UNS Ber-Sholawat dalam Rangka Semarak Dies Natalis UNS ke-39

UNS Ber-Sholawat dalam Rangka Semarak Dies Natalis UNS ke-39

IMG_0604Selasa (10/3), kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berdiri pada tanggal 11 Maret 1976, akan memperingati hari beridirinya kampus tersebut. Seperti pada Universitas pada umumnya, Dies Natalis adalah agenda tahunan kampus. Begitu juga bagi Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang disingkat UNS.

Namun, hal yang paling menarik dari Dies Natalis yang ke-39 ini, semarak dies natalis diawali dengan semaan dan khataman Al Qur’an serta shalawatan bersama Habib Syeh ibn Abdul Qodir Assegaf. Dies natalis dengan konsep nuansa spiritualitas, merupakan untuk pertama kali dalam sejarah UNS.

Setelah pada hari sebelumnya Semaan dan Khataman Al Qur’an diawali dengan seminar Al Qur’an dan Sains yang dibuka oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. Proses Semaan dan Khataman Al Qur’an berlangsung selama dua hari, dimulai hari senin (9/3) ba’da Dzuhur hingga selasa (10/3) ba’da isya yang di-khatam-kan oleh para hafidz dan hafidzoh mahasiswa UNS secara bergiliran.

Serangkaian acara Dies Natalis UNS yang ke-39, puncak acara diadakan acara Shalawatan bersama Habib Syeh ibn Abdul Qodir Assegaf. Turut dihadiri pula oleh pejabat pemerintah daerah dan pusat. Dari pemerintah pusat diwakilkan oleh Menristek (Riset dan Teknologi) dan Dikti (Pendidikan Tinggi), yaitu Prof. H. Muhammad Nasir, Ph.D.,Ak. Sedangkan dari pemerintah Kota Surakarta, turut hadir Bapak Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo. Acara Shalawatan ini juga akan diselingi oleh taujih dari ketua MK 2008-2013, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H.,M.H., mengenai betapa pentingnya nilai Al Qur’an dan Shalawat kepada Rasulullah SAW dalam kehidupan manusia.

Malam puncak semarak Dies Natalis UNS yang ke-39, Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS., menyampaikan bahwa semenjak tahun 2011, UNS menerapkan kebijakan yaitu menerima prestasi calon mahasiswa/I UNS yang hafidz Qur’an. Dimana prestasi hafidz Qur’an ini dinilai setara dengan nilai prestasi juara olimpiade internasional. Hingga tahun 2015 ini, sudah ada 24 mahasiswa UNS yang hafidz Qur’an (hafal 30 Juz). Di akhir, beliau memberikan piagam kepada para mahasiswa hafidz dan hafidzoh UNS atas prestasi mereka.

Menteri Ristek dan Dikti dalam kesempatannya, memberikan apresiasi kepada UNS atas kebijakannya. Dalam mempertimbangkan prestasi calon mahasiswa yang hafidz Qur’an. Beliau juga berharap, bahwa perguruan-perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta, mampu mengikuti jejak UNS tersebut.

Antusias jama’ah yang hadir sangat tinggi, karena perkiraan mencapai angkat 7000 orang. Hal ini bisa dilihat dari penuhnya setiap area masjid yang diperuntukkan bagi jama’ah. Tidak hanya disitu, jalanan dibagian sebelah timur masjid Nurul Huda UNS, juga dipenuhi oleh para jama’ah yang tidak kebagian tempat duduk didalam area masjid Nurul Huda UNS.

Di akhir acara, ditutup do’a bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, bersama seluruh jama’ah yang hadir. (Rahmat)