa Jurusan Psikologi, Fakultas Kedokteran menyebutkan bahwa baginya berkurban merupakan kewajiban bagi masing-masing pribadi muslim. Seberat apapun pengorbanan yang harus dilakukan, demi penghambaan kepada Allah semua itu harus dilakukan. Seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang memperoleh kelapangan, namun ia tidak berkurban, janganlah ia menghampiri tempat shalat kami.

Kebiasaan berkurban hendaknya dimulai sejak dini, untuk melatih kepekaan seseorang dalam menjalankan syariat. “Letak pengorbanan itu pada keikhlasan kita dalam menjalankan perintah Allah. Kalau kita merasa siap, ya lakukan saja. Tidak perlu menunggu sampai benar-benar berpunya,” ungkap mahasiswa semester lima tersebut.

Ibadah kurban seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim tentu memiliki nilai spiritual yang tinggi. Di sinilah manusia diuji kelapangan dan kecintaannya akan dunia oleh Allah SWT. Manusia diuji keimanannya dengan harta dan benda yang dimilikinya. Apakah harta dan segala yang ia miliki memalingkan dirinya dari Allah. Meski sebenarnya, cinta kepada harta maupun anak-anak merupakan fitrah, tetapi seharusnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diletakkan di atas itu semua (lihat QS. Al Taubah: 24).

Namun, jauh dari itu ternyata kurban juga mengandung dampak positif bagi kehidupan sosial. Seperti yang disebutkan pakar tafsir kontemporer, Abdulllah Yusuf Ali dalam The Holy Qur’an; Translation and Commentary, bahwa selain memilik makna spiritual bagi pelakunya, berkurban juga memiliki dampak sosial. Ibadah ini lebih merupakan ungkapan syukur, maka bacaan takbir justru lebih penting dari prosesi penyembelihan itu sendiri. Artinya, karena kurban itu merupakan manifestasi keimanan seseorang, bukanlah wujud kurbannya lebih dipentingkan, melainkan nilai dan motivasi orang itu menjalankannya.

“Momen kurban harusnya bisa dijadikan sarana untuk berbagi dan melihat sekitar. Jangan-jangan selama ini, di atas kenikmatan dan kecukupan hidup kita ada saudara-saudara yang kekurangan. Meskipun hanya beberapa hari, semoga bisa memberikan kegembiraan bagi yang membutuhkan,” kata Zahroh (23 th), mahasiswa FKIP.

Oleh karena itu, Idul Qurban seharusnya bisa dijadikan ungkapan kasih sayang, cinta dan simpati mereka yang berpunya kepada kaum papa. Pasalnya, kurban ini tidak sama dengan upacara persembahan agama-agama lain. Hewan kurban tidak kemudian dibuang dalam altar pemujaan dan tidak pula dihanyutkan di sungai, malah daging kurban dinikmati bersama baik oleh orang yang berkurban maupun orang-orang miskin di sekitarnya.

Imam Al Ghazali jauh-jauh hari telah mengingatkan kita semua bahwa penyembelihan hewan kurban menyimbolkan penyembelihan sifat kehewanan manusia. Oleh karena itu, kurban semestinya bisa pula mempertajam kepekaan dan tanggungjawab sosial (social responsibility). Dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk berkurban diharapkan timbul rasa kebersamaan di masyarakat.

Atas dasar inilah Lembaga Amil Zaka Infaq dan Shodaqoh UNs (LAZIS UNS) kembali menyelenggarakan kegiatan Qurban Sampai Pelosok. Kegiatan ini diselenggarakan untuk berbagi kebahagiaan bersama saudara-saudara kita di daerah yang tidak terjangkau dengan kegiatan qurban.

Manajer umum Lazis UNS Catur Wibowo menyampaikan “Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah saat hari raya Idul Adha, disamping itu juga membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa. Namun kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah yang ‘kaya’ saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Hal ini disebabkan oleh salah satunya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban. Melalui program Qurban Sampai Pelosok (QSP) 2014, LAZIS UNS berharap bisa kembali mendistribusikan qurban ke daerah-daerah yang minim qurban, sehingga manfaat dari ibadah qurban bisa dirasakan oleh masyarakat luas.”

Ibadah kurban pun mengajarkan kepada manusia utuk rela berkorban demi kepentingan yang lebih universal baik kepentingan agama, bangsa, maupun kemanusiaan. Ibadah kurban adalah manifestasi keimanan dan simbol perlawanan terhadap syetan dan hawa nafsu yang hadir lewat iming-iming harta dan kekuasaan. Akhir kata, semoga kita mampu “menyembelih” ujian dunia untuk mewujudkan kebersamaan dan kesejahteraan umat Islam.

Qurban Sampai Pelosok 2014

Qurban Sampai Pelosok 2014

qsp2014

Sebentar lagi (kira-kira tanggal 5 Oktober 2014) kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurban. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:

  1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban,
  2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang,
  3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah,
  4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
  5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
  6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
  7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

Akan tetapi, kita sering kali mendapati penyembelihan dan distribusi qurban hanya terpusat pada beberapa daerah saja. Sedangkan daerah yang lain sangat sedikit qurban yang disembelih atau bahkan tidak ada qurban sama sekali. Salah satu penyebabnya adalah teknis distribusi dan keterbatasan pengelola untuk mendistribusikan serta mengelola hewan qurban ke daerah minus qurban. Untuk itu, LAZIS UNS menawarkan kerjasama kepada donatur personal, lembaga, perusahaan dan pihak-pihak lain untuk mendistribusikan dan mengelola qurban ke daerah-daerah yang kekurangan. Dengan cara seperti ini, diharapkan ibadah qurban dirasakan juga oleh masyarakat dan daerah yang minim hewan qurban maupun tidak ada qurban.

Waktu Pelaksanaan

Qurban di daerah pelosok : 5-8 Oktober 2014 2014 ( 10-13 Dzulhijjah 1435 H (hari raya Idul Adha 1434 H + dan 3 hari tasyrik) dan sebagai sarana syiar, LAZIS UNS dan Takmir Masjid Nurul Huda UNS akan menyelengarakan Qurban di Kampus pada hari Senin, 6 Oktober 2014 di masjid Nurul Huda UNS.

Donasi / Paket Qurban:

Jenis Qurban Paket Partisipasi
Kambing Rp 1.550.000,- *
Sapi (Mandiri) Rp 14.700.000,- *
Sapi (Patungan 1/7) Rp 2.100.000,- *
Infaq Program bebas
Biaya operaional jika partisipasi dalam bentuk hewan qurban Rp 50.000,- / KambingRp 500.000,- / Sapi

*paket partisipasi tersebut untuk pembelian hewan qurban dan sudah termasuk biaya operasional

Cara pembayaran / partisipasi melalui

Front Office / Kantor LAZIS UNS
Duta LAZIS UNS di fakultas dan unit kerja
Takmir Masjid Nurul Huda UNS
Relawan LAZIS UNS
Jemput Dana Qurban Telp / SMS 0857 2500 5065
Transfer dana qurban

REKENING UTAMA:

Bank Muamalat 521.007.1000 a.n LAZIS UNS

REKENING PENDUKUNG:

Bank Syariah Mandiri 701 1588 6317 a.n. Arif S QQ. LAZIS UNS
BNI No. 012 5302 035 a.n. Arif Setiawan
BNI syariah 026 343 1459 a.n. Catur Wibowo QQ LAZIS UNS
BRI 1298-01-000179-50-6 a.n Sutiyono