Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila

Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila

Sabtu-Ahad (28-29/10), sejumlah 93 mahasiswa Solo Raya memadati aula utama Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam acara GSJN (Gerakan Subuh Jamaah Nasional). Acara yang bertemakan “Pemuda Muslim Indonesia sebagai Penjaga Nafas Pancasila” tersebut sekaligus digelar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89.

Dalam kesempatan tersebut Presiden BEM UNS 2004 Nafi Muhammad Asrori memaparkan tentang pentingnya pergerakan pemuda muslim. Nafi menceritakan tentang peranan pemuda muslim dalam perjuangan kemerdekaan negara Indonesia. Oleh karena itu, maka pemuda harus memiliki sikap kritis terhadap lingkungan sosialnya. .

Lebih lanjut di zaman sekarang pemuda muslim memiliki banyak peluangnya. Pengajar SMA IT Nurhidayah Surakarta Muhammad Ihsan Fauzi, S.Si, M.M. memaparkan banyaknya komposisi penduduk muslim Indonesia. Menurut Ihsan, umat muslim Indonesia adalah darah negara ini. Sehingga terpikul sebuah tanggung jawab untuk menentukan bagaimana Indonesia kedepannya. Akankah menjadi negara maju atau justru terbelakang. “Dengan SDA dan SDM yang kita miliki harusnya kita mampu menjadi negara dengan kekuatan ekonomi baru di tahun 2030 mendatang bersama dengan Meksiko, Nigeria, dan Turki atau bisa disebut MINT countries,”terang Ihsan. .

Pemuda muslim Indonesia harus terus mampu bersaing dalam rangka menjaga nafas pancasila. Ada delapan ranah kerja yang bisa digerakkan oleh pemuda muslim. Yaitu excellence in dakwah and islamic studies, excellence in tazkiyatunnafs, excellence in ibadah, excellence in leadership and citizenship, excellence in healthy, excellence in knowledge and science, excellence in social and enviromental service, dan excellence in entrepreneurship.

Sumber : FSLDK Solo Raya

[KHUTBAH IED] Reaktualiasi  Suri Tauladan  Nabi Ibrahim Dalam Mewujudkan Keluarga  Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah  Allah

[KHUTBAH IED] Reaktualiasi Suri Tauladan Nabi Ibrahim Dalam Mewujudkan Keluarga Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah Allah

Reaktualiasi  Suri Tauladan  Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam Dalam Mewujudkan Keluarga  Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah  Allah Subhanahu Wa Ta’ala

oleh : DR. M. Hudi Asrori Suyuti, S.H., M.H

[pdf]

اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ كبِيرْاً والْحمْدُ للهِ كثِرْاً وسُبحْان اللهِ بُكْرة وأصِيْلاً لا إلِه إلِا اللهُ اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ولله الْحمْدُ

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا .

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ و كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Hadirin, Jamaah Shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah Subhanahuwataa’ala. Setelah tidak henti-hentinya kita memanjatkan puja & puji syukur ke hadhirat Allah Subhanahu wata’ala, atas segala nikmat dan karuniaNYA, maka marilah kita saling berwasiat untuk senantiasa meningkatkan iman & taqwa kepada Allah Subhanahuwata’ala dengan sebenar-benar taqwa.

Hari ini semua Umat Islam di seluruh penjuru dunia menyambut dan merayakan hari raya Idul Adha dengan melaksanakan ibadah shalat ‘ied dan menyembelih ternak korban. Setiap ibadah tentu sudah dituntunkan rukun dan tata cara melaksanakannya, yang di dalamnya tentu mengandung hikmah yang hanya Allah sendiri yang mengetahuinya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamdu.

Bagi manusia hikmah setiap ibadah seringkali tidak mampu menangkapnya secara nalar ataupun dhohir, sehingga sering menggiring kita untuk bersu’udhon kepada Allah Subhanahu wata’ala, bahkan bermaksiat dengan melanggar hukum-hukumNYA. Astaghfirullahal’adzim.

Hikmah dari ibadah Qurban diantaranya adalah mendekatkan diri kepada Allah atas segala kenikmatan yang telah diberikan kepada kita, sebagaimana disabdakan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dalam Al Qur’an, Surat Ibrahim  ayat 34,

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

yang artinya “Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)“.

Inilah karakter manusia, yaitu sering berani berbuat maksiat, mengingkari nikmat Allah dan tidak mensyukurinya. Dengan ayat ini Allah mengajak hamba-hamba-Nya mensyukuri nikmat-nikmatNya, serta meminta dan berdoa kepada-Nya di setiap waktu.

Mengapa kita seringkali ingkar? Karena kita sering silau terhadap kebahagiaan kehidupan dunia yang bersifat sementara ini dan melupakan kehidupan di akhirat yang abadi kelak.

Sudah kita yakini kehidupan di dunia ini “mung mampir ngombe“. Oleh karena itu, kebahagiaan  mestinya kita cari untuk kehidupan di dunia dengan cara halalan thayibah, supaya kita bisa meraih kebahagiaan yang kekal dan abadi di akhirat.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.

Hadirin para Jamaah Yang dimuliakan Allah Subhanahu wata’ala.

Kebahagiaan fiddini wa dunya wal akhirat harus menjadi target kehidupan manusia. Oleh karenanya amat tidak disukai oleh Iblis, sebagai musuh abadi manusia. Iblis, akan terus menghalangi upaya meraih kebahagiaan tersebut.

Untuk menjaga kebahagiaan, baik dalam berkeluwarga, bermasyarakat & bernegara, salah satu benteng yang kuat, sehingga dapat mengatasi halangan iblis adalah ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahuwata’ala. Tingkatkan taqwa & kuatkan selama-lamanya, karena ia akan mencegah masuknya intervensi Iblis dalam menghancurkan kebahagiaan anak-anak Adam. Namun demikian kita sering berpikir praktis, yaitu mengutamakan kebahagiaan dunia dengan mengabaikan kebahagiaan di akhirat.

Inilah yang menjebak kita untuk terperosok kepada kebahagiaan semu. Kebahagiaan yang dilandasi nafsu kehidupan di dunia yang tidak ada puasnya, segala sesuatu yang telah didapatkan hanya dinikmati sementara dan selalu diikuti nafsu mencari yang lain dan berlebih, dengan segala cara. Nafsu manusia seperti inilah, yang dijadikan skema penelitian dan pengabdian masyarakat Iblis yang sangat sistematis dan tersetruktur. Godaan iblis bersifat komprehensif dan holistik, subyeknya berbentuk manusia dan ghaib, obyeknya adalah nafsu-nafsu manusia, dan cakupannya meliputi semua hal yang menyenangkan manusia : materialistik- kapitalistik, prestisius-egoistik lengkap dengan sentimentilnya. Kita sering terbuai, lupa peringatan dari Allah Subhanahuwata’ala (Yaasin : 60)

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Bukankah Aku telah perintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.

Saat ini, Iblis sedang meraih sukses besar. Banyak di antara kita yang menghambakan diri kepada Iblis. Perilaku pelanggaran hukum dan kejahatan  merajalela bahkan seperti gurita yang menggapai-gapai di semua lini kehidupan kita, seiring dengan fatamorgana keelokan duniawi yang membelokan mata dan pikiran menjadi tidak jernih lagi.

Dalam konteks interaksi antar manusia dalam kehidupan sosial, yg di dalamnya terkandung perbedaan-perbedaan tetapi saling pengaruh mempengaruhi, pada dasarnya merupakan dampak dari pembawaan karakteristik pribadi-pribadi manusia yang spesifik dengan kelebihan dan kelemahannya. Konsekwensinya adalah perbedaan dan persaingan adalah suatu keniscayaan. Keteguhan adalah kegoncangan yang tertahan karena digoyang godaan yang sangat mempesona untuk diraih oleh nafsu manusia. Oleh karena itu, saling mengingatkan pd hal yg haq & kesabaran,  watawa shoubil haq, watawa shoubishshabr’, merupakan suatu kewajiban sekaligus kebutuhan bagi manusia.

Berkaitan erat dengan ibadah korban adalah ibadah haji, yang saat ini saudara-saudara kita sudah selesai melaksanakan wukuf di arafah dan malam ini, waktu Saudi, sedang mabit di Muzdalifah, untuk selanjutnya melaksanakan pelemparan jumrah aqabah serta thawaf ifadhah dan sya’i sebagai kesempurnaan terhadap rukun hajinya.

Kita melihat ada hikmah yang besar dari ibadah korban dan ibadah haji yang semuanya bersumber pada keimanan dan ketaqwaan satu keluarga sebagai basic tata kehidupan Muslim Mukmin, yaitu ketaatan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah, kepatuhan Nabi Ismail terhadap ayahnya yang melaksanakan perintah Allah dan keshalihahan Siti Hajar yang ihlas dan tabah ditinggalkan suaminya di pedang gersang dekat Baitullah di sisi pohon Dauhah bersama anaknya Ismail karena memenuhi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dialog penuh kesabaran dan kemesraan nampak diantara mereka berdua. Pada saat Ibrahim meninggalkan keduanya. Siti Hajar mengikutinya dan bertanya, “Hendak ke manakah, wahai Ibrahim? Engkau meninggalkan kami di lembah yang tiada teman atau apa pun?” Hajar mengulang pertanyaannya beberapa kali. Saat dilihatnya Ibrahim hanya diam, segera ia tersadar. “Apakah Allah yang menyuruhmu berbuat demikian?” tanyanya dengan kecerdasan luar biasa.

“Benar,” jawab Ibrahim. “Jika demikian, maka Allah tak akan menelantarkan kami.” Kemudian Hajar kembali ke tempat semula, sedangkan Ibrahim melanjutkan perjalanannya. Sebagai seorang suami yang bertanggung jawab, Nabi Ibrahim menghadapkan wajahnya ke Baitullah seraya mengangkat kedua tangannya dan berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak memiliki pepohonan, yaitu di sisi rumah-Mu yang suci. Mudah-mudahan mereka berterima kasih.” Sementara itu, Siti Hajar menyusui Ismail kecil dan minum dari tempat perbekalannya. Setelah air itu habis, ia dan anaknya kehausan. Dengan penuh cinta, ia beranjak pergi mendaki Bukit Shafa dan Marwa untuk menemukan lokasi air. Terus-menerus seperti itu sebanyak tujuh kali, sampai datanglah pertolongan Allah. Tiba-tiba air keluar dari bawah kaki Ismail kecil yang menangis karena kehausan. yang dikenal dengan air Zamzam. Demikianlah satu episode nan indah dari kehidupan suami yang taat kepada Allah dan istri yang patuh kepada suami yang taat kepada Allah. Nuansa kehidupan harmonis yang dilandasi cinta kasih yang ihlas dan tulus karena Allah, sehingga tercipta sinergitas keluarga yang saling asah, asuh dan asih di segala situasi, baik suka dan duka.

Satu episode yang melengkapi keharmonisan Ibrahim dan Siti Hajar berkaitan erat dengan ibadah Qurban, yang berawal dari ketaatan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah Subhanahuwata’ala untuk menyembelih puteranya yang sangat dikasihinya, Nabi Ismail. Allah sangat menghargai dan memuji pengurbanan Nabi Ibrahim yang dilandasi oleh iman dan takwanya yang tinggi dan murni, kemudian mengganti puteranya Ismail yang akan dikurbankan itu dengan seekor hewan domba yang besar. Sebagaimana dituangkan dalam Al Qur’an Surat Ash-Shaaffat ayat 100-108, yang artinya :

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ (108)

 “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh. (100). Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.(101). Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata. ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab, ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’. (102). Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). (103). dan Kami panggillah dia, ‘Hai Ibrahim, (104). Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (105). Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (106). dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (107). Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.

Subhanallah, suatu suri tauladan yang valid dan terhormat karena dituangkan di dalam Al-Qur’an.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.

Hadirin, Para Jamaah rahimakumullah.

Anak adalah amanah Allah SWT kepada ayah dan ibunya, oleh karena itu harus senantiasa dipelihara, dididik dan dibina dengan sungguh-sungguh agar supaya menjadi orang yang shalih atau shalihah, jangan sampai anak tersebut tersesat jalan dalam menempuh jalan hidupnya. Maka kewajiban orang tua terhadap anaknya bukan hanya mencarikan nafkah dan kesenangan-kesenangan yang sifatnya duniawi, tetapi lebih dari itu orang tua harus mengarahkan anak-anaknya untuk mengerti kebenaran, mendidik akhlaqnya, memberinya teladan yang serta mendoakannya. Firman Allah SWT :

يايُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا قُوْآ اَنْفُسَكُمْ وَ اَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَ اْلحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ. التحريم:6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahrim : 6]

Dan sabda Rasulullah SAW :

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالرَّجُلُ رَاعٍ فيِ اَهْلِهِ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فيِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا. البخارى 1: 215

Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinanmu. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Isteri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya [HR Bukhari juz 1, hal. 215]

Dengan ayat dan hadits tersebut menunjukkan bahwa orang tua mempunyai tanggungjawab yang berat terhadap anaknya. Fenomena masyarakat sekarang yang timbul adalah orang tua sibuk dengan urusan duniawi, anak terjebak pada iklim modernisasi yang seakan tak terkendali, sehingga komunikasi di dalam keluarga menjadi tidak intens seakan terurai bagaikan “sapu ilang suhe“. Alih peradaban dan perilaku dari orang tua yang seharusnya melekat di dalam kehidupan sehari-hari menjadi renggang dan longgar. Situasi kekeluargaan yang jauh dari suri tauladan nenak moyang kita.

Di dalam masyarakat banyak sekali petuah-petuah yang berdasarkan ajaran Islam, dalam bentuk budaya dan olah rasa, namun kini sudah banyak ditinggalkan. Sebagai contoh, ada pepetah “anak polah bopo kepradah“, “ojo cedhak kebo gupak“, “kacang mongso ninggalo lanjaran“, dan lain sebagainya. Itu semua merupakan ungkapan yang menunjukan tanggung jawab orang tua kepada anak-anaknya. Akibat dari semua itu adalah banyak yang terjebak pada perilaku yang melanggar ketentuan-ketentuan di dalam hukum agama dan hukum negara. Saat ini muncul kejahatan dengan berbagai modus dan sarananya. Orang tua melakukan korupsi untuk mengejar gelimang duniawi dan anak-anak terperosok dalam perilaku negatif penyalahgunaan narkoba, hubungan bebas, perkelahian bahkan pembunuhan, dan lain sebagainya.

Memang, di dalam tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara konsekwensi logis dari hukum negara, ciptaan manusia, terdapat banyak kelemahan. Meskipun berlaku asas iedereen wordt geacht de wet te kennen, semua orang dianggap tahu hukum, namun substansinya selain double faced chatarters, juga sering tdk lengkap, tdk jelas, tdk mengatur atau mengatur tdk sesuai dng keadilan masyarakat. Inilah pintu masuk terhadap pelanggaran2 hukum/UU. Oleh karenanya orang tdk takut hukum/UU (dunia) karena terbuka lebar pintu2 penyelematan, namun tdk ingat bahwa orang juga akan berhadapan dng Hukum Allah yang dengannya tdk mungkin dpt dihindarinya dan harus dipertanggungjawabkan di hari qiyamat kelak, dng sanksi yg sangat berat.

Oleh karena itu, Orang tua harus dan harus menanamkan pendidikan serta  pengawasan terhadap ‘aqidah dan syariah yang benar terhadap anak-anaknya. Orang tua wajib mendidik, menjaga dan menyelamatkan keluwarganya jangan sampai syirik, dan menyuruh mereka untuk mendirikan shalat sebagai benteng yang kokoh. Allah berfirman :

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِا لصَّلوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ، لاَنَسْاَلُكَ رِزْقًا ، نَحْنُ نَرْزُقُكَ ، وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوى. طه :132

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bershabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezqi kepadamu, Kamilah yang memberi rezqi kepadamu. Dan akibat (yang baik) adalah bagi orang yang bertaqwa. [QS. Thaahaa : 132]

Bagi masyarakat Jawa, oleh nenek moyang kita, kehidupan keIslaman sebagai agama yang haq sudah ditanamkan sehingga hidup, tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat kita, khususnya Jawa Tengah, sebagai pewaris dan penerus dinasti Mataram Islam. Hadirin tentu hafal dengan tembang Sabdhatama, YayasanDalem KGPAA Mangkunegara IV, pada pupuh Pangkur, Gatra pertama, yaitu “mingkar mingkuring angkara, akarana karnan mardi siwi, sinawung resmining kidung, sinubo sinungkarta, mrih krtarto pakartining ngelmu luhung, kang tumrap ing tanah jawa, agama ageming aji“. Mingkar mingkuring angkara, berarti mengendalikan diri dari angkara (kemurkaan), Akarana karenan mardi siwi berarti dalam hal akan mendidik putra, Sinawung resmining kidung,  berati  dipresentasikan dengan syair, Sinuba sinukarta, berarti dirangkai dengan  keindahan,  Mrih kretarta pakartining ngèlmu luhung, berarti agar tercapai implemntasi ilmu yang luhur, dan Kang tumrap ing tanah Jawa, berarti yang berlaku di tanah Jawa, Agama ageming aji berarti agama pegangan para pemimpin (keluwarga).

Untuk mencapai tujuan tersebut di dalam keluwarga harus tercipta sinergi yang saling kait mengkait dengan erat dan kuat antara ayah, ibu dan anak-anaknya secara “golong gilig“. Golong berarti bulat dan gilig berarti membujur sejajar tanpa tepi. Memang itu suatu idea yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Tetapi itu adalah taget kehidupan dan hidup bagi seseorang baik secara mandiri ataupun di dalam keluwarga dan masyarakatnya yaitu Muslim Mukmin yang ingin mencapai kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Hal ini pulalah yang mengilhami NgarsaDalem Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk memberikan pendidikan moral dan karakter orang (satria) Jawa dengan sikap “nyawiji, greget, sengguh lan ora mingkuh“. Nyawiji yang berarti di dalam dirinya satu, menyatu, terpadu. Greget diartikan sebagai gigih, semangat, kerja keras dan dinamis. Sengguh berarti percaya diri dalam bertindak tanpa pongah atau besar kepala (tetap rendah hati). Ora mingkuh berarti tidak akan mundur dalam menghadapai tantangan maupun halangan dan tidak lari dari tanggung jawab.

Demikianlah, untuk mengarungi mahligai rumah tangga yang didalamnya terdapat anak-anak yang menjadi tanggung jawab kita, perlu kiranya mereaktualisasi suri teladan ketaatan Nabi Ibrahim, keshalihahan Siti Hajar dan kepatuhan Nabi Ismail di dalam keluarga kita. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua.

Sebagai akhir dari khutbah kali ini, marilah kita berdo’a kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامً

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِيْ أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْ مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِيْ رِضَاكَ، وَارْزُقْهُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ النَاصِحَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

BINCANG BINCANG MUSLIMAH SPESIAL: ISTIQOMAHMU PANCARKAN CANTIKMU

BINCANG BINCANG MUSLIMAH SPESIAL: ISTIQOMAHMU PANCARKAN CANTIKMU

#AgendaNH

#SemarakMuharram1438

#Muharram1438UNS

Oktober ini BPPI FEB UNS mengundang tamu tamu spesial buat kamu para muslimah yang spesial!
—————————————————

BINCANG BINCANG MUSLIMAH SPESIAL: ISTIQOMAHMU PANCARKAN CANTIKMU

Bersama

  1. Febrianti Almeera (Penulis buku “Be A Great Muslimah” dan “Jalan Hijrahku” )
  2. Ayu Momalula (Founder ‘Ukhty Sally’, Owner Hijab Sally Heart)

Untuk berbagi cerita bersama kamu, pada:

Hari, tanggal: Sabtu, 1 Oktober 2016
Waktu: pukul 08.00 – 12.00
Tempat: Aula Gd F FKIP UNS
HTM: PO 35k & OTS 40k

Fasilitas: Seminar kit, Snack, Kartu Perdana Indosat utk 300 pendaftar pertama, Sertifikat

Gimana caranya ikut?

  1. Transfer biaya pendaftaran ke rekening Mandiri Syariah 7099985644 a.n Iin Nurjanah. Kirim bukti pembayaranmu dan data diri dengan format (Nama_Fakultas/Instansi_No HP) kirim ke 0856-4017-7007
  2. Bisa juga langsung datang ke stand kami di BMT FEB UNS mulai tgl 5 September 2016

Yuk, tunggu apalagi, pastikan kamu ikut dan ajak temanmu!

CP :0856-4017-7007

BPPI FEB UNS
#SinergiSatuHati

Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam Program Kaderisasi Ulama

Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam Program Kaderisasi Ulama

12636917_994829983937849_1552365394_o
12633010_994822620605252_1485121944_o
Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam dalam rangkaian Program Kaderisasi Ulama yang diselnggarakan oleh Universitas Darussalam Pondok Modern Gontor dan Majelis Ulama Indonesia.
 
Dalam seminar kali ini, ada tiga tema yang dibedah oleh peserta Program Kaderisasi Ulama Gontor
1. Konsep ‘Adalah Shahabah oleh Edi Turmudzi (Download Makalah)
2. Toleransi Menurut Islam : Studi Sejarah oleh Sultan Zakaria  (Download Makalah)
3. Perbedaan Ushul-Furu’ dalam Wacana Ikhtilaf oleh Abdul Mun’im  (Download Makalah)
 
Sebanyak 160an peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Kondisi libur semester tidak menyurutkan para peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa ini.
12631026_994829947271186_861502789_o
[VIDEO] QS Tha Haa : Mahasiswa Huffadz (Penghafal) Al Qur’an UNS

[VIDEO] QS Tha Haa : Mahasiswa Huffadz (Penghafal) Al Qur’an UNS

 

Pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an Surat Tha Haa yang dibacakan oleh Mahasiswa UNS Penghafal Al Qur’an (Huffadz). Kegiatan ini adalah bagian dari pelaksanaan Grand Opening Asistensi Agama Islam yang merupakan program akademik bagi seluruh Mahasiswa Muslim UNS.

Dalam kegiatan ini juga diselenggarakan penulisan Al Qur’an oleh 6000 mahasiswa UNS angkatan 2015 yang dipimpin langsung oleh Rektor UNS Prof. Ravik Karsidi, MS.

Berikut Nama Mahasiswa UNS 2015 yang merupakan para penghafal Al Qur’an
Muhammad Aufa Aulia (Fak. Teknik)
Abd Aufa. (Fak. Kedokteran)
Anas Yahya. (Fak. Kedokteran)
Faris Atsabit. (Fak. Kedokteran)
Huda Syahdan. (Fak. Kedokteran)
Yahya Ayyasy. (Fak. ekonomi dan Bisnis)
Bahaul Fahmi. (Fak. Teknik)
M. Sabiq. (Fak. Kedokteran)

Putri:
Nadaa (Fak. Kedokteran)
Hafiyatush Sholiha (Fak. Kedokteran)
Difa N S (Fak. Teknik)
Maryam K (Fak. Kedokteran)
Fatimah (Fak. Kedokteran)
Rus Ulfa (Fak. Ekonomi dan Bisnis)
Ratu Salsabila (Fak. Kedokteran)
Mentari M (Fak. Kedokteran)

Link Berita:

#BeritaNH GO AAI 2015 Ajak 5.337 Mahasiswa Baru UNS Menulis Al-Quran http://goo.gl/5N3QYQ | @11MaretUniv

#BeritaNH Mahasiswa UNS Mengawali Tahun Akademik dengan Menulis AL Qur’an http://goo.gl/rv3wAM | @nurulhuda_uns

#BeritaNH Grand Opening AAI UNS 2015 https://goo.gl/MNnzm8 | @SemarTV

Hafal 4,5 Juz Dalam 7 Hari I’tikaf

Hafal 4,5 Juz Dalam 7 Hari I’tikaf

20150713205049 (1)Penyerahan Hadiah Peserta Terbaik

Malam 27 Ramadhan menjadi malam terakhir penyelenggaraan kegiatan “I’tikaf Di kampus” Masjid Nurul Huda UNS. Kegiatan yang dimulai pada 7 Juli 2015 ini menarik antusiasme banyak jamaah baik dari kalangan civitas akademika maupun masyarakat umum. Di tengah masa-masa libur semester dan program KKN, tak kurang dari 500 peserta selalu memenuhi aula utama Masjid Nurul Huda UNS setiap malamnya untuk mengikuti kegiatan I’tikaf. Bahkan tercatat rekor peserta hingga 800 orang.

Tahun ini, kegiatan “I’tikaf Di Kampus” yang diselenggarakan Takmir Masjid Nurul Huda mengambil konsep i’tikaf  Qur’ani.  Dengan agenda kajian pagi yang diisi oleh para akademisi dari lingkungan UNS, training tahsin dan halaqoh tahfidz yang dibimbing oleh para asatidz dari Rumah Qur’an Haramain. Dengan konsep I’tikaf Qur’ani, selama satu minggu para peserta I’tikaf di dorong untuk memperbaiki bacaan dan menambah hafalan Al Qur’an.

20150713205051

sebagaian peserta berfoto bersama

Pada acara penutupan program “I’tikaf Di kampus”  pada selasa 14 Juli 2015 tercatat seorang peserta putri berhasil menyelesaikan 4,5 juz hafalan al Qur’an, sementara untuk peserta putra  paling banyak menghafal 2 juz Al Qur’an.  Untuk para peserta terbaik ini Panitia memberikan hadiah dan penghargaan khusus.

20150713205049penyerahan kenang-kenangan dari Takmir Masjid Nurul Huda UNS Kepada Rumah Qur’an Haramain

LAZIS UNS Bagikan 500 Paket Makanan Buka Puasa

LAZIS UNS Bagikan 500 Paket Makanan Buka Puasa

1421387_976428915735372_1190622165_n

Marhaban Ya Ramadhan…

Mengawali Ramadhan 1436 H yang jatuh pada hari Kamis (18/6), LAZIS UNS memberikan makanan pembuka puasa kepada 500 pengguna jalan raya secara gratis. Acara yang dilaksanakan jelang waktu berbuka puasa ini selain bertujuan untuk mensyiarkan agenda Ramadhan juga sebagai bentuk kepedulian LAZIS UNS kepada pengguna jalan yang sedang melaksanakan ibadah puasa.
Bekerjasama dengan JN UKMI UNS dan Relawan LAZIS UNS kegiatan membagikan Iftar gratis dilaksanakan di depan boulevard UNS dan jalan Ir. Sutami yang merupakan jalan utama keluar masuk dari dan ke Kota Solo sehingga dipastikan banyak pengguna jalan yang ketika waktu berbuka masih berada dijalan.

Jika pada bulan-bulan sebelumnya LAZIS UNS melakukan gerakan berbagi sarapan gratis, maka pada bulan Ramadhan ini program tersebut akan tetap dilaksanakan dalam bentuk yang lain, yaitu membagikan makanan ifthor dan sahur secara gratis untuk pengguna jalan dan anak-anak yatim. Penanggung jawab program Iftar dan sahur on the road LAZIS UNS, Doni Dwi Cahyadi, menuturkan bahwa acara ini akan digelar beberapa kali kedepan.
“Tidak hanya membagi makanan pembuka puasa saja, Ramadhan tahun ini LAZIS UNS juga akan membagikan makanan untuk sahur yang ditujukan kepada anak-anak yatim,” terangnya. (LAZIS UNS)

 

MABIRU: Untuk Ramadhan Lebih Bermakna

MABIRU: Untuk Ramadhan Lebih Bermakna

Ramadhan sudah di depan mata. Ramadhan bulan suci merupakan bulan yang istimewa. Untuk menghadapinya setia muslim butuh persiapan yang matang. Persiapan yang dilakukan tidak hanya persiapan jasadiyah saja, tetapi persiapan ilmu dan juga maaliyahnya.

Selasa (16/06), bertempat di aula utama Masjid Nurul Huda UNS telah dilaksanakan MABIRU (Malam Bina Ruhiyah). Mabiru merupakan grand opening rangkaian acara dari Ramadhan Inspiratif. Ramadhan Inspiratif merupakan acara yang diusung oleh JN UKMI, Takmir Masjid UNS, LAZIZ UNS dan juga UKM Ilmu Qur’an. Bersama-sama dengan tiga lembaga lain JN UKMI kembali mewarnai bulan Ramadhan dengan Ramadhan di Kampus 1436 H.

Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan dipandu oleh Lukmansyah selaku MC. Acara dibuka dengan sambutan oleh ketua umum JN UKMI, Alfi Suryani Yusuf, serta pembina dari JN UKMI yaitu pak Muchtarrom.  Pembukaan acara Ramadhan Inspiratif ini dillakukan oleh Pak Muchtarrom sendiri. Mengundang pembicara Ust. Mu’inundinillah Basri, untuk mengisi materi yang membangun semangat menyapa Ramadhan. Dengan jumlah peserta hingga bisa memenuhi ketersediaan tempat, beliau tetap bisa membuat acara ini begitu menarik.

Ust Mu’in memulai materi dengan dasar hukum berpuasa, yaitu Q.S Al Baqarah 183 dan 189. Kemudian berlanjut mengenai amalan ibadah yang ada di Ramadhan. Ust Mu’in mengatakan bahwa semua ibadah yang dilakukan hanya sebagai rutinitas maka rasanya hambar. Melakukan shalat, puasa, membaca Al Qur’an dan makan jika kita lakukan hanya karena rutinitas, maka semua amalan ibadah ini tidak akan bermakna atau istimewa. Poin selanjutnya adalah mengenai kecintaan kita pada Ramadhan. Ust Mu’in bertanya “Kamu mau mengejar dunia atau mengejar cinta yang punya dunia? Orang yang mengejar dunia hidupnya akan sengsara . orang yang mengejar cinta yang punya dunia akan bahagia.

Bagaimana dengan target dalam bulan Ramadhan? Target nya adalah membangun kecerdasan intelektual, ketrampilan kita. Salah satu contoh targetan yang bisa dicontoh adalah, supaya dekat dengan Allah SWT. Ada tiga cara yang diebutkan Ust Mu’in untuk bisa dekat dengan Allah yaitu La’alakum tattakuun, La’alaukm tadrusuunn, dan juga La’alakum tasykuruun. Untuk persiapan yang awal kita lakukan adalah bertaubat, dengan bertaubat kita bisa bertemu Ramadhan insya Allah dalam keadaan bersih. Pembahasan selanjutnya adalah mengenai fadillah Ramadhan. Fadhillah dalam ramadhan antara lain adalah adanya malam lailatul qadar dan semua doa yang disampaikan tidak akan tertolak, dan lain sebagainya.

Acara materi dalam mabiru ini ditutup pada pukl 22.00 WIB. Kemudian pada malam harinya yaitu pukul 03.00 peserta mabiru dibangunkan untuk ikut shalat tahajud dilanjutkan shalat shubuh serta membaca al ma’tsurat berjamaah. Acara ditutup hari ahad pukul 04.45 WIB.

Ratusan Adik Binaan LAZIS UNS Semarakkan Pawai Santri

Ratusan Adik Binaan LAZIS UNS Semarakkan Pawai Santri

11418629_976380032406927_1677739795_n

Sebanyak 217 adik binaan dan relawan LAZIS UNS serta pembina TPA turun ke jalan Selasa (16/6) kemarin. Bukan untuk melakukan aksi demonstrasi, tapi ratusan anak-anak ini turun dalam rangka pawai sambut Ramadhan 1436H. Mengambil rute sepanjang jalan Ki Hajar Dewantara dan jalan Kartika, anak-anak nampak antusias mengikuti jalannya pawai yang dimulai dari pukul 16.00 hingga 17.30 ini.

Pawai yang diikuti oleh 9 TPA dan 2 Rumah Anak Pintar (RAP) ini bertujuan untuk mengingatkan kembali warga Muslim yang tinggal di sekitar kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) bahwa bulan Ramadhan telah tiba. Ratusan anak-anak ini datang dari berbagai wilayah, ada santri TPA An Nur dari Kepatihan Wetan, TPA Barokah Panggungrejo, TPA Darussalam Gulon, TPA Mustaqim Petoran, TPA Syukur Kentingan, TPA Al Fast Purwodiningratan, TPA Binaan JN UKMI UNS, RAP Sawah Karang dan RAP Bibis. Di akhir pawai, anak-anak diajak mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Faqih Anisa. Dalam acara dongeng ini anak-anak diajarkan tentang kejujuran melalui kisah yang dibawakan secara atraktif.

Manajer Program LAZIS UNS, Sutiyono, menyampaikan acara yang digelar rutin tiap tahun jelang Ramadhan ini merupakan sebuah bentuk syiar dari santri TPA dan anak binaan kepada masyarkat luas bahwa bulan Ramadhan telah tiba.
“Untuk tahun ini sedikit berbeda karena selain melakukan pawai dengan berjalan keliling daerah Kentingan, anak-anak juga diberikan hiburan sekaligus pembelajaran berupa dongeng,” terangnya. (LAZIS UNS)

11425316_976380139073583_1511000853_n