Mengaji dan Berbagi Motivasi di Pondok Fasihul Qur’an

Mengaji dan Berbagi Motivasi di Pondok Fasihul Qur’an


Masjid Nurul Huda – Dalam perjalanan studi banding ke Jawa Timur yang dilakukan oleh Takmir Masjid Nurul Huda UNS pada Sabtu (13/01) sampai Ahad (14/01) kemarin, salah satu tempat yang dikunjungi adalah Yayasan Fasihul Qur’an Pasuruan. Dijamu di komplek yayasan yang juga asrama santri SMP BIC, Takmir Masjid Nurul Huda berkesampatan untuk mendapatkan tausyiyah dari Ust. Abdul Karim yang  juga merupakan Pembina Yayasan.

Dalam tausyiyahnya Beliau menyampaikan pesan kepada anggota rombongan yang juga aktivis masjid kampus agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan. Selain itu agar senantiasa belajar utamanya ilmu agama untuk bekal baik kehidupan pribadi maupun kelak ketika sudah keluar dari dunia kampus. Karena, masih lanjut Beliau, kewajiban berdakwah tidak hanya berhenti saat selesai kuliah namun juga berlanjut saat kita hidup di masyarakat.

Selain mendengarkan tausyiyah dari Pembina Yayasan, rombongan Masjid Nurul Huda yang berjumlah 51 orang juga berkesempatan berbagi cerita dan motivasi kepada para santri BIC. Hilmy dan Mas’ud mahasiswa hafidz Qur’an UNS yang juga merupakan pengurus UKM Ilmu Al Qur’an menyampaikan motivasi  dan tips-tips singkat bagaimana menambah dan memelihara hafalan Al Qur’an.

Selain itu, Hilmy dan Mas’ud juga menyampaikan motivasi  untuk bagimana hafalan Al Qur’an bisa mendukung prestasi akademik mereka. Prestasi ini terbukti dengan berhasilnya mereka menembus kampus Universitas Sebelas Maret, salah satu kampus negeri terbaik di Indonesia.

Grand Launching Komunitas Film Maker UNS

Grand Launching Komunitas Film Maker UNS

Sabtu dan Ahad 30-31 Desember di penghujung tahun 2017, telah dilaksanakan acara Grand Launching Komunitas Film Maker & Syiar Media Academy 2017. Acara tersebut menghadirkan beberapa pembicara diantaranya yaitu Oase Production (Komunitas film maker Islami dibawah naungan LDF Ta’lim Alim FIKOM Universitas Mercu Buana) yang diwakili oleh Bang Obby dan Bang Fadli (Ketua Ta’lim Alif).

Acara dibagi menjadi dua sesi, hari pertama diisi oleh 2 pemateri dari Ta’lim Alif yang dilaksanakan di ruang seminar NHIC. Dengan  dimoderatori oleh Yahya Ayyasy. Acara berlangsung lancar dan meriah.

Uniknya, peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa UNS namun dari berbagai universitas di Surakarta ikut menghadiri pula agenda ini. Bahkan, beberapa peserta masih berstatus pelajar SMA di Surakarta. Selain memotivasi peserta agar menjadi film maker penebar kebaikan, Pemateri juga mengajarkan kepada peserta berbagai istilah yang digunakan dalam dunia perfilman serta cara memproduksi sebuah film. Mulai dari penulisan script, penentuan setting, talent, filming, editing process, sampai tahap promoting.

Acara hari pertama ditutup dengan penandatanganan plakat peresmian Komunitas Film Maker Muslim UNS yang diresmikan oleh Wahyu Setiaji selaku Ketua FORMED UNS, M. Fida Al Faris selaku Kordept. Kastrad Kominfo JN UKMI UNS, dan menetapkan Yahya Ayyasy sebagai Presiden Komunitas Film Maker Muslim UNS 2018.

Hari kedua acara dilaksanakan di Aula Pesantren Mahasiswa Ar-Royyan. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan materi serta praktik langsung oleh trainer Egi Agustian dan didampingi co-trainer Edy wiyono terkait proses taking dan editing pembuatan film.

Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan kesempatan untuk berkreasi membuat video pendek. Peserta mulai melakukan taking video di sekitar Pesma Ar-Royyan kemudian dilanjutkan dengan melakukan proses editing sesuai arahan trainer. Acara ditutup dengan menampilkan hasil karya video yang telah dibuat peserta dan memilih karya terbaik.

Pembentukan Komunitas Film Maker Muslim UNS dan Syiar Media Academy ini diharapkan dapat menjadi wadah serta meningkatkan semangat dakwah media kedepannya bagi para pemuda dengan menyalurkan ide dan kreatifitasnya dalam sebuah film/video yang berbasis nilai-nilai keislaman. Sehingga dapat menyebarkan kebaikan terutama di kalangan pemuda pemudi Indonesia dan dunia zaman now. (J UKMI UNS)

SARASEHAN PEREMPUAN DALAM KARYA, CINTA, DAN KELUARGA

SARASEHAN PEREMPUAN DALAM KARYA, CINTA, DAN KELUARGA

Surakarta, Masjid Nurul Huda – Mengawali kegiatan Nurul Huda Book Fair 2017, Masjid Nurul Huda bekerjasama dengan Institut Ibu Profesional menyelenggarakan sarasehan sekaligus peluncuran buku “Binar Mata Perempuan”, Ahad (03/12). Bertempat di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda kegiatan ini diikuti sekitar 70 orang peserta.

Mengambil tema kegiatan “Sarasehan Perempuan dalam Karya, Cinta, dan Keluarga”, kegiatan ini menghadirkan pembicara Afifah Afra, ketua umum organisasi kepenulisan Forum Lingkar Pena yang juga seorang novelis dan pengusaha.

Continue reading

Peresmian dan Baksos Rumah Anak Pintar Unit Kampung Sewu

Peresmian dan Baksos Rumah Anak Pintar Unit Kampung Sewu

Surakarta, LAZIS UNS – Keceriaan anak-anak Rumah Anak pintar di Kampung sewu, Jebres, Surakarta terlihat jelas saat acara peresmian dan
baksos  di halaman Rumah Anak Pintar unit kampung Sewu pada Ahad 19 Desember 2017 kemarin.

Acara dibuka dengan penampilan  lagu mars Rumah Anak Pintar oleh anak-anak RAP dan tilawah Alquran oleh adik Nabila, Penandatanganan kerjasama dan pemotongan nasi tumpeng menjadi  Acara puncak peresemian dan baksos pada Ahad kemaren, Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh dengan keceriaan.

Continue reading

Peresmian Tempat Wudhu di Desa Ujung Utara Boyolali

Peresmian Tempat Wudhu di Desa Ujung Utara Boyolali

Boyolali, LAZIS UNS – Selasa (7/11) kemarin Lazis UNS turut meresmikan tempat wudhu di Masjid Al Fatah, Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, bersama takmir masjid setempat. Dana untuk pembangunan tempat wudhu ini merupakan penyaluran dari donasi Peduli Masjid yang terhimpun dari donatur LAZIS UNS.

Desa Jerukan terletak di ujung utara Boyolali, sekitar 2-3 jam dari pusat pemerintahan Kab. Boyolali. Sementara Masjid Al Fatah merupakan satu-satunya masjid di Desa Jerukan. Sebelumnya fasilitas tempat wudhu di masjid ini belum memadai.

Continue reading

UNS Jadi Tuan Rumah Munas Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Ekonomi

UNS Jadi Tuan Rumah Munas Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Ekonomi

Lembaga Dakwah Fakultas Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam (BPPI) FEB UNS mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Musyawarah Nasional ke 3 Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Ekonomi Islam (FULDFEI). Puluhan delegasi dari berbagai kampus ekonomi mengikuti kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Masjid Nurul Huda, Jum’at (20/10)

Kegiatan utama MUNAS 3 FULDFEI, adalah sidang pleno, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus FULDFEI, pemilihan Koordinator Nasional FULDFEI 2017 -2018. Terpilih sebagai Koordinator Nasional FULDFEI adalah Muhammad Rifai dari Universitas Brawijaya. Sementara, ketua umum BPPI FEB Yunus Abdul Azis terpilih sebagai koordinator regional 3 yang meliputi kampus-kampus ekonomi di Jawa Tengah.

[KHUTBAH IED] Reaktualiasi  Suri Tauladan  Nabi Ibrahim Dalam Mewujudkan Keluarga  Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah  Allah

[KHUTBAH IED] Reaktualiasi Suri Tauladan Nabi Ibrahim Dalam Mewujudkan Keluarga Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah Allah

Reaktualiasi  Suri Tauladan  Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam Dalam Mewujudkan Keluarga  Yang Taat Dan Patuh Terhadap Perintah  Allah Subhanahu Wa Ta’ala

oleh : DR. M. Hudi Asrori Suyuti, S.H., M.H

[pdf]

اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ اللهُ أكْبرُ كبِيرْاً والْحمْدُ للهِ كثِرْاً وسُبحْان اللهِ بُكْرة وأصِيْلاً لا إلِه إلِا اللهُ اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ولله الْحمْدُ

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا .

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ و كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Hadirin, Jamaah Shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah Subhanahuwataa’ala. Setelah tidak henti-hentinya kita memanjatkan puja & puji syukur ke hadhirat Allah Subhanahu wata’ala, atas segala nikmat dan karuniaNYA, maka marilah kita saling berwasiat untuk senantiasa meningkatkan iman & taqwa kepada Allah Subhanahuwata’ala dengan sebenar-benar taqwa.

Hari ini semua Umat Islam di seluruh penjuru dunia menyambut dan merayakan hari raya Idul Adha dengan melaksanakan ibadah shalat ‘ied dan menyembelih ternak korban. Setiap ibadah tentu sudah dituntunkan rukun dan tata cara melaksanakannya, yang di dalamnya tentu mengandung hikmah yang hanya Allah sendiri yang mengetahuinya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamdu.

Bagi manusia hikmah setiap ibadah seringkali tidak mampu menangkapnya secara nalar ataupun dhohir, sehingga sering menggiring kita untuk bersu’udhon kepada Allah Subhanahu wata’ala, bahkan bermaksiat dengan melanggar hukum-hukumNYA. Astaghfirullahal’adzim.

Hikmah dari ibadah Qurban diantaranya adalah mendekatkan diri kepada Allah atas segala kenikmatan yang telah diberikan kepada kita, sebagaimana disabdakan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dalam Al Qur’an, Surat Ibrahim  ayat 34,

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

yang artinya “Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)“.

Inilah karakter manusia, yaitu sering berani berbuat maksiat, mengingkari nikmat Allah dan tidak mensyukurinya. Dengan ayat ini Allah mengajak hamba-hamba-Nya mensyukuri nikmat-nikmatNya, serta meminta dan berdoa kepada-Nya di setiap waktu.

Mengapa kita seringkali ingkar? Karena kita sering silau terhadap kebahagiaan kehidupan dunia yang bersifat sementara ini dan melupakan kehidupan di akhirat yang abadi kelak.

Sudah kita yakini kehidupan di dunia ini “mung mampir ngombe“. Oleh karena itu, kebahagiaan  mestinya kita cari untuk kehidupan di dunia dengan cara halalan thayibah, supaya kita bisa meraih kebahagiaan yang kekal dan abadi di akhirat.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.

Hadirin para Jamaah Yang dimuliakan Allah Subhanahu wata’ala.

Kebahagiaan fiddini wa dunya wal akhirat harus menjadi target kehidupan manusia. Oleh karenanya amat tidak disukai oleh Iblis, sebagai musuh abadi manusia. Iblis, akan terus menghalangi upaya meraih kebahagiaan tersebut.

Untuk menjaga kebahagiaan, baik dalam berkeluwarga, bermasyarakat & bernegara, salah satu benteng yang kuat, sehingga dapat mengatasi halangan iblis adalah ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahuwata’ala. Tingkatkan taqwa & kuatkan selama-lamanya, karena ia akan mencegah masuknya intervensi Iblis dalam menghancurkan kebahagiaan anak-anak Adam. Namun demikian kita sering berpikir praktis, yaitu mengutamakan kebahagiaan dunia dengan mengabaikan kebahagiaan di akhirat.

Inilah yang menjebak kita untuk terperosok kepada kebahagiaan semu. Kebahagiaan yang dilandasi nafsu kehidupan di dunia yang tidak ada puasnya, segala sesuatu yang telah didapatkan hanya dinikmati sementara dan selalu diikuti nafsu mencari yang lain dan berlebih, dengan segala cara. Nafsu manusia seperti inilah, yang dijadikan skema penelitian dan pengabdian masyarakat Iblis yang sangat sistematis dan tersetruktur. Godaan iblis bersifat komprehensif dan holistik, subyeknya berbentuk manusia dan ghaib, obyeknya adalah nafsu-nafsu manusia, dan cakupannya meliputi semua hal yang menyenangkan manusia : materialistik- kapitalistik, prestisius-egoistik lengkap dengan sentimentilnya. Kita sering terbuai, lupa peringatan dari Allah Subhanahuwata’ala (Yaasin : 60)

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Bukankah Aku telah perintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.

Saat ini, Iblis sedang meraih sukses besar. Banyak di antara kita yang menghambakan diri kepada Iblis. Perilaku pelanggaran hukum dan kejahatan  merajalela bahkan seperti gurita yang menggapai-gapai di semua lini kehidupan kita, seiring dengan fatamorgana keelokan duniawi yang membelokan mata dan pikiran menjadi tidak jernih lagi.

Dalam konteks interaksi antar manusia dalam kehidupan sosial, yg di dalamnya terkandung perbedaan-perbedaan tetapi saling pengaruh mempengaruhi, pada dasarnya merupakan dampak dari pembawaan karakteristik pribadi-pribadi manusia yang spesifik dengan kelebihan dan kelemahannya. Konsekwensinya adalah perbedaan dan persaingan adalah suatu keniscayaan. Keteguhan adalah kegoncangan yang tertahan karena digoyang godaan yang sangat mempesona untuk diraih oleh nafsu manusia. Oleh karena itu, saling mengingatkan pd hal yg haq & kesabaran,  watawa shoubil haq, watawa shoubishshabr’, merupakan suatu kewajiban sekaligus kebutuhan bagi manusia.

Berkaitan erat dengan ibadah korban adalah ibadah haji, yang saat ini saudara-saudara kita sudah selesai melaksanakan wukuf di arafah dan malam ini, waktu Saudi, sedang mabit di Muzdalifah, untuk selanjutnya melaksanakan pelemparan jumrah aqabah serta thawaf ifadhah dan sya’i sebagai kesempurnaan terhadap rukun hajinya.

Kita melihat ada hikmah yang besar dari ibadah korban dan ibadah haji yang semuanya bersumber pada keimanan dan ketaqwaan satu keluarga sebagai basic tata kehidupan Muslim Mukmin, yaitu ketaatan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah, kepatuhan Nabi Ismail terhadap ayahnya yang melaksanakan perintah Allah dan keshalihahan Siti Hajar yang ihlas dan tabah ditinggalkan suaminya di pedang gersang dekat Baitullah di sisi pohon Dauhah bersama anaknya Ismail karena memenuhi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dialog penuh kesabaran dan kemesraan nampak diantara mereka berdua. Pada saat Ibrahim meninggalkan keduanya. Siti Hajar mengikutinya dan bertanya, “Hendak ke manakah, wahai Ibrahim? Engkau meninggalkan kami di lembah yang tiada teman atau apa pun?” Hajar mengulang pertanyaannya beberapa kali. Saat dilihatnya Ibrahim hanya diam, segera ia tersadar. “Apakah Allah yang menyuruhmu berbuat demikian?” tanyanya dengan kecerdasan luar biasa.

“Benar,” jawab Ibrahim. “Jika demikian, maka Allah tak akan menelantarkan kami.” Kemudian Hajar kembali ke tempat semula, sedangkan Ibrahim melanjutkan perjalanannya. Sebagai seorang suami yang bertanggung jawab, Nabi Ibrahim menghadapkan wajahnya ke Baitullah seraya mengangkat kedua tangannya dan berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak memiliki pepohonan, yaitu di sisi rumah-Mu yang suci. Mudah-mudahan mereka berterima kasih.” Sementara itu, Siti Hajar menyusui Ismail kecil dan minum dari tempat perbekalannya. Setelah air itu habis, ia dan anaknya kehausan. Dengan penuh cinta, ia beranjak pergi mendaki Bukit Shafa dan Marwa untuk menemukan lokasi air. Terus-menerus seperti itu sebanyak tujuh kali, sampai datanglah pertolongan Allah. Tiba-tiba air keluar dari bawah kaki Ismail kecil yang menangis karena kehausan. yang dikenal dengan air Zamzam. Demikianlah satu episode nan indah dari kehidupan suami yang taat kepada Allah dan istri yang patuh kepada suami yang taat kepada Allah. Nuansa kehidupan harmonis yang dilandasi cinta kasih yang ihlas dan tulus karena Allah, sehingga tercipta sinergitas keluarga yang saling asah, asuh dan asih di segala situasi, baik suka dan duka.

Satu episode yang melengkapi keharmonisan Ibrahim dan Siti Hajar berkaitan erat dengan ibadah Qurban, yang berawal dari ketaatan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah Subhanahuwata’ala untuk menyembelih puteranya yang sangat dikasihinya, Nabi Ismail. Allah sangat menghargai dan memuji pengurbanan Nabi Ibrahim yang dilandasi oleh iman dan takwanya yang tinggi dan murni, kemudian mengganti puteranya Ismail yang akan dikurbankan itu dengan seekor hewan domba yang besar. Sebagaimana dituangkan dalam Al Qur’an Surat Ash-Shaaffat ayat 100-108, yang artinya :

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ (108)

 “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh. (100). Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.(101). Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata. ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab, ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’. (102). Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). (103). dan Kami panggillah dia, ‘Hai Ibrahim, (104). Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (105). Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (106). dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (107). Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.

Subhanallah, suatu suri tauladan yang valid dan terhormat karena dituangkan di dalam Al-Qur’an.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamdu.

Hadirin, Para Jamaah rahimakumullah.

Anak adalah amanah Allah SWT kepada ayah dan ibunya, oleh karena itu harus senantiasa dipelihara, dididik dan dibina dengan sungguh-sungguh agar supaya menjadi orang yang shalih atau shalihah, jangan sampai anak tersebut tersesat jalan dalam menempuh jalan hidupnya. Maka kewajiban orang tua terhadap anaknya bukan hanya mencarikan nafkah dan kesenangan-kesenangan yang sifatnya duniawi, tetapi lebih dari itu orang tua harus mengarahkan anak-anaknya untuk mengerti kebenaran, mendidik akhlaqnya, memberinya teladan yang serta mendoakannya. Firman Allah SWT :

يايُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا قُوْآ اَنْفُسَكُمْ وَ اَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَ اْلحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ. التحريم:6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahrim : 6]

Dan sabda Rasulullah SAW :

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالرَّجُلُ رَاعٍ فيِ اَهْلِهِ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فيِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا. البخارى 1: 215

Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinanmu. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Isteri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya [HR Bukhari juz 1, hal. 215]

Dengan ayat dan hadits tersebut menunjukkan bahwa orang tua mempunyai tanggungjawab yang berat terhadap anaknya. Fenomena masyarakat sekarang yang timbul adalah orang tua sibuk dengan urusan duniawi, anak terjebak pada iklim modernisasi yang seakan tak terkendali, sehingga komunikasi di dalam keluarga menjadi tidak intens seakan terurai bagaikan “sapu ilang suhe“. Alih peradaban dan perilaku dari orang tua yang seharusnya melekat di dalam kehidupan sehari-hari menjadi renggang dan longgar. Situasi kekeluargaan yang jauh dari suri tauladan nenak moyang kita.

Di dalam masyarakat banyak sekali petuah-petuah yang berdasarkan ajaran Islam, dalam bentuk budaya dan olah rasa, namun kini sudah banyak ditinggalkan. Sebagai contoh, ada pepetah “anak polah bopo kepradah“, “ojo cedhak kebo gupak“, “kacang mongso ninggalo lanjaran“, dan lain sebagainya. Itu semua merupakan ungkapan yang menunjukan tanggung jawab orang tua kepada anak-anaknya. Akibat dari semua itu adalah banyak yang terjebak pada perilaku yang melanggar ketentuan-ketentuan di dalam hukum agama dan hukum negara. Saat ini muncul kejahatan dengan berbagai modus dan sarananya. Orang tua melakukan korupsi untuk mengejar gelimang duniawi dan anak-anak terperosok dalam perilaku negatif penyalahgunaan narkoba, hubungan bebas, perkelahian bahkan pembunuhan, dan lain sebagainya.

Memang, di dalam tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara konsekwensi logis dari hukum negara, ciptaan manusia, terdapat banyak kelemahan. Meskipun berlaku asas iedereen wordt geacht de wet te kennen, semua orang dianggap tahu hukum, namun substansinya selain double faced chatarters, juga sering tdk lengkap, tdk jelas, tdk mengatur atau mengatur tdk sesuai dng keadilan masyarakat. Inilah pintu masuk terhadap pelanggaran2 hukum/UU. Oleh karenanya orang tdk takut hukum/UU (dunia) karena terbuka lebar pintu2 penyelematan, namun tdk ingat bahwa orang juga akan berhadapan dng Hukum Allah yang dengannya tdk mungkin dpt dihindarinya dan harus dipertanggungjawabkan di hari qiyamat kelak, dng sanksi yg sangat berat.

Oleh karena itu, Orang tua harus dan harus menanamkan pendidikan serta  pengawasan terhadap ‘aqidah dan syariah yang benar terhadap anak-anaknya. Orang tua wajib mendidik, menjaga dan menyelamatkan keluwarganya jangan sampai syirik, dan menyuruh mereka untuk mendirikan shalat sebagai benteng yang kokoh. Allah berfirman :

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِا لصَّلوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ، لاَنَسْاَلُكَ رِزْقًا ، نَحْنُ نَرْزُقُكَ ، وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوى. طه :132

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bershabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezqi kepadamu, Kamilah yang memberi rezqi kepadamu. Dan akibat (yang baik) adalah bagi orang yang bertaqwa. [QS. Thaahaa : 132]

Bagi masyarakat Jawa, oleh nenek moyang kita, kehidupan keIslaman sebagai agama yang haq sudah ditanamkan sehingga hidup, tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat kita, khususnya Jawa Tengah, sebagai pewaris dan penerus dinasti Mataram Islam. Hadirin tentu hafal dengan tembang Sabdhatama, YayasanDalem KGPAA Mangkunegara IV, pada pupuh Pangkur, Gatra pertama, yaitu “mingkar mingkuring angkara, akarana karnan mardi siwi, sinawung resmining kidung, sinubo sinungkarta, mrih krtarto pakartining ngelmu luhung, kang tumrap ing tanah jawa, agama ageming aji“. Mingkar mingkuring angkara, berarti mengendalikan diri dari angkara (kemurkaan), Akarana karenan mardi siwi berarti dalam hal akan mendidik putra, Sinawung resmining kidung,  berati  dipresentasikan dengan syair, Sinuba sinukarta, berarti dirangkai dengan  keindahan,  Mrih kretarta pakartining ngèlmu luhung, berarti agar tercapai implemntasi ilmu yang luhur, dan Kang tumrap ing tanah Jawa, berarti yang berlaku di tanah Jawa, Agama ageming aji berarti agama pegangan para pemimpin (keluwarga).

Untuk mencapai tujuan tersebut di dalam keluwarga harus tercipta sinergi yang saling kait mengkait dengan erat dan kuat antara ayah, ibu dan anak-anaknya secara “golong gilig“. Golong berarti bulat dan gilig berarti membujur sejajar tanpa tepi. Memang itu suatu idea yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Tetapi itu adalah taget kehidupan dan hidup bagi seseorang baik secara mandiri ataupun di dalam keluwarga dan masyarakatnya yaitu Muslim Mukmin yang ingin mencapai kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Hal ini pulalah yang mengilhami NgarsaDalem Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk memberikan pendidikan moral dan karakter orang (satria) Jawa dengan sikap “nyawiji, greget, sengguh lan ora mingkuh“. Nyawiji yang berarti di dalam dirinya satu, menyatu, terpadu. Greget diartikan sebagai gigih, semangat, kerja keras dan dinamis. Sengguh berarti percaya diri dalam bertindak tanpa pongah atau besar kepala (tetap rendah hati). Ora mingkuh berarti tidak akan mundur dalam menghadapai tantangan maupun halangan dan tidak lari dari tanggung jawab.

Demikianlah, untuk mengarungi mahligai rumah tangga yang didalamnya terdapat anak-anak yang menjadi tanggung jawab kita, perlu kiranya mereaktualisasi suri teladan ketaatan Nabi Ibrahim, keshalihahan Siti Hajar dan kepatuhan Nabi Ismail di dalam keluarga kita. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua.

Sebagai akhir dari khutbah kali ini, marilah kita berdo’a kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامً

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِيْ أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْ مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِيْ رِضَاكَ، وَارْزُقْهُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ النَاصِحَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

LAZIS UNS Go Shopping With Yatim

LAZIS UNS Go Shopping With Yatim

Sebanyak 33 Adik Asuh Yatim   (GO-TIM) di Assalam Hypermarket, Senin (24/4). Agenda yang bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam ini bertujuan sebagai sarana refreshing bagi anak-anak yatim juga untuk memberikan nilai edukasi mengenai skala prioritas kebutuhan dalam berbelanja.

Sebelumnya anak-anak yatim ini berkumpul di LAZIS UNS dan bersama-sama menuju tempat belanja dengan menggunakan Batik Solo Trans untuk mengajarkan mencintai transportasi umum sebagai salah satu solusi berkendara umum dan menghindari penyebab kemacetan.

Sampai di Assalam Hypermarket anak-anak yatim dikelompokkan berdasarkan usia sekolah agar memudahkan dalam berbelanja dan didampingi oleh Relawan LAZIS UNS. Setiap anak yatim mendapatkan voucher belanja yang merupakan titipan Donatur LAZIS UNS untuk dibelanjakan kebutuhan sekolah dan harian mereka.

Salah satu peserta GO-TIM, Yosua Valen Dinata kelas 5 SD yang merupakan anak yatim dan mualaf ini senang sekali bisa membeli sepatu baru untuknya bersekolah. Peserta lainnya, Muhammad Hasanudin kelas 1 SD sangat gembira bisa membeli baju koko baru untuk persiapan menyambut Ramadhan.

Menurut Indra Setiawan selaku koordinator Adik Asuh mengaku sangat bersyukur ketika melihat adik-adik yatim dengan bahagia berbelanja sendiri kebutuhan sekolah dan hariannya.

“Alhamdulillah, agenda GO-TIM yang didukung oleh para donatur LAZIS UNS ini sangat dirasakan manfaatnya oleh adik-adik yatim yang belum tentu bisa berbelanja seperti ini”, kata Indra.

Anda juga bisa berpartisipasi dalam program Beasiswa Yatim LAZIS UNS dengan berdonasi Rp 100.000,-/ bulan. Informasi lebih lanjut hubungi nomor LAZIS UNS 085725005065.

www.lazis.uns.ac.id

BERSAMA UMMAT MENUJU KEBANGKITAN EKONOMI ISLAM

BERSAMA UMMAT MENUJU KEBANGKITAN EKONOMI ISLAM

Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Namun sayangnya potensi yang begitu besar ini belum dimanfaatkan dengan optimal. Dalam bidang ekonomi misalanya, jumlah umat Islam yang sangat besar saat ini hanya dimanfaatkan sebagai pasar oleh negara lain. Dengan proporsi umat Islam diatas 87 persen, sangat disayangkan jika umat Islam di Indonesia belum mampu menjadi penggerak dalam perekonomian bangsa.

Atas dasar ini, Forum Silaturahim dan Komunikasi Antar Masjid (FOSKAM) Surakarta bekerja sama dengan Takmir Masjid Nurul Huda UNS menyelenggarakan Tabligh Akbar dengan mengangkat tema “Menuju Kebangkitan Ekonomi Islam” pada Ahad, 16 April 2017.

Acara yang digelar di aula utama Masjid NH UNS ini menghadirkan Valentino Dinsi, M.M., MBA.. (Ketua 1 Koperasi Syariah 212) dan Prof. DR. dr. Zainal Arifin Adnan Sp.PD (Ketua MUI Kota Surakarta) sebagai narasumber utama. Selain mendengarkan paparan dari pemateri, dalam acara ini juga dilakukan sosialisasi, pendaftaran dan pendataan potensi anggota Koperasi Syariah 212.

“Melalui Koperasi Syariah 212 ini, kita berharap perekonomian umat Islam segera bangkit dan dapat menjadi darah baru bagi perekonomian bangsa”, ucap Heru selaku panitia.

UNS Jadi Tuan Rumah Musyawarah Wilayah Asosiasi Masjid Kampus Indonesia

UNS Jadi Tuan Rumah Musyawarah Wilayah Asosiasi Masjid Kampus Indonesia

12321207_581399728691594_6170138010227693902_n

Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret Surakarta dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Musyawarah Wilayah II AMKI (Asosiasi Masjid Kampus Indonesia). Muswil AMKI Jawa Tengah ini  akan diselenggarakan hari Sabtu-Ahad, 9-10 April 2016 mendatang. Mengusung tema “Revitalisasi Masjid Kampus di Jawa Tengah dalam Rangka Menyiapkan Kepemimpinan Nasional”, kegiatan ini akan menjadi salah satu modal dalam pengoptimalan potensi kreatif masjid-masjid kampus di seluruh Indonesia.

Muswil AMKI ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional AMKI tahun 2015. Setelah sebelumnya 14 orang formatur telah ditetapkan, kegiatan kali ini adalah menetapkan program kerja dan pelantikan pengurus wilayah baru.  Direncanakan kegiatan ini akan dihadiri oleh lebih dari 50 Perguruan Tinggi negeri dan swasta yang ada di Jawa Tengah.

AMKI sendiri lahir pada 30 Mei 2014 didorong oleh rasa keprihatinan terhadap kondisi bangsa, khususnya pemimpin dan kepemimpinan yang mengalami krisis integritas moral dan akhlak yang mulia. Merupakan organisasi masa yang beranggotakan takmir masjid-masjid Kampus Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan potensi masjid kampus menuju pembinaan insan taqwa, pengembangan masyarakat marhamah serta pembangunan peradaban Islam.

Pembukaan Muswil AMKI Jawa Tengah akan berlangsung pada Sabtu 9 April 2016 jam 09.00 WIB bertempat di Gedung F FKIP UNS. Acara pembukaan akan menghadirkan Ketua Umum AMKI Prof. Ir. Hermawan K. Dipojono, MSEE., Ph.D,  Ketua Kopertis VI Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto, M.Pd.,Kons,  dan Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S yang sekaligus menjadi keynote speaker dan membuka Musyawarah Wilayah II AMKI.

Sementara rangkaian sidang akan berlangsung di Masjid Nurul Huda UNS yang akan diisi dengan ceramah oleh Ketua Harian AMKI Pusat, Dr. Ir. Syarif Hidayat, M.T. dan Presidium Takmir Masjid Nurul Huda UNS, Dr. Wiranto, M. Kom, M.Cs.  Dilanjutkan sidang komisi sebagai agenda inti, pembahasan serta pengesahan hasil Muswil akan dilaksanakan pada Ahad (10/04). Pengurus wilayah baru akan dilantik tepat sebelum penutupan Musyawarah Wilayah II AMKI yang dijadwalkan berlangsung Ahad siang.

 

CP: Suwarto (0856 4750 5958)